(Freelance) Series Don’t Call Me Idiot : Broken

Series Don't Call Me idiot  Broken Of Life

Series Don’t Call Me Idiot : Broken

Author : AlienGator02

Main Cast : Im Yoona, Oh Sehun, Xi Luhan, II Other Cast : Find it by Your self

Genre : Fiction, AU, Sad, Naughtiness II Length : Series

Rating : PG+17!!! II Disclaimer : This story is pure my idea.

Warning : There is no bed scene here, but from the bottom of my heart. I warn you! Its not for under 15. I mean, there is one bad thing in this story. But, I really hope you to take the possitive scene.

A/n : Please Keep RCL!!

Happy Reading

##Broken Of Life##

 

Weekend bukanlah hal yang spesial bagi seorang lelaki yang sedang membersihkan seluruh meja restaurant tempatnya bekerja. Lelaki itu lebih memilih menghabiskan waktunya untuk mencari uang agar bisa belajar di semester selanjutnya. lelaki itu terlalu fokus dengan pekerjaannya hingga tak menyadari jika seorang wanita paruh baya tersenyum menatapnya.

“Sehun-ah, Kau bekerja sangat baik hari ini.” Ujar seorang kepala juru masak restaurant –Jung Ahjumma-

Sehun menghentikan aktivitasnya sejenak, lalu beralih menatap Jung ahjumma dengan senyum lebarnya. Lelaki itu membungkuk dalam, sebagai rasa terimakasih untuk sanjungan Jung ahjumma. Kemudian ia melangkahkan pergi ke dapur untuk melakukan tugasnya sebagai Dry Cleaning.

Lelaki itu tak bisa mengucapkan sepatah katapun sejak kemarin lusa. Ia hanya terdiam dan mengacuhkan apapun disekitarnya. Termasuk ketika tadi pagi kakaknya yang membentaknya dan menonjoknya. Tak ada rasa sakit dan tak ada tetesan air mata yang ia keluarkan. Lelaki itu seolah pasrah dengan hidupnya.

Gemericik air terdengar ketika Sehun menyalakan keran itu dan membersihkan ratusan piring kotor yang tersaji dihadapannya. Hingga sebuah tangan halus menyentuh pundaknya dan membuat lelaki itu menoleh,

“Sehun-ah, bisakah kau melayani mereka? Ahjumma kira mereka satu sekolah denganmu. Bawa bulgogi dan kimchi sekaligus kari kentang ini pada mereka” Ujarnya.

Sehun mengangguk patuh, dan berjalan kembali menuju ruang khusus restaurant. Dimana hanya orang kaya saja yang bisa masuk ke tempat itu, kedua matanya membelalak kaget ketika seorang diantara mereka ia kenali. Sehun menghela nafas kecil, lalu ia memberanikan dirinya untuk pergi  ke kelompok mengerikan itu.

“Ternyata idiot ini bekerja disini.” Ucap seorang lelaki berkulit tan itu,

Gelak tawa meremehkan tercipta diantaranya, namun Sehun tidak mempedulikannya dan lebih memilih untuk menghidangkan makanan untuk sekelompok remaja didepannya. dan seorang lelaki diantara mereka tersenyum sinis melihat adiknya itu, kemudian Luhan berdiri dan menumpahkan minuman soda tepat di kepala Sehun.

“Kau lebih terlihat tampan dan menjijikkan.” Ujar Luhan.

Sehun tidak menjawabnya, ia bahkan hanya diam ketika soda itu membuat belasan sayatan pisau terasa perih. Lelaki itu menggunakan t-shirt putih, hingga luka tusukan dan sayatan pisau tajam terlihat dibalik kaus putihnya.

“Ya tuhan, lukamu banyak sekali! Apa kau anak berandalan? Sang idiot berandalan?”

Sehun tak menghiraukannya dan melangkah pergi, tapi sepasang kaki menjegalnya dan membuat Sehun jatuh di lantai restaurant. Kali ini Kris Wu ingin sekali memberikan kari kentang untuk Sehun. dan lelaki berkebangsaan kanada-cina itu menyiram tubuh penuh luka dengan kari yang panas. Sehun mengaduh kesakitan namun justru gelak tawa keluar dari sekelompok lelaki chaebol itu.

Sehun berdiri dengan tenaga yang ia punya, lelaki itu menggeram dalam hatinya. namun ia lebih memilih untuk tidak menghiraukan apa yang diberikan. Perih. Bahkan Sehun yakin bisa saja nanah keluar dari balik lukanya itu, lelaki itu hanya bisa diam membiarkan lukanya mengering dengan sendirinya. Sehun terus berjalan hingga ia menatap sepasang sepatu didepannya.

“Idiot?! apa yang terjadi padamu?”

Sehun menatap seorang lelaki yang berdiri didepannya. seorang lelaki yang dulu memperlakukannya seperti itu. seorang lelaki yang sering menghantam Sehun dengan kepalan tangannya. Sehun menatap lelaki bermarga Park itu dengan sinis.
“Kalian kenapa? Mau pukul Sehun? apa luka ini belum membuat kalian puas?” tanyanya polos.

Seorang lelaki diantaranya yakni Baekhyun hanya bisa mengatupkan kedua mulutnya tanpa ada suara apapun yang keluar. Ia tidak bisa membayangkan banyaknya sayatan pisau yang ada ditubuh Sehun. disisi lain, untuk pertama kalinya Kyungsoo benar-benar merasa ngeri, jijik, dan kasihan. Kyungsoo bahkan merasakan gejolak aneh diperutnya ketika melihat luka tusukan benda tajam mengeluarkan cairan kental aneh, yang jelas warna kemerahan dengan warna putih mendominasinya.

Nanah dan darah.

Kyungsoo merasakan ia sangat ingin muntah.

##Broken Of Life##

Tiga orang lelaki tengah duduk di restaurant yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya. Salah satu diantara mereka mengambil buku menu yang tersaji diatas meja, lelaki itu –Baekhyun- mendesah pelan ketika melihat kari kentang yang ada di buku menu tersebut.

Baekhyun tidak ingin memesannya, karena sungguh ia ingin muntah. Melihat darah ditambah sayatan pisau, luka yang belum mengering oh jangan lupa dengan nanah tersebut. Baekhyun masih mengingat dengan jelas luka milik Sehun.

“Americano.” Ujar Baekhyun.

“Mocachino latte, dengan taburan grande yang banyak diatasnya.” Tambah Kyungsoo,

“Kari kentang.”

Kyungsoo dan Baekhyun menoleh kearah Chanyeol, bisa-bisanya lelaki bermarga Park itu memesan makanan yang dihindari keduanya. Kyungsoo benar-benar tidak ingin muntah untuk kali ini, “Jangan memesan itu!” bentak Kyungsoo namun diacuhkan oleh Chanyeol.

Lelaki yang sedang berdiri itu –Sehun- mengangguk kemudian beranjak dari tempatnya, tanpa ia sadari Baekhyun dan Kyungsoo bernafas lega. sungguh! Keduanya tidak pernah melihat luka separah itu.

“Kau gila! Bisa-bisanya kau memesan kari, ketika ada seseorang dihadapanmu dengan bau kari disertai darah dan nanah ditubuhnya. Ugh! Aku benar-benar ingin muntah,” ujar Baekhyun.

