(Freelance) Ficlet : Music and Me

Music and me

Music And Me

Author : AlienGator02

Main Cast : Im Yoona, Park Chanyeol,

Other Cast : Find it by Your self

Genre : Marriage life

Length : Ficlet

Rating : PG+17

Disclaimer : This story is pure my idea.

A/n : I don’t coerce you to leave the comment.

Warning : Italic adalah note dari Chanyeol.

Happy Reading

**~~**~~**

 

Sinar rembulan putih yang datang mulai menghampiri Wanita yang sedang tertidur pulas tanpa sehelai benang apapun. cahaya itu masuk melalui celah jendela yang masih tertutupi oleh gorden besar berwarna merah muda itu.

 

Wanita cantik itu  membuka mata rusanya dengan perlahan. Matanya sedikit mengerang ketika cahaya lampu yang sangat terang masuk ke matanya. Wanita bermata rusa itu menatap sekelilingnya, ia sadar bahkan sangat sadar ketika mengingat jika saat ini tengah malam. Bahkan secercah cahaya mentaripun tak ada,

 

Wanita bernama Im Yoona itu menoleh kesampingnya, tidak… tidak ada sesosok lelaki yang baru saja menyentuhnya dengan lembut dan memanggilnya penuh kasih sayang. Wanita berumur dua puluh lima tahun itu tersenyum perih,

 

Ia selalu melihat suaminya yang tidur disampingnya ketika malam. Namun tidak untuk tengah malam, siang, ataupun pagi. Yoona hanya bisa melihat lelaki itu ketika waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Dan tepat pada pukul dua belas nanti lelaki itu akan hilang, ya hilang..

 

Buliran air mata mulai membasahi pipi tirusnya. Terhitung tiga tahun ia telah menyandang status sebagai Nyonya Park. Tapi tak ada satupun kalimat panjang yang terlontar dari bibir milik lelaki yang menyandang status sebagai suaminya itu.

 

Apakah lelaki bernama Chanyeol pernah menanyakan kabar Yoona?

 

Apakah lelaki berumur dua puluh tujuh tahun itu pernah melihat Yoona menangis dalam diam?

 

Apakah lelaki bermarga Park itu pernah mengatakan jika ia mencintai Yoona sepenuh hati?

 

Tidak! Tidak pernah,

 

Chanyeol hanya mengatakan jika ia mencintai Yoona ketika Yoona duduk dalam bangku SMA. Ketika Yoona menjadi seorang Hoobae yang dielu-elukan oleh semua lelaki yang ada di SMA Young day. Ketika Wanita itu berdiri disebuah halte sendirian dengan hujan yang membasahi kota Seoul. Lelaki bernama Chanyeol itu mendekatinya ditengah hujan deras tak peduli jika lelaki itu basah kuyup karena hujan.

 

Chanyeol berteriak dengan lantang dengan mengucapkan ‘I Love you dan Would you be mine?’ diwaktu yang bersamaan. Yoona mengangguk, ia menerima pernyataan seorang bocah berumur dua tahun diatasnya itu. dan  Wanita itu tidak sadar jika ia telah terjerat oleh seorang Chanyeol. berulang kali Yoona mengungkapkan keinginannya untuk berakhir namun lidahnya seolah kelu.

 

Ribuan kali kejadian ini terus berulang. Yoona akan bangun dengan keadaan tanpa sehelai benang ketika ia telah bertemu lelaki yang menjeratnya itu. namun, ketika ia membuka mata tak ada sosok  yang membelainya dan mencumbunya semalam.

 

Sesak mulai menjalar di dalam hati Wanita itu, luka dalam hatinya kembali menganga. Sayatan yang tajam mencabik hatinya dengan kuat. Wanita itu mengambil baju tidurnya yang ada dimeja dekat ranjang lalu memakainya,

 

Ia mulai melangkahkan kakinya menuju kulkas. Lagi, sebuah catatan tertempel di kulkas itu. Yoona mengambilnya, lalu membacanya. Isi pesan itu sama dengan tiga tahun yang lalu ketika ia menikah dengan Park Chanyeol. bahkan tulisan itu tidak pernah menunjukkan pergantian kata. Hanya kertas yang berbeda dari sebelumnya.

 

Aku akan bekerja, jangan pernah menggangguku. Aku sangat sibuk, jika ada hal penting tulis saja catatan kecil di kulkas ini.

 

Yoona terlalu lelah membaca tulisan yang tidak pernah berubah. Wanita itu menghela nafas pelan dan memukul dadanