(SQ) POISON LIPS 3 (Normal-Ver)

YOONA-POISON-LIPS-6

AUTHORS : Firda Auliana

MAIN CASTS : Im Yoona X Park Chanyeol| MINOR CASTS :- Lee Won Geun as Kim Yeol

GENRE : Fantasy,Romance| RATING : PG –

Don’t be siders!

Ini adalah part yang Normal Ver, dimana author telah memotongnya dari adegan vulgarnya.

*****

“ jadi kau Park Chanyeol?” Soo Hyun menatap  Chanyeol yang duduk di samping adiknya.

“ Ne, Saya Park Chanyeol” Soo Hyun mengangguk mendengarnya. Ia lalu tersenyum seraya meminum secangkir teh miliknya.

“ Aku berhutang nyawa padamu. Kau telah menyelamatkan Yoona, Terima kasih, mungkin kalimat itu tidak akan cukup atas pertolanganmu. Kau bisa meminta apapun yang kau inginkan padaku.”

“ dari wajahmu– kau sangat cocok untuk menjadi seorang idol. Jika kau ingin, aku bisa memasukanmu ke adalam agensiku tanpa audisi. Kau tahu, korea berkembang pesat dengan para idol KPOP. Sekarang Seluruh dunia sangat mengaggumi budaya K-POP. Melihat itu, para idol sekarang mempunyai peluang besar untuk sukses”

Yoona meringis mendengar penuturan Soo Hyun

“ Oppa! “ Yoona mendekat ke arah Soo Hyun

“ Apa ?”

“ jangan seperti itu, kau seperti orang bodoh” bisik Yoona

“ Ya!, siapa yang kau sebut bodoh hah!? Itu wajar, dia sudah menyelamatkan nyawamu,setidaknya kita harus memberikan hal besar. Lagi pula agensi ku juga membutuhkan member baru untuk EXO” bisik Soo Hyun

“ Ku seperti sedang promosi” Yoona mencubit perut kakaknya, hingga sebuah ringisan keluar keluar dari mulut Soo Hyun. Chanyeol yang melihatnya hanya bisa menelan saliva-nya ngeri. Itu pasti sakit.

Chanyeol berdehem.

“ Anda terlalu mengaggap ini serius, saya tidak tertarik untuk menjadi seorang idol atau sejenisnya. Tapi soal permintaan itu, bisakah saya meminta sesuatu pada Anda ?” ujar Chanyeol, matanya bertemu pandang dengan Soo Hyun. Aura di antara mereka menjadi serius.

Yoona kembali duduk di samping Chanyeol. Perlahan Chanyeol menggenggam tangan Yoona, membuat si empunya tersentak kaget.

“ Sudah lama saya berpacaran dengan Yoona, dan saya Yakin bahwa anda tidak mengetahui apapun. Permintaan saya, Saya ingin anda memberikan restu pada Saya untuk menjadi pacar adik anda. Saya sangat mencintai Yoona, saya ingin menjaganya dan memperjuangkannya. Melihatnya terluka, membuat hati saya terluka. Saya benar-benar marah pada diri saya sendiri karna tidak bisa menjagannya. Rasa kehilangan melihatnya terbujur kaku membuat saya hilang kendali. Saya tak dapat mengontrol diri saat melihat pelakunya, entah setan apa yang merasuki saya. Saya terus mnghajarnya tanpa ampun, dan maafkan saya karna telah membawa Yoona tanpa ijin dari Anda. Saat itu Yoona benar-benar sekarat, dan tanpa pikir panjang saya membawa Yoona ke rumah saya, dan menyerahkannya pada dokter keluarga saya, sehingga dia bisa di selamatkan. Sekali lagi saya meminta maaf atas sikap lancang saya pada anda dan Yoona.”

Secara tak sadar Yoona meneteskan air matanya, terharu mendengar penuturan Chanyeol, ia menggenggam erat tangan Chanyeol. Soo Hyun menatap tajam Chanyeol, mengantarkan aura yang sangat serius. Yoona menatap sang kakak dengan rasa takut,ia tahu kakaknya tidak akan suka mendengarnya memiliki hubungan dengan pria manapun. Katanya sekarang bukanlah hal yang tepat untuk memiliki hal seperti itu, belajar dan sukses akan menjamin masa depanmu dan masa depan keluagamu kelak. Hubungan seperti ini hanya akan membuat gagal dalam menata karir.