Namun Chanyeol tidak mempedulikannya, karena pikirannya melayang mengingat kejadian minggu kemarin. Kejadian dimana seorang wanita yang cukup dekat dengannya keluar dari club malam. tepatnya saudaranya dengan keadaan yang cukup kacau. –Seo Joo Hyun-

“Ya tuhan, kenapa besok harus hari SENIN!! Monster day kembali datang,” ujar Kyungsoo tiba-tiba hingga membuat kedua sahabatnya menoleh kearahnya.

##Broken Of Life##

Luhan berjalan dengan sahabatnya dengan langkah yang selalu terlihat angkuh. Ia segera datang kesini ketika seonsaengnim menyuruhnya untuk datang di sekolah. Ia bahkan tidak peduli jika beberapa siswi Coreland mengagungkan ketampanannya dan kecerdasannya. Oh Luhan adalah siswa yang dikenal kalangan siswa di Coreland.

Tentu saja, wajah bak pangeran dengan senyuman yang selalu membuat semua wanita mabuk kepayang. Jangan lupa dengan kecerdasan yang ia miliki, siapa yang tidak tau jika Luhan adalah lelaki yang sangat sempurna untuk dijadikan kekasih. Namun siapa sangka, ia tidak pernah memiliki otak sejenius Sehun, lebih tepatnya ia membeli semua trofi yang dilombakan. Bukankah Luhan adalah deretan siswa terkaya di Coreland High School?

“Apa kau baik-baik saja Luhan-ah? mengapa wajahmu memar?”

Seorang siswi dengan wajah lugunya menatap Luhan dengan raut khawatir.  Ia adalah Seo Joo Hyun, lebih tepatnya kekasih Luhan. Gadis itu menyentuh luka Luhan namun tangannya di tepis oleh Luhan, “Hentikan seo-ah,” ujar Luhan.

Luhan tidak menyukai gadis polos didepannya, tepatnya ia mencintai Seohyun setengah tahun yang lalu. Ia pikir Seohuyun adalah wanita yang sulit untuk ditaklukan, namun ternyata tidak, Luhan bahkan menaklukan Seohyun dalam waktu satu bulan. Dan ia bisa tidur dengan gadis didepannya dengan sangat mudah. Dan itu adalah hal yang sangat tidak menarik bagi Luhan.

“Haruskah aku pergi? Agar aku tidak mengganggu kalian huh?” tanya Kai menyindir,

Luhan menatap Kai sekilas, kemudian ia beralih menatap Seohyun dengan tatapan tajam. “Aku minta sekarang kau pergi, dan jangan dekati aku karena aku sangat buruk hari ini,” ujarnya tanpa mempedulikan perasaan Seohyun.

##Broken Of Life##

Hari berlalu begitu cepat, seorang siswa datang ke Coreland membawa sepeda butut itu masuk ke sekolah elit. Ia tidak mempedulikan bagaimana tatapan siswa padanya –tepatnya pada sepeda butut yang menurut mereka menjijikkan-.

Lelaki itu membawa sepeda barunya dengan senyum idiot yang tidak bisa dihilangkan dari wajahnya. Sehun membeli sepeda itu kemarin, dengan penghasilannya sendiri tentu ia merasa bangga. Tanpa ia sadari seorang gadis menepuk pundaknya pelan,

“Sehun-ah!” sapa gadis itu.

Senyuman lebar tercipta dari wajah Sehun, ia bisa merasakan jika gadis itu tengah memeluknya sekarang. Satu minggu tanpa kehadiran Yoona adalah hal aneh baginya, begitu juga dengan apa yang dirasakan oleh Yoona.

Gadis itu memeluk Sehun dengan erat, hingga membuat Sehun berteriak karena Yoona tak sengaja menekan lukanya, “Hya! Kau ini kenapa? Apa kau sakit?” tanya Yoona sambil memandang Sehun khawatir.

Namun kedua matanya teralihkan pada sebuah luka yang terlihat sangat jelas dibalik kemeja putih milik Sehun, gadis itu membelalak. Ia ingat luka itu, luka dimana lelaki yang sangat disayanginya itu didapat karena seorang yang bahkan tidak ia ketahui –Percobaan pembunuhan-.  “Aku tidak tau jika lukamu belum sembuh benar,” ujar Yoona.

Sehun memarkirkan sepedanya kamudian lengannya ditarik oleh Yoona menuju suatu tempat, yakni UKS. Kemudian Sehun bisa mencium aroma obat-obatan juga infus di UKS coreland ini.

“Seohyun-ah, bisa kau tunjukkan padaku dimana obat penyembuh luka?” tanya Yoona melihat petugas UKS hari ini –Seohyun-

Sehun menatap Seohyun yang hanya terdiam kemudian menunjuk kotak P3K. Sehun tau siapa gadis yang sedang duduk menjaga UKS itu, dia adalah Seo Joo Hyun –kekasih Hyungnya- karena gadis itu pernah diajak ke rumahnya oleh Luhan dan tentu saja, Sehun hanya diperkenalkan sebagai anak pembantu.

Sehun lupa bagaimana ia sampai di tempat tidur UKS, kemudian ia menatap Yoona yang membuka tutup obat salep tersebut. “Buka jas-mu,” ujar Yoona tanpa menoleh kearah Sehun. lelaki itu menurut lalu membuka jasnya, “Yoona mau pakai jas Sehun?” ujarnya polos karena gadis didepannya itu hanya memakai kemeja putih lengan panjang, sama sepertinya.

Yoona menggeleng, “Sekarang buka bajumu,” ujarnya.

“Maksudku buka kemejamu dan aku akan mengobati lukamu.” Tambah Yoona lagi,

Sehun menggeleng, “Tidak, Sehun malu. Tidak mau, Sehun bisa sendiri.” Jawabnya sambil menyerobot obat luka ditangan Yoona,

##Broken Of Life##

Suasana hening tercipta dari kelas golongan orang kaya itu, tak ada satupun yang menimbulkan suara. Mereka lebih fokus pada kertas dengan tinta deretan angka yang membuat seorang lelaki jangkung menghela nafas berulang kali.

Chanyeol benar-benar membenci pelajaran yang satu ini, tepatnya matematika. Sebut saja ‘Monster Lesson’ untuknya. Jika dipikir dengan otak udangnya, Chanyeol benar-benar tidak mengerti kenapa guru dengan mata tajam itu menyuruh semua murid mencari bilangan X. padahal Chanyeol tidak butuh bilangan X, dan dua puluh soal didepannya membuat hidupnya terasa penuh beban.

‘Hidup sudah sangat sulit, kenapa ia harus menambah kesulitan hidup dengan mencari bilangan X?’ pikir Chanyeol.

“Chanyeol-ah, apa kau tau jawaban no. 5?” tanya Baekhyun tepatnya lelaki itu tengah berbisik dan terus menatap Kang seonsaengnim siapa tau tiba-tiba guru gendut itu menatapnya.

“B” jawab Chanyeol sekenanya.

Kyungsoo mendengar apa yang dikatakan Chanyeol, kemudian ia mengoreksi jawabannya. Dan ternyata ia memiliki jawaban yang berbeda dengan Chanyeol, “Bagaimana caranya?” tanya Kyungsoo.

