[Freelance] Fated to Love You (Chapter 3)

Fated to Love You

Fated to love you

Written by Nani hunhan

With cast : Park Chanyeol,  Yoona SNSD, Kris Wu,  Oh Sehun, Mark Got7 and find it.

Length : Chaptered

Thanks to poster by  apareecium @yoongexo poster shop  [aku suka posternya, gomawo min]

Disclaimer : this is just a fiction. If you don’t like don’t read.

All cast belong to GOD. But Srories are mine and pure fiction.

 Mianhe jika typo bertebaran, alur lambat, karena aku hanya manusia biasa. Tak ada manusia yang sempurna, yang ada hanya kasempurnaan cinta.

!! Happy Reading guys !!

 

!!! Chapter 3 !!!

“akh, menyebalkan. Apa yang harus aku lakukan agar Kris bisa menjauh dari Yoona?” ucap Chanyeol. Tiba-tiba ponselnya berdering.

“yoebseo..”

‘ShinChan,  Ayahmu  mencarimu. Ke perusahaan sekarang.’ Jawab sang penelpon lalu mematikan panggilan itu secara sepihak.

Chanyeol  hanya menanggapinya dengan malas. Saat kembali, Chanyeol tak lagi melihat keberadaan Yoona.

“mereka sepertinya telah kembali ke rumah” gumam Chanyeol.

Saat hendak keluar, Chanyeol tak sengaja berpapasan dengan Dasom.

Dasom yang melihat ada Chanyeol di Café nya, sontak kaget. Ia pikir ia tak melihat keberadaan pria berperawakan tinggi ini sejak tadi.

“yeol?  Sejak kapan kau berada disini, aku tak melihatmupun tadi?”

“aku baru saja tiba, tapi aku harus kembali ke perusahaan sebab ada masalah yang harus ku urus.” Jawab Chanyeol.

“Hmm.. ku pikir-“ ucapan Dasom terhenti karena seseorang memanggilnya.

“eonni, data pengeluaran aku telah menyimpannya di ruanganmu.” Ujar seseorang yeoja.

Chanyeol menoleh kearah yeoja tersebut, dan memandangnya jengkel. Yeoja itu adalah yeoja yang  menabraknya tadi.

“nde, Ye Won-ah. Aku akan memeriksanya setelah ini.” Jawab Dasom.

“Dia teman sekaligus pemilik Café ini selain aku.” Jelas Dasom mengarah pada Chanyeol.

“aku harus kembali. Aku permisi..” sahut Chanyeol di ikuti anggukan Dasom.

Saat Chanyeol hendak keluar, ia tak sengaja melirik kearah yeoja tadi yang tengah bersama seorang pria. Chanyeol merasa tak asing dengan wajah pria itu, sepertinya ia pernah melihatnya atau bertemu dengannya tapi ia lupa.

Lama berpikir, ia tak ambil pusing lalu  akhirnya memutuskan pergi dari Café itu.

.

.

Rabu pagi, Sehun seperti biasa ke sekolah, Tn. Park tengah ada bisnis di luar negeri, ayah Yoona seperti biasa berangkat kerumah sakit untuk bekerja, ibu Yoona sibuk di Butik, Ny. Park sedang menghadiri acara amal di Namhae,  Yoona sibuk melukis di taman rumah, dan Chanyeol yang menjabat sebagai Direktur di perusahaan ayahnya selalu bermalas-malasan dirumah. Bukan tanpa alasan, ia melakukan itu karena ingin menemani Yoona di rumah. Meski Yoona selalu menyuruh Chanyeol ke kentor namun Chanyeol selalu memiliki 1001 alasan.

Yoona tengah asik melukis, tepat Chanyeol menghampirinya.

“Yoongie, kau mau temani aku jalan?” ajak Chanyeol. ‘kencan tepatnya’

“aku tidak bisa melihat, oppa! Mana mungkin mengajakku menemanimu jalan? Kau ajak Baekhyun untuk menemanimu, itu lebih baik. Lagipula aku sedang melukis.” Jawab Yoona yang masih asik dengan kuasnya.

“lukisan yang bagus. Tapi kau bisa melanjutkannya nanti Yoong. Baekhyun sibuk mengurusi berkas-berkas di perusahaan, mana mungkin aku mengganggunya. Ayolah, yoong!” paksa Chanyeol.

“Baekhyun sibuk? Lantas kau?”

