(Freelance) Korean Snipper : Who Are You?

Korean Snipper copy

Korean Snipper : Who Are You?

Author : AlienGator02

Main Cast : Im Yoona, Oh Sehun, Park Chanyeol ll  Other Cast : Find it by your self ll Genre :  Action, Life, Crime, ll Length : Chaptered ll Rating : PG+15 ll Disclaimer : This story is pure my idea. Got some inspiration from ‘American snipers’

A/n : Please Keep RCL!

Happy Reading


~~Who Are You?~~

Sinar mentari keluar dengan sangat besar, bahkan sudut bias cahaya yang masuk melalui kaca seolah tidak bisa dibelokkan kearah yang lain. Seorang wanita menghela nafas dari bibir mungilnya. Ia mengusap peluh yang mengalir di dahi cantiknya, ia bisa menyentuh rambut poninya yang basah karena keringat.

Kedua iris madunya menatap sebuah nampan yang berisi minuman berwarna orange yang mungkin terasa menyegarkan apabila masuk di tenggorokanya, kemudian ia mengambil nampan tersebut dan membawanya bersama langkah panjangnya.

Gadis itu mendesah dalam diam, ia harus rela menahan tenggorokannya yang kering karena banyaknya pengunjung yang datang siang ini. ‘Cuaca yang menyebalkan’ pikirnya. Bahkan waktu untuk meminum segelas air putih terasa sulit untuk dilakukan.

Ia kembali menatap orange juice di tangannya, beribu sayang minuman yang bisa menyiram tenggorokan panas tersebut bukan untuknya. Melainkan seorang lelaki yang duduk di kursi pelanggan itu. wanita bermata rusa yang tak lain adalah Yoona menyodorkan minuman tersebut.

Yoona membungkuk dan menampilkan senyum manis yang biasa ia gunakan ketika puluhan orang masuk dan memesan minuman ataupun makanan di café tempatnya  bekerja.

“Kau bisa duduk nona,” ujar lelaki itu tanpa memandang Yoona sedikitpun.

Wanita bernama Yoona itu memutar kedua bola matanya kesal,lalu ia mendudukkan tubuhnya di kursi coklat. Ia segera menyerobot minuman yang telah terhidang di meja tak peduli jika sang pemesan menatapnya aneh, Yoona menghapus sisa air jeruk yang membasahi bibirnya.

Yoona menatap lelaki berseragam sekolah dengan masker yang menutupi sebagian wajah tampannya, “Tidak biasanya kau kesini, Tuan Oh.” Sindir Yoona.

Lelaki yang tak lain adalah Sehun memutar kedua bola matanya kesal, “Bisakah kau tutup mulutmu Nona? Akan sangat membahayakan jika semua orang mendengar percakapan kita.”

Yoona mendengus kesal, lalu ia mendesah tertahankan. Yoona benar-benar tidak mengerti dengan kekasihnya yang satu ini. Hari ini kekasihnya menggunakan baju seragam sekolah, kemarin lusa kekasihnya itu menggunakan baju layaknya bos dari perusahaan terkenal. Yoona tidak tau apa yang  akan dipakai Sehun besok, atau mungkin lusa.

Wanita itu menatap lelaki berahang tegas yang sangat ia rindukan. Sehun sama sekali tidak pernah mau berbicara banyak pada Yoona, bahkan mengatakan kalimat ‘Aku mencintaimu’ bisa dihitung dalam waktu dua tahun mereka berpacaran.

Sehun bangkit dari duduknya, ia menaruh beberapa lembar won tepat diatas nampan milik Yoona. “Jaga dirimu,” ujarnya sambil berlalu meninggalkan Yoona sendiri.

Yoona menatap kepergian Sehun dengan sedih. Rasa sesak kembali menjalar didadanya. Wanita itu menghela nafas perih, selalu saja seperti itu. Sehun hanya akan mengunjungi Yoona selama beberapa detik, lalu lelaki itu akan hilang bagaikan ditelan oleh angin.

Sebuah pesan masuk dalam ponselnya hingga membuatnya tersadar dari lamunan. Ia menatap ponselnya, sebuah nomor yang tidak dikenalinya. Namun Yoona sudah bisa menebak siapa pengirim pesan itu,

‘Bisakah kau membuang tampang menjijikkanmu itu? Aku mencintaimu.’

Yoona tersenyum tipis ketika membaca pesan itu lalu ia mengalihkan pandangannya pada kaca bening disampingnya. Lelaki yang berstatus sebagai kekasihnya itu berjalan membelakanginya. Bahkan sampai ia berumur dua puluh dua tahun, Yoona tidak pernah tau apa pekerjaan Sehun. namun Yoona menduga jika kekasihnya yang satu itu seorang detektif atau mungkin polisi.

“Kali ini siapa lagi yang datang Yoong?”

Yoona menatap wanita yang seumuran dengannya. Tepatnya sahabatnya yang satu ini masih belum tau jika Yoona telah bertemu kekasihnya. Yuri duduk tepat didepan Yoona, wanita berkulit tan itu menaruh nampan yang berisi gelas bekas minuman diatas meja.

Yoona tersenyum tipis mendengar pertanyaan Yuri, “Dia sepupuku,” bohong Yoona.

Yuri menatap sahabatnya itu dengan tatapan curiga, ayolah Yuri bukanlah orang yang bodoh yang bisa dibohongi. Lelaki yang tadi berseragam sekolah sama dengan lelaki yang berpakaian layaknya pengusaha kemarin dan sebelumnya.

“Kenapa kau menyembunyikannya dariku? Aku bukanlah orang yang buta ketika seseorang yang berganti pakaian setiap harinya datang kesini dengan tampilan yang berbeda. Dia kekasihmu bukan?” tuduh Yuri.

Yoona tercekat dengan ucapan Yuri. Wanita itu mencoba menetralisir rasa kegugupan yang ada di dirinya, “Andaikan jika ia kekasihku Yul, sayangnya dia hanya sepupuku.” Bohong Yoona lagi.

Yuri mengendikan bahunya acuh, yang jelas ia yakin jika lelaki itu ada hubungannya dengan Yoona.

~~Who Are You?~~

 

Seorang lelaki keluar dari apartement miliknya. Baju yang semula seperti anak sekolah kini berganti dengan pakaian tentara. Yakni pakaian khas coreng hijau yang dipadukan dengan coklat dan hitam. Lelaki berwajah angkuh itu berjalan keluar dari apartementnya secepat mungkin, bahkan langkahnya hampir dikatakan lari.

Buru-buru ia masuk ke dalam mobil van hitam yang sudah menunggu didepan lobi. Kali ini, ia mendapat tugas darurat yang harus diselesaikan secepatnya. Lelaki yang tak lain adalah Sehun menatap seorang lelaki yang berada di kemudi supir.

“Apakah kita akan membunuhnya sekarang?” tanya Sehun.

Lelaki disampingnya itu mengangguk, lalu ia berbicara tanpa menoleh kearah Sehun sedikitpun. “Dia seorang koruptor yang telah mencuri kas negara.” Jawab lelaki bernama Luhan.

Sehun mendengar kalimat yang dilontarkan oleh rekannya itu. tak sadar, tangannya mengepal dan buku-buku jarinya memutih. Lelaki bermarga Oh itu mendesis, “Dia memang pantas mati.”

Kali ini Luhan yang seprofesi dengan Sehun tidak menyetujui apa yang dikatakan oleh Sehun. “Bukankah itu terlalu kejam? Kita juga harus membunuh keluarganya,” terang Luhan.

Sehun mengendikkan bahunya acuh, ia tidak setuju apa yang dikatakan oleh Luhan. Seharusnya seorang koruptor memang pantas mati. “Membunuh keluarga seorang koruptor? Kenapa tidak?” tutur Sehun.

Luhan memutar kedua bola matanya kesal. Ia memang setuju jika Sehun benar-benar tidak punya hati. Rekan yang satunya ini memang layak di panggil ‘Monster Killer’. Ribuan manusia mati ditangan Sehun, lelaki itu tidak peduli jika ada anak kecil yang akan ia bunuh.

Luhan mengakui, jika Sehun sangat profesional dalam pekerjaannya yang satu ini. Memang pantas jika Sehun sangat dicintai oleh atasannya. Semua pekerjaan yang diterima oleh Sehun selalu berakhir dengan sangat baik. Tidak seperti Luhan, kadang lelaki itu masih menggunakan perasaan ketika ia akan menembak seseorang dengan pelurunya.

