(Freelance) Twins

uoh

Tittle : Twins

Author : Shin Hee na | @shinheena | shinheena.wordpress.com

Lenght : Oneshoot

Rating : G

Genre : Romance, Marriage life and school life

Main Cast : – Im Yoon Ah

– Xi Luhan

– Calista Im (OC)

Other Cast : – Kwon Yuri

– Park Chanyeol

Dislaimer : Poster and this story belong is mine. Sorry for typo! Plagiator? Doesn’t allowed here

July 2016 – ©Shin Heena

Happy Reading!

Pagi hari, dimana setiap manusia memulai kegiatan sehari-harinya. Sinar matahari yang menyilaukan membuat siapa saja terbangun dari kegiatan tidurnya. Begitupun dengan seorang yeoja yang terbangun dari mimpi indahnya,

“Hooamm” Yeoja itu beranjak dari tempat tidurnya dan iris hazelnya menangkap ruangan yang sangat berantakan layaknya kapal pecah.

“Aish ini pasti ulah Yuri, Bagaimana bisa dia pergi saat aku sedang tertidur” gerutu yeoja itu.

 

At Asia Pasific International School (APIS), Seoul- Korea Selatan

“Yakk Kwon Yuri! Apa yang kau lakukan dengan kamarku semalam? Dan mengapa kau pergi saat aku tidur semalam? Apakah kau mengambil barangku saat aku tidur?” Yeoja itu mengintrogasi sahabatnya layaknya seperti mengintrogasi seorang penjahat.

“Aish Im YoonAh, Kau ini seperti polisi saja. Kalau soal kamarmu, Mianhae Yoong kemarin aku mencari ponselku jadi aku tidak sengaja mengacaukan kamarmu, Aku pergi karena Minho tiba-tiba mengajakku berkencan.” Jelas sahabatnya-Yuri yang tentu saja membuat yeoja itu-Yoona kesal.

“Selalu saja Minho!” gerutu Yoona

“Mianhae Yoong, Eng dimana namjachingumu itu?” tanya Yuri

“Jangan mencoba mengalihkan pembicaraan Yul” Yoona sepertinya sudah hafal akan rencana sahabatnya yang selalu saja mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Apa kalian sedang membicarakanku?” suara seorang namja sukses membuat Yoona tersenyum

“Ne Luhan-ssi” balas Yuri

“Lu, kenapa kau lama sekali datangnya!” protes Yoona

“Aish kau ini sepertinya terlalu merindukanku” Goda namja itu-Luhan yang sukses membuat pipi Yoona memerah

“Jangan menggodaku Xi Luhan! Nanti malam kita jadikan menonton?” tanya Yoona

“Aish kalian ini!” kesal Yuri yang pergi meninggalkan kedua sahabatnya itu

“Eoh? Tentu saja jadi, aku akan menjemputmu. Kajja kita kekelas Chagi-yya” ajak Luhan seraya menggandeng tangan yeojachingunya itu

At Class, APIS

“Yoong, nanti malam kau mau pergi dengan Luhan?” tanya Yuri

“Tentu saja, Kami akan menonton!” ujar Yoona

“Aish,Aku iri denganmu Yoong, Minho sekarang ini sangat sibuk dengan kegiatan amalnya” balas Yuri sambil mempoutkan bibirnya.

“Apa yang kalian bicarakan?” ujar Luhan dan seorang namja serempak

“Luhan/Minho?” ujar mereka serempak

“Chagi-yya, kajja kita kekantin?” ajak Minho yang menggandeng tangan Yuri menuju kantin

“Yoong, Aku lapar! Kajja kita kekantin” ajak Luhan

“Tapi aku banyak tugas fisika, dan hari ini harus dikumpulkan Lu” jawab Yoona

“Yasudah, Aku bantu kerjakan ya” Tanpa persetujuan Yoona dengan cepat Luhan menarik buku yang sedang Yoona pegang dan langsung mengerjakannya.