“Aku tetap tak mau. Arra?!” sambungnya.

Chanyeol terpaksa mengalah. Ia duduk di kursi kayu tepat di samping Yoona.

“tapi kau selalu menolak saat aku mengajakmu keluar. Dulu, kau selalu mengikutiku, mau kuajak pergi, bermain bersama, apapun bersama. Tapi selama Sehun lahir, kau mulai berubah.” Pikir Chanyeol.

“jadi kau menyalahkan adikku? oppa, kau tahukan kondisiku dan kejadian yang menimpaku? Aku tak bisa menjadi Yoona seperti dulu. Kenapa kau tak berpacaran saja agar ada yang menemanimu kemana-mana? Selama 8 tahun ini, kau selalu tak mengenalkan seorang perempuan manapun pada kami. Apa kau tak risih dengan ucapan orang, menyebutmu Gay. Bukannya membawa peremuan dirumah, kau hanya membawa Baekhyun atau sering bersama Mark oppa. Jika Baekhyun oppa disebut Gay, aku tak masalah. Namun  aku kasihan jika sampai Mark oppa ikut-ikutan di cap sebagai Gay karenamu.” Tangkas Yoona.

Chanyeol menghelah nafas pelan. Biasanya jika ada orang yang menjelek-jelekkan Baekhyun, Chanyeol akan memarahi orang tersebut. Namun jika Yoona ia tak masalah dengan itu. Baekhyun adalah sahabatnya tapi Yoona adalah yeoja yang ia cintai sepenuh jiwa.

‘karena aku mencintaimu, Yoong! Aku tak masalah di anggap Gay oleh semua orang, daripada menjalin hubungan dengan yeoja lain.’

“Berpacaran sangat memusingkan. Aku..”

“maaf, Nn. Yoona. Ada Tn. Kris datang ingin menemuimu.” Beritahu Bibi Cho yang berhasil memotong ucapan Chanyeol.

Tidak lama kemudian, Kris menghampiri mereka.

“Bibi bisa pergi, dan jangan lupa suruh paman Kang membawakan kursi untuk Kris-ssi.” Suruh Chanyeol.

“Paman Kang akan  membawakan kursi untukmu.” Ujar Chanyeol pada Kris dengan ketus.

Kris hanya mengangguk menanggapinya.

“wow.. aku baru tahu kau hebat dalam melukis.” Puji Kris pada Yoona.

“Oppa terlalu berlebihan.”

Kris masih dengan posisinya berdiri di belakang Yoona, dan Chanyeol tetap duduk santai di samping Yoona.

“ah, aku lupa menyuruh Bibi Cho membawakan Kris-ssi minum.  Aku akan membuatkan minuman untuk tamu kita.”  kata Chanyeol berusaha bersikap baik meski dalam hatinya yang paling dalam memiliki niat ingin memusnahkan Kris.

Kris tak menanggapi perkataan Chanyeol, karena fokus melihat kekasihnya melukis.

Lalu Chanyeol berdiri, tepat Chanyeol menjauh dari mereka Kris hendak duduk di kursi kayu tempat Chanyeol duduk tadi. Namun belum sempat bokong Kris duduk, kursi kayu itu ditarik kebelakang oleh Chanyeol dengan sengaja. Karena itu, Bokong kris bukannya mendarat di kursi malah mendarat ditanah.

Chanyeol berusaha menahan tawanya.

Kris memandang Chanyeol kesal, sedangkan Yoona kaget dan segera berdiri hendak membantu Kris walau tak tahu apa yang terjadi. Kris dengan cepat berdiri lalu menenangkan Yoona jika ia baik-baik saja.

“ooh.. mian, Kris-ssi. Kursi ini memang telah lapuk.” Dusta Chanyeol  menahan tawa.

“benar kau baik-baik saja?” Tanya Yoona memastikan.  “nde, gwenchana.”  Chanyeol memandang jengkel Kris dan ia juga kesal karena Yoona begitu perhatian padanya.

‘sepertinya Chanyeol tak menyukaiku! Lihat saja nanti, aku akan membalasmu.’ batin Kris.

“mian, aku tadi lupa menanyakan kau ingin minum apa?” tanya Chanyeol dan sedikit menahan tawanya saat melirik celana Kris yang sedikit  kotor.

“apa saja, asal bisa diminum dan bukan racun.” Sahut Kris berusaha tenang. Lalu Chanyeol benar-benar berlalu.

