CALL ME BABY – CHAPTER SEBELAS

r-call-me-baby

AUTHOR :KIM SUYOON MAIN CAST : SUHO (EXO), IM YOONA (SNSD) CATEGORIES : ROMANCE, FRIENDSHIP LENGHT : CHAPTER RATING : PG-17

Credit:
Blithemee @ArtZone

OoO

maafkan lah author ini yang telah telat mengupdate chapter sebelas karena kesibukan yang nyaris membuat gila. dan maafkan jika chapter sebelunya saya tidak membalas semua komentar, saya membaca semua komentar kalian tapi sama sekali gak ada kesempatan membuka laptop hik hik maaf ya paea reader…semoga kalian tidak melupakan saya yaa…

Yi Fan kembali ke hotel dan memasuki kamarnya dengan perasaan hampa. Dia menghempaskan tubuh penatnya diatas sofa empuk yang tepat menghadap jendela kamar hotelnya yang tepat berada di tingkat paling atas hotel tersebut. Seraya menatap butiran salju yang turun, Yi Fan melonggarkan kancing kerah kemejanya. Dia menghela napas berat dan menyandarkan punggungnya disandaran lembut sofa. Tatapannya tampak menerawang jauh kemasa remaja mereka di Busan. Yoona yang cantik dan lembut. Yoona yang selalu tertawa bersama binar matanya yang bagai bintang jatuh.

 

Yi Fan menutup wajahnya. Selama 8 tahun dia menanti hari dimana dia dapat kembali ke Korea dan menyampaikan isi hatinya pada Yoona. Mereka sudah dewasa dan tentu saja persahabatan mereka bisa meningkat pada tingkat rasa cinta. Namun malam ini dia mendapatkan jawaban yang mematahkan hatinya. Dia masih bisa mengingat wajah cantik itu menjawabnya dengan raut pedih dan putus asa.

 

“Aku mencintai orang lain…”

 

Yi Fan menggigiti ujung kukunya, dia mengusap kepalanya yang pelontos sambil mendesah lirih. “Siapa yang kau cintai, Yoona…”

 

Bersamaan dengan itu Yoona duduk sendirian di kafenya sambil menghirup kopi hangatnya. Lampu di dalam kafenya sengaja diredupkannya agar dia bisa menikmati kesendirian itu dengan nyaman dengan menatap butiran salju yang berjatuhan melalui kaca pintu kafe. Dia memegang cangkir kopinya dan memejamkan matanya sejenak. Dia mengenang percakapannya bersama Suho didalam kafenya seperti malam itu. Seolah dia tenggelam dalam kenangannya dan saat itu dia bisa tersenyum dengan bahagia.

 

Sementara itu Suho sendiri berdiri ditepi jendela dorm EXO dengan kedua tangan berlipat didada. Matanya yang selalu bersinar lembut dan ramah itu tak pernah henti menatap salju yang turun di Seoul malam itu. Salju selalu mengingatkannya akan Yoona dan hal itu selalu mampu membuatnya tersenyum.

 

Chanyeol yang belum tidur dan baru saja keluar dari kamar tempat biasa dia menciptakan lagu melihat sosok Suho yang berdiri ditepi jendela. Dia berdehem untuk menarik perhatian Suho sambil melangkah mendekat.

 

Dia berdiri tepat disamping Suho dengan kedua tangan berada didalam saku celana pendeknya. Matanyapun menatap luar jendela dan pada tanah yang mulai ditumpuki salju putih dari langit. Tanpa menoleh dia berkata, “Cantik ya”.

 

Juga tanpa menoleh Suho menjawab pendek. “Ya”.

 

Sejenak keduanya terdiam. Tiba-tiba saja Chanyeol bersuara halus. “Tadi Yu Na datang ke konser”.

 

Suho terkejut dan menoleh cepat. Dia melihat Chanyeol sama sekali tidak menatapnya. Pria muda itu masih saja asyik menatap luar jendela. Merasa bahwa Suho tengah menatapnya, perlahan Chanyeol menoleh dan tersenyum tipis. “Sayangnya dia tidak datang bersama Yoona Noona”.