“Selesai”

“Mwo? Secepat itu?” tanya Yoona seakan tidak percaya Luhan mengerjakan itu hanya dalam 10 menit.

“Tentu, Apa kau tidak ingat? Aku ini kan pemegang juara olimpiade fisika” Sepertinya Yoona lupa akan kepintaran yang Luhan miliki. Ya Luhan memang tercatat sebagai murid berprestasi disekolahnya.

“Kan sudah selesai, Kajja kita kekantin” rengek Luhan layaknya anak kecil

“Aish kelakuanmu seperti anak kecil saja, Ne kajja”

***

At Seoul Cinema Film, Seoul-Korea Selatan

“Wahh,, Chagi kau sangat cantik malam ini” Luhan terpaku akan kecantikan yeojachingunya itu, hari ini Yoona terlihat sangat cantik dengan mini dress berwarna nute serta high heels putih dan jangan lupakan polesan make up yang simple menambah kesan anggun pada diri Yoona.

Kajja kita masuk, sebentar lagi filmnya akan dimulai”

2 Hours Letter

“Filmnya romantis sekali, aku jadi terharu” ujar Luhan

“Ne, Luhan aku lapar, Ayo kita makan” ajak Yoona

Kajja

At Cafe,Seoul-Korea Selatan

“Aku sangat kenyang, makanannya lezat sekali” puji Luhan

“Ne, Sangat lezat” timpal Yoona

“Yoong, ini untukmu setiap hari kau harus memakainya ya” ujar Luhan yang menyodorkan sebuah kotak yang berisi gelang dengan gambar rusa.

“Wah,, Bagus sekali. Aku akan memakainya setiap hari. Gomawo Lulu” balas Yoona

Drrtt.. Drrtt

From: Unknown

‘Temui aku di gudang sekolah’

Deg.

Seketika wajah Yoona menjadi sangat pucat dan ia juga tidak membalas pesan itu.

“Dari siapa Yoong” tanya Luhan penasaran

“Ah ini dari Yuri” ujar Yoona bohong

“ Lu, Seandainya aku mempunyai saudara kembar apakah kau mau berteman dengannya?” tanya Yoona

“Kau ini bicara apa? Kau kan tidak punya keluarga”

“Kan hanya ‘seandainya’” jawab Yoona

“Kajja kita pulang, Hari sudah malam” ajak Luhan

“Kau pulanglah duluan, Aku ingin bertemu dengan Yuri” jawab Yoona

“Aku antar ya?” pinta Luhan

“Tidak perlu, lagipula kami bertemu dicafe ini”

“Oh, kalau begitu aku pulang dulu ya chagi” Jawab Luhan seraya mencium pipi Yoona sekilas

“Ne, Hati-Hati dijalan”

Di saat Luhan sudah pergi, Yoona bergegas pergi ke sekolah tapi tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dan membawanya pergi mengunakan mobil berwarna hitam.

At Gudang, Seoul-Korea Selatan

Appo” rintih Yoona

“Apa kau sudah bangun?” tanya seorang yeoja

“K-Kau..”

“Ne, ini aku” jawab yeoja itu

“Apa maumu?” tanya Yoona

“Aku mau semua yang kau punya” Yeoja misterius itu mengeluarkan pisau lipat dan ditempelkannya pisau itu dileher Yoona

“Apa yang kau lakukan?” isak Yoona

“Sepertinya tidak masalah jika aku melukaimu sedikit” Yeoja misterius itu mengoreskan pisau keleher Yoona dan membuat leher Yoona terluka sehingga ia tak sadarkan diri.

‘Aku akan mengambil semua yang kau miliki!’ gumam Yeoja itu dalam hati

***

At Asia Pasific International School (APIS), Seoul- Korea Selatan

“Yuri, kemana Yoona?” tanya Luhan karena sejak tadi ia tidak melihat keberadaan Yoona

“Dia belum datang,Nah itu dia” jawab Yuri

Annyeong, Kau menunggu ku?” sapa Yoona

Nado Annyeong Yoona. Engg, Gelang yang aku berikan kemana? Tidak kau pakai?” tanya Luhan

“Ahh itu, Gelangnya aku simpan karena takut hilang” bela Yoona

“Penampilanmu mengapa berbeda Yoong?” tanya Yuri

“M-Maksudmu?” tanya Yoona gugup

“Bukankah kau selalu mengikat rambutmu dan kau juga selalu memakai kalung rusamu itu tapi mengapa kau tiba-tiba mengerai rambutmu dan kau juga tidak memakai kalungmu itu?” ujar Yuri yang mengintrogasi Yoona.

“I-Itu..”

“Aish Yuri, Memangnya kenapa kalau ia berbeda? Aku rasa ia tambah cantik dengan penampilannya sekarang” bela Luhan

Kajja kita kekelas” ajak Yoona

 

At Canteen,Seoul-Korea Selatan

“Yoong, makanlah kacang ini! Rasanya sangat Lezat” pinta Luhan

“Eoh? Aku alergi dengan kacang Luhan” Jawaban Yoona sontak membuat Yuri dan Luhan bingung karena Yoona sangat menyukai kacang

“Sejak kapan kau alergi kacang? Kau kan sangat menyukai kacang” Iris hazel Luhan terus saja menatap Iris hazel Yoona

“Eng,, I-itu…”

Drrtt.. Drrtt

“Ah maaf aku menerima telfon dulu ya” ujar Yoona yang pergi menjauh dari mereka

“Yeoboseo”

“…..”

“Kau urus saja dia!”

“…..”

“Ne, nanti aku kesana”

Tutt.. Tutt

Mianhae Luhan,Yuri aku harus segera pulang” ujar Yoona

“Mau kuantar?” tawar Luhan

“Aniyo, Aku bisa sendiri” tolak Yoona yang langsung pergi meninggalkan mereka.

Aneh. Aku yakin ada yang ia sembunyikan’ batin Luhan

 

At Gudang, Seoul-Korea Selatan

“Bagaimana?” jawab yeoja misterius itu

“Dia menolak makan” ujar salah satu bodyguard yeoja itu

“Kau pergilah, biar aku yang mengurusnya”

“Kau lepaskan aku! Kau sungguh kejam”

“Aku kejam? Kaulah yang lebih kejam Im YoonAh!” ujar yeoja misterius itu

Mianhae, Lepaskan aku Calista!” jawab Yoona

“Aku tidak akan pernah melepaskanmu!”

“Sampai kapan kau terus berpura-pura menjadi diriku? Aku mohon jangan sakiti mereka” Tidak terasa cairan bening dimata Yoona kini mengalir deras.

“Kau itu saudara kembarku Yoona! Tapi mengapa kau merusak kebahagianku!” isak yeoja itu-Calista

“Mianhae Calista,Mianhae” isak Yoona

“Aku akan terus berpura-pura menjadi dirimu! Kau harus membayar semua yang kau lakukan 2 tahun yang lalu” Calista kini sudah memegang pisau lipatnya dan diarahkannya pisau itu ketangan Yoona sehingga darah terus saja mengalir dari tangan Yoona, tak sampai disitu Calista bahkan tega menyetrum tubuh Yoona beberapa kali dan ia tidak segan-segan membunuh saudara kembarnya itu.

“Tenang saja Kak, Aku tidak akan membunuhmu! Aku hanya akan melukaimu sedikit demi sedikit supaya kau Mati!!” ujar Calista yang pergi meninggalkan Yoona dalam keadaan yang memprihatinkan.

Tanpa meraka sadari sesosok mata mengamati pembicaraan mereka dan orang itu adalah Park Chanyeol mantan kekasih Calista.