“kau bisa melanjutkan lukisanmu.” Tukas Kris, namun Yoona telah kehilangan seleranya untuk melukis. Ia menggeleng tak mau.

“aku bosan!” sahut Yoona. Kris tersenyum mendengarnya .

“ kau mau kesuatu tempat?” tanya Kris.

“sebentar lagi adikku akan pulang, aku tak bisa meninggalkan Sehunnie sendirian di rumah!” terang Yoona.

“kau begitu menyayangi adikmu! Kupikir ia tak sendirian, ada Chanyeol yang akan menemaninya.” Kata Kris, sambil membelai  pipi kekasihnya itu.

“Chanyeol oppa? Andwe.. aku tak bisa meninggalkan adikku di Yeol oppa, bisa-bisa kejadian beberapa minggu lalu terjadi kembali.” Balas Yoona. Ada nada sedikit jengkel dalam ucapannya.

“kejadian apa?” tanya Kris penasaran.

“oppa, kau tahu? Chanyeol oppa menyuruh Sehunnie ke Supermarket sendiri. Di sekitar sini tak ada supermarket, harus melewati beberapa blok baru bisa sampai kesana. Untung saja tetangga kami menelpon eomma jika ia melihat adikku.” Jelas Yoona.

“jinja-yo? Padahalkan Sehun-ah adalah keponakannya sendiri.” Tukas Kris merasa aneh dengan Chanyeol.

 

Sejam mereka habiskan dengan mengobrol dan kadang tertawa karena Kris melontarkan beberapa candaan lucu yang membuat yoona tertawa.  Chanyeolpun memutuskan ke kantor, daripada jengah dengan kemesraan sepasang kekasih itu.

.

.

Sehun tadinya tengah asik dengan beberapa permainan di ruang tamu, sedangkan Yoona tengah asik mengobrol dengan neneknya.

Ting tong

Bibi Cho segera membukakan pintu, dan ternyata yang datang adalah Baekhyun.

Sehun yang tengah asik bermain, dikagetkan dengan suara Baekhyun yang menyapanya.

“hai anak kecil..” sehun memandangnya jengkel dan tak menghiraukan Baekhyun. Namun Baekhyun mengacak rambut Sehun karena gemas akan tingkah anak 8 tahun itu.

Sehun mendengus kesal, lalu mobil-mobilan yang ia pegang dilemparkannya kearah Baekhyun tepat mengenai daerah sensitif pria. Sehun puas melihatnya dan tertawa melihat raut kesakitan yang menurut Sehun sangat lucu.

“rasakan itu, hyung. Siapa suruh menggangguku.” Ucap Sehun lalu berlari kearah Yoona dan memeluknya dengan erat dan Yoona membalas pelukan sang adik.

‘aku lupa jika Sehun anak yang jutek dan nakal. Dasar bocah!’ Batin Baekhyun yang massih menahan raut keperihan karena ulah Sehun tadi.

Ibu Chanyeol menyuruh Baekhyun duduk. “kau ingin bertemu dengan Chanyeol?” tanya ibu Chanyeol.

“Halmoni, siapa lagi kalau bukan Yeol oppa yang ingin dia temui?!” sahut Yoona sambil terkekeh geli begitu pula dengan Sehun.

“mm.. ani-yo. Tapi Tn. Park yang menyuruhku kemari.” Jawab Baekhyun.

“suamiku? Wae?”

“malam ini akan ada pertemuan keluarga antara keluarga Park dan keluarga Wu. Jadi aku di perintahkan untuk mengantarkan kalian ke pertemuan keluarga tersebut.” Jelas Baekhyu.

“pertemuan keluarga?  Mengenai hal apa?” tanya Chanyeol yang ikut bergabung dalam percakapan itu.

Chanyeol lalu duduk disamping Baekhyun. Melihat itu, Sehun hanya terkekeh geli. Chanyeol yang melihatnya, membuatnya jengkel.

“waeyo?” tanya Chanyeol ketus pada Sehun, dan Sehun tak menanggapinya malah asik memainkan helaian rambut Yoona.

“aku tak akan pergi.” Kata Chanyeol. Lalu baekhyun terkekeh geli.

“kata Tn. Park kau memang tak perlu menghadiri pertemuan itu.” Ucapan Baekhyun tersebut membuat Chanyeol menoleh padanya dan menyerngit heran.