 

“Bagaimana bisa dia datang?” Suho memburu Chanyeol. Walaupun Yu Na tidak datang bersama Yoona, paling tidak gadis itu akan menyampaikan sesuatu pada Chanyeol.

 

Chanyeol menunduk dan memainkan ujung kakinya yang memakai kaos kaki karena malam itu sangat dingin. Dia mengangkat sedikit ujung matanya. “Aku dan Sehun mengiriminya tiket sehari sebelum konser melalui kiriman kilat meskipun kami gagal meminta Yoona Noona datang”, Chanyeol meringis.

 

Suho mencengkram lengan baju Chanyeol dengan kencang. “Apakah ada yang dikatakan Yu Na? bagaimana kalian bisa bertemu? Mengapa kau tidak memanggilku?”

 

Chanyeol semakin meringis saat merasakan cengkraman tangan Suho. “Woaaah, Hyung! Perlahan! Aku pasti akan mengatakannya”. Dengan menggerutu Chanyeol mengibas tangan Suho.

 

Suho melepas pegangannya dan berkata pelan. “Maaf..”

 

Chanyeol melirik dengan matanya yang jenaka. Dia bersandar pada kusen jendela dan mulai berkata lambat-lambat. “Aku bertemu dengan Yu Na secara kebetulan saat gadis itu tersesat dibelakang panggung akibat arus fans yang ingin segera keluar vanue. Kami hanya sempat bicara sebentar dan sangat tidak mungkin memanggilmu, Hyung”.

 

“Apa yang kalian bicarakan?” desak Suho.

 

Chanyeol sejenak terdiam dan tiba-tiba wajahnya terasa panas. Dia teringat tindakannya mengecup pipi Yu Na dan dia memutuskan untuk merahasiakannya dari siapapun. “Tidak banyak. Dia menyesal bahwa tidak bisa membawa Yoona Noona. Tapi dia meyakinkanku bahwa Yoona Noona sangat mencintaimu dan tetap menunggumu, Hyung”.

 

Tidak dapat dipungkiri bahwa ada rasa kecewa terbesit didalam hati Suho bahwa Yu Na tidak dapat membawa Yoona namun mendengar bahwa wanita itu masih menunggunya cukup membesarkan hati Suho. Ada senyum kecil disudut bibir Suho dan itu dapat dilihat oleh Chanyeol. Dalam hati pria itu menggumam sedih. Ah, Hyung. Kau hanya bisa tersenyum kecil seperti itu sejak kembali ke Seoul.

 

“Aku meminta Yu Na untuk menyampaikan pada Yoona Noona bahwa Hyung selalu memikirkannya”.

 

Suho menatap Chanyeol yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Melihat sorot terima kasih yang terkandung disepasang mata Suho membuat Chanyeol salah tingkah. Dia memutar badannya dan berjalan meninggalkan Suho sendirian. Dia melambai. “Aku tidur dulu, Hyung. Kuharap kau juga segera tidur. Dah!”

 

Suho tersenyum melihat sikap Chanyeol. Dia kembali menatap keluar jendela dan berbisik. “Selamat tidur, Yoona” dan setelah itu dia menarik turun kerai jendela dan mematikan lampu ruang santai itu.

 

****

 

Pagi-pagi sekali Yoona terbangun dan mendapati Yu Na yang tengah tertidur pulas di sofa ruang tengah. Pelampilannya buruk sekali dengan posisi terlentang bersama kedua kaki terbuka lebar dan kedua tangan berada diatas kepala. Gadis itu masih berpakaian lengkap yang dikenakannya saat pergi menonton konser.

 

Yoona mendekat dan membungkuk menatap wajah tidur Yu Na yang membuka lebar mulutnya dan terdengar dengkurnya yang halus. Mau tak mau Yoona tertawa dan memukul pelan pipi ranum itu. “Hei, bangunlah! Naik ke kamarmu sana”.

 

Seketika Yu Na tersadar dan mencelat duduk. “Sudah sampai??!!” kedua matanya terbelalak menatap Yoona yang tertawa geli. “Eonni?”

 

“Tidurlah dikamarmu. Bangunlah jika kau merasa waktu tidurmu cukup”. Yoona mengedipkan matanya dan berjalan menuju jendela dan membukanya satu persatu.