“ Aku melarang Yoona berpacaran, karna itu hanya membuatnya gagal dalam menata masa depan. Jika ia suskses dan menjadi orang yang besar, jodohnya akan datang sendiri tanpa diminta”

“ tapi itu hanya akan membuanya sulit mendapat pasangan hidup. Di dunia ini tuhan menciptakan dengan berpasang-pasangan. Dia telah menciptakan waktu dan saat yang tepat untuk bertemu pasangannya. Jika kau hanya mementingkan egomu, kau hanya menyiksa dirimu saat melihat Yoona terpuruk”

“ Kau berani menasehatiku ? Kau siapa !?”

“ Aku berani menasehatimu, karna aku tahu yang mana yang lebih baik, aku hanya ingin berbuat baik dengan mengutarakan opini ku. Aku bukanlah siapa-siapa, selain hanya meminta restu dari kakak Yoona, gadis yang sangat ku cintai.”

Soo hyun berdiri menarik kerah baju Chanyeol dengan kasar. Yoona yang melihat itu langsung berdiri di antara keduanya. Memandang khawatir Chanyeol yang tidak memberikan perlawanan. Wajah Soo Hyun memerah menahan emosi, ia semakin manarik keras kerah baju itu. Tangan Soo Hyun terangkat ingin menghajar chanyeol.

“ Oppa! Kumohon hentikan. Jangan seperti ini!” Yoona menangis terisak melihat Soo hyun yang akan melayangkan tinjuan itu. Yoona menutup matanya.

“ Yoona-ya kenapa kau menutup matamu ?. Kau seperti melihat adegan erotis saja”

“ Aku tidak ingin melihat kalian bertengkar di depanku. Oppa kumohon jangan seperti ini, jangan lukai Chanyeol. Aku akan melakukan apa yang kau perintahkan, walaupun aku harus menjauh dari Chanyeol. Jadi jangan sakiti Chanyeol. Kumohon oppa” Yoona menangis.

“ Ya! Kau membuatku seperti kakak yang kejam. Yoongi-ya jangan menangis”

“ Oppa memamang kejam. Oppa memukul Chanyeol hanya karna masalah sepeleh”

“ he..? Oppa tidak memukul Chanyeol. Kau mimpi ya?”

“ jangan bohong! Tadi aku melihat oppa yang melayangkan tinju ke arah Chanyeol, jangan kira aku bodoh!”

“ Tapi kau kan memang bodoh “

“ Oppa! “ Yoona semakin menangis. Bukannya mennenangkan adiknya, Soo Hyun malah tambah membuatnya menangis.

“ Sudahlah jangan menangis lagi, sekarang buka matamu”

“ tidak mau! Aku hanya akan melihat mayat Chanyeol jika aku membuka mata “

“  Hush.. jangan bicara sembarangan “ tegur Soo Hyun.

“ Sayang, aku baik-baik saja. Sekarang buka matamu, nanti matamu jadi kaku dan tidak bisa terbuka lagi bagaimana ? nanti aku tidak bisa melihat mata indahmu lagi”

Yoona membuka matanya mendengar perkataan Chanyeol. Matanya menatap Chanyeol yang baik-baik saja tanpa ada lecet sedikut pun.

“ Chanyeol kau—bukannya oppa tadi memukulmu ? “

“ Sejahat itu pikiranmu terhadapku hmm..” Soo Hyun menyentil kening Yoona lalu merangkul Chanyeol.

“Lihat pacar mu baik-baik saja. Oppa tidak akan memukulnya. Baru kali ini ada orang yang berani padaku, dan dia berhasil menyanggah pernyataan ku dengan benar. Ahh.. aku ada jadwal sekarang. Jaga Yoona untukku” Soo Hyun menepuk pundak Chanyeol setelah itu memeluk Yoona dan berlalu pergi.

****

Yoona menarik nafas panjang melihat pintu kelas sudah tertutup. Terlambat lagi. Yoona bersandar di tembok luar kelasnya. Mendesah bosan, hingga pintu kelas terbuka menampilkan pria berperawakan tinggi yang sangat Yoona benci. Kim Yeol.

“ Kau terlambat lagi nona Kim ?”

“ Menurutmu ?”

“ Ya, kau terlambat. Apa itu sudah menjadi Rutinitasmu ? terlambat setiap hari.” Kim Yeol tersenyum, membuat matanya semakin menyipit.

“ Memangnya kenapa? Aku tidak menyusahkanmu dengan keterlambatanku kan ?”

“ Siapa bilang? Akulah yang paling susah saat kau terlamabt. Setiap kau terlambat Guru akan memperintahkanku untuk mendata siswa lagi, yang mana terlambat atau sakit. Itu cukup membuatku kwalahan. “

“ Apa gunanya sekertaris kelas. Suruh saja dia, itu sudah tugasnya “

“ Kau ternyata peduli padaku. Jangan Khawtir aku tidak akan sakit, beb” Kim Yeol, mengusap rambut Yoona, dengan cepat Yoona menepisnya.

“ Ya! Apa kau bilang ? khawatir? Jangan terlau banyak berkhayal, aku hanya mengatakan apa yang harus di katakan”

“ Kau jadi semakin cantik dengan wajah galakmu “

“ Apa ? Ya! Menjauhlah, aku tidak ingin melihat wajahmu” Yoona menendang Kim Yeol menjauh. Pria itu hanya tertawa pelan, kembali masuk kekelas.

“ Ada apa dengannya? Dasar aneh “ gumam Yoona.

“ Yoona “

Yoona berbalik melihat Chanyeol yang berlari kearahnya. Yoona memasang wajah masam, gadis itu bertolak pinggang.

“ Kau bolos lagi ?”

“ Kau terlambat lagi?”

“ Ya, aku ter- Ya! Park Chanyeol jangan mengalihkan pertanyaan”

“ Oh Ayolah sayang, bolos atau tidaknya itu tidak akan berpengaruh padaku, kau tahukan aku-“ Chanyeol menelan salivanya,saat Yoona mulai mendekat.

“ Kau tidak ingin mempunyai memarkan suamiku ?” Yoona mencubit perut Chanyeol, pria itu hanya dapat menahan sakit.

“ Sa-sayang, aku keluar karna aku sudah menyelesaikan ulangan ku, aku tidak membolos”

Yoona menatap tajam Chanyeol.

“ Aku tidak bohong, sumpah” Chanyeol tertawa kecil di balik ringisannya.

“ Kau serius ?”

“ Sangat serius” ujar Chanyeol,mendengar itu, Yoona melepas cubitannya.

“ Jadi kenapa kau terlambat lagi ?” Tanya Chanyeol, sambail mengusap perutnya yang menjadi korban cubitan itu.

“ Aku tidak terlambat hanya ingin memperlambat waktu”

“ itu sama saja sayang.”

“ Oppa ku punya jadwal mendadak pagi hari ini, dan karna itu aku ketinggalan bus. Aku tidak bisa seperti ini terus, aku bisa di denda karna terlambat setiap hari” keluh Yoona. Chanyeol terdiam mentap wajah lelah Yoona.

“ Sudah minum darah?” tanya Chanyeol. Yoona hanya menggeleng.

“ darah yang kau berikan saat aku pulih kemarin, itu sudah lebih dari cukup”

“ Pantas saja kau lemah, kau belum minum darah setelah kecelakaan kemarin. Jika ku hitung sudah 6 hari kau tidak minum darah. Itu hanya menyiksamu sayang, kau akan mudah lemah dan tenggorokanmu akan terbakar, bisa-bisa kau kehilangan kendali.”

“ Aku akan meminumnya nanti” ujar yoona pelan.

Chanyeol menyeringai. “ Ingin yang langsung atau biasa “

“ Apa maksudmu ?”

