(Freelance) Fated to Love You : Chapter 4

Fated to Love You

Fated to love you

Written by Nani hunhan

With cast :  Yoona SNSD, Baekhyun EXO, Chanyeol Exo, Mark GOT7,  Sehun Exo, and find it.

Length : Chaptered

Thanks to poster by  :

apareecium @yoongexo poster shop

Disclaimer : this is just a fiction.

All cast belong to GOD. But Srories are mine and pure fiction.

Mianhe jika typo bertebaran, karena aku hanya manusia biasa. Tak ada manusia yang sempurna, yang ada hanya kasempurnaan cinta.

!! Happy Reading guys !!

!!! Chapter 4 !!!

Sebuah restoran khas Jepang ini di pilih Ny. Park untuk membahas hal penting menurutnya. Sembari menunggu ia memesan hidangan terlebih dahulu. Tak lama menantunya datang.

Selang beberapa menit, anak sulungnya datang lalu mengambil tempat di samping suaminya.

“kalian berdua tak datang bersama, wae?” Tanya Taeyeon, sang ibu.

“eomma, butik dan rumah sakit tempat suamiku bekerja tak searah.” Jawab Yoora.

“tapi aku tak masalah dengan itu. Aku bisa menjemputmu, agar kita datang bersama tapi kau dengan lantang menolak.” Kini Jaebum melanjutkan. Yoora menatapnya kesal, namun Jaebum mengindahkannya.

“ada apa mengundang kami kemari? Apa ada masalah?” mendengar ucapan suaminya, Yoora mengangguk setuju.

“eomma akan mengatakannya jika ayah kalian telah datang kesini.” Sahut Taeyeon.

“ah, aku penasaran apa yang akan eomma katakan. Yeobo, apa kau juga penasaran sepertiku?” Tanya Yoora yang ditujukan untuk suaminya.

“untuk apa penasaran dengan hal yang akan kau tahu juga nanti setelah ayah datang.” Jawab Jaebum ketus.

“aigoo.. kau benar-benar!!” balas Yoora kesal.

“ Yoona dan Sehunnie apa mereka bersama Mark-ah?” Jaebum mengalihkan.

“Mark mengajak mereka  pergi.”

Setelah hidangan yang telah dipesan oleh Taeyeon di hidangkan, Tn. Park pun muncul lalu ikut bergabung dengan istri, anak dan menantunya.

“kau lama sekali..” kesal Taeyeon.

“setidaknya aku bisa meluangkan waktuku untuk menemui kalian.”

 

“eomma, aku tak punya banyak waktu. Di Butik sedang banyak pekerjaan.” Ujar Yoora.

“Nado.” Jungsoo ikut menambahkan.

Taeyeon melirik Jaebum.

“ aku tak seperti mereka berdua. Walau rumah sakit membutuhkanku tapi aku juga harus meluangkan waktuku untuk keluarga. Lagipula masih banyak Dokter yang ada dirumah sakit bisa mengambil alihnya.” Jawab Jaebum. ‘meski sebenarnya ini pasti masalah kecil yang eomma bahas, tapi aku mengerti sajalah karena ia sudah tua.’ Batin Jaebum melanjutkan.

“apa kalian tak bisa seperti Jaebum? Kalian berdua selalu mementingkan pekerjaan.”

“bukankah kau juga seperti itu?” gumam Jungsoo pelan, Taeyeon menatapnya masam.

“sebenarnya aku menyuruh kalian bertiga untuk bertemu adalah membahas pernikahan Yoona dan Kris-ssi. Aku pikir mereka tak akan menikah karena aku tak setuju.” Kata Taeyeon sambil menatap mereka secara bergantian.

.

.

Chanyeol tak ambil pusing dengan pekerjaannya untuk mengatasi masalah kinerja salah satu cabang perusahaan ayahnya  tepatnya perusahaan asuransi di Bangkok, padahal itu tujuan Jungsoo mengirimnya ke Bangkok.

“Roma tak dibuat sehari. Makan sesuap juga tak akan membuat gemuk. Ini bukan akhir dari takdirku.” Gumam Chanyeol yang tengah bermalas-malasan di apartemen yang telah di sediakan khusus dari perusahaan.

“persetan dengan masalah perusahaan asuransi.” Sambungnya lalu berlalu menuju ranjang empuknya. Bersandar di board ranjang sambil mengenang kembali masa lalunya bersama Yoona.

Flashback

Gadis kecil itu berusaha mengambil boneka Rilakuma-nya yang tak sengaja tercemplung di Guci besar yang berisikan penuh dengan air. Guci besar itu milik Ny. Park yang di simpan di halaman samping rumah mereka. Berusaha sekuat tenaga, memasukan tangan mungilnya di Guci yang lebih besar dari tubuh mungilnya. Tak berhasil, gadis kecil yang bernama Yoona itu mencoba mengangkat kedua tanganya  memegang bagian atas Guci dan melompat-lompat. Namun karena kelakuannya itu, Ia tak sengaja masuk ke dalam guci besar itu. Karena penuh dengar air, ia seperti tenggelam. Hanya bisa mengangkat kedua tangannya melambai-lambai meminta tolong bersamaan dengan isak tangisnya yang ketakutan.

Tak lama kemudian, ada seorang anak lelaki yang berumur sama dengan gadis kecil itu melihatnya lalu meraih tangan mungil Yoona sambil menangis. Usahanya itu sia-sia, dan tanpa pikir panjang ia langsung mengambil batu yang cukup besar dengan kedua tangannya dan melemparkannya ke Guci besar itu.

Guci besar itu akhirnya pecah dan Yoona kecil langsung terhuyung ke tanah dengan boneka Rilakumanya dan lemas.

Tanpa mereka tahu, Jaebum tak sengaja meilhat kejadian itu di balkon kamarnya. Ia tercengang dan kaget, dan hendak turun untuk mendekati mereka namun ia mengurungkan niatnya itu  karena  kejadian setelahnya.

Anak lelaki satunya muncul dan segera terduduk dan memangku Yoona kecil. Ibu Chanyeol  muncul dan kaget melihat Guci besar kesayangannya yang begitu mahal telah hancur mennjadi beberapa bagian kecil . Ia lalu melirik anak kecil yang berdiri tak jauh dari itu, dan menegurnya. “ apa kau memecahkan Guci besar milik Halmoni, Mark-ah?” tanyanya.

Lalu anak satunya menyahut. “ eomma, aku yang memecahkan Gucinya. Mianhe..”  Mark masih berdiri dengan diam.

Taeyeon  mengalihkan pandangannya pada Chanyeol dan Yoona di dalam pangkuan anaknya.

“Halmoni, aku tadi masuk kedalam guci besar itu dan tenggelam. Tapi untung saja Chanyeol oppa menolongku. Jangan marahi oppa, halmoni..” lirih Yoona dan sontak Taeyeon  langsung meraih Yoona dan menggendongnya lalu membawanya masuk kedalam rumah agar di tangani oleh Jaebum.

“Halmoni tak akan marah, lagipula nyawa cucuku lebih berharga. Apa yang dilakukan Yeolli itu benar. Kau harus berterima kasih padanya nanti.”

Chanyeol kecil ingin mengatakan jika Mark yang melakukan itu, tapi Mark kecil menggeleng dan mengatakan jika tak masalah tanpa suara namun Chanyeol pahami.

 

Setelah kejadian itu, Yoona selalu bersama Chanyeol dan Mark. Namun ia akan mengutamakan bersama Chanyeol ketimbang bersama Mark.

Mark yang baru 2 bulan tinggal dengan keluarga Park karena kedua orang tuanya telah meninggal, tak banyak yang menerima kedatangannya sebagai keluarga baru di keluarga itu. Hanya Jaebum dan Yoora yang menerimanya dan menganggap Mark sebagai anak kandung mereka. Jungsoo yang membawa Mark ke keluarganya berusaha yang terbaik agar cucunya itu diterima. Yoona sejak kemunculan pertama Mark, ia sudah menyukainya. Ia selalu mengajak Mark bermain bersama Chanyeol. Chanyeol  kecil merasa jengkel dengan itu, dan selalu menceritakan kejengkelannya itu pada Taeyeon ibunya, membuat Taeyeon hampir setiap hari menegur Mark agar tak membuat Chanyeol terusik berulang kali.

Namun sejak kejadian Yoona yang masuk ke dalam guci itu, Chanyeol mulai menerima keberadaan Mark.  Ia tak masalah lagi dengan kedekatan Mark dan Yoona.

“oppa kau telah menolongku, dan sebagai gantinya aku akan menikah denganmu Prince. Jika aku sudah besar nanti.” Itulah kata kunci yang berhasil membuat Chanyeol tak takut Yoona bersama Mark ataupun dengan anak lelaki lainnya.

Flashback end

Sayang sekali, kata kunci itu tak berguna lagi sekarang.

Rasanya baru kemarin, ia dan Yoona selalu bersama saat memasuki hari pertama mereka di salah satu sekolah menengah atas di Seoul. Ke sekolah bersama. Ke kantin bersama, ataupun ketiduran di rooftop sekolah.

flashback

“Yoona, bisa bicara sebentar?” seseorang pria yang seangkatan dengan Yoona tiba-tiba menghampirinya dan mengajaknya bicara.

Yoona yang memang mengenal pria itu, tanpa pikir panjang menerima ajakan sang pria. Ia melupakan Chanyeol yang akan segera menyusulnya.

Saat pria itu hendak mengajak Yoona ke suatu tempat, namun tiba-tiba sosok namja yang sering disebut-sebut sebagai bayangan Yoona menghampirinya menghadang mereka. Oh, siapa lagi kalau bukan Chanyeol.

“kalian mau kemana?” Tanya Chanyeol, dan menatap sinis pada pria yang disamping Yoona. Untung saja mereka tak berada di kantin, jika tidak mereka pasti akan jadi tontonan.

“Baekhyun oppa, ingin berbicara sesuatu padaku. Waeyo?” ujar Yoona dan balik bertanya.

Chanyeol menghelah nafas kasar. ‘rupanya, ia belum menyerah juga yah!’ batinnya.

“nanti saja bicaranya! Aku lapar, temani aku makan.” Tukas Chanyeol lalu merangkul Yoona untuk ke kantin.

“apa aku boleh ikut? Aku juga lapar.” Kata Baekhyun, yang berhasil mendapatkan tatapan amarah dari Chanyeol.

“tentu saja! Akan mengasyikan jika kita makan bersama-sama.” Sambar Yoona lalu menarik tangan Baekhyun untuk ikut mereka berdua ke kantin.

Sesampainya mereka di kantin sekolah, mereka bertiga berhasil menjadi pusat perhatian di kantin itu. Bagaimana tidak, meski mereka bertiga adalah siswa tingkat pertama tapi mereka berhasil memikat penghuni kelas. Selain itu, mereka bertiga berasal dari keluarga terpandang. Ayah Baekhyun adalah pemilik sekolah ini, sedangkan keluarga Chanyeol dan Yoona semua orang tahu kesuksesan perusahaan keluarga Park tersebut.

Belum lagi sebulan yang lalu, Baekhyun mengutarakan perasaannya pada Yoona namun belum sempat Yoona menjawabnya Chanyeol tiba-tiba memukul wajah imut Baekhyun dan segera menarik Yoona pergi.

Chanyeol dan Baekhyun yang memesan makanan, sedangkan Yoona menunggu mereka di salah satu tempat duduk yang kosong di kantin itu.

“ kenapa kau ikut kami? Kenapa kau tak pergi saja!” Chenyeol membuka percakapan sambil tetap mengantri.

“aku lapar. Jadi apa salahnya?” jawab Baekhyun santai.

“tentu saja salah. Kau..” tiba-tiba beberapa siswa yang mengantri menatap mereka berdua, reflex mereka berdua hanya memamerkan senyuman mereka, dan tatapan dari siswa-siswi itu hilang.

Baekhyun dan Chanyeol itu aneh. Mereka berdua adalah teman sekelas Yoona. Yah, mereka bertiga satu kelas.

Hubungan Baekhyun dan Chanyeolpun tak perlu ditanya lagi, mereka berdua adalah sahabat sejak megikuti kelas teater.

Kadang memang mereka tak akur karena masalah yang berhubungan dengan Yoona namun tak jarang pula mereka menghabiskan waktu bersama dan tertawa.

 

Jam olahraga di kelas mereka telah usai beberapa menit yang lalu, dan Ahn Songsaengnim juga telah meninggalkan sport room itu. Namun siswanya tak kunjung kembali ke kelas mereka, karena Baekhyun dan Chanyeol akan bertanding.

Berawal dari Baekhyun mengatakan perasaannya pada Yoona untuk kesekian kalinya, dan ternyata Yoona menerimanya. Tapi, Chanyeol tak setuju itu terjadi.

Ia menantang Chanyeol bermain tenis meja di sport room sekolah mereka itu. Sport room yang bernuansa hijau itu, tiba-tiba berubah suasana menjadi panas karena pertempuran sengit itu.

“oh, mereka berdua kekanak-kanakkan.” Gumam Yoona.

“mereka berdua selalu mendapat nilai C untuk olahraga ini, tapi mereka memilih juga tenis meja untuk tantangan itu.” Ucap salah seorang teman sekelas Yoona, yang akan menjadi wasit dalam permainan mereka.

Yah, Baekhyun dan Chanyeol tak jago dalam bermain tenis meja, namun demi cinta mereka akan lakukan apapun meski itu sulit.

Butuh 50 menit untuk selesai, dan yang memenangkannya adalah Baekhyun. Cara bermain mereka sungguh konyol karena mereka berdua tak piawai dalam olahraga itu tapi Baekhyun bisa memenangkannya. Dan sesuai kesepakatan, Chanyeol harus merestui hubungan Yoona dan Baekhyun.

Flashback end

.

.

“apa kau gila? Kau tak berhak membatalkan pernikahan mereka! Kau setuju atau tudak, jika cucu kita bahagia kenapa kita tak setuju? Pernikahan itu tetap akan terjadi!” terang Jungsoo kesal dengan ucapan istrinya.

“bukankah eomma dari awal telah setuju? Kenapa sekarang eomma berubah pikiran?” kini Yoora ikut bersuara.

“tenanglah.. pasti eomma memiliki alasan. Katakanlah apa alasannya eomma.” Jaebum menambahkan.

“Ibu Kris adalah Lee Hu Li, mantan kekasih Jaebum. Dan kalian tahukan, ia pernah merendahkan keluarga kita dan hampir mencelakai ibu?!”

“aku tak pernah menjalin hubungan dengannya selain teman, eomma.” Jaebum membenarkan.

Jika Jaebum dan Jungsoo biasa-biasa saja menanggapinya, maka lain pula dengan Yoora.

“Mwo? Jika aku tahu dari awal, aku tak akan setuju Yoona bertemu dengan Kris. Ini semua salah Appa!” yoora menyalahkan Jungsoo. Yoora sangat membenci Hu Li – ibu Kris, sejak dulu.

“itu hanya masa lalu kalian. Lupakan itu demi kebahagiaan Yoona. Kalian bermasalah dengan ibu Kris, bukan dengan Kris.” Kata Jungsoo, yang di ikuti anggukan dari Jaebum.

“pernikahan mereka akan tetap terjadi.” Sambungnya.

“Aku harus kembali ke perusahaan.” Pamit Jungsoo, di ikuti Jaebum.

“lupakanlah! Pernikahan tetap akan terjadi. Aku harus ke Butik, apa eomma tak pulang?”

“aku sudah memesan makanan ini, aku harus memakannya. Kau pergilah..”