 

Yu na mengucek matanya dan bangkit berdiri. Dia menyeret tali tas selepangnya dan berkata serak. “Aku bertemu Chanyeol Oppa. Dia bilang bahwa Suho Oppa menelponmu dan selalu memikirkanmu”.

 

Yoona membalikkan tubuhnya dan menahan lidahnya untuk bertanya pada Yu Na. dia melihat bahwa gadis itu terlihat sangat mengantuk. Entah jam berapa Yu Na sampai dari Seoul jadi dia memutuskan tidak ingin mengganggu. Namun dia mengucapkan terima kasihnya dengan pelan. “Terima kasih, Yu na”. Dan rasanya harinya terasa begitu ringan.

 

Dengan semangat dia menuju kafenya namun tiba-tiba langkahnya terhenti. Dia merasa mual yang amat sangat melanda dirinya. Dia segera memasuki kamar kecil dan memuntahkan rasa asam yang menekan lambungnya. Sambil berpegangan pada tepian kloset, Yoona mengusap bibirnya dan menekan dadanya yang berdebar kencang.

 

Rasa mual sudah menyerangnya dalam beberapa hari belakangan ini tetapi bisa ditahannya untuk tidak muntah. Instingnya membawanya cepat memandang kalender. Lama dia termenung menatap angka yang tertera diatas kalender itu. Dengan jari gemetar dia menghitung pertemuan terakhirnya dengan Suho yang terjadi sekitar 3 bulan yang lalu. Dan selama itulah dia tidak mengalami siklus datang bulan.

 

“Oh!” Yoona nyaris limbung saat dia baru menyadari hal itu. Dia tidak menghitung jadwal datang bulannya yang terlambat hampir 3 bulan. Jantungnya berpacu kencang dan seketika kepalanya berdenyut. “Tidak mungkin…” seakan teringat sesuatu dia meraih ponselnya dan mencari nomor telepon seseorang.

 

Lama dia menanti panggilannya disambut dan ketika terdengar suara diseberang dia cepat berkata. “Jae Hee Oppa…bisakah kita bertemu sekarang?”

 

****

 

Yi Fan dalam perjalanan menuju Seoul ketika dia mendapat telepon dari asistennya yang mengatakan dia harus segera meninjau pabrik yang ada di Busan di hari pertamanya memulai pekerjaannya. Alis Yi Fan berkerut dengan tidak setuju. “Sekretaris Oh, aku sudah hampir sampai Seoul. Bagaimana kau bisa mengatakan aku harus ke Busan sekarang?” dia memperhatikan gedung-gedung pencakar langit di kota Seoul yang menjulang dan suprirnya sengaja menghentikan mobil yang membawa sang direktur menepi disisi jalan.

 

“Tapi pabrik di Busan lebih membutuhkan pemeriksaan anda segera daripada perusahaan di Seoul” – kata Sekretaris Oh dengan gusar.

 

Yi Fan melirik arlojinya dan berkata, “Kurasa jika kami menggunakan mobil tidak akan bisa tiba dengan cepat…”

 

“Saya sudah memesankan tiket untuk anda ke Busan di Gimpo. Jika anda langsung kesana, anda tinggal mengambil tiket di maskapai….” – Sekretaris Oh.

 

Yi Fan bersiul memuji ketangkasan kerja sang asisten. Sebelum dia menutup pembicaraan, dia melontarkan rasa kagum sekaligus jengkelnya. “Ternyata kau sudah mempersiapkan segalanya heh?!” lalu dia segera memutuskan percakapan dan menatap sang supir. Dengan menghela napas dia bersuara. “Gimpo. Sekarang”.

 

Dan mobilpun melaju memutar haluan keluar Seoul menuju Gimpo dimana pada saat itu rombongan EXO juga sedang menuju Gimpo untuk berangkat ke Jepang. Keadaan bandara tampak cukup ramai karena terdapat sekelompok fans yang mengambil rekaman tentang keberangkatan idola mereka. Dan sudah seperti biasanya, rombongan EXO berjalan cepat menuju keberangkatan dengan dijaga oleh sejumlah bodyguard dan para manager mereka. Meski berdesakan oleh beberapa fans yang berusaha mendapatkan foto mereka secara dekat, member EXO tetap bersikap ramah.

 

Suho yang berjalan disamping Sehun dan Chanyeol hanya tersenyum samar seraya melambaikan tangannya tiap kali dia merasakan jepretan kamera menerpa wajahnya. Dia berusaha menyembunyikan wajahnya dibalik ujung topinya karena matanya yang memerah kurang tidur. Entah mengapa justru dia mengalami mimpi buruk seusai bercakap-cakap dengan Chanyeol. Seharusnya dia mimpi indah karena hingga detik itu Yoona masih mencintainya.

 

Diantara lamunannya yang sambil berjalan setengah berlari itu untuk memasuki anjungan keberangkatan, tidak sengaja bahunya beradu bersama bahu seseorang yang berjalan didepannya. Suho segera tersadar dan mengangkat ujung topinya untuk melihat orang yang ditabraknya.

 

Dia menatap sepasang mata hitam pekat yang menatapnya tajam dengan tubuh jangkungnya dibalut setelan jas hitam mengilat. Suho dapat melihat bahwa pria jangkung berambut pelontos itu juga sedang terburu-buru. Karena merasa bahwa dialah yang menabrak, Suho mengangguk singkat seraya cepat berkata.

 

“Maaf…” dan dia dapat melihat bahwa pria itu mengangkat tangannya dan tersenyum tipis tepat Suho merasakan dorongan halus pada punggungnya oleh sang manager. Tanpa bisa melihat reaksi lebih lanjut Suho terpaksa dengan cepat berjalan mendahului orang yang ditabraknya.

 

Yi Fan memasang kembali kacamata hitamnya menatap kepergian pria bertubuh sedang yang menabraknya barusan. Wajah dibalik topi itu terlihat tampan dan putih. Dia bisa melihat pria itu berada didalam rombongan yang beriringan serta beberapa kelompok gadis muda yang mengejar rombongan tersebut dengan ponsel ditangan mereka.

 

“Pria yang sibuk?” decah Yi Fan sambil mengambil tiketnya dari salah satu maskapai lokal.

 

Rupanya gumaman Yi Fan terdengar oleh petugas maskapai dan wanita setengah baya itu tersenyum. “Mereka adalah EXO”.

 

“EXO?” Yi Fan terdengar heran membuat petugas wanita itu tersenyum lebar.

 

“Mereka adalah salah satu grup idola yang memiliki penggemar yang sangat banyak. Kami sudah biasa melihat pemandangan seperti itu dimana para gadis itu berbondong-bondong ingin mendekati sang idola”.

 

Yi Fan menoleh kembali rombongan yang kini semakin menjauh itu dan kembali dia mendengar suara sang petugas. “Sepertinya anda tidak terbiasa melihatnya?”

 

“Oh”, Yi Fan segera memandang kembali sang petugas dan menyimpan tiketnya dibalik jasnya. “Yah, hidup saya bergelut dengan tumpukan dokumen dan hampir lupa akan kesenangan akan musik”. Lalu dia memberikan senyumnya dan berjalan menuju anjungan keberangkatan sesuai dengan nomor penerbangannya.

 

Sebelum Suho menyerahkan boarding passnya kepada petugas, dia sengaja menoleh kebelakang dimana dia meninggalkan pria yang ditabraknya. Alis hitamnya berkerut dan merasa bahwa dia memiliki firasat akan bertemu kembali dengan pria pelontos itu.

 

****

 

“Hamil?!”

 

Yoona menutup mulutnya saat dia mendengar jawaban Jae Hee saat dia bertemu dengan pria itu di ruang praktek terapinya di rumah sakit Gimcheon. Sejam yang lalu dia mengunjungi Jae Hee setelah dia melakukan panggilan pada pria itu. karena Jae Hee kebetulan berada di rumah sakit maka Yoona menceritakan masalah yang sedang dihadapinya dan terpaku saat dengan tegas Jae Hee menyerahkan sebuah alat tes kehamilan yang masih steril dari lemari obatnya.