Jalanan basah daerah Apgeujong mereka lalui, terlihat jika hujan baru saja jatuh mengenai bumi. Mobil yang dikendarai oleh Luhan memelan, seolah tidak sanggup untuk membunuh satu sanak keluarga yang mungkin tidak bersalah.

Snipper

Pekerjaan yang dianggap haram oleh semua manusia, lebih kasarnya pembunuh bayaran. Bukankah keduanya digaji oleh pemerintah? Belasan, puluhan bahkan ratusan orang pernah bertemu dengan senapan besar mereka. Terkadang bom yang bahkan bisa menghancurkan bumi bisa mereka ledakkan.

Mereka disebut tidak punya hati, namun nyatanya jauh dalam hati mereka masih ada sisa-sisa nurani manusia. mereka membunuh satu orang hanya untuk menyelamatkan nasib jutaan orang. Seperti contoh, mereka harus rela membunuh saudara mereka sendiri yang memang bersalah.

Bukankah lebih baik satu orang mati dibandingkan jutaan orang yang terkena dampak dari satu orang tersebut?

~~Who Are You?~~

 

Lonceng yang menempel di atas pintu café itu berbunyi menandakan jika seorang pelanggan masuk.

“Selamat datang di café kami.” Seorang wanita berkulit tan membungkuk sebagai tanda ucapan terima kasih. Namun setelah itu ia menampilkan senyuman lebarnya ketika melihat seorang lelaki dengan wajah cerahnya memasuki café itu.

Lelaki berpostur tinggi itu tersenyum membalas senyuman Yuri. Lalu ia mengacak rambut wanita berkulit tan itu, “Bagaimana kabarmu Yul?” tanya lelaki yang tak lain adalah Chanyeol.

Yuri mengangguk mengartikan jika ia tengah baik-baik saja, ia mengajak lelaki yang berstatus sebagai sepupunya itu duduk di kursi kosong. Wanita itu bahagia karena sepupu yang sudah  lama tidak bertemu dengannya itu akhirnya menampakkan hidungnya.

“Sudah lama kau tidak datang ditempat ini.” Ujar Yuri.

Chanyeol mengangguk, café ini sudah dibangun semenjak ia menginjak bangku SMA. Ketika ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di tempat La pulga bermain kulit bundar. –Barcelona, Spain-

Dari bandara besar di incheon, lelaki itu langsung menuju tempat yang membuatnya bertemu dengan sepupunya dan juga seorang wanita bermata rusa. Yang tak lain adalah Yoona, sahabat Yuri semenjak kecil.

“Dimana Yoona?” tanya Chanyeol tiba-tiba.

Yuri memutar kedua bola matanya kesal. Ayolah siapa yang tidak kesal ketika saudaramu menanyakan orang lain dan bukan dirimu. Wanita berkulit tan itu tersenyum menyeringai dan mendapat tatapan aneh dari Chanyeol.

“Kenapa kau bertanya tentang Yoona? Kau menyukainya ’kan?” tuduh Yuri penuh selidik.

Chanyeol menghela nafas pelan. Memang sangat sulit berbohong pada sepupunya yang satu ini,ia mengendikan bahunya pelan ketika melihat Yuri yang menatapnya dengan penasaran.

“Chanyeol-ah, kau sudah datang rupanya.”

Suara itu, suara yang membuat jantung milik Chanyeol bergetar tiga kali lipat lebih cepat. Suara yang menyejukkan hatinya. lelaki bermarga Park itu menoleh melihat siluet yang sangat cantik. Chanyeol tersenyum tanpa sadar.

Yoona mendudukkan dirinya disamping Yuri. Wanita itu menatap Chanyeol yang tersenyum tipis kearahnya. Menurut Yoona, Chanyeol semakin tampan. Kulit yang bersih, senyuman yang tidak pernah hilang di wajah tampannya itu. tetap sama seperti yang dulu.

“Kau benar, bagaimana kabarmu Yoong?” tanya Chanyeol.

Yoona tersenyum tipis. “Aku baik-baik saja, seperti yang kau lihat.” Ujarnya,

Chanyeol menatap wajah yang ia akui sangat cantik. Ia setuju kenapa Yoona dipanggil primadona sekolah dulu. Lihat saja, wajah yang sangat cantik tanpa make up membuat Yoona terlihat seperti seorang dewi atau mungkin bidadari.