“Yang pertama cari pemfaktoran dari x2+11x+28. Dan hasilnya (X+7) @#$%^&*(0 dibagi (*&^%@$!#!”ujar Chanyeol.

Kyungsoo hanya melongo mendengar penuturan Chanyeol yang cepat, tidak seharusnya ia bertanya bagaimana caranya menyelesaikan persoalan didepannya. jika kau bertanya cara tentang matematika tentu saja jawabannya jauh lebih membingungkan dibanding soalnya.

Brak!!

Rotan milik Kang seonsaengnim digebrakkan di meja dan membuat semua siswa menatapnya, “CHANYEOL, KYUNGSOO, BAEKHYUN! SEKALI KALIAN MENOLEH, SAYA AKAN MENGAMBIL KERTAS KALIAN.” Bentak Kang seonsaengnim keras.

Kemudian ketiganya tidak mengeluarkan sepatah katapun dan hanya fokus pada lembar soal dan jawaban yang ada didepannya.

##Broken Of Life##

Gadis bermata rusa itu hanya mendesah pelan ketika Sehun dengan keras kepalanya mengobati lukanya sendiri, Yoona hanya memutar bola matanya kesal ketika Sehun kesulitan mengobati luka di punggungnya, terlebih saat ini Sehun memunggunginya seolah tidak membiarkan Yoona melihat setiap inci ditubuhnya.

“Kau ini benar-benar tidak bisa kudeskripsikan.” Ujar Yoona sambil menyerobot obat salep itu.

Sehun hanya diam ketika Yoona membantunya mengobati luka di punggungnya.  Lelaki itu sebenarnya takut, takut jika Yoona akan jijik melihat lukanya sama seperti ‘Big Gangster’ kemarin.

Yoona dengan telaten memberi obat luka di punggung Sehun, tanpa lelaki itu sadari jika hati Yoona mencelos ketika melihat banyaknya luka yang ada ditubuh Sehun. dan ini semua karenanya, karena Yoona yang meninggalkan Sehun dijalan itu dan meninggalkan Sehun untuk menemui seseorang yang pernah mengisi hatinya selama kurang lebih tiga minggu.

‘Oh Luhan’

Yoona pernah tertarik dengan lelaki itu, namun hanya tiga minggu tidak lebih. Bahkan mereka sempat berkencan, tak lama hanya satu minggu. Kemudian mereka mengakhirinya karena tidak ada yang spesial dalam hubungan mereka, dan saat itu Yoona tidak sungguh mencintai Luhan, tepatnya dia hanya tertarik.

Jika pepatah mengatakan benci bisa menjadi cinta, maka begitu pula sebaliknya. Cinta juga bisa menjadi benci, gadis itu bahkan bingung bagaimana bisa dia pernah takluk dengan lelaki berotak keledai seperti Luhan

“Yoona-sshi, selesai? Sudah semua kan?”

Gadis itu menatap punggung Sehun dengan perasaan bersalah, “Ya, sudah selesai Sehun-ah.”  ucapnya sedikit parau, air matanya turun perlahan, air mata yang tidak pernah diturunkan beberapa tahun semenjak meninggalnya kakaknya. –Im YoonJi-

Sehun segera memakai kemejanya dengan cepat, kemudian ia berbalik dan terkejut menatap Yoona yang sedang menangis, “Yoona-sshi… kenapa? Tidak boleh menangis, Yoona tidak boleh.” Ujar Sehun.

##Broken Of Life##

Waktu berjalan begitu cepat, jarum jam berputar seolah mempercepat waktu yang ada. Sehun berjalan menuju parkiran sekolahnya, lelaki itu tersenyum bahagia ketika melihat sepeda barunya yang terparkir diujung. Walaupun, hanya ia yang menggunakan sepeda ia tidak pernah merasa malu dengan mobil maupun sepeda motor mewah yang ada disekitarnya.

Sehun berjalan dan menuntun sepedanya hingga didepan gerbang sekolah, ia tidak peduli dengan tatapan siswa pada sepeda miliknya yang terlihat butut. Lelaki itu berhenti, kemudian menatap langit yang terlihat mendung.

Cuaca cukup baik, namun awan cumulonimbus menjulang tinggi dan menjadi gumpalan yang besar. Dan sehun tau jika awan jenis ini mengandung hujan lebat, petir, kilat kadang-kadang disertai badai dan cuaca buruk.

Sehun mendesah pelan, hari ini ia harus pergi ke restaurant tempatnya bekerja. Ia harus pergi dengan cepat sebelum hujan menyapanya. Lelaki itu menaiki sepedanya dan mengayuh sepedanya pelan.

Iris hazel itu menangkap sesosok gadis yang sedang berdiri di  halte dekat sekolahnya. Sehun tersenyum kemudian berhenti sejenak hingga membuat gadis bermata rusa itu terkejut dengan kehadiran Sehun.

“Sehun-ah, apa yang kau lakukan? Bukankah kau harus bekerja?” tanya Yoona.

Sehun mengangguk-anggukan kepala, “Sehun harus pergi, jauh, bekerja, untuk makan… Yoona disini? Kenapa? Tidak pulang?” tanya Sehun dengan logat khasnya.

“Aku sedang menunggu jemputan,” jawab Yoona sekenanya.

“Sehun antar? Mau?” tawar Sehun namun dibalas gelengan oleh Yoona.

“Sebaiknya kau cepat pergi sebelum turun hujan, berhati-hatilah dijalan.” Ujar Yoona.

##Broken Of Life##

Sehun menaiki sepeda barunya yang berwarna hitam, lelaki itu mengayuh sepeda itu pelan tidak terlalu cepat karena Sehun sendiri baru belajar menaiki sepeda, lelaki berkacamata Harry Potter itu membelinya dengan jerih payahnya sendiri.

Tiga ratus ribu won bagi seorang siswa sepertinya bukanlah uang yang sedikit, mungkin bagi kakaknya tiga ratus ribu adalah uang yang digunakan untuk membeli bensin motor balapnya. Hidup Sehun begitu sulit, dihina karena kau idiot, harga diri yang harus diinjak orang seenaknya, terlebih Sehun sulit mengekspresikan bagaimana gambaran hatinya.

Sangat rapuh.

Sehun tertawa terbahak-bahak dan membuat orang sekitar menatap aneh dirinya.

Tidak, hati Sehun tengah menangis meratapi perjalanan hidupnya yang terlalu sulit. air mata bahkan tidak mau turun dari matanya, hanya tawa lebar seolah lelaki itu sedang bahagia. Tepatnya Sehun tertawa khas para idiot lainnya.

“TOLONG…. SEHUN!! TOLONG AKU!”

Sehun terkejut mendengar teriakan yang tidak terlalu kencang namun masih bisa ia dengar. Ia menatap sebuah mobil hitam dengan plat S 2000 PO, dan menangkap sesosok gadis yang tadi ia temui di halte sedang mengetuk-ngetukkan tangannya ke kaca belakang mobil dengan tatapan ketakutan dimatanya.

“Yoona-sshi…”

Sehun segera mengayuh sepedanya kencang dan mencoba mengikuti mobil van hitam itu. lelaki itu tau, sangat tidak mungkin ia mampu mengejar mobil dengan kecepatan sembilan puluh kilo meter per jam, sedangkan dia sendiri mengayuh sepedanya dengan kecepatan dua belas kilometer per jam.