 

Dengan ragu dia meraih benda itu dan mengikuti saran Jae Hee untuk mengetes air seninya di toilet pria itu. dan selama berada didalam sana Yoona tercenung menatap hasil yang ditunjukkan oleh alat tes kehamilan tersebut. Dua buah garis merah tercetak jelas di benda itu yang membuat Yoona keluar dari toilet dan duduk didepan Jae Hee yang memang sudah menunggunya.

 

Tanpa mengalihkan tatapannya dari Yoona, Jae Hee berkata pelan. “Kau positif hamil, Yoona”.

 

“Hamil?!” dua bola mata bening yang biasanya bersinar cerah kini terlihat menggelepar kalut. Yoona memainkan kedua tangannya diatas meja praktek Jae Hee. Perasaannya campur aduk antara bahagia dan bimbang. Bahagia bahwa dia akan memiliki buah cintanya bersama Suho namun rasa bimbang akan membesarkan anak itu sendirian menjadi sebuah jawaban realita yang tak dapat dihindarinya.

 

Jae Hee memahami kekalutan Yoona. Dia menggenggam jemari wanita itu dengan lembut. “Kau harus segera member tahu Suho”. Tak perlu dipertanyakan lagi, Jae Hee tahu benih siapa yang dikandung Yoona.

 

“Tidak!” dengan tegas Yoona menjawab Jae Hee yang membuat pria itu terpaku mendengarnya. Yoona menggigit ujung bibirnya dan menggeleng. “Tidak, Oppa! Aku tidak akan memberitahunya”.

 

“Yoona!” akhirnya Jae Hee pulih dari rasa kagetnya dan membentak Yoona dengan keras. Dia menatap Yoona dengan pandangan menegur dan marah. “Suho harus tahu keadaanmu!”

 

“Dan membuatnya hancur dalam sekejab?!” Yoona bersuara sama kerasnya dengan Jae Hee bahkan dua butir airmata meloncat dari pelupuk matanya. Dadanya bergemuruh dan terasa demikian menyesakkan.

 

Ucapan Yoona membuat Jae Hee menyandarkan punggungnya disandaran kursinya kerjanya. Dia baru menyadari bahwa Suho bukanlah orang biasa dalam pandangan masyarakat. Pria muda itu merupakan seorang idola yang sedang dalam masa puncaknya.

 

Yoona mengepalkan kedua tinjunya dan sambil dia berkata tanpa terasa airmatanya mengucur deras. “Betapa inginnya aku mengatakan padanya bahwa aku mengandung anaknya. Betapa inginnya aku membagikan rasa bahagiaku padanya saat ini. Tapi kenyataannya aku sama sekali tidak bisa, Oppa….aku tidak bisa…aku sudah berjanji tidak akan membuatnya hancur bersama para membernya…aku tidak bisa mengatakan bahwa aku mencintainya…katakan bagaimana seharusnya aku…..” Yoona tersedu sedan didepan Jae Hee. Airmatanya membasahi meja dibawahnya.

 

Rasa pilu menyeruak di hati Jae Hee. Dia tahu dengan sangat yang dirasakan Yoona saat itu. dia menghela napas dan berdiri dari duduknya. Dia berjalan mendekati Yoona yang menangis di kursinya dan menepuk bahu mungil itu. “Aku akan mengenalkanmu pada dokter kandungan kenalanku. Dia akan mengurusmu selama masa kehamilanmu, Yoona. Aku ingin kau dan bayi yang kau kandung dalam keadaan sehat. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kamu memberitahukan ibumu di Busan”.

 

****

 

Yoona kembali ke café tepat malam menjelang dimana saat itu Yu Na terlihat sibuk bersama karyawan part time mereka. Malam itu kembali salju turun dengan perlahan dan Yoona menyampirkan syalnya pada lengan kursi kasir. Meski dalam pemeriksaan singkat bersama Dr. Ahn Ma Ri bahwa kandungannya sehat dan janinnya sedang dalam fase perkembangan dalam pembentukannya, Yoona masih tetap merasa mual selalu menghampirinya. Dia ngidam dan baru disadarinya dia membenci aroma roti.

 

Yu Na menghampiri Yoona yang langsung duduk di kursi kasir dan menyodorkan ponselnya dihadapan Yoona. Dengan heran Yoona menatap adik sepupunya yang terlingat sumringah.