At School,APIS

“Yuri,Luhan!” ujar seorang namja yang bernama Chanyeol. Ya, Chanyeol memang satu sekolah dengan Yoona, Dulu Luhan dan Chanyeol sangatlah dekat tapi karena Luhan salah mengira hubungan mereka sudah tidak baik, Luhan melihat Yoona dan Chanyeol berpelukan di taman padahal sebenarnya itu bukanlah Yoona melainkan saudara kembarnya yaitu Calista.

“Untuk apa kau memanggilku? Apa kau ingin menghancurkan hubunganku dengan Yoona?” ujar Luhan yang sepertinya masih menyimpan dendam.

“Sudahlah aku tidak ingin membahas itu lagi. Luhan sekarang Yoona yang kau lihat bukanlah Yoona yang sebenarnya, Yoona sekarang dalam bahaya” jelas Chanyeol

“Apa maksudmu hah?!” tanpa pikir pajang Luhan dengan cepat meninju Chanyeol dan jangan lupakan darah yang ada disudut bibir Chanyeol.

“Aku serius Luhan! Percayalah padaku..” Belum sempat Chanyeol meneruskan perkataannya,Luhan sudah memukul perut Chanyeol sehingga ia tersungkur lemas dilantai

“Jangan katakan apapun padaku! Aku tidak akan pernah mempercayaimu!!” bentak Luhan sambil pergi bersama Yuri meninggalkan Chanyeol.

“Kalau kau tidak mau menolongnya,biar aku saja yang menolongnya” gumam Chanyeol

Tanpa mereka sadari sepasang mata melihat semua yang mereka bicarakan ia adalah Calista dengan sigap ia mengambil ponselnya dan menghubungi sesorang

“Yeoboseo”

“…..”

“Kita ubah rencana sekarang!”

“….”

“Pindahkan dia ke tempat lain”

“….”

“Kalau perlu sakiti dia!”

“….”

“Arraso”

 

‘Kau pikir kau bisa mengalahkanku Park Chanyeol!’ gumam Calista

Setelah pulang sekolah Chanyeol bergegas pergi kegudang tempat Yoona disekap, Tapi ternyata disana ia tidak menemui Yoona justru yang ia temui adalah Calista.

Sial. Pasti dia sudah memindahkan Yoona” ujar Chanyeol

“Park Chanyeol! Sejak kapan kau peduli dengan kami? Kau tidak akan bisa menemui Yoona!” jawab Calista

“Calista! Aku mohon hentikan ini semua! Aku tidak ingin kau dan Yoona terluka” pinta Chanyeol

“Mengentikan ini? Tidak akan pernah kuhentikan sebelum Yoona merasakan penderitaanku,Akan kubuat ia mati dengan penyakitnya itu!” kesal Calista

“Memangnya apa salah Yoona?” bentak Chanyeol

Flasback

2 years ago..

“Yoona, Calista” panggil Eomma mereka

“Ne, Eomma” jawab mereka serempak

“Appa dan Eomma memutuskan untuk bercerai, Eomma akan membawa Yoona dan Appamu akan membawa Calista. Mianhae Yoona,Calista” Penjelasan Eomma mereka membuat Calista sangat marah karena ia ingin tinggal dengan Eommanya

“Eomma, Aku ingin tinggal dengan Eomma” pinta Calista

“Tidak Calista. Yoona yang akan ikut dengan Eomma” balas Eomma

“Eomma jahat!” bentak Calista

“CALISTA! YOONAKAN PUNYA PENYAKIT ASMA KALAU YOONA TINGGAL DENGAN APPA, PENYAKITNYA TAMBAH PARAH!” bentak Eomma

“Dari dulu Eomma memang selalu saja membela Yoona” ujar Calista

PLAKK!!

Satu tamparan mendarat dipipi Calista yang mulus

“Kalian jahat! Aku benci Eomma dan Yoona!!

