(SQ) POISON LIPS 5

YOONA-POISON-LIPS-89

AUTHORS : Firda Auliana

MAIN CASTS : Im Yoona X Park Chanyeol|

MINOR CASTS :– Lee Won Geun as Kim Yeol, KAI

GENRE : Fantasy,Romance| RATING : PG 17

Don’t be siders!

NOTE : Sebelum membaca ini di harapkan untuk membaca POISON LIPS awal.

******

Sudah 2 minggu, sejak kejadian itu. Yoona dan Chanyeol tidak pernah saling bertemu, ataupun berbicara. 2 hari yang lalu Chanyeol menelfon Yoona, ingin menjelaskan masalah ini, dan mengatakan jika buku pelajaran Yoona tertinggal di kamarnya. Dengan itu, Yoona menuju ke rumah Chanyeol, ingin mendengar penjelasan siapa wanita itu dan bagaimana hubungan mereka.

Yoona masih mencintai chanyeol, sangat mencintainya. Ia ingin memberikan Chanyeol kesempatan, mungkin saja ini hanya kesalapahaman yang terjadi di antara mereka. Yoona menatap pintu di depannya, tak berapa lama seorang pelayan membuka pintu tersebut seraya menunduk.

“ Nyonya”

“ Jangan memanggilku Nyonya, kau bisa memanggilku Yoona” Yoona tersenyum ke arah pelayan tersebut, dan langsung melenggang masuk diikuti pelayan tersebut.

“ Apa Chanyeol ada di dalam?”

“ a-anu, Tuan Chanyeol d-dia”

Yoona berhenti, berbalik menatap pelayan itu yang nampak gugup dan terus menunduk”

“ Ada apa?”

“ Tuan Chanyeol, dia sedang berada di kamarnya bers-“

“ Ahhh.. Oppa, jangan seperti itu” suara lengking itu terdengar dari dalam kamar Chanyeol. Yoona terdiam, kembali rasa menyakitkan itu datang. Ia menatap kosong pintu kamar Chanyeol, Yoona mengehela nafas, matanya mulai memanas merasakan sebentar lagi air matanya akan turun. Yoona menahannya, tidak ingin terlihat lemah di depan Chanyeol.

Yoona membuka pintu kamar Chanyeol, yang langsung di hadiahi pandanganan menjijikan. Mereka tengah bercumbu dengan agresif dan tentu saja Chanyeol sangat menikmatinya. Hatinya mencelos, mungkin inilah akhir.

“ Aku ingin mengambil buku ku” ucap Yoona yang masih berada di ambang pintu. Mereka menghentikan aktivitas mereka, dengan Chanyeol yang menatap kaget Yoona. Wajah paniknya langsung menghambur begitu saja.

“ Yoona, ini–“

“ Tidak perlu, aku hanya ingin mengambil buku cetakku. Pelajaranku lebih penting dari apapun” Yoona berjalan menuju meja belajar Chanyeol, tak mengubris pasangan menjijikan yang menatapnya. Chanyeol menatap sendu Yoona. Rasa bersalah dan rindu meluap begitu saja,. Ia rindu istrinya, ia rindu wajah itu, ia rindu senyuman Yoona. Semua tentangnya, Chanyeol sangat merindukannya.

“Cihh, apalagi sekarang? Oppa apa itu pelacurmu? Untuk ukuran seorang pelacur dia sangat tidak menarik. Lihat saja badan kurusnya, aku yakin tidak ada yang akan mau padanya. Mungkin karna dia murah, banyak orang yang ingin bersamanya. Tsk—sungguh rendah” Yura tersenyum remeh, memasang wajah angkuhnya. Tangannya bersedekap di dada.

Yoona terdiam di ambang pintu, baru saja ia ingin keluar, tetapi perkataan Yura menghentikan langkahnya. Yoona mengepalkan tangannya. Menahan emosi yang akan meledak sebenar lagi.

“Maaf, kau bicara dengan siapa Yura-ssi?” Yoona berbalik menatap Yura dan Chanyeol dengan wajah dinginnya.

“ Tentu saja dengan Kau murahan!. Ada apa lagi kau kesini, ingin minta uang lagi?”

“ Uang? Aku tidak perlu. Miungkin saja kaulah yang memerlukannya. Aku dengar kau sudah banyak meniduri pria-pria kaya, wahh.. pelacur ternyata di sini sebenaranya. Aku tidak tahu wanita macam apa dirimu? Selain pria muda, apa sekarang kau mulai menerjang Pria sudah beristri?” Yoona menatap sinis Chanyeol.

“A-apa, kau ingin mati? Apa keluargamu tidak pernah mengajarimu tata krama? Ohh.. jangan-jangan semua keluargamu adalah pelacur dan gigolo. Daebak! Keluarga pelacur!” Yura tertawa sini. Yoona mengatup rahangnya, dalam sekejap, Yoona telah berdiri di depan Yura dan mencekik Yura dengan tangan kirinya. Kuku tajamnya hampir menembus kulit leher Yura.

“ Jangan bebicara tata krama di depanku, wanita rendah. Lihat dulu dirimu” Yoona berlalu pergi. Yura menegang, wajah menakutkan itu membuat Yura terdiam. Mata emas Yoona mengibarkan bendera perang padanya, taring tajamnya siap menerkamnnya kapan saja.

“Ah.. Park Chanyeol, ada yang ingin ku sampaikan padamu.” Yoona terdiam sebentar menatap wajah suaminya.

“ Tepat hari ini, jam ini, detik ini. Aku melepas ikatan suami istri kita.” Yoona memejamkan matanya setelah mengeluarkan kalimat tersebut. Chanyeol menatap tak percaya ke arah Yoona. Dia berdiri mendekati Yoona, tetapi gadis itu mundur seiring majunya Chanyeol.

“ Yoona, kau tidak mungkin merej-“

“ Ya, aku telah me-reject mu. Kau sudah bebas Chanyeol, semoga kau bahagia. Selamat tinggal”  yoona berlari pergi dengan genangan air mata yang terus jatuh dari pelupuk matanya. Chanyeol jatuh terduduk, memegang dadanya yang sangat sakit. Inilah rasa sakit yang Yoona rasakan.

Yoona berjalan cepat  ke arah halaman Rumah, saat mendengar teriakan Chanyeol. Yoona memasuki mobilnya kemudian menjalankan mobil tersebuat menjauh dari rumah Chnayeol. Mobil Yoona terhenti, di pinggir jalan tol menuju seoul. Yoona menunduk, ia keluar dari mobil, lalu memukul dadanya keras.

Sakit, sangat sesak. Yoona menangis, rasa kehilangan menyakiti dirinya. Tidak ada yang di perjuangkan. Kepercayaan adalah dinding kuat dalam hubungan. Tetapi dinding itu runtuh,saat kepercayaan tersebut lenyap.

Yoona bergetar, rasanya seluruh tubuhnya di hujamkan pedang tajam. Tak cukup meraung, Yoona terisak keras, meremas rambutnya, menyalurkan rasa sesak itu. Tubuhnya panas, dan rasa pening di kepalanya mulai kembali. Setelah beberapa hari tak terjadi, kini rasa itu mulai kembali.

Yoona bersandar di samping mobilnya, tubuhnya mulai merosot dari badan mobil. lama kelamaan tubuhnya melemas, membuat Yoona terbaring di aspal panas. Entah kenapa semua organ tubuhnya menjadi lumpuh seketika. Padangan Yoona memburam.

“ Yoona!” Yoona menatap sepasang sepatu hitam di depannnya. Pria itu memeluk Yoona dengan erat, menangkup pipi Yoona dengan kepanikan yang besar. Dengan pandangan memburam, Yoona menatap pria di depannya dengan lemah, matanya mulai terpejam seiring tubuhnya yang muai memucat, sangat pucat.

“Yoona! Kim Yoona!”

“ O-oppa” suara lemah Yoona menghambur di telinga Soo Hyun, membuat pria itu semakin panik dan khawatir. Adiknya berada di ambang kematian.

“ Yoona, bangun sayang. oppa mohon, jangan tinggalkan oppa” Soo Hyun menangis seraya memeluk Yoona, sesekali mencium kening gadis itu dengan lembut.

“ Oppa mohon, jangan tinggalkan Oppa. Yoona, Kim Yoona, oppa mohon” Soo Hyun meraung keras. Yoona tidak bergerak sama sekali, bibirnya pucat dan kelopak matanya mulai menghitam. Tubuh Yoona sangat dingin, melebihi musim dingin.

“Yoona! Soo Hyun Hyung? Ada apa dengan Yoona?” Kai terkejut melihat Yoona yang berada di pelukan Soo Hyun. Kai panik, ia tahu apa yang harus dia lakukan. Kai berlari menuju Van-nya yang tak jauh dari mobil Yoona dan Soo Hyun. Ia sedikit berbicara dengan menejernya serta para member EXO. Merasa cukup, Van itu melenggang pergi, meninggalkan Kai.

“ Kai! Tolong bantu Yoona. Ku Mohon” Soo Hyun menatap Kai yang baru saja kembali. Kai berjongkok, lalu menegecek keaadaan Yoona. Suhu tubuhnya sangat turun dari suhu tubuh vampire normal, dan ini sangat berbahaya, pikir Kai.

“Hyung bantu aku mengangkat Yoona ke dalam mobil. ini darurat Hyung, Yoona bisa mati kapan saja”

Soo Hyun mengangguk, Kai menggendong Yoona masuk ke dalam kursi penumpang, dibantu Soo Hyun. Kai mendudukkan Yoona ke  pangkuannya, Soo Hyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi ke arah rumah mereka.

Kai mengelus kepala Yoona yang berada di bahunya.

“Tubuhnya semakin dingin, ini sangat gawat. Kumohon bertahanlah Yoona” batin Kai.

1 jam berlalu

Mobil Soo Hyun sampai di perkarangan rumahnya. Dengan cepat, Soo Hyun membuka pintu pintu mobil, membiarkan Kai membawa Yoona ke dalam Rumah.

“ Hyung, aku pinjam kamarmu”

“Aku serahkan padamu Kai, tolong selamatkan Yoona.” Kai mengangguk mendengar Soo Hyun.

Kai berlari masuk ke dalam kamar Soo Hyun, pria itu menutup pintu kamar,lalu merebahkan tubuh Lemah Yoona. Kai membuka kancing kemejanya, memperlihatkan dada bidang dan sedikit otot perutnya. Kai merebahkan tubuhnya di samping Yoona.

“ Yoona, kau mendengarku? Aku yakin kau mendengarku. Aku akan menyembuhkanmu. Kau sudah sangat lemah Yoona, kau bisa mati di saat ini juga. Dengar, aku akan memelukmu, suhu tubuhmu akan kembali normal secara perlahan, setelah itu minumlah darahku. Kau mengalami dehidrasi. Bagi vampire, saat melakukan penolakan atau pemisahan, darahmu akan terserap habis. Sekarang itu tidak penting, yang terpenting kau harus meminum darahku.”

Yoona menggeleng lemah.”Tidak, a-aku ingin mati Kai. Ak-aku sudah tidak dapat menahannya lagi. Rasanya aku ingin cepat-cepat mengakhiri ini semua. Sangat menyakitkan” yoona menangis pelan.

Kai menatap sedih Yoona, ia pernah mendengar bagaimana rasa sakit saat sebuah hubungan mate di pisahkan. Terbakar, rasa haus dan rasa menyakitkan didada, bahkan rasanya seperti di bakar hidup-hidup. Entah apa lagi yang Yoona rasakan.