 

“Lihatlah, Eonni. EXO sedang tampil di Jepang sekarang. Mereka sangat keren!” Yu Na menyodorkan ponselnya tepat dihadapan Yoona.

 

Yoona memperhatikan video singkat yang tersebar di twitter tentang jalannya konser tepat pada saat Suho memperlihatkan dada berototnya dihadapan fans. Yoona merasakan rasa nyeri di ulu hatinya saat mendengar jeritan histeris para fans dan tanpa sadar dia mengelus perutnya yang masih rata namun mulai terasa kehidupan disana.

 

Yu Na melihat wajah Yoona yang sedikit kaget melihat moment tersebut. Dia menarik ponselnya dari hadapan kakak sepupunya dan berkata menyesal. “Maaf…seharusnya aku tidak memperlihatkannya padamu, eonni”.

 

Yoona segera menampik rasa sesal Yu Na dengan tertawa lebar. “Aish, Yu Na…saat ini Junmyeon sedang bekerja. Dia harus professional dan itu semua sudah di atur oleh Managementnya. Wajar saja seorang idola memperlihatkan tubuh atasnya dihadapan fans. Bukankah Xiumin dan Lay juga sudah melakukannya…” meski nada bicaranya terkesan biasa saja namun Yoona merasa bahwa tenggorokannya seperti tersumbat sesuatu. Rasanya dia ingin menangis. Keadaan itu semakin memperlihatkan jurang diantara dia dan Suho yang sangat lebar.

 

Yu Na khawatir melihat mata indah Yoona yang berkaca-kaca menahan tangis. Tidak ingin melihat kecemasan Yu na, Yoona memutuskan untuk kembali ke rumah lebih awal. “Aku ingin kembali ke rumah. Kafe kuserahkan padamu mala mini, Yu Na”. Dan dengan tergesa-gesa Yoona segera berlari keluar dari kafe menuju pintu yang menembus ke rumah utama.

 

Yoona mendorong pintu kamarnya dan membenamkan wajahnya pada bantal. Dia menangis sepuasnya dan merasa tidak sanggup melihat Suho memperlihatkan tubuh berototnya pada para gadis fansnya. Rasa sedih menguasainya lebih dari seharusnya. Dia mencoba mengendalikan pikiran dan perasaannya. Tapi semakin dia mencoba melakukan hal itu semakin dia merasa sedih. Apakah ini karena perubahan fisik dan mental akibat kehamilan ini? Ya Tuhan…. Dan diantara tangisnya akhirnya Yoona tertidur.

 

Sementara dibelahan negara lainnya konser EXO berjalan sukses. Lagu Drop That berhasil membuat para fans menggila dan berita tentang abs sang leader menjadi topik yang paling dibicarakan di twitter. Jauh sebenarnya yang dirasakan Suho adalah rasa bersalah ketimbang rasa puas akan tindakan yang dilakukannya diatas panggung. Bagaimanapun apa yang dilakukannya adalah kesepakatan bersama manager.

 

Suho duduk di sofa di kamar hotel yang ditempatinya bersama Sehun. Dalam keadaan masih bertelanjang dada bersama handuk kecil yang menutupi sebagian bahu lebarnya, Suho hanya diam menatap jendela kamar. Dia tidak mungkin menahan siapapun menyebarkan videonya yang mempertontonkan absnya dan dia yakin bahwa video itu akan ditonton oleh Yu Na dan lebih parahnya oleh Yoona. Dia merasa sedang mengkhianati wanita yang dicintainya.

 

Suho melihat segelas bubble tea tersodor didepan mukanya. Dia mengangkat wajahnya dan mendapati Sehun sedang mengangsurkan benda itu padanya. “Minumlah Hyung untuk menghilangkan rasa bersalahmu pada Yoona Noona”, senyum Sehun muncul membuat mau tak mau Suho terbawa oleh senyum sang maknae yang mencoba menghiburnya.

 

“Thanks..” dia meraih bubble tea kesukaannya dan mengisapnya dengan perlahan sementara Sehun duduk tepat disampingnya di sofa satunya.

 

Pria muda itu mengatupkan kedua tangannya diatas lututnya dan berkata pelan. “Aku yakin Yoona Noona mengerti tentang pekerjaanmu, Hyung”.

 

Suho menatap gelas bubble tea miliknya. Dia mengangguk dan menjawab samar. “Ya, aku yakin dia akan mengerti”. Kemudia Suho terdiam. Dia menunduk dan mendengus pelan yang membuat Sehun menoleh.

 

Suho tertawa masam. Dia balas menatap Sehun. “Apa kau tahu, Sehunnie…saat ini dadaku berdebar dengan kencang. Aku merindukan dia. Aku ingin bersamanya malam ini seakan ada hal yang ingin kubagi bersamanya…..”

 

TBC

 

 

20 thoughts on “CALL ME BABY – CHAPTER SEBELAS

  1. Wahh yoona hamil trus gimna gmna??? Yoona harus bilang ke suho, ahh chanyeol sama yu na lucu bangett,,
    Apa yoona bakalan bilang ke ibunya bahwa yg menghamilinya itu suho??
    Pnasaran thor lanjut yaaa
    Keep writting 💪💪💪💪💪

  2. uwaa qq sneng akhirnya d update jga ffnya.
    tuh yoona ksian bnget,udah hamil ga ngasih tau suho.gmna nasibnya nanti???
    nie tbc bkin baperr.
    cpet d update yya,nie satu”nya nice ff yg pling qq tggu.
    #fighting

  3. Huwaa,,,kasian bgt yoona’a…
    Jangan sampai yoona nanti malah dekat sama kris…Ngga rela…
    iya,,,ada yg mw dibagi bersama yaitu berita kehamilan yoona…

  4. Omg hamil ya.. hamil 😂😂 penasaran sama reaksi ibu yoona nanti pas tau anaknya hamil (?) gara-gara leader eksoh 😂😂

    Ditunggu kelanjutannya author *-* FIGHTING !! /lupa udah komen di chapter sebelumnya apa engga/

  5. waaah yoona eonni hamil tapi gak mau ngasih tau suho oppa
    jadi gimana nasib yoona eonni???
    ditunggu kelanjutannya thor

  6. Ha!!! Jerit gaje liat fict.y dilanjut lagi☺ Tuh kan Yoona hamil! Bagaimana jadinya yahh kalau Suho tauk kalau Yoona mengandung anaknya? Huwaa penasaran. Semakin keren ajah jalan ceritanya😄😀 Apalagi ada si Ipan kkkkkk. Moga Suho cepat tauk kalau Yoona ngandung anaknya!! Supaya bisa berasatu lagi😉
    Next chapter ditunggu secepatnya!!!

  7. Wah yoona hamil anak nya suho ya . Sempet lupa apa mereka pernah melakukan itu ya hehe sampe yoona bisa hamil gitu . Eonni mangat next chapter nya ya kalo bisa segera hehe

  8. Hampir lupa ceriya sblmnya ky gmn, tp fn seiring berjalannya membaca ff d inget lg.
    Gimama dong ada yi fan, gmn klau yi fan rbut yoona😦 mana yoona lg hamil lg😦

  9. Huwahh, Yoona hamil anaknya suho. tapi kok yoona gak mau ngasih tahu suho sih. apa karena perjanjian yg dulu itu? ahh kasihan yoona.. hiks..hiks .. firasatmu benar kris, kau akan bertemu dg pria itu lagi *sok tahu.😀 kira kira apa y yg malam ini mau dibagi suho sama yoona?? *plak.. lanjut thor, next chap pokoknya ditunggu loh thor. Ayo thor fighting!!!!

  10. uwwah…yoona hamil,tpi knpa yoona ngga mau suho tahu klau dia hamil..shrsnya kan yoona memberitahukan klau dia hamil anak suho…?ceritanya semakin menarik thor…apa yg akn trjdi ma yoona stlh dia thu dia hamil ank suho,,lanjut thor…jangan kelamaan y thor q selalu tunggu ff ini…semangat…

  11. Huwaaaa akhirnya lanjut jugaaa
    Yoona sedih bnget sungguh…..
    Aku gngerti lagi… Bakalan seperti apa kelanjutannya :””
    Sediiiih
    Pengen suho buru-buru tahu kalau yoona hamil anaknya :”((

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s