Flashback End

“Sejak kecil Eomma selalu membela Yoona, Selalu aku yang disalahkan! Semenjak Eomma dan Yoona pergi,Aku tinggal bersama Appa dan semenjak itu juga Appa selalu mabuk-mabukan. Appa juga sering memukulku bahkan Appa sekarang mengusirku. Semenjak itu aku bertekat membalas Eomma dan Yoona! Apa kau tau? Eomma meninggal karena aku! Aku sangat senang karena Eommaku sudah MATI!! Sekarang aku akan membunuh Yoona Aku sudah memindahkan Yoona ketempat yang penuh dengan pohon, Kau tidak bisa menemkannya.” jelas Calista

“Terima kasih sudah menjelaskannya!” Ternyata sejak Calista berbicara Chanyeol sudah merekam apa yang Calista bicarakkan, dengan cepat ia berlari menemui Luhan dan Yuri sedangkan Calista belum menyadari jika Chanyeol merekamnya.

To: Luhan,Yuri

‘Tolong temui aku disekolah! Ini penting’

Itulah isi pesan yang ia kirim untuk Luhan dan Yuri

 

At School,Seoul-Korea Selatan

“Mau apa kau menyuruh kami datang kemari?” bentak Luhan

“Katakanlah Chanyeol” timpal Yuri

“Kalian dengarkanlah rekaman ini” ujar Chanyeol yang memutar rekaman suara yang ia ambil tadi

‘Sejak kecil Eomma selalu membela Yoona, Selalu aku yang disalahkan! Semenjak Eomma dan Yoona pergi,Aku tinggal bersama Appa dan semenjak itu juga Appa selalu mabuk-mabukan. Appa juga sering memukulku bahkan Appa sekarang mengusirku. Semenjak itu aku bertekat membalas Eomma dan Yoona! Apa kau tau? Eomma meninggal karena aku! Aku sangat senang karena Eommaku sudah MATI!! Sekarang aku akan membunuh Yoona.Aku sudah memindahkan Yoona ketempat yang penuh dengan pohon, Kau tidak bisa menemkannya’  Isi rekaman itu membuat Yuri dan Luhan shock

“D-dimana Yoona sekarang?” bentak Luhan

“Aku juga tidak tau,Calista sudah memindahkannya.Sekarang kita harus mencari Yoona, Ia dalam bahaya!” pinta Chanyeol

“Tunggu, diakhir rekaman ia bilang Yoona disekap ditempat yang banyak pohon” ujar Yuri

“Benar, tapi dimana tempat itu?” tanya Luhan

“Tadi Calista bilang ia akan melukai Yoona dengan penyakit asma Yoona. Kemungkinan besar Ia disekap ditempat yang sudah tidak terpakai” Jelas Chanyeol layaknya seorang detektif

“Setauku Yoona takut dengan kegelapan. Pasti ia juga memanfaatkan itu untuk membunuh Yoona” ujar Luhan

“Hmm.. Chanyeol bilang Calista memindahkannya ketempat lain, dan kurasa ia mendengar percakapan kita disekolah tadi, Chanyeol kira-kira jam berapa kau menemui Calista” tanya Yuri

“Kira-kira jam tiga sore” jawab Chanyeol

“Sudah kuduga, Saat Chanyeol datang menghampiri kita disekolah kira-kira itu jam dua lewat duapuluh sore dan waktu saat disekolah dengan tadi kira-kira 40 menit. Kurasa Calista membawa Yoona ketempat yang cukup dekat dari gudang sebelumnya.” Kali ini Yuri bertindak layaknya seorang detektif

“Tempat Yoona disekap sebelumnya jaraknya hanya 3 KM dari sekolah,, Apa Yoona disekap di..” Ujar Chanyeol

“Gudang sekolah” jawab mereka bertiga serempak

“Aku yakin ia disekap disana, karena gudang sekolah dikelilingi banyak pohon dan disana juga gelap dan berdebu!” ujar Yuri

“Kajja kita cari dan hubungi polisi” ujar Chanyeol

 