Bitnaneun geodeureun manha. Geu ane jinjjareul bwa bwa. Call me baby, Call me baby, Call me baby, Call me baby.

Suara deringan ponsel membuat ketiganya tersadar. Suara itu bukanlah deringan ponsel Yoona. melainkan lelaki yang duduk didepan Yuri maupun Yoona. Lelaki itu segera membuka ponselnya dan mengangkat telepon itu.

“Yeoboseyo.”

“…………”

“Mwo? bagaimana bisa terjadi? Dibunuh?”

Chanyeol menjatuhkan ponselnya dan menatap kedua sahabatnya itu dengan raut shock. Lelaki itu menjatuhkan dirinya ke lantai tidak peduli jika beberapa orang menatap Chanyeol bingung. Tanpa terasa aliran air mata jatuh mengenai pipinya.

Yuri yang melihat keadaan sepupunya itu terkejut luar biasa. Buru-buru ia mendekati Chanyeol dan bertanya, “Ada apa Chanyeol-ah?” tanya Yuri.

Chanyeol menatap Yuri dengan wajah melasnya. “Kakek… juga Youngmin,”

Yuri menatap Chanyeol kaget. Ada apa dengan kakek dan adik bungsunya? Yuri menatap Chanyeol meminta  penjelasan.

“Mereka dibunuh oleh aparat pemerintah.”

Tangan milik Yuri mengepal, ia memukul dada bidang Chanyeol dengan pelan lalu menangis tak tertahankan. “Kenapa? Kenapa mereka dibunuh? Tidak, kakek dan Youngmin tidak akan mati.” Ucap Yuri dengna penuh keyakinan.

Wanita bermarga Kwon itu segera meninggalkan café tersebut. Kali ini yang ada dipikirannya hanyalah adik bungsunya. Yaitu Kwon Youngmin, adik yang sangat di sayangi oleh Yuri. Dibelakangnya Chanyeol mengikuti langkah Yuri dan mengimbanginya. Keduanya berjalan menuju parkiran mobil dan pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun.

Yoona menatap kepergian mereka, ia tetap di café karena masih banyak pelanggan yang ada disana. Wanita bermata rusa itu hanya berdo’a agar sahabatnya yaitu Yuri dan Chanyeol mendapat ketabahan.

~~Who Are You?~~

 

Mobil itu sampai ke sebuah rumah megah yang ditempati oleh koruptor tersebut. Sehun dan Luhan segera mengenakan masker hitam untuk menutupi sebagian wajahnya. Keduanya keluar dari mobil tersebut.

Dua orang lelaki bertubuh tegap menghadang dirinya dan Luhan. Sehun tersenyum sinis ketika semakin banyak orang yang mengerubunginya. Sehun segera menarik pelatuknya dan mengarahkan pistol itu ke seorang lelaki bertubuh sangat besar dan berotot.

Dor!

Suara tembakan terdengar, Luhan segera menolehkan pandangannya pada Sehun. ini diluar prosedur, seorang penembak jitu hanya boleh membunuh target. Tidak dengan yang lain, Luhan segera mendekat kearah Sehun.

“Apa yang kau lakukan?!” bentak Luhan.

Sehun tidak mengindahkan apa yang dikatakan oleh Luhan. Kini pikirannya hanya terfokus pada sembilan body guard yang menghadangnya. Kepalan tangan mengenai perut Sehun, namun lelaki itu sama sekali tidak menjerit kesakitan.

Kedua iris hazelnya memerah. Sehun segera menyerang lelaki itu dengan bogem mentahnya. Empat orang bergidik melihat apa yang dilakukan oleh Sehun. namun semangat mereka untuk menghalangi Sehun dan Luhan tidak tergoyahkan.

Kali ini Sehun harus kembali tersungkur karena pukulan yang diarahkan ke wajahnya. Dengan wajah yang memerah menahan amarah Sehun mengarahkan pistolnya kearah body guard tersebut.

Dor!

Darah kembali menetes membasahi lantai pavling tersebut. Sehun segera menatap rekannya yang berhasil melumpuhkan tiga orang body guard. Sehun segera masuk ke rumah megah tersebut dan berjalan mengendap-endap.