“oh, aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika aku harus mempunyai besan seperti wanita jalang itu.” Ujar Taeyeon kesal.

 

“pabbo! Halmoni tua, otaknya sempit pula. Seharusnya ia mencari beberapa bukti dulu baru mengatakannya  untuk menggagalkan pernikahan itu.” Ujar seorang pria dibalik pintu  ruang VIP restoran tersebut. Pria itu adalah salah satu utusan dari Mark.

.

.

.

Hari ini Mark, Yoona dan Sehun berencana akan berjalan-jalan di sekitar sungai Han. Jika ada Kris, mungkin Mark tak leluasa mengajak Yoona pergi. Mumpung Kris mengurus projectnya di Vancouver, Canada. Sedangkan Chanyeol di kirim ayahnya di Bangkok.

Saat mereka akan pergi, seseorang menghubungi Mark.

‘aku melihat pria itu di sungai Han. Sekarang ia hendak mengunjungi kedai Bubble tea di sini.’ Tanpa basa-basi, pria yang menelpon itu berujar.

“Arraseo. Ikuti dia, kemanapun ia pergi jangan sampai kalian kehilangan jejaknya.” Setelah mengatakan itu, Mark memutuskan panggilannya.

“sepertinya Chanyeol perlu obat penyemangat agar ia semangat di Bangkok.” Gumam Mark sambil terkekeh.

 

Yoona pov

Aku tak mengerti dengan jalan pikiran Mark. Tadi ia mengatakan akan ke Sungai Han, tapi kenapa ia malah membawaku ke Apartemen Baekhyun?

“sepertinya Mark memiliki urusan mendadak, sehingga ia menitipkanmu padaku. Apa kau merasa tak nyaman?” Tanya Baekhyun. Oh, suaranya ada nada kesedihan yang tersembunyi.

Aku hanya diam, tak berniat membalas ucapannya.

Sebenarnya Baekhyun adalah pacar pertamaku saat aku pertama kali memasuki sekolah menengah atas. Dan aku tahu itu. Tepatnya, aku mengingatnya.

Aku memang kehilangan ingatanku, namun ingatanku kembali setelah 7 bulan kecelakaan itu. Tak ada yang tahu jika ingatanku kembali, awalnya seperti itu. Aku menyembunyikannya. Namun aku tak paham, kenapa Mark dengan gampangnya tahu jika aku telah mengingat semuanya. Mark memang pria hebat, aku akui itu. Sampai saat ini, hanya Mark seorang yang tahu.

Flashback

Aku tengah menemani ibuku yang tengah menggendong adikku yang baru berumur 7 bulan itu. Meski aku tak tahu rupanya seperti apa, tapi aku yakin jika wajahnya sangat manis dan menggemaskan.

“Chanyeol,  kau bisa mengntar Yoona ke kamarnya? Dari tadi Sehun tak kunjung tidur, dan Appanya juga entah kenapa jam segini belum pulang.” Tiba-tiba ibuku berujar untuk Chanyeol yang sepertinya tak sengaja melewati kamar ibuku.

Aku tak mendengar suara Chanyeol oppa menjawab, namun secara langsung aku merasakan tangannya telah menyentuh punggungku lalu menuntunku ke kamar.

Sesampainya di kamarku, Chanyeol segera membaringkan tubuhku untuk tidur.

“tidurlah, dan semoga mimpi indah.” Ucap Chanyeol oppa akhirnya lalu ia mencium keningku.

Setelah yakin oppa telah pergi, aku akhirnya menangis tanpa suara.

Aku tahu Oppa sangat mencintaiku dan aku juga mencintainya. Tapi aku sadar, ini terlarang. Perasaan kami berdua terlarang. Bagaimanapun, aku adalah keponakannya dan Chanyeol oppa adalah paman aku.

Saat aku masih dengan keadaan berbaring sambil menangis, tiba-tiba ada seseorang masuk ke kamarku.

Kupikir itu Chanyeol oppa, ternyata bukan dia.

“Uljima-yo..” itu adalah suara Mark.

“ seharusnya kau jangan menyimpannya sendiri apalagi kondisimu seperti ini.” Lanjutnya. Sontak aku langsung bangun dan terduduk diranjang.

“apa maksudmu?”

“ aku sudah tahu, Yoong. Aku tahu jika ingatanmu telah kembali. Tapi kenapa kau menyembunyikannya dari kami semua, hm?” aku menunduk.

“ kau tahu dari mana?” tanyaku, dan dia terkekeh.

“ aku adalah Mark, tentu saja aku akan tahu jika ada sebuah rahasia.” Jawabnya.

“kenapa kau menyembunyikannya?”

“ aku takut! Aku tidak ingin kembali ke masa sebelum ini. Aku ingin hidup seperti ini.”

“ apa karena perasaan cinta terlarang itu?” aku mengangguk.

“ ok! biarkan masalah ini hanya aku yang tahu, jangan sampai Hyeong mengetahuinya. Tapi, kau juga perlu seseorang untuk melupakannya. Perasaanmu itu harus di tempati pria lain, jangan kau biarkan terkunci di hati Chanyeol hyeong.” Karena perkataan Mark itu, aku akhirnya tertawa. Tapi perkataannya memang ada benarnya juga.

“mungkin kita bisa mencari pria China itu?” aku terdiam. Aku merindukannya, dan aku merasa bersalah padanya karena pertemuan terakhir saat itu. Aku tak tahu kenapa ia tiba-tiba marah padaku.

“ Anio.. biarkan Tao oppa hidup bahagia dengan hidupnya sekarang. Mungkin, ia sudah mendapatkan seseorang yang ia cintai.”

“kepalaku pusing. Aku ingin tidur.” Lanjutku berpura-pura, lalu membaringkan tubuhku untuk tidur.

Mark membenarkan posisi selimutku, dan berkata “ pusing atau ngantuk?! Semoga mimpi indah.”

Yoona pov end

Flashback end

Baekhyun menyuruh Yoona menunggunya untuk mengganti pakaian. Tapi karena takut terjadi sesuatu dengan Yoona, tanpa sepengetauan gadis itu  Baekhyun mengganti pakaianya didepan Yoona yang tengah duduk di sofa ruang tamu apartemen itu.

Baekhyun memakai kaos putih berlengan pendek dan bawahannya memakai jeans dengan warna biru gelap.

Setelah mengganti pakaiannya, Baekhyun dan Yoona akhirnya memutuskan untuk pergi kesuatu tempat.

Selama perjalanan, Baekhyun selalu melirik Yoona. Sambil mengemudikan mobilnya, ia merasa puas bisa memandang gadis yang masih ia cintai itu tanpa terhalang Chanyeol kali ini.

Hari ini Yoona memakai pakaian terusan berwarna biru muda dan memakai tas berwarna putih abstract yang menggunakan rantai berwarna emas,  yang Baekhyun tahu jika tas yang di pakai Yoona adalah hadiah ulang tahun gadis itu dari Chanyeol yang khusus di belinya di Italia. Chanyeol terlalu cinta pada keponakannya ini-pikir Baekhyun.

Mereka akhirnya sampai di Pantai Gyeongpo, yang terletak di dekat kota Gangneung.

Baekhyun keluar dari mobilnya lalu memutari mobilnya untuk membukakan pintu mobilnya buat Yoona. Ia menggenggam tangan gadis itu sambil berkeliling di sekita pantai. Pantai Gyeongpo memiliki pasir yang halus dan sangat bersih.

“ apa kau mau naik sepeda bersamaku?” ujar Baekhyun tiba-tiba, namun berhasil membuat Yoona tersenyum.

“ ne, aku mau.” Jawab Yoona antusias.

Akhirnya Baekhyun menyewa satu sepeda untuk berkeliling menggunakan sepeda di sekitaran pantai.

Yoona sangat bahagia, terbukti sedari tadi di bonceng oleh Baekhyun dia tak henti-hentinya tertawa dan tersenyum. Sedangkan Baekhyun, pria itu tak kalah bahagianya. Bisa melihat Yoona tersenyum dan tertawa, di tambah lagi Yoona memeluknya selama ia mengendarai sepeda sewa itu.

Setelah asik bersepeda, Baekhyun mengajak Yoona ke danau Gyeongpoh yang terletak disebelah pantai itu.

Lalu mengunjungi  Ojukheon House. Mereka juga mencicipi Tofu Gangneung, kuliner yang terkenal di korea.

Hari semakin siang, dan Baekhyun memutuskan pulang meski sebenarnya ia enggan untuk pulang tapi ia tak mau jika mantan pacarnya itu kelelahan.

.

.

Setelah Mark menitipkan Yoona pada Baekhyun, ia lalu mengajak Sehun berkeliling di sungai Han. Sebenarnya tadi Mark mau menitipkan juga Sehun pada Baekhyun, tapi ternyata Sehun tak mau. Sehun memang tak suka dengan Baekhyun, karena dia pikir Baekhyun itu gila karena menyukai Chanyeol. Padahal sebenarnya Baekhyun menyukai Yoona, bukan Chanyeol. Tapi mau di apa, itu menurut pandangan anak kecil seperti Sehun tak akan pernah  paham dan sejalan dengan cara pandang orang dewasa.

Pagi tadi ia mendapat kabar jika anak buahnya melihat pria panda itu. Pria itu berada di salah satu kedai Bubble tea , dan hingga saat ini masih di kedai tersebut.

Sesampainya di kedai yang anak buahnya katakan, Mark dan Sehun memutuskan untuk mengunjungi kedai itu. Namun, karena pengunjung yang banyak memadati Kedai itu, Mark menyuruh Sehun untuk menunggunya di dalam mobil saja dan Sehun menurutinya.

 

Di dalam mobil, Sehun merasa bosan juga menunggu Mark. Sehun memutuskan keluar dari dalam mobil lalu melihat keadaan di sekitarnya. Tak berapa lama, pandangan Sehun tertarik pada salah satu pria. Pria itu memiliki warna rambut yang Sehun sukai, warna merah terang kontras dengan warna kulitnya.

Sadar akan Sehun yang tersenyum memandanginya, pria itu tiba-tiba mendekati Sehun.

“Hai.. aku lihat, kau memandangiku sejak tadi. Wae?” Tanya pria iu sambil mensejajarkan tingginya dengan Sehun.

“aku suka warna rambut Hyeong, dan… Bubble tea itu.” Jawab Sehun sambil terkekeh.

“oh, kau menyukainya?” Sehun mengangguk. Lalu pria itu menyodorkan Taro bubble tea pada Sehun.

“ambilah, untukmu. Lagipula aku masih memiliki satu lagi dan ini tak ada racunnya.” Kata Pria itu meyakinkan Sehun.

“oh, yah. Nama Hyeong, Huang Zi Tao, kau panggil aku Tao hyeong saja. Siapa namamu? “ lanjut pria yang ternyata bernama Tao itu.

“ Im Sehun imnida. Panggil aku Sehun saja, hyeong.” Jawab Sehun lalu menyeruput Bubble tea yang diberikan Tao itu.

Tao mengalihkan pandangannya pada kedai Bubble tea di samping mereka lalu melirik jam tangannya sambil menghela napas pelan.

“ hyeong, harus pergi. Anyeong…” pamitnya dan segera berlalu dari hadapan anak kecil itu.

Sehun kembali masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang di samping kemudi.

“Hunnie, jika ada orang asing berbicara padamu, cepat lari untuk menjauhinya. Jangan berbicara taupun menerima sesuatu dari orang yang pertama kali kau temui.” Tiba-tiba ucapan ayahnya terngiang.

Sehun berhenti menyeruput Bubble teanya, sambil merenung apa yang telah terjadi.