“Yoona aku mengerti, tapi ku mohon bertahanlah demi Soo Hyun hyung. Kau menyayanginya, bukan? Apa kau tidak berfikir bagaimana nanti dia hidup tanpamu.? Mungkin saja soo hyun hyung akan bunuh diri di saat kau tidak ada lebih parahnya dia akan mendekam di rumah sakit jiwa. Jangan berfikir dunia menjauhimu Yoona, masih ada orang-orang yang menyayangimu, dan aku yakin satu saat kau menemukan orang yang lebih tepat untukmu. Aku tahu mate tidak akan memiliki mate lainnya, tetapi kau pasti akan menemukan mate yang lebih baik lagi dari pada Chanyeol.”

“Buktikan Yoona, bahwa dirimu bisa tanpa pria berengsek itu. Tunjukkan padanya, bahwa kau bukanlah wanita lemah. Kau bisa berdiri tanpanya. Sekarang ku mohon, minumlah darahku, waktu akan terus berjalan Yoona, kau akan melupakannya.”

Yoona menatap Kai, tangisnya terus membahana seiring perkataan itu keluar dari mulut Kai. Yoona menyadari , masih ada orang yang setia berada di sampingnya, tidak seharusnya ia berfikir pendek seperti ini. Yoona memeluk Kai, lalu menancapkan taringnya ke tengkuk pria itu. Kai sedikit tersengat, dadanya bergemuruh, perasaan indah yang tak pernah ia rasakan. Tangan Kai mengelus punggung Yoona, memeluknya, sambil membisiskkan kata-kata ‘baik-baik saja’ di telingan Yoona.

Setelah 20 menit, Yoona terhenti, ia merasa lebih baik. Kai tersenyum, seraya mengelus pipi Yoona yang berada di pelukannya. Ia memandang wajah cantik Yoona dengan kagum.

“Tinggal darah manusia, kau harus meminumnya. Tunggu sebentar aku akan membawakannya.” Kai beranjak keluar dari kamar dengah leher yang di penuhi bekas darahnya. Yoona menutup mulutnya saat Soo Hyun masuk ke dalam kamarnya. Yoona gelagapan, dengna terburu-buru mengusap cepat sekitar mulutnya yang di penuhi darah. Ia tidak ingin kakaknya melihat hal mengerikan seperti ini. Soo hyun memegang tangan Yoona lalu tersenyum.

“Jangan terlalu karas Yoongi, kau bisa melukai bibirmu” Soo Hyun duduk di atas ranjang, tepat di hadapan Yoona. Pria itu langsung memeluk Yoona.

“Sejak kapan?” tanya Yoona.

“Sejak pertama kali kau datang setelah kecelakaan itu”

“bukannya oppa harusnya takut padaku? Aku mahluk yang menjijikkan oppa. Aku tidak pantas mendapatkan kasih sayangmu. Aku tidak pantas menjadi adikmu, a-ak”

“sst.. jangan banyak bicara sayang, kau masih lemah. Dengar! Oppa tidak akan meninggalkanmu, bukankah itu sudah menjadi janji oppa? Oppa tidak memperdulikan mahluk apa dirimu. Yoona adikku tetaplah Yoona walaupun sekarang kau bukanlah manusia.”

Yoona menangis, terisak pelan di pelukan Soo Hyun. Ia memeluk erat pria yang sangat berharga dari apapun.

“Jangan menangis lagi Yoongi, sekarang kau harus meminum darahku. Kau harus pulih, agar Yoona ceria dapat kembali lagi”

Yoona menggeleng.”Aku tidak akan meminum darahmu oppa, jangan korbankan dirimu hanya untukku. Aku tidak ingin kau terluka”

“Jika kau seperti itu, kau membuatku terluka Yoona. Aku semakin mengaggap diriku hina dan tak becus untuk menjagamu. Oppa mohon, turuti permintaan oppa kali ini saja.”

Yoona terdiam mendengar permohonan Soo Hyun. Tak tunggu lama, kedua taring Yoona menancap tepat di leher Soo Hyun. Dengan pelan Yoona menghisap darah segar itu, tidak ingin lepas kendali. Soo Hyun tersenyum walaupun harus menahan sakit. apapun untuk adiknya. Termasuk menghancurkan Park Chanyeo.

****

Yoona menatap Kim songsaengnim yang berada di depan kelas dengan seorang siswi baru. Setelah kejadian itu Yoona kembali ke sekolah dengan Chanyeol yang masih berada di sampingnya. Mereka tidak pernah berbicara, walaupun Chanyeol sering memanggilnya tetapi Yoona tetap diam tanpa memperdulikan Chanyeol.

“Hari ini kita kedatangan murid baru. Silahkan perkenalkan dirimu”

Siswi baru itu tersenyum. Membuat para pria di kelasnya bersorak gembira.

“Annyeonghaseyo. Ahn Yura Imnida. Aku harap bisa berteman baik dengan kalian semua”

“itu hanya menjadi anganmu” batin Yoona.

“ Baiklah, sekarang, kau bisa duduk-“ Kim saem mengedarkan pandangannya mencari bangku kosong.tapi suara lengkingnya mengintrupsi mata Kim saem.

“Aku ingin duduk di samping Chanyeol Songsaengmin” rengeknya. Kim saem, hanya melihat bangku Chanyeol lalu menatap Yura.

“Tapi bangku Chanyeol sudah ada Yoon-“

Yoona langsung berdiri.” Tidak apa Kim saem aku akan pindah”. Chanyeol menatap Yoona yang tengah membereskan buku dan peralatan sekolahnya.

“Yoona,kumohon” pinta Chanyeol. Memandang Yoona,tak ingin wanita itu jauh darinya. Yoona hanya cuek,seraya menenteng tasnya. Kemudian berjalan menuju bangku belakang, tepat di samping tempat duduk Kim Yeol. Yura berseru senang,lalu segera duduk di samping Chanyeol dengan wajah bahagianya.

Kim Yeol menatap Yoona yang kembali menulis di papan. Tak berapa lama suara bel istirahat terdengar, membuat sorakan lega dari penghuni kelas. Kim Yeol masih menatap Yoona dengan senyumannya. Yoona merasa risih, dengan wajah jengkelnya, ia berbalik menatap Kim Yeol.

“Ada apa? Kenapa melihatku?”

Kim Yeol menggeleng masih dengan senyumanya. Dia terlihat idiot seperti itu.”Aku sedikit kurang mengerti, kenapa saat marah,wajahmu justru sangat cantik”

Yoona mendengus.”Oh lihatlah, apakah kau jatuh kedalam pesonaku Tuan Kim?”

“tidak, mungkin bisa juga” Kim Yeol mengangguk pelan.

“Jadi apa sekarang kau sudah putus dengan Park Chanyeol?”

“Putus? Kau tahu kami tengah berhubungan? Ah.. maksudku dulu”

“Siapa yang tidak mengetahuinya Yoona. Bahkan mungkin saja seantero sekolah sudah mengetahuinya”

Yoona menghela nafas.”Ya aku sudah berakhir dengannya. Dia sudah mempunyai orang yang lebih baik dariku” Yoona tersenyum miris. Kim yeol menyadari perubahan wajah Yoona. Kedua tangannya terulur mencubit kedua pipi Yoona.

“Ywa! Khim Yewhol hwentikhan” Yoona memukul kedua tanganan Kim Yeol yang ada di di kedua pipinya, sedangkan pria itu hanya tertawa keras mendengar suara Yoona. Bibir Yoona manyun, tangannya langsung mencubit perut Kim Yeol, sontak saja kedua tangan pria itu lepas dari pipi Yoona dan mulai mengaduh sakit.

“Hahaha rasakan! Siapa suruh mencubit pipi indahku.”

“Kau menggunakan kekerasan itu tidak adil?”

“Apanya? Kau yang mulai duluan”

Kim Yeol menyipitkan matanya, lalu menggelitik Yoona.

“ Kim Yeol hahaha, hentikan.. i-ini sangat geli hahaha” Sontak Yoona berdiri menjauhi tangan jahil Kim Yeol, berlari mengelilingi kelasnya, hingga pada akhirnya Yoona berada di pelukan Kim Yeol dengan tangan Kim Yeol yang terus menggelitiknya. Ternyata, adegan romantis itu mengundang beberapa tatapan dari teman kelas mereka, tak terkecuali Chanyeol yang hanya memandang mereka tak suka.

Mereka berhenti, saat tatapan massal itu mengarah pada mereka. yoona berdehem lalu merapikan baju dan rambutanya, sedangkan Kim Yeol masih tertawa. Yaona memukul lengan Kim Yeol dan kembali ke bangku mereka.

“Wahhh.. Kim Yeol, apa sekarang kau jatuh cinta?”

“Heol.. Daebak”

Kim Yeol tersenyum, lalu mengangguk penuh, Yoona menggelengkan kepalanya.

“ Jangan sembarangan bicara” ujar Yoona.

“iya… jangan sembarangan bicara. Istriku ini sensitif. Nanti malam aku akan tidur dimana? Jika dia marah aku tidak akan tidur berdua malam ini” ujar Kim Yeol.

“WAHHH” seru beberapa temannya.

Yoona memukul kepala Kim Yeol.”Jangan menambah masalah Kim Yeol. Kalian juga! Pergilah keluar, jangan menyebar gosip yang tidak berdasar”

Teman-temannya hanya tertawa kecil. Yoona menghela nafas, lalu menatap tajam Kim Yeol. Awas saja kau!.

Chanyeol mengepalkan tangannya. Rahangnya mengeras menahan emosi.

don’t be siders guys

ASAP

 

50 thoughts on “(SQ) POISON LIPS 5

  1. ini aku yg plin plan atao apa sih… skarang jadi suka yoona – kim yeol.. dannnnn…. aku benci chanyeol… aku benci chanyeol… uh uh uh…
    smangat eonni..

  2. Kok jadi seneng gini ya yoona sma chanyeol putus + ada moment yoonkai sma yoona kim yeol. Kim sohyun udh tau yoona jdi vampire dari awal,kok bisa ya. Wah efek sering liat twilight sma yoona ini. Izin lanjut baca lanjtanny thor. Keep writing n Fighting!!

  3. Aigoo moment Kim Yeol ama Yoona lucu banget. Rasain km chanyeol oppa, emang enak di reject ma Yoona. Trus ngapain coba cemburu ngeliat kedekatan Kim Yeol ma Yoona? Itu udah ad Yura, jgn egois Yeol. Tp bgamanpun, Chanyeol dan Yoona adlh main cast nya. Jd otomatis endingnya hrus mereka, krn in mang kisah mereka. Semoga setelah Chanyeol merasakn dgn setimpal perbuatannya, YoonChan bisa bersatu kmbli😀 NEXT chap, d.tnggu thor. Update soon..

  4. Aish chanyeol ini pengen di labrak pake sandal jepit kali ya. Dmna2 tu klo lg berantem hrus pintar ngerayu buat baikan lagi, apa lagi ma istri. Ini malah selingkuh dg tingkah yg makin menjadi-jadi.
    Update soon.. can’t wait.

  5. Chanyeol gimana sih😦
    Dia kan dah punya yoona kok masih mau sama yura itu😦
    Kasian yoona nya huhu
    Bagus ffnya thorr
    Sukaa hehehe
    Ditunggu klanjutannya ya thor

  6. astaga chanyeol tega banget sih, pantes aja yoona nge-reject chanyeol..
    ngga ada moment yoonchan TT
    ditunggu nextnya thor

  7. Lah lah lah??? Eni jdinye pegimane??? Ini pairingnya chanyoong kan?yekan?
    Pliiisss chinguyaaa balikin channyeol ama yoong lg.. Gw garela chan ama yura murahan ntu… Garelaaaaa

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s