Sehun memasang pendengarannya dengan sangat jeli. Hingga sebuah suara gelak tawa antara seorang lelaki dan anak kecil masuk ke indra pendengarannya. Sehun menyuruh Luhan untuk mendobrak pintu itu. Hingga terlihat seorang lelaki berumur empat puluh tahun memangku seorang putra kecil. Sehun mengarahkan pistolnya ke pria tersebut. Lalu ia mendekat dengan perlahan,

Pria paruh baya tersebut mengangkat kedua tangannya sebagai tanda menyerah. Tuan Kwon menyuruh cucunya untuk bersembunyi di sebuah bangku. Tuan Kwon menatap Sehun pasrah, “Apa yang akan kau lakukan?” tanya Tuan Kwon.

Sehun tersenyum sinis dibalik masker hitamnya, ia menekan pelatuk pistolnya dan mengarahkan pistol tersebut ke dada Tuan Kwon.

Dor!

Tuan Kwon tergeletak tak berdaya dengan darah yang terus mengalir dari balik jantungnya. Membuat seorang anak lelaki yang bersembunyi dibawah bangku tersebut menangis dalam diam ketika melihat sang kakek meninggal dengan mengenaskan.

Anak kecil tersebut menutup kedua telinganya dengan erat, ia tidak berani menatap darah yang keluar dari dada kakeknya. Anak lelaki tersebut menangis dan ketakutan, ia sama sekali tidak bergerak. Hingga sebuah sepatu hitam berdiri tepat didepannya.

Anak kecil yang bernama Young min itu menatap seorang lelaki dengan ketakutan. Tanpa sadar, ia mundur beberapa langkah ketika Sehun mengeratkan pegangannya di pistol tersebut.

“Ahjusshi… hikks… Kenapa kau membunuh kakek?” tanyanya dengan sesenggukan.

Sehun mendekat kearah Young min itu, lalu ia tersenyum tipis. “Kakekmu berbuat salah, begitu juga dengan kau! Kau juga andil dalam penggunaan uang korupsi itu!” balas Sehun.

“T-tapi Ahjusshi, Youngmin tidak nakal.” Balasnya.

Sehun menutup kedua matanya sejenak mendengar ucapan polos dari Youngmin. Lelaki itu terdiam, haruskah ia membunuh anak tidak berdosa ini? Tidak! Sehun harus tetap membunuhnya.

Dor!

Youngmin yang malang. Anak kecil itu harus tewas karena seorang Sehun yang menjalankan tugasnya. Anak malang itu meninggal di sudut meja itu dengan air mata yang masih membasahi pipi kecilnya. Youngmin sama sekali tidak tau kenapa ia dibunuh dan apa salahnya.

Sehun meneteskan air matanya ketika melihat anak kecil yang tewas tersebut. “Maafkan aku,” batinnya.

~~Who Are You?~~

 

Seorang lelaki membasahi tangannya yang berlumuran akan darah. Air yang jernih mampu menghilangkan warna darah yang ada. Namun tidak dengan aroma darah yang masih setia menempel dikulit milik Sehun.

Lelaki itu mengambil sabun dan mencuci tangannya dengan bersih. Setelah itu ia mengambil pakaian ganti yang ada di tas ransel hitam miliknya. Sebuah kemeja hitam dan celana panjang. Sehun segera masuk ke ruang ganti untuk mengganti pakaian tentaranya dengan baju tersebut.

Selepas itu ia keluar dari ruang ganti tersebut dan menatap rekannya yang sedang mencuci tangannya. Sehun mendekat ke sampingnya lalu ia bercermin dan mengenakan kumis tebal palsunya. “Tidak ada pekerjaan lagi untuk empat hari kedepan ‘kan?” tanya Sehun.

Lelaki disamping Sehun yang berwajah innocent itu tersenyum tipis, “Sepertinya kau sangat senang mendapat liburan itu. tapi, bukankah minggu depan kita ke perbatasan?”

Sehun mengangguk mendengar pertanyaan Luhan. Ia menatap pantulan dirinya ke cermin, “Apakah aku masih terlihat Oh Sehun?” tanya Sehun pada Luhan.

Luhan menghentikan aliran air yang membasahi tangannya. Lalu ia mengangin-anginkannya, kedua matanya menatap penampilan Sehun yang cukup berubah. “Sedikit, lain kali kau harus meniru apa yang ku lakukan ketika melakukan sebuah penyamaran.” Jawab Luhan sekenanya,

Sehun menatap Luhan, “Apa yang kau lakukan?”

“Menjadi pemulung.”

Gelak tawa keluar dari bibir Sehun ketika ia mendengar apa yang diucapkan oleh Luhan. Namun ia menatap tajam Luhan kemudian, dan merubah ekspresi yang sangat menyebalkan bagi Luhan. “Kau tau, leluconmu sama sekali tidak lucu.”

Lelaki berkulit putih itu memutar kedua bola matanya kesal. Menurut Luhan, rekannya yang satu ini memang sangat sulit untuk diajak bercanda. Luhan tidak tau jika ada seorang manusia yang terbuat dari es batu seperti Sehun.

Luhan hanya menghela nafas pelan ketika Sehun meninggalkan dirinya tanpa mengucapkan sepatah katapun.

~~Who Are You?~~

 

Seorang wanita dengan pakaian tebalnya berjalan sendiri menyusuri dinginnya malam. Nafasnya menguar di udara karena tak tahan dengan suhu malam. wanita yang tak lain adalah Yoona mengusap tengkuknya yang terasa aneh.

Yoona merasa jika ada seseorang yang mengikutinya, wanita itu menoleh kebelakang dan melihat seorang lelaki dengan tampang yang cukup menyeramkan berdiri di belakangnya. Tanpa ia sadari, Yoona mempercepat langkahnya menuju apartementnya. Hari ini Yoona memang pulang terlambat karena dari tadi siang hanya ia sendiri yang mengurus café milik Yuri.

Drrrtt~ Drrtt

Wanita itu mengambil ponselnya dibalik saku jaketnya. Lagi-lagi nomor yang tidak dikenal masuk ke teleponnya. Wanita itu sudah bisa menebak jika Sehun-lah yang mengirim pesan. Yoona menggeleng, ia tidak tau berapa banyak kartu SIM yang dimiliki Sehun. Setiap Sehun mengirim pesan pada Yoona, deretan angka itu selalu berganti.

Kau tidak perlu takut, aku yang ada dibelakangmu. Ingat, tetap jaga jarak.

Yoona tersenyum, ia pikir malam ini Sehun tidak akan mengunjunginya. Biasanya lelaki itu hanya mengunjungi Yoona tiga hari sekali, bahkan mereka pernah tidak saling berhubungan selama satu bulan penuh. Itu semua karena Sehun yang meminta Yoona untuk tidak menghubunginya sama sekali.

Wanita itu menghela nafas pelan. Terkadang ia merasa  lelah menjalin hubungan dengan Sehun, sebut saja Yoona sering disindir ‘No bargain’ oleh teman-temannya karena ia dianggap tidak pernah punya teman kencan. Sehun tidak pernah mempunyai waktu luang untuk Yoona. bahkan sekedar ‘kencan sesaat’ mereka tidak pernah.

Padahal berulang kali Yoona sering mengucapkan jika ia sudah memiliki kekasih, tapi teman-temannya tidak percaya dengan hal itu.

Yoona menatap pemandangan diatas langit, ia melihat langit yang berwarna kelam mungkin sama seperti hatinya, “Kapan kita akan terus seperti ini Sehun? Apa benar namamu Sehun? siapa kau? Apa makanan favoritmu? Apa hobimu? Siapa keluargamu? Walaupun kita berpacaran, kita seolah tidak mengenal satu sama lain,” batinnya dalam diam.

Yoona sudah sampai di apartementnya. ia menekan tombol password apartementnya dan masuk ke dalam tanpa menoleh kearah Sehun yang berada jauh dibelakangnya. Wanita itu melepas jaket tebalnya dan membuangnya sembarang arah, lalu ia merebahkan tubuhnya di sofa biru tersebut.

CKLEK.

Sudah ditebak.