“ Dari leherku dengan sentuhan atau dari mulut ke mulut”

“ Park hentikan, ini masih di sekolah”

“ jadi kau pilih yang mana sayang?”

“ Park Chanyeol hentikan! Kita bisa membahas ini di rumah”

“ tapi sayang, aku ingin mempersiapkannya. Aku menyarankanmu dengan pilihan pertama, dari leher hingga ke sentuhan. Tapi jika kau ingin kedua-duanya, itu akan lebih sempurna lagi” goda Chanyeol dengan seringaiannya.

“ Kalau begitu, Aku akan memilih yang di gelas” Yoona beranjak pergi meninggalkan Chanyeol yang masih setia berdiri.

“ Gelas ? Sayang.. sayang! Park Yoona, kau tidak bisa melakuakan ini padaku. Oh ayolah minum di gelas itu membosankan” Chanyeol mengejar Yoona, yang telah menjauh.

*****

“ Tolong jaga Yoona. Hari ini dan 3 hari kedepan aku tidak akan pulang ke rumah, aku ada di Busan dan masih harus syuting. Biasanya aku akan membawa Yoona,tetapi karna besok dia ada ujian, jadi dia harus tinggal untuk belajar“

“ Ne, Hyung aku akan menjaga Yoona. Apa Yoona boleh tinggal di rumahku, aku takut jika mellihatku masuk ke rumahmu bersama Yoona para tetangga akan beranggapan miring”

“ Ya, taruh saja dia di rumahmu”

“ Oppa kira aku barang, main taruh saja”

“ Ayolah Yoongi, oppa hanya bercanda”

“ Oppa harus jaga kesehatan eoh!, jangan makan mie sebelum tidur, kau bisa meledakkan perutmu”

“ Ne, kapten! Oppa tutup dulu. Jangan tidur terlalu malam”

Setelah mengatakan itu, hubungan komunikasi itu terputus. Yoona menatap Chanyeol yang ada di sampingnya dan kembali menatap sekitarnya. Luas rumah Chanyeol tidak main-main, ini mungkin rumah terbesar yang pernah Yoona masuki.

“ Aku tidak menyangka rumahmu sangat jauh dan dalam. Di sekitar rumahmu banyak hutan dan rumah ini sangat besar.”

“ Rumah kita sayang, sekarang ini adalah rumah kita berdua” Chanyeol merangkul Yoona, membawanya ke dalam pelukan nyaman itu. Yoona menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.

“ Mungkin aku gadis beruntung yang bisa mendapatkan suami sepertimu”

“ Tidak sayang, harusnya akulah yang paling beruntung mendapatkan istri seperti mu. Suatu saat nanti kita akan membuat pesta penikahan meriah. Agar orang-orang tahu,kalu kau sudah menjadi milikku”

“ Aku pikir, pesta penikahan meriah tidak terlalu baik. Aku suka sederhana, walaupun tanpa pesta, orang-orang akan tahu jika aku adalah milikmu.”

“ Kau memang istriku.” Mereka saling memandang, Chanyeol memajukan wajahnya mencium bibir Yoona dengan lembut.

*****

Yoona memakan cemilannya, sambil menonton tanyangan tv nya. Yoona memberikan suapan terakhir untuk Chanyeol, yang membiarkan pahanya menjadi bantal Yoona.

Sejak malam panjang mereka berdua, Yoona harus lebih menahan Chanyeol, karna pria itu benar-benar gila bila sudah di atas ranjang. Sudah 2 hari ini Yoona tinggal bersama Chanyeol, dan hari ini sudah menjelang tengah malam. Merasa bosan, Yoona bangkit dari tidurnya dan menatap ke luar jendela. Hutan lebat dan gelap mencuri pandangan Yoona.

“ Jangan pernah masuk ke hutan itu” Yoona menatap Chanyeol yang telah berdiri di sampingnya.

“ kenapa ?”

“ Ada hal yang berbahaya di sana.”

“ Werewolf ?”

“ lebih menakutkan lagi, disana ada mahluk yang di sebut penunggang

penunggang?