A2+ B2 = C2

Namun Sehun memiliki otak jenius, ia ingat pelajaran vektor ketika ia awal menduduki SMA Coreland. Ia ingat, apabila mobil tersebut menempuh jarak sepuluh kilometer lurus baik kearah barat, utara, maupun timur . sementara jarak awal mereka sebanyak enam kilo meter maka Sehun bisa menyusul mereka dengan hanya dengan menempuh jarak delapan kilometer.

Sehun kini mengerti, mengapa sekolah mengajarkan hukum vektor.

##Broken Of Life##

“Kalian siapa hah? Lepaskan aku!”

Seorang gadis bermata rusa berteriak dalam mobil van hitam itu, kemudian ia menatap empat orang lelaki dengan wajah menyeramkan dan bertubuh besar. Walaupun ia sangat jago dalam bela diri seperti taekwondo, Yoona tetaplah seorang wanita yang selalu kalah dalam adu kekuatan.

Seorang lelaki berpakaian hitam dengan otot yang sangat besar, mengambil kain merah dari balik saku jaket hitamnya, kemudian ia ikatkan kain tersebut menutupi penglihatan Yoona. gadis itu mencoba memberontak beberapa kali, namun kedua tangannya dicengkram oleh kedua pria berotot yang ada duduk disampingnya.

Tubuh Yoona gemetar karena ketakutan, segala pikiran negatif menyerang otaknya. ‘Apa mungkin mereka musuh perusahaan kakeknya? apa mungkin mereka akan membunuhnya? Atau mereka ingin menjadikan ia seorang tawanan?’ pikir Yoona.

Air matanya keluar dan membasahi kain merah yang saat ini menutupi kedua matanya. Yoona menangis dengan sesenggukan pelan yang tidak bisa ia tahan, dengan suara yang gemetar dan terbata “Tolong lepaskan aku, kumohon.” Isaknya.

Mobil berhenti, tak terdengar deru mobil yang menyala. Dan gadis itu bisa mendengar suara pintu mobil yang dibuka, tubuh Yoona ditarik paksa dan didorong dengan cukup kuat. Gadis itu bisa merasakan jika kakinya mulai lemas dan tidak bisa membayangkan apa yang terjadi selanjutnya.

Yoona berjalan dengan sempoyongan, ia tidak tau arah karena matanya tertutup belum lagi  kedua tangannya diikat. Gadis itu baru merasakannya ketika ia melangkahkan kakinya ke tanah, tubuhnya didorong paksa menuju suatu tempat.

Ia mendengar bunyi pintu yang dibuka, kemudian ia di dorong menuju sesuatu yang empuk dan Yoona yakin jika itu adalah kasur. Kemudian ia tidak bisa bergerak, karena kedua tangannnya diikat dengan tali, kemudian tali tersebut dikaitkan ke ranjang.

Yoona berteriak dengan isakan tangis, “Lepas! Lepaskan aku, aku akan menuruti semua keinginan kalian jika kalian melepasku.”

Tak ada yang menggubrisnya, kemudian ia mendengar sebuah pintu ditutup dengan sangat kencang. Yoona mendengar langkah sepatu yang mendekatinya, kemudian tubuhnya didorong untuk berbaring diranjang.

Ia mendengar suara robekan bajunya, dan seseorang telah menindihnya. Menciumi lehernya.

##Broken Of Life##

Tiga orang duduk didalam mobil yang sama, salah satu dari mereka sibuk dengan gadget yang ia punya. Kyungsoo sibuk dengan game yang ia mainkan, sedangkan Chanyeol sibuk membalas pesan yang masuk ke handphonenya. Dan Baekhyun duduk dikemudi supir dan fokus terhadap jalanan didepannya.

“Bisakah kalian berhenti dengan gadget kalian? Kenapa kalian tidak mengaktifkan mode silent? Telingaku benar-benar sakit mendengar antara suara dering pesan masuk dan suara game Clash of clans!” ujar Baekhyun tanpa menatap kedua sahabatnya.

Kyungsoo mendengus pelan mendengar ucapan Baekhyun, ia menatap lelaki bermarga Byun didepannya yang sedang menyetir. “Lebih baik kau fokus dengan jalanan, aku takut kau  menabrakkan kami ke jurang.” Sindir Kyungsoo.

Baekhyun tersenyum mengejek, “Bagaimana aku fokus ketika kau membuat mobil ini penuh dengan suara game sialan itu,” sindir Baekhyun tajam.

Chanyeol tidak mempedulikan pembicaraan yang benar-benar tidak penting, lelaki itu lebih fokus menatap jalanan. Hingga kedua mata bulatnya menangkap sesosok lelaki dengan sepeda hitam bututnya, ia mencoba mengayuh sepeda itu sekencang mungkin.

“Bukankah itu si idiot?” tanya Chanyeol.

Kyungsoo berhenti membalas perkataan Baekhyun yang menyebalkan menurutnya, kemudian lelaki bermarga Do itu menjelikan kedua matanya. Dan menatap seorang Oh Sehun dengan sepeda yang ia tunggangi.

“Yeah, dia si idiot itu. kenapa dia terburu-buru? Lihat! Dia bahkan tidak bisa mengendalikan sepedanya,” ujar Kyungsoo.

Baekhyun mengangguk menyetujuinya, “Terlihat seperti seseorang yang baru belajar sepeda dan berusaha mengayuh sepeda yang sama idiotnya dengan pemiliknya. Hahaha~” ejeknya.

Pikiran negatif muncul dikapala Baekhyun, rencana licik terlintas di otaknya. Memang dari ketiganya, tepatnya dari seluruh anggota ‘Big Gangster’ hampir semua perilaku jahat yang jahil selalu didalangi oleh Baekhyun.

Lelaki itu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat kedua sahabatnya menatap bingung kearahnya, salah satu diantara mereka Kyungsoo membelalak ketika mobil yang dikendarai Baekhyun seolah ingin menabrak Sehun,

“AWAS!” teriak Chanyeol.

Mobil Baekhyun menyerempet sepeda Sehun hingga membuat Sehun terjatuh ke aspal,

“Apa yang kau lakukan? kau gila! Apa kau sengaja menabraknya? Apa kau ingin kita bertiga mati eoh?” cerca Kyungsoo. Lelaki bermata bulat itu menatap kaca mobil, ia melihat Sehun terluka sambil memgangi lututnya. Tapi, luka itu tidak parah dan Kyungsoo menghela nafas lega.

##Broken Of Life##

Sehun mengayuh sepedanya dengan cukup kencang, beberapa kali ia berusaha mengendalikan setir sepedanya. Hal yang cukup sulit bagi Sehun, beberapa kali ia kehilangan kendali atas sepedanya.

Brak

Sepeda miliknya ditabrak oleh mobil yang tidak ia ketahui siapa penumpangnya. Sehun terjatuh dari sepedanya dan membuat kulitnya harus mencium aspal yang nyatanya sangat kasar. Lututnya berdarah, gesekan antara kulit dan aspal tidak  bisa dihindari. Sehun mendesah kesakitan ketika ia mencoba berdiri dengan kaki kiri sebagai tumpuannya.