At Gudang Sekolah

“Sekarang aku akan membunuhmu!” ujar Calista dengan sebuah pistol di tangannya

“Aku mohon Calista, Aku takut gelap dan tempat ini berdebu, Asmaku bisa kambuh!” balas Yoona

“Itu yang aku inginkan! Apakah ada yang ingin kau katakan sebagai salam perpisahan” ujar Calista

“Calista, Apa kau tau? Semenjak Eomma tinggal denganku ia sering sakit-sakitan karena Eomma merindukanmu!” jelas Yoona

“Kau bohong! Akulah yang sudah membunuh Eomma!” jawab Calista

“M-Mwo?? K-kau bohong kan?” tanya Yoona yang tidak percaya

“Itu benar, Saat itu aku bertemu dengan Eomma dan saat itu juga Eomma memelukku ia bilang ia tidak mau berpisah denganku, Perasaanku saat itu kesal,kecewa dan marah tanpa sengaja aku mendorong Eomma hingga ia terjatuh” ujar Calista yang mulai menangis

“Itu bukan kesalahanmu Calista! Aku mohon hentikan ini semua!” pinta Yoona

“Semua sudah terlambat! Aku akan segera membunuhmu” ujar Calista yang sudah mengarahkan pistolnya kekening Yoona dan bersiap membunuhnya.

“Tunggu” ujar Luhan dengan membawa beberapa polisi

“Angkat tangan anda” pinta seorang polisi

“Menjauhlah atau aku akan menembaknya” ancam Calista dan tanpa ia sadari sejak tadi tangan Yoona yang terikat sudah lepas dan langsung saja Yoona menepis pistolnya dan berlari menjauhi Calista

“Aku baik-baik saja, Jangan tangkap dia” pinta Yoona

Karena Calista sudah sangat marah ia memegang pistolnya dan menembakannya kearah Luhan tapi sebelum itu polisi dengan sigap menembak Calista, Sayangnya saat Polisi itu hendak menembak Calista dengan sigap Yoona berlari dan memeluk Calista dan hasilnya Yoonalah yang tertembak

“Yoona!!!” Jawab Yuri,Chanyeol,Luhan, Calista bersamaan

“M-Mianhae Calista. A-aku menyayangi..” ucapan Yoona terhenti karena Yoona sudah menutup matanya

“Aku mohon bertahanlah Yoona” ujar Luhan yang menggendong Yoona untuk dibawa ke Rumah Sakit.

 

At Hospital,Seoul-Korea Selatan

“Ini semua akibat ulahmu Calista! Apa kau puas? Yoona tertembak hanya untuk menyelamatkanmu!!” bentak Chanyeol

“Mianhae..Mianhae.. hikss.. hiks..” isak Calista

Tiba-tiba seorang dokter keluar dari Ruang Operasi

“Bagaimana keadaan Yoona Dok?” Tanya Luhan dan Yuri bersamaan

“Pelurunya sudah kami keluarkan, Sekarang ia sudah bisa dibawa ke Ruang Perawatan” ujar sang dokter

“Gomawo Dok” ujar Luhan

 

2 Days Letter..

Jari jemari Yoona yang mungil mulai bergerak dan kedua matanya terbuka secara perlahan-lahan dan terlihat diruangan itu Calista sedang tertidur disampingnya, tidak terasa air matanya mengalir dari sudut matanya.

“C-Calista” lirih Yoona dan Calista pun terbangun dari tidurnya

“Eonni! Aku panggilkan dokter ya” pinta Calista

“Aniyo. Jangan!” pinta Yoona

“Apa kau baik-baik saja?” lirih Yoona

Gwenchana. Eonni mianhae.. Mianhae. Hiks.. hikss” isak Calista

“Kau tidak perlu menangis, Kau tidak bersalah” ujar Yoona yang mencoba menghibur Calista

Mianhae Yoong.”