“ Dulunya dia adalah manusia setengah Vampire, tetapi dia membuat perjanjian dengan seorang iblis. Dia menjadi bawahan iblis, yang terus menyiksanya. Karna tak tahan, dia membunuh iblis yang memenuhi kontraknya. Sehingga kini, ia adalah seorang iblis kuat. “

“ Apa Vampire takut padanya ?”

“ Tentu tidak”

“ Apa dia pernah membunuh vampire atau manusia ?”

“Aku belum pernah mendengar adanya Vampire yang tewas karnanya, tidak banyak yang tahu tentangnya. Pria itu memakai jubah hitam dengan kuda iblis yang tungganginya. Jika kau melihatnya, larilah secepat mungkin. Aku mendengar manusia telah mati karnanya, manusia itu hanya tinggal kerangka saja. Yang terpenting jangan dekati hutan itu, apapun yang terjadi. Banyak mahluk yang mengerikan di sana, mengerti?”

Yoona mengangguk mengerti.

****

“ Jadi kenapa kau ada di sampingku ?” Yoona menatap curiga Chanyeol yang ada di samping bangkunya.

“ Kau tidak salah kelas kan ?”

“ Aku pindah kelas”

Yoona jengah melihat Chanyeol yang sibuk memainkan PSP-nya dan itu membuat Yoona marah karna Chanyeol tidak menatapnya saat bicara. Dengan kesal Yoona merampas PSP Chanyeol.

“ Ya! Apa yang kau lak—Sayang” Chanyeol tersenyum penuh melihat Yoona. Matanya melirik PSP yang ada di genggaman Yoona, takut Yoona akan meremasnya dan menghancurkannya.

“ Aku sita!” Yoona duduk di bangkunya. Chanyeol membulatkan matanya.

“ disita ? sayang, aku tidak bisa hidup tanpa PSP ku. Memangnya apa yang sudah kuperbuat padamu? Ayolah sayang jangan PSP ku” Chanyeol merengek.

“ Aku atau PSP-mu ?” Chanyeol meringis mendengar pertanyaan Yoona. Gadis itu melihat Chanyeol yang selalu melirik ke arah tangannya, apalagi kalau bukan PSP-nya.

“ Sayang, aku pasti akan memili—“

“ Jangan menyentuh ku lagi, tiduri saja PSP mu” Yoona melempar PSP Chanyeol ke arah pria itu, dan langsung di tangkap olehnya. Dengan perasaan yang masih kesal, Yoona meraih tasnya, lalu melihat bangku kosong yang ada di sekitarnya. Tepat berada di samping Kim Yeol. Yoona tidak memperdulikannya, ia duduk di samping Kim Yeol yang menatapnya heran.

“ Jangan tanya, jika kau tidak ingin ku tendang” ujar Yoona, Kim Yeol hanya terdiam di tempatnya. Chanyeol yang melihat itu, merasa bersalah, kakinya baru saja ingin melangkah, jika saja guru mereka tidak datang di waktu yang salah.

DON’T BE SIDERS

 

34 thoughts on “(SQ) POISON LIPS 3 (Normal-Ver)

  1. ihh… kim yeol ngapain sih pake manggil yoona beb sgala… kan yoona itu udah mutlak milik nya chanyeoll… uhhh.. iblis nya menakutkan..
    good job eonni..

  2. jadi feeling buruk pas chanyeol cerita penunggang. Semoga ga ganggu hubungan mereka. Yoona lucu yeol disuruh milih PSP apa yoona. Haha vampir suka main PSP. Ditunggu selanjutnya author. Keep writing ^^

  3. Hahaha,,,yoona lucu bgt…Mana mungkin oppa’a bisa bikin chanyeol meninggal secara chanyeol itu vampire…Itu kim yeol suka juga yach sama yoona???semoga aza ngga…

  4. Waw ffnya makin keren …
    Penunggang itu kira-kira siapa??
    Bakal jadi penghalang hubungan Yoona ama Chanyeol ya???
    Update selanjutnya ditunggu ya …
    Keep Writing author-nim😀😀😄😄😄
    Keep Writing

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s