Sehun mencoba menaiki sepeda itu lagi, namun ketika ia hendak mengayuhnya. Sepeda itu tidak mau berjalan, Sehun turun dan menatap sepedanya, rantai sepedanya terlepas. Lelaki itu mencoba memperbaikinya namun sulit, ia tidak bisa membenahinya.

Sehun berjalan dengan langkah tertatih pada seorang paruh baya yang berjalan melewatinya, “Ahjusshi… tolong… sepeda Sehun… tolong.” Namun permintaan tolong Sehun tidak digubrisnya, dan lelaki berkepala empat itu berjalan seolah tidak mempedulikan Sehun.

“Hyung! Kau tidak bisa? Youngmin akan membantumu,”

Seorang anak kecil berumur delapan tahun menatapnya dengan senyuman, kemudian ia segera memperbaiki rantai sepeda milik Sehun. lelaki bermarga Oh itu membungkuk dalam walaupun pada anak kecil, bukankah semua orang wajib mengucapkan terimakasih?

“Gamsahabnida.” Ujar Sehun, lalu ia mengambil sebuah permen cokelat kesukaannya dari balik saku jaketnya. Sehun memberikan permen itu pada anak kecil tersebut. Kemudian Sehun kembali mengayuh sepedanya, tidak peduli dengan luka yang ada di lututnya.

Langit menangis dan mengeluarkan suara seraknya membuat kilat seolah membelah bumi. Air hujan turun tidak terlalu deras, tapi bisa bayangkan luka lutut yang masih baru dengan ditetesi air hujan yang bersifat asam? Perih, belum lagi luka di tubuhya.

Sehun mengayuh sepeda sekuatnya, luka yang ada dilututnya menganga semakin lebar. Darah bercampur air hujan  membasahi lututnya. Membuat Sehun meringis pelan, ia harap  ia segera menemukan mobil van itu.

##Broken Of Life##

Seorang lelaki bangun  dari tidurnya ketika ia mendengar suara isak tangis dari seseorang, lelaki berkulit putih itu merasakan kepalanya yang berdenyut, ia sedikit mengerang ketika kepalanya mencoba mengingat sesuatu.

‘Aku ada dimana ini?’ batinnya.

Kemudian ia menoleh melihat seorang wanita dengan mata yang tertutup kain merah, Luhan membelalakkan matanya, ia terkejut dengan apa yang telah dilakukannya. Ia menatap tubuhnya dan tubuh wanita disampingnya itu yang sama-sama tak tertutupi sehelai benang pun.

Luhan segera bangkit dan memungut bajunya, ia harus pergi dari tempat ini sebelum orang lain melihatnya, meniduri seorang gadis yang notabenenya pemilik sekolah. Gila! Bahkan Luhan tidak tau bagaimana hal itu terjadi, yang ia ingat hanyalah ketika ia mabuk dan

‘Arggh~’

Lelaki bermarga Oh itu mengerang ketika ia mecoba-mengingat kejadian tiga jam yang lalu. Luhan harus segera pergi dari tempat ini secepat yang ia bisa, ia memakai semua bajunya dan beranjak untuk meninggalkan gadis itu sendirian, ia tidak mau bertanggung jawab. Bukankah Luhan adalah seorang pengecut?

CKLEK

Belum sampai Luhan membuka pintu itu, pintu tersebut sudah terbuka dan menampilkan sesosok lelaki dengan penampilan anak sekolahan yang basah kuyup karena hujan. Luhan menatap adiknya yang sedang mengepalkan tangannya dengan marah, belum lagi kilatan mata yang tajam dan menusuk.

Bugh~

Satu tinjuan diarahkan kearah wajah Luhan dan membuat lelaki itu tersungkur, Luhan mencoba berdiri tapi Sehun mendorongnya dengan sangat kuat dan menghujamkan kepalan tangannya ke perut Luhan, Sehun seolah gila dan kehilangan akal. Ia bahkan bisa membuat Luhan terkapar tak berdaya dengan darah di wajah dan hidungnya.

Brak!

Sehun menghempaskan tubuh Luhan ke dinding apartement itu, kemudian ia menjambak rambut Hyungnya dengan keras membuat Luhan mengerang, “Berani-beraninya kau Oh Luhan! Kenapa kau berani menyentuhnya! Kau! Kau adalah iblis yang sangat kubenci, mulai dari sekarang, dan seterusnya aku tidak akan sudi menganggapmu sebagai Hyung-ku. Dan aku tidak akan memaafkanmu untuk kesalahan yang kesekian kalinya,” Sehun mengambil nafas dan mengatur emosinya.

“AKU OH SEHUN! BERSUMPAH AKAN MENGHANCURKAN HIDUPMU!” Sehun menarik lelaki itu dan mendorongnya keluar dari pintu tersebut.

Sehun mengambil nafas lagi, ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya kali ini. Lelaki itu mendekat kearah Yoona, menatap gadis yang sedang menangis kencang. Air mata Sehun mengalir, ini semua karena ia adalah adik Oh Luhan, karena kesalahannya.

Sehun menaikkan selimut hingga pundak Yoona untuk menutupi tubuh polos Yoona, lelaki itu merasakan hatinya teriris ketika ia menatap bercak darah yang ada dikasur, juga tangan Yoona yang diikat dengan tali. Gadis itu masih menangis, dan Sehun benar-benar tidak tau apa yang harus ia lakukan.

Ia melepas ikatan tali yang melilit pergelangan tangan gadis yang sangat ia cintai dan sayangi. Pergelangan tangan yang semula tak ada noda, kini ada luka yang memerah. Terlihat jika gadis itu mencoba melepas tali yang mengikatnya, namun itu mustahil. Kemudian Sehun melepas ikatan yang menutup mata Yoona.

“Yoona…” panggil Sehun lirih.

Kemudian ia bisa merasakan jika gadis itu memeluknya dengan sangat erat, menangis di dadanya dengan kencang. Seorang Im Yoona menangis karenanya, karena takdir, karena seorang lelaki yang berani merenggut kehidupan milik Yoona.

Sehun mengelus rambut Yoona, mencoba menenangkan gadis itu walaupun Sehun sendiri tidak bisa menahan air matanya yang jatuh. Sehun tau, ini adalah kehancuran. Harga diri Yoona terinjak dengan begitu kerasnya, dan membuat Sehun semakin merasa menderita. Apakah ini takdir? Atau karena kesalahan manusia? Bukankah kesalahan yang menyebabkan takdir buruk?

Tidak, ini bukan takdir. Tapi ini adalah kesalahan manusia,

Posisi mereka tetap sama, saling memeluk satu sama lain dan menularkan rasa kesakitan dihati mereka. Sehun bisa mendengar jika tangisan itu sedikit mereda, kemudian ia melepas pelukannya dan menatap kedua manik mata yang memerah karena tangisan.

Sehun menghapus jejak air mata, lidahnya seolah kelu untuk mengatakan apapun. Yoona masih sesenggukan, sulit baginya untuk merangkai kata. Ia menatap wajah bak dewi yang selalu membuat jantungnya berdebar.

Sehun menghela nafas perih, “Yoona, kita harus segera pergi dari tempat terkutuk ini. Aku akan menunggumu diluar, dan kau bisa memakai bajumu.” Ujar Sehun dan dibalas anggukan oleh Yoona.

##Broken Of Life##

Hujan mengguyur kota seoul, mitos awan Cumolonimbus benar adanya. Awan yang awalnya terlihat layaknya domba yang bergerombol ternyata memberikan sejuta ketakutan, petir terus menyambar dan air hujan turun dengan derasnya.

Alam seolah menertawakan nasib miris kedua insan yang kini saling berboncengan. Sesekali  petir menyambar dan meniru sayatan luka yang ada di hati mereka. Keduanya terdiam, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir mereka. Ini semua karena hati  mereka yang mencelos karena perbuatan satu orang manusia keji.

Air mata mereka yang hangat harus beradu dengan air hujan, dan menyembunyikan kesedihan yang mendalam bagi keduanya. Hujan seolah tidak terima atas kesakitan mereka, hujan ingin menghujamkan kesakitan lagi pada tubuh mereka.

Sehun bisa merasakan jika hujan semakin deras, belum lagi tangisan langit itu seolah melempar batu kerikil pada keduanya. Sehun berhenti mengayuh sepedanya, ia turun dari sepedanya dan menatap gadis yang sangat ia cintai.

Cukup Sehun yang tersakiti, ia tidak ingin Yoona sakit.

Sehun melepas jas sekolahnya, kemudian ia menangkupkan jas tersebut untuk menutupi kepala dan tubuh Yoona. berharap agar hujan tidak menyakiti seorang gadis bidadari yang ada dihadapannya.

“Sehun… tapi lukamu-”

Belum selesai gadis itu berbicara, Sehun menaruh jari telunjuknya di bibir ranum Yoona.  lelaki itu mengeluarkan senyum tipisnya, “Kau lebih penting Yoona, aku tidak mau hujan menyakitimu. Biarkan aku yang disakiti oleh hujan, aku rela hujan membunuhku asalkan hujan tidak pernah membunuh dan menyakitimu.” Ujar Sehun.

Grep

Yoona memeluk Sehun dengan erat, menyalurkan semua emosinya dalam pelukan itu. mereka tidak peduli dengan apa yang telah terjadi, mereka hanya perlu bersama dan saling menguatkan. Itu semua sudah cukup,  mereka berdua bahkan tidak peduli jika alam menertawakan nasib sial mereka.

Gadis itu melepas pelukannya, kemudian ia menatap Sehun dalam begitu pula sebaliknya. Hujan seolah tidak mengganggu aktivitas keduanya, dimata Yoona hanya ada Oh Sehun, dan dimata Sehun hanya ada Im Yoona.

Chu~

Yoona yang memulainya, ia menempelkan bibir cherrynya ke bibir Sehun. namun lelaki didepannya seolah terkejut, ini adalah ciuman pertama keduanya –jika dari  hati yang rela- tidak ada lumatan maupun  nafsu, karena mereka hanya melakukan atas dasar cinta yang tersembunyi, cinta yang tidak bisa mereka ungkapkan, cinta yang sulit mereka sadari,

Cinta sejati tidak pernah memandang siapa  kau, dan bagaimana derajatmu.

Sehun tidak terlalu mengerti dengan apa kata cinta, mabuk cinta maupun sebuah ciuman. Yang ia mengerti adalah kasih sayang, dan itu adalah yang terpenting baginya. Karena kasih sayang adalah hal yang sangat sulit untuk dihilangkan, sedangkan cinta? Bisa hilang ketika kau merasa bosan.

Keduanya melepas pagutan diantara mereka, hujan seolah menjadi saksi atas rasa yang ada dihati mereka. Yoona memeluk Sehun erat, air matanya kembali turun. ia adalah tipe gadis yang tidak mudah menangis, namun semuanya itu hancur ketika ia tidak bisa menerima sebuah masalah yang terjadi pada mereka.

Sakit.

Perih.

Sesak.

Harga dirinya dihancurkan oleh seseorang yang pernah ia cintai, barang berharga miliknya direnggut dan diinjak oleh orang yang dibencinya. Ia bisa merasakan hidupnya hancur, takdir seperti ini membuatnya ingin mati.

“Kumohon, hentikan tangisanmu. Aku tidak mau berlian itu jatuh dari matamu, satu berlian yang jatuh seperti sebuah pedang yang menusukku.” Ujar Sehun.

Yoona mengangguk, kemudian Sehun segera mengayuh sepedanya dan membawa Yoona kesuatu tempat, bukan rumah megah, bukan restaurant, melainkan rumah sederhana milik ibunya, yang pernah Sehun tinggali bersama ibunya.

Lelaki itu lupa jika luka lututnya masih ada, rasanya tidak terlalu sakit. Karena ada Yoona disamping Sehun dan itu semua udah cukup.

##Broken Of Life##

Seorang lelaki berdiam diri didalam mobilnya. Ia memukul stir mobilnya dengan keras. lelaki itu menjambak rambutnya sendiri menandakan jika ia tengah frustasi dengan dirinya. Ia menatap jam yang melingkar di tangan kirinya, ‘pukul dua malam’ pikirnya.

“Apa yang telah kau lakukan Oh Luhan?!” bentaknya pada dirinya sendiri.

Luhan menatap aliran air yang membasahi kaca mobilnya. Lelaki itu sama sekali tidak bergerak, pandangannya terfokus pada air yang perlahan turun dengan suara gemuruh diatasnya. Lelaki itu terdiam, sesekali ia lupa bagaimana caranya mengambil nafas.

Sakit.

Satu kata dari jutaan kata yang bisa mewakilinya, lelaki bermarga Oh itu mendesah pelan. Ia menatap jam yang melingkar di tangan kanannya. Dua jam sudah ia habiskan untuk berdiam diri di mobil. Ia membenturkan kepalanya ke setir mobil didepannya. ia tidak percaya bagaimana itu semua terjadi.

Tidak!

Luhan memang pernah meniduri beberapa wanita malam, ia juga pernah menaklukan Soojung –gadis es-, Sana –gadis sombong- dan juga Seohyun –gadis lugu- namun hanya Seohyun, seorang gadis yang pernah ia cintai sepenuh hati, seorang gadis yang nyatanya membuatnya sedikit berubah. Namun Luhan hanya menganggap semua wanita itu sebagai mainan, tidak lebih.

Dan terakhir kali, ia ‘tidur’ dengan seseorang yang tidak pernah mengisi hatinya. walaupun, mereka berdua –Yoona dan Luhan- pernah menjalin sebuah hubungan saat Yoona masih SMP dan Luhan duduk di bangku menengah pertama. Yoona adalah kekasih pertama Luhan, begitu juga sebaliknya. Tapi tidak ada kata cinta dalam hati mereka, keduanya seolah hanya menganggap hubungan remeh tersebut sekedar status. Dan nyatanya, mereka hanya berpacaran satu minggu. Hal tergila yang dilakukan anak jaman sekarang.

Luhan menghela nafas, “Bagaimana jika ia hamil? Aku bahkan tidak menggunakan- Argghh” Luhan mengerang dan mengacak rambutnya frustasi

Lelaki itu bahkan tidak bisa berkata-kata, kemudian ia menyalakan mobilnya dan mengendarainya dengan kecepatan sangat tinggi. Luhan seolah ingin lari dari kenyataan, namun ia akui jika semua itu sulit.

##Broken Of Life##

Seorang lelaki memasukkan kunci pada lubang pintu kayu yang sudah cukup rapuh. Pintu itu harus sedikit didorong agar kunci bisa masuk tepat pada lubang tersebut, Sehun memasukkan kunci tersebut ke saku celananya. Kemudian ia menggandeng Yoona dan menuntun gadis itu untuk masuk ke rumah dengan kesan klasik tersebut.

Rumah sederhana, hanya ada beberapa hiasan dinding dan ada satu foto keluarga. Ada dua orang anak lelaki menghadap ke kamera, yang satu terlihat angkuh sedang yang satu lagi seolah takut dan bersembunyi dibalik ibunya. Namun rumah ini dipenuhi dengan foto seorang wanita dengan anak lelaki yang tersenyum ke kamera.

“Itu aku dan Eomma.”

Suara itu mengalihkan pandangan Yoona dari lamunannya, ia menatap Sehun yang entah sejak kapan sudah mengganti pakaian basahnya menjadi kaus berwarna biru muda dengan celana pendek berwarna hitam. dengan penampilan seperti itu disertai rambut yang masih basah. Lelaki itu melepas kacamata yang biasanya ia gunakan, Sehun benar-benar terlihat sangat keren, dan tampan.

“Lalu apakah itu keluargamu? Anak kecil itu benar-benar mirip dengan Lu-” kalimat Yoona terputus ketika ia sadar, jika yang melakukan ini semua padanya adalah Oh Luhan. Bahkan menyebutkan namanya saja, Yoona tidak sanggup.

“Bukan, mereka bukan keluargaku, mereka adalah-pembantu. Dan lelaki itu bukan pengecut itu, ayahku dan Hyungku telah mati sejak aku kecil.” bohong Sehun dengan mata sayupnya.

Gadis itu mengangguk, kemudian ia menatap pancaran dari kedua mata Sehun. ada amarah dalam tatapan matanya, juga ada kesedihan mendalam.

“Yoona…” panggil Sehun.

“Aku tidak apa-apa Sehun-ah, selama kau ada disisiku. Aku baik-baik saja,” ujar Yoona dengan senyum yang sangat terlihat dipaksakan.

##Broken Of Life##

“Apa yang telah kau perbuat Oh Luhan?”

Suara itu terdengar kaku, dengan intonasi yang penuh penekanan di setiap suku katanya. Seolah kalimat tersebut mengandung amarah yang mendalam, dan kekecewaan yang luar biasa di setiap katanya.

Suasana tegang tercipta dari ruang tamu tersebut, seorang lelaki paruh baya duduk di sofa cokelat mereka dengan wajah angkuhnya dengan tatapan tajam seolah siap menguliti seorang lelaki yang kini berdiri menatapnya dengan takut,

Tuan Oh mengetahui apa yang telah dilakukan putra sulungnya.dengan kekayaan dan uang yang dimilikinya, tentu ia mampu memantau anak kesayangannya itu dari manapun dan sampai kapanpun. Lelaki berkepala empat itu mengusap wajah tuanya dengan kasar, karena sang anak tidak mau menjawabnya.

“Siapa yang telah kau tiduri Oh Luhan? Dan kenapa kau berkelahi dengan anak yang tidak punya otak itu?” tanya ayahnya sekali lagi.

Luhan mendesah pelan, kemudian ia memasang wajah palsunya. “Im Yoona,” jawab Luhan sekenanya.

Tatapan Tuan Oh menajam, “Im Yoona? cucu dari Im Jin Hyeong? Putri dari pemilik sekolahmu itu?” tanya Tuan Oh dan dibalas anggukan oleh Luhan.

“Apa kedua orang tuanya telah tau dengan perbuatan busukmu itu?” tanya Tuan Oh dan dibalas gelengan oleh putranya.

Senyum misterius tercipta dari bibir Tuan Oh, rencana licik muncul dari otaknya. Ia menatap Luhan dengan wajah yang tak bisa diartikan, dan putranya itu tau jika ayahnya akan membuat rencana dan strategi untuk keegoisan Tuan Oh sendiri.

“Kau akan menikah dengan Im Yoona, aku akan segera menghubungi Im Jinhyeong. Dan kau tidak perlu khawatir jika semua orang tau perlakuan busukmu itu, karena aku akan memanfaatkan anak bodoh itu.”

Luhan terkejut, “A-Apa? Menikah?”

##Broken Of Life##

Seorang lelaki duduk di sofa  hijau yang sudah terlihat usang namun masih layak dipakai. Ia menatap seorang wanita yang masih menggunakan baju sekolahnya yang tidak layak pakai. Ada sedikit robekan kain di lengannya, Sehun benar-benar muak melihat penampilannya.

“Yoona-sshi, ganti… bisa ganti baju, milik eomma… di coklat…lemari itu,” ujar Sehun.

Gadis itu berdiri tanpa mengucap satu katapun. Kemudian ia melangkah menuju sebuah ruangan dengan satu tempat tidur dan satu lemari tua berwarna coklat mencolok, Yoona segera membuka lemari itu dan mengambil baju kaus dan celana panjangnya.

Yoona menatap baju sekolah yang mengingatkannya pada sebuah kejadian yang benar-benar ia benci, setelah ia memakai baju kaus dan celana tersebut, ia menggeram mengingat semua lintasan memori di kepalanya.

Bagaimana lelaki yang sangat ia benci, menciumnya, menyentuh tubuhnya, menjilat kulitnya.

Dan menginjak harga dirinya.

Yoona mengambil kemeja itu dan merobeknya, gadis bermata rusa itu menangis sesenggukan. Menginjak kemeja itu hingga debu lantai mengotorinya, ia tidak bisa melupakan kejadian itu. Yoona kembali merobek kemeja putih itu hingga susunan benang itu terlepas satu sama lain.

“Yoona!”

Sehun datang  dan segera memeluk gadis itu, ia memeluk Yoona berharap gadis itu meredamkan tangisannya didadanya. Air mata Yoona jatuh lebih deras dari sebelumnya, wajahnya memerah, juga hidungnya. Kedua mata rusanya masih sama, masih sembab akibat terlalu banyak menangis.

Yoona menangis dengan kencang, hingga Sehun benar-benar tidak tau apa yang harus ia lakukan. Ia menatap wajah yang masih tetap terlihat cantik dimatanya, Sehun mencoba menghapus air mata berlian itu dengan ibu jarinya.

Chu~

Sehun tidak tau apa yang telah ia lakukan, lelaki itu mencium Yoona, menempelkan bibir tipisnya ke bibir cherry milik Yoona. sehun berharap jika Yoona bisa berhenti menangis, karena tangisan itu juga menyayat hati milik Sehun.

Tes!

Setitik air mata yang berusaha Sehun tahan, jatuh dari pelupuknya. Sehun menangis dalam ciuman itu, ciuman sederhana yang hanya mampu dimengerti oleh keduanya. Ada cinta yang sangat mendalam dan tulus, namun mereka berdua benar-benar tak mengerti akan hadirnya sebuah cinta itu.

Sehun melepas pagutannya, dan menatap Yoona dengan dalam. “Yoona tidur, sudah malam, harus tidur.” Ujar Sehun.

Yoona berbaring di kasur single size itu, namun ketika Sehun hendak beranjak. Yoona menahannya dan meminta Sehun agar terus berada disampingnya, Sehun duduk dilantai dan menaruh kepalanya di pinggiran kasur. Tangannya masih menggenggam tangan Yoona,

Sehun menatap wajah Yoona yang kini tengah memjamkan matanya. Ia menatap pahatan indah buatan Tuhan.

‘Aku hanyalah seorang Oh Sehun yang miskin, yang tidak mempunyai sejuta emas untukmu.’

‘Aku hanyalah Oh Sehun, seorang penderita savant syndrome yang tidak akan pernah bisa sembuh dengan teknologi.’

‘Aku bukanlah orang yang normal, bukan seseorang yang bisa memberimu kebahagiaan dunia.’

‘Tapi, Aku Oh Sehun dengan segala kekurangan yang ada dan mencintai Yoona seluas samudra dan seisi jagad raya dengan sepenuh hatiku’ batin Sehun.

Ia berdiri dan mencium kening Yoona dengan pelan berharap tidak membangunkan sang putri. Sehun mungkin adalah seorang ‘Beast’ yang mencintai seorang Belle. Sehun adalah monster yang mencintai seorang putri raja. Namun ia yakin jika cerita cintanya berbeda dengan Beauty and The Beast.

Karena Yoona dan Sehun sangat mencintai kekurangan satu sama lain.

##Broken Of Life##

Seorang lelaki terduduk di kamarnya dan menghadap sebuah cermin, ia menatap pantulan dirinya yang seolah menertawakannya. Menertawakan semua kebodohan yang telah ia lakukan, lelaki itu mengacak rambutnya frustasi, terlihat bila wajahnya memerah menahan amarah

Deringan ponsel membuyarkannya, ada sebuah pesan masuk dalam handphone-nya. Ketika ia membukanya, ia semakin runtuh.

‘Aku hamil Luhan-ah’ – Seohyun

Luhan merasa jika ajal menjemputnya, ia telah menghancurkan dua kehidupan.

“Apa yang kau tanam, itulah yang kau tuai” peribahasa yang sangat cocok untuknya. Bila kau menanam kejahatan, maka kejahatan juga yang akan kau dapat. Sama seperti Luhan, dan kini ia benar-benar menyesal dan akan selalu menyesal.

END/TBC

“Dunia ini sudah tua. Manusia sudah kehilangan akal, perilaku mereka bahkan bisa jauh lebih buruk dari pada hewan. Tata krama hanyalah bualan saat ini, jaga diri kalian dari kegilaan dunia ini.” – AlienGator02’s message.

Hai, author kembali. Setelah setengah tahun lebih beberapa bulan😀 karena author sibuk dengan pernikahan author dengan Jung Chanwoo sama pertunangan author sama Shawn mendez #PLAAKK *becanda.

Well, kali ini author mohon maaf sebesar-besarnya karena author mengambil tema yang agak mainstream. Tentang kejamnya dunia, :v Author benar-benar kecewa, bahkan sangat kecewa dengan semua kasus yang terjadi belakangan ini. Mati karena sianida, anak pulang ngaji diperkosa, anak kecil yang nyatanya bersalah dilindungi, penghina dasar negara dijadikan duta, penghina hukum dijadikan duta narkoba. Indonesia apa kabar coba?

Dan untuk kali ini dengan bahagia author akan menghentikan ff Dark ELF and My Life, karena pesan yang terkandung tidak jelas dan author membuat jalan cerita seakan makhluk dibuat oleh Sehun –dicerita- terlebih sifat Dark elf tersebut yang nggak jelas dan benar-benar nggak patut ditiru. Dan dicerita gajel itu semua makhluk fantasy author seolah takut dan tunduk pada Dark elf, terlebih dunia gajel scotland.

TAKE THE POSSITIVE SCENE, PLEASE!!!

Thankyou!!! I’m sorry to say anything about Indonesian’s problem.

Mau dilanjut? Comment please,

34 thoughts on “(Freelance) Series Don’t Call Me Idiot : Broken

  1. anjaaasss kesel sama Luhan yang udah ngambil sesuatu yang berharga dari Yoona, kalo misalkan Sehun sembuh terus ngelamar Yoona, masa iya Sehun dikasih yang bekas😒
    tolong satukan YoonHun dong thor, kasian sama Sehun yang udah menderita selama ini 😂
    Tolong Tn.Oh nya di tenggelamkan thorr!!! benci banget sama tuh pak tua, pasti rencana nya licik banget.
    ahh Yoona nya, pacaran aja kek sama Sehun. toh Yoona nya gk perduli ini sama dunia sekitar, buktinya dia mau di cium idiot ganteng cem Sehun. Duhhh greget seriusan sama moment mereka thor 😳

    kepanjangan ahh, pokoknya next yaa thor, jangan membuat penantianku sia sia dengan di ‘stop’ kaya Dark Elf yaa.. luphyu thor 😘

  2. “Tapi, Aku Oh Sehun dengan segala kekurangan yang ada dan mencintai Yoona seluas samudra dan seisi jagad raya dengan sepenuh hatiku” aihhhh katakata yang itu menancap sangat dihati😂 luhan have a new problem, seo hamil yampun. Di ff ini terlihat banget gimana kejam nya dunia ya. Berharap dunia yang lebih baik lah. Btw keep writing author

  3. Wuahh sedih 🙎
    Bapaknya sehun jahat banget, masak mau limpahin ke sehun 🙎 😭
    Itu sehun kalo emosian atau marah ngomongnya jadi lancar ya?
    Good job thor 😊. Ditunggu series nya 😊

  4. Woooowww! Keren!!! Anyway, mau nanya thor, itu yg pas mereka pd hang out di cafe tempat sehun kerja, kok geng chanyeol brg geng luhan sih? Trs suka bingung tbtb ada seohyun, tbtb tau luhan sama yoona pacaran hehe:< but, overall its a great fanfic!! Ditunggu next series nyaaa!

  5. lanjuuuut,soalnya masih gereget knpa sehun kaya susah buat ada bantuan. dan aku pikir bapaknya sehun manfaatin si sehun lagi biar malah sehun kliatan bersalaaah buka luhan.aaaah gemes. Omg. Seraaam dan yaaa seakan seram buka mata buat melihat dunia pun *eaaa. Oke di tunggu selanjutnya

  6. Lanjut thor, gua masih penasaran sama kelanjutannya. Update nya lebih fepat dong thor, supaya gak lupa sama jalan ceritanya😊😊

  7. Sehun tiba” lancar ngomong ye pas marah..
    Anyway aku udah lumutan bangetttt nungguin ff ini
    Itu si bapaknya luhan sehun mau ngawinin luhan sama yoona demi bisnis ye
    Ah susah emang
    Next chapterr jangan lama lama ya

  8. Apa yang direncanain ma ayah luhan, , , jangan bilang bakal nikahin yoona ma luhan, , , klo yoona ma sehun sihh gak apa2 wkwk
    seohyun hamio wahh pasti masalah besar lagi

  9. Athor daebak…. bener2 suka ffnya emang ada pesan moralnya..😂😂 lanjut thor… bagus mau yoona bersatu sama sehun dan yg jahat pada hamcur… yah ff dark elf ga dilanjutin lagi padahal kan bagus iyah emang ga ada manfaatnya tapi buat hiburan ga apa2 lah..😂😂😂 hehehhe… semangat thor..

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s