“wae? Yeol oppa juga termasuk dalam keluarga Park.” Kini Yoona yang bersuara.

“Chanyeol harus menjemput Mark di bandara malam ini.” Mendengar Jawaban itu, raut kekesalan hilang dari wajah Chanyeol.

Flashback

“ada urusan apa Ayah mencariku?” tanya Chanyeol saat memasuki ruang kerja ayahnya.

“perusahaan di Bangkok tengah mengalami masalah, dan aku telah memutuskan agar kau yang akan mengurusnya.”

Chanyeol tertawa meremehkan. “kenapa harus aku? Bukankah ayah yang selalu turun tangan sendiri mengatasinya? Aku tak mau!”

“Ayah tengah bekerja sama dengan Kris-ssi. Dan aku tidak bisa pergi begitu saja, kerja sama itu sangat berarti untuk perusahaan. Jika kau tak mau, maka Ayah akan mengirimmu di Belanda untuk tinggal selama-lamanya disana.” Ucap Jungsoo, ayah Chanyeol.

“Appa!” pekik Chanyeol tak setuju.

Jungsoo tak menanggapinya, malah asik dengan berkas-berkasnya.

“Arraseo. Aku akan ke Bangkok, asal ayah membawa Mark pulang. Maka aku akan setuju.” Ujar Chanyeol akhirnya.

“tak masalah!”

Flashback end

.

.

Setelah pertemuan antara dua keluarga, telah di putuskan bahwa pernikahan antara Kris dan Yoona akan di laksanakan sebulan lagi. Chanyeol telah ke Bangkok dan Mark telah kembali ke kediaman Park setelah mengurus perusahaan keluarga Park di Taiwan.

“Yoongie, kau tahu halmoni dimana?” tanya Mark yang baru saja pulang. Seminggu sudah Mark kembali dari Taiwan, yang berhasil membuat Yoona dan Sehun senang dan melupakan kepergian Chanyeol.

“Halmoni baru saja tiba tadi, mungkin ia di kamarnya.” Jawab Yoona. Saat Mark hendak pergi, Yoona bersuara “oppa, aku bosan!”

“kau bosan? Bagaimana kita ke Da Ye café setelah aku menemui halmoni?”

“aku ikut!” pekik Sehun lalu memeluk Mark.

Ayah Mark adalah anak selingkuhan dari Jungsoo dan kekasih gelapnya. Kedua orangtua Mark telah tiada, bahkan wanita kekasih gelap Jungsoo juga telah tiada saat melahirkan ayah Mark. Awalnya Taeyeon tak sudi Mark tinggal dengan mereka. Namun, lambat laun ia menerimanya dan menyayangi Mark. Mark telah mendonorkan ginjalnya untuk  Yoona saat usianya 14 tahun. Entah kenapa, ginjal Mark sangat cocok dengan Yoona. Apapun yang di lakukan Mark, selalu benar.

 

Saat Mark ingin mengetuk pintu kamar  Jungsoo dan Taeyeon. Tapi tiba-tiba ia merasa ragu.

Flashback

“kau benar-benar akan pergi? Kau tak takut jika Kris bermesra-mesraan dengan Yoona dan merebut ciuman pertama Yoongie?” ucap Mark saat melihat Chanyeol tengah mengemasi beberapa barang-barang di koper besar. ‘pabbo! Ciuman pertama Yoona telah diberikan pada pria panda, dan kau terlihat bo*oh sekarang’ batin Mark

“jangan sampai Kris merebut ciuman pertama Yoona, Mark. aku mengatakan pada ayah jika aku akan pergi asal kau kembali ke sini. Lagipula jika aku menolak, ayah akan mengirimku ke Belanda.” Jawab Chanyeol yang telah selesai mengemas barang bawaannya.

“aku telah menduganya kenapa tiba-tiba Harabeoji menyuruhku pulang.”

“kau tahukan, yang tahu perasaanku padamu hanya kau dan Baekhyun. Dan aku sangat tidak setuju jika Kris menikah dengan Yoona, Mark-ah.”

Mark hanya menggeleng-gelengkan kepala, tak habis pikir.

“kau jangan terlalu bercerita banyak mengenai perasaanmu pada Baekhyun, itu akan fatal nantinya.”

“waeyo?”  tanya Chanyeol penasaran.

“ia bisa saja membocorkannya pada Haraboeji.”