Tiba-tiba Mark dengan tergesa-gesa membuka pintu mobil dan melihat Sehun yang tengah merenung. Anak buahnya baru saja melaporkan padanya, jika pria yang ia cari sedang berbicara dengan Sehun.

“pria berambut merah tadi, kemana ia pergi?” Tanya Mark, menyadarkan Sehun. Lalu Mark menatap kearah tempat yang Sehun tunjuk namun pria itu tak ada.

Bukannya pria yang berambut merah yang Mark lihat, tapi tatapan genit para wanita disitu.

Tiga wanita itu menghampiri Mark, dan berusaha mencari perhatiannya.

“aku sudah memiliki anak.” Terang Mark sambil menunjuk Sehun.

Namun ketiga wanita itu hanya tersenyum, lalu seorangnya berkata “ aku bisa menjadi ibunya.”

Di ikuti anggukan kedua wanita di samping wanita blonde itu.

“apa kalian tak mengerti?” Mark bertanya lalu ketiga wanita itu kebingungan.

“jika aku memiliki putra, tentu saja aku memiliki istri.” Lanjut Mark lalu mengajak Sehun untuk masuk kedalam mobil meninggalkan tatapan masam dari ketiga gadis itu.

TBC

 

A/N: Thank you for reading, guys. Otte? Aku sangat berharap kalian menyukainya.  Karena sibuk membantu oppaku ngerjain tugas kuliahnya, aku jadi telat melanjutkan ini ff.  apa ini kepanjangan? Aku sengaja adain BaekYoon moment disini, alasannya karena ini adah chap 4. Empat!

Sampai ketemu di chap 5. Istrinya Lay pamit.

14 thoughts on “(Freelance) Fated to Love You : Chapter 4

  1. haha lucu, apa lgi sehun ya ampun, ckkk. wah jdi bagaimna ini ? tao ternyata ada di korea. baekhyun, chanyeol. kris, tao, ya ampun msih ada lgi kah orang yang naksir yoona ? ditunggu pokoknya lanjutannya

  2. Haha mark lucu banget. Sehun itu terlalu polos. Yoona sebenernya masih suka sama chanyeol. Eh.. jengan bilang taeyon tau juga.

  3. Ah jadi bingung, sebenarnya ini cinta segi berapa? Banyak banget kayaknya yang ngerebutin Yoona, wah beruntungnya Yoona direbutin para cogan. Jadi iri akunya /abaikan/.😀😀
    Keren banget thor, aku suka yang beginian. Romantis tapi ada sesuatu yang disembunyiin, jadi bikin penasaran.
    Daebbak eonn, kereennn…
    Keep writing. Fighting!!!🙂

  4. kalau akhirnya yoona sama tao, kasian yeol juga yah chingu…
    aku tggu deh lanjutannya.. makin seru aja nih…
    hwaiting

  5. Yaallah ingin berkata kasar pada sehun tapi ini bulan puasa😭😭 aku nyerah hun, kamu kira baek maho? Gatau gimana ya thor, aku boleh request ga? Baek banyakin moment sama yoona? Dikitttttrr ajja banyakin lagi hehe.. taoi gpp deh kalo engga juga

  6. ceritanya semakin menarik thor…tpi q penasaran siapa yg akn dipilih yoona…chanyeol,baekyun,tao,apa kris…??lanjut thor..semangat….

  7. oh jadi sebenernya yoona cinta sama chanyeol dan dia pura pura lupa ingatan.
    kisah cinta yang rumit.
    dan sekarang tao udah muncul penasaran gimana kelanjutannya.

  8. wah makin seru n makin bingung aj…jd baekhyun prnh pcrn ma yoona tp krn chanyeol akhrny pisah…kirain baek n chanyeol akur aj…kirain prnkhnnya bkl langsng batal….haha chanyeol g tau ap2 ksian bgt dia…mark prhtian bgt ch jd yoona sbnre jg ska ma chanyeol…tao n yoona pts krn chanyeol kn??jd sbnre yg nylmtn itu mark ap chanyeol??wah sehun langsung ska ma tao tp lcu bgt ya dia…

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s