Seorang lelaki dengan kumis tebal juga kemeja hitam masuk ke apartemen Yoona tanpa ijin. Wanita itu hanya menghela nafas ketika lelaki itu melepas kumis palsunya. Tidak seperti biasanya, Yoona selalu tertawa keras ketika melihat penampilan aneh Sehun dan terus menggoda lelaki itu,

Sehun duduk disamping Yoona. kekasihnya itu terlihat murung, Sehun menangkup kedua pipi Yoona. lalu ia mencium bibir Cherry itu sekilas. “Waeyo Yoong? Kenapa kau murung?”

Yoona tidak menjawab pertanyaan Sehun. ia segera memeluk lelaki yang berpostur jangkung itu. entahlah, hari ini Yoona sama sekali malas untuk berbicara pada siapapun. Moodnya sangat buruk.

Lelaki itu tersenyum tipis dan membalas pelukan Yoona. Sehun mengusap rambut Yoona dengan penuh kasih sayang, ia tidak mau kehilangan kekasihnya yang satu ini. Karena menurut Sehun, Yoona adalah segalanya baginya. Bahkan Sehun rela mati hanya untuk Yoona.

“Kau tau, hari ini kakek Yul eonni dan adik bungsunya meninggal. Aku tidak tega melihat wajah sedihnya, dia pasti merasa sangat kehilangan.” Ujar Yoona.

Sehun melepas pelukannya dan menatap Yoona, lalu ia mengelus wajah pujaannya itu. “Apa ia sakit? Atau mungkin kecelakaan?” Tanya Sehun.

Yoona menggeleng, “Mereka dibunuh-oleh pembunuh pemerintah, kakek Kwon dituduh menggelapkan dana. Aku tidak tau apa sebenarnya yang terjadi, tapi Kakek Kwon adalah orang yang sangat baik padaku.”

Deg!

Jantung milik Sehun seolah berhenti disaat itu juga, ia sadar jika seorang pria paruh baya dan anak kecil tadi adalah keluarga dari sahabat Yoona. dan keduanya merupakan orang penting bagi Yoona.

“Bagaimana jika kakek itu memang bersalah? Kupikir dia pantas menerimanya.” Ucap Sehun spontan.

Yoona menatap Sehun kaget, “Apa kau bilang? Bagaimana kau tau jika Kakek Kwon yang salah? Bagaimana jika seseorang melakukan sabotase? Lalu jika kakek memang salah, kenapa mereka harus membunuh Youngmin? Kenapa? kenapa Youngmin?” cerca Yoona tak setuju.

Sehun  melingkarkan kedua tangannya di pinggang Yoona. ia mendekatkan bibirnya ke bibir Yoona lalu mengecupnya pelan. “Kita tidak perlu membahas itu,” ujar Sehun.

Sehun menempatkan kepalanya di paha Yoona. ia sangat suka tidur dipaha Yoona. tangan Sehun menggenggam tangan Yoona dan menciumnya.

Gadis itu tersenyum melihat tingkah Sehun yang tidak pernah berubah. Yoona mengusap rambut Sehun dengan penuh kasih sayang. Ia tidak bisa menahan senyumnya ketika Sehun menutup kedua matanya. Yoona sama sekali tidak mengerti kenapa ia bisa jatuh ke pelukan Sehun.

Sehun amat misterius, keras kepala dan sangat sulit ditebak. Tapi terkadang tingkahnya juga kekanak-kanakan, Sehun selalu merengek seperti anak kecil ketika disampingnya. Terkadang lelaki itu betah tidak berbicara pada Yoona selama satu hari penuh ketika Sehun marah padanya,

Namun satu hal yang paling dibenci oleh Yoona. sikap posesif Sehun dan juga sifat tertutupnya.

“Sehun-ah, bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanya Yoona hati-hati.

Sehun berdehem pelan tanda jika ia mengjinkan Yoona bertanya padanya.

“Kenapa kau selalu bersikap tertutup padaku? Diluar kau selalu melarangku untuk menemuimu dan berbicara padamu, kenapa? Sebenarnya apa pekerjaanmu? Apakah kau seorang jaksa? Hakim? Polisi? Atau tentara?” tanya Yoona bertubi-tubi sebenarnya ia menebak pekerjaan Sehun karena apa yang dilakukan oleh Sehun mirip dengan tokoh drama yang selalu ditontonnya.

Sehun terdiam dalam tidurnya, ia sangat bingung apa yang harus ia katakan pada Yoona. “Aku– Aku adalah seorang pembunuh, kasarnya pembunuh bayaran.” ujar Sehun pelan.

Yoona tercekat mendengar kalimat yang dilontarkan oleh Sehun. dadanya  terasa sangat sesak, jadi selama dua tahun ini Yoona mencintai seorang pembunuh?

Sehun masih menutup kedua matanya, namun ia bisa membayangkan jika Yoona kaget mendengar apa yang ia katakan. “Aku yang membunuh Tuan Kwon dan anak kecil itu, tapi itulah tugasku.” Ujar Sehun tanpa membuka matanya, ia takut jika melihat reaksi itu

“Mianhae, katakan itu pada Yuri.” Lanjut Sehun.

Yoona tidak bisa berkata apapun, bahkan bernafas sangat sulit untuknya. “J-Jadi, apakah kau akan membunuhku juga?”

Gelak tawa terdengar di telinga Yoona. wajah Sehun yang semula penuh penyesalan yang mendalam kini tergantikan dengan wajah yang sangat menyebalkan menurut Yoona. gelak tawa itu penuh sindiran atas kebodohannya.

Sehun bangkit dari tidurnya, lalu ia membisikkan kalimat tepat di telinga Yoona. “Aku akan  membunuh cintamu.”

Yoona memukul lengan Sehun keras hingga lelaki itu mengaduh kesakitan. Gadis itu menatap Sehun tajam, “Aku benar-benar membencimu!” bentak Yoona.

Sehun tersenyum bahagia, namun tidak dengan hatinya. ia mencoba mengeluarkan senyum palsunya, “Sayangnya aku harus mencintaimu.” Ujar Sehun menggoda.

Lelaki itu memeluk Yoona dengan erat, ia tidak peduli dengan apapun yang akan terjadi selanjutnya. yang jelas, Sehun mencintai Yoona. bahkan sangat, ia tidak mau Yoona mengetahui pekerjaannya lalu meninggalkannya sendiri.

Karena Yoona adalah heroine bagi Sehun. sebuat obat depresan yang mampu menenangkan hatinya yang kacau dan beku.

TBC/END

Haiiiiiiii Author balik lagi dengan ff baru, well seperti yang telah author kasih tau kalau Dark Elf terpaksa dihentikan. Kini author ganti dengan ‘Korean Snipper’ kalian ada yang pernah baca teaser ff author yang judulnya ‘I Am The Snipper’???? author ganti judul karena author lebih nyaman dengan series berkepanjangan seperti Don’t Call Me Idiot yang entah kapan endingnya.

Nggak tau aja, dibanding chapter author lebih suka model ff begini jadi kayak series gitu. Karena ceritanya satu tema dan itu nggak susah buatnya, maksud author lebih mudah dibanding ff berchapter. Kan disini temanya atau intinya cuma pada penjelasan siapa dan bagaimana pekerjaan Sehun dan hubungan Sehun-Yoona. udah itu aja,😄 jadi nggak belibet sama pokok.

Disini author pengen jelasin lebih ke bagaimana perasaan Algojo/Snipper/Pembunuh Bayaran ketika mereka harus membunuh manusia? dan untuk series selanjutnya, mungkin agak mainstream karena author ambil tema atas banyaknya kasus pelecehan di negara kita.

Di series tersebut, author hanya akan menjelaskan bagaimana seorang Sehun dengan kejinya membunuh tepatnya menghukum empat belas orang yang telah melakukan pelecehan pada anak berusia empat belas tahun, tau kasusnya kan???

Seperti sebelumnya, TAKE THE POSSITIVE PLEASE!!!!!!

Ingat! KEEP RCL!! Wajib dan Wajib!! Just Wait for the next series!!!!

26 thoughts on “(Freelance) Korean Snipper : Who Are You?

  1. sumpahh keren bangettt
    mau punya pacar kaya sehun, dingin diluar, tapi bikin melting di dalem 😳
    next ya thorr, don’t call me idiot nya juga jangan lupa di next 😂

    hwaiting 💪

  2. TBC!!!!
    Wah thoor ini keren sumpaah degdegannya ada romancenya ada, jadiii please lah lanjutkan! Lanjutkan!lanjutkan! Haha jangan lama lama ya thor😅 semangaaat!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s