“aku percaya dengan Baekhyun.” Balas Chanyeol.

“aku ingin kau menyelidiki Kris, atau buatlah sesuatu agar pernikahan itu tak terjadi, Mark.” Lanjut Chanyeol sambil menghelah nafas kasar.

“aku tidak bisa melakukan itu. Bagaimanapun itu adalah kebahagiaan Yoongie. Jangan gegabah Yeol.” Sahut Mark.

“ lagipula masih ada 2 cara agar kau bisa bersama Yoongie dan memilikinya seutuhnya.” Terang Mark tiba-tiba. Sontak berhasil membuat Chanyeol semangat. “katakan padaku, bagaimana caranya?” tanya Chanyeol penuh semangat.

“aku akan mengatakannya setelah kau kembali dari Bangkok.” Ucap Mark lalu keluar dari kamar Chanyeol dengan cepat, dan membuat Chanyeol  memasang wajah masamnya.

Flashback end

Lama berdiri di depan pintu kamar, membuat si empunya kamar tiba-tiba keluar.

“oh, Mark-ah! Kau membuat halmoni kaget dengan kehadiranmu yang berdiri dikamarku. Waegure?”

“aku ingin mengatakan sesuatu pada Halmoni.”

.

.

“jadi kau ingin mengatakan apa?” tanya Ny. Park pada Mark. Mereka berdua sekarang tengah berada di ruang kerja Tn. Park

“apa saat pertemuan keluarga malam itu, ibu kris datang?”

“ani-yo. Hanya ayah, adik dan istri adiknya yang menghadirinya. Kata Kris, ibunya tengah diluar kota.”

“memang ada apa?” sambung Ny. Park

“Ibu Kris adalah mantan kekasih Jaebum appa, kakak kelas Yoora eomma saat sekolah dulu. Dan menurut informasi, dia sangat mudah marah.”

“maksudmu Ibu Kris adalah Lee Hu Li? Wanita yang pernah mengganggu hubungan anakku  dan menantuku? Oh, aku tak akan membiarkan ini terjadi.” Lalu Ny. Park segera keluar dari ruangan itu, tinggallah Mark sendiri.

‘mianhe. Sebenarnya bukan hanya itu saja halmoni. Kris juga menjalin hubungan gelap dengan sekretaris pribadinya tapi aku tidak bisa mengatakan itu. Jika aku mengatakan itu, maka perasaan Chanyeol tak akan hilang. Justru akan memberikan kesempatan untuk Chanyeol, dan itu tidak bisa terjadi. Itu terlarang, cinta Chanyeol pada Yoongie terlarang.  Suatu saat nanti aku akan mengatakannya, tapi jika aku telah  menemukan Pria panda  itu. ‘ batin Mark dan menitikkan air matanya.

“Hyung, aku sudah siap! Kajja..” tiba-tiba Sehun muncul, dengan segera Mark menghapus air matanya.

‘bukan Kris ataupun Chanyeol, tapi pria panda itu, Huang Zi Tao.’

.

.

TBC

Thank you for reading, guys. Otte? Aku sangat berharap kalian menyukainya.  Sampai ketemu di chap 3. Thanks  sudah mau ninggalin jejak di ffku yang gaje ini.

Istrinya Lay pamit.

8 thoughts on “[Freelance] Fated to Love You (Chapter 3)

  1. Terserah mau dipasangin sama siapa aja.. asal jgn kris atau chan.. klo pun terpaksa aku lebih milih kris.. menurutku sih.. cahn ga cinta sama yoong. Tapi terobsesi.. deh

  2. Semakin seruuu ff nya chingu. Semoga bisa ketemu secepatnya sama taopanda. ditggu lanjutannya chingu. Hwaiting

  3. jd ini yoona akn brsatu dg tao???mark kok bisa tau???oh yoona pernah tinggal di china ya…trs krn kslh phmn yoona tao putus….chanyeol g bisa krn dia paman yoona…kris krn dia gak baek

  4. Buftt! Baekhyun disebut gay tak masalah/? Kkkkk😂🔫 Bhakss Chanyeol oppa kejam amat ama Kris… seketika tawa membahana😄😂😂🔫🔫 Yahhh… hubungan Yoona ama Chanyeol terlarang a.k.a CINTA TERLARANG! Eoh…
    Okey! Chapter selanjutnya ditunggu!!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s