“Kalau kau merasa bersalah, tinggalah denganku. Aku mohon” lirih Yoona lagi

“Kau serius? Aku sudah jahat padamu, Tapi kenapa kau memintaku tinggal bersamamu?” tanya Calista

“Kau tidak pernah jahat. Tinggalah bersamaku, Kita mencobanya dari awal lagi”

“Ne, Aku mau. Gomawo Eonni”

 

5 month letter..

Yoona Pov

Masa muda kami, kami lewati bersama-sama. Mencoba memperbaiki kesalahan yang kami perbuat dimasa lalu, awalnya memang tersasa sulit tapi kami melewati masa sulit itu dengan senyuman dan kebahagiaan, Karena aku memiliki seseorang Ah tidak tapi karena aku memiliki dua orang yang aku sayangi ia adalah Luhan yang notabenya adalah suamiku dan janin yang ada diperutku sekarang. Aku bahagia kisah cintaku berjalan dengan baik.

 

Calista Pov

Aku mencoba memperbaiki kesalahanku dimasa lalu, Aku pikir semua akan terasa sangat sulit tapi ternyata itu sangatlah mudah karena aku dikelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayangiku. Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan dalam hidupku karena Aku akan menikah dengan orang yang sangat menyayangiku dia adalah Park Chanyeol. Aku pikir ia tidak menyayangiku tapi sepertinya aku salah menilainya. Dia selalu menghiburku,dia selalu menyemangati ku. Dia adalah orang yang paling aku sayangi setelah Kakakku. Oh iya Yoona sekarang sudah resmi menjadi istri Luhan mereka menikah dua bulan yang lalu, dan sekarang Yoona sedang mengandung anaknya yang berusia dua minggu.

 

Hari ini Calista terlihat sangat cantik dengan gaun putih yang menutupi kaki mulusnya dan jangan lupakan tiara yang ada dikepalanya serta polesan make up yang simple membuat Calita terlihat anggun bak seorang Putri yang akan menikahi Pangeran. Sementara Chanyeol terlihat sangat tampan dengan tuxedo hitamya dengan dasi kupu-kupu melilit dilehernya.

“Calista Im, Apakah kau bersedia memerima Park Chanyeol sebagai pendamping hidupmu?”

“Ya, Saya bersedia”

“Park Chanyeol, Apakah kau bersedia menerima Calista Im sebagai pendamping hidupmu?”

“Ya, Saya bersedia”

“Selamat, Kalian sudah resmi menjadi suami istri”

 

One years letter..

“Bagaimana Dok? Bagaimana kondisi Anak saya dan Yoona” tanya Luhan

“Mereka berdua baik-baik saja. Selamat Tuan Xi anak anda kembar seorang perempuan dan seorang pria”

“Gomawo Dok. Apa aku bisa menemui mereka?” tanya Luhan

“Tentu saja” ujar sang dokter

“Yoong, lihatlah anak kita sudah lahir, Ia sangat cantik dan tampan” ujar Luhan yang sudah resmi menjadi seorang Ayah.

“Kira-kira siapa namanya?” tanya Yoona

“Untuk anak perempuan kita namanya Xi Yonrae sedangkan yang satunya namanya Xi Hyun Hae” jawab Luhan

“Wah,, Annyeong Xi Yonrae,Annyeong Xi Hyun Hae” sapa Yoona

“Eonni,, Chukkae” ujar Calista yang tiba-tiba datang

“Chukkae Luhan,Yoona” ujar Chanyeol

“Calista? Gomawo Calista” ujar Yoona

“Wah,, anak kalian kembar.. Aku harap anakku juga kembar” ujar Calista yang mengelus perutnya yang sudah membesar dan memasuki usia kandungan kelima bulan

“Ne, Aku doakan anak kalian juga kembar” ujar Luhan

Inilah kisah hidupku, Walaupun harus melewati masa-masa sulit, tapi kami melewatinya dengan penuh sukacita.

THE END

Gimana? Panjang bgt ya..

Please RLC,, I Need Comment

5 thoughts on “(Freelance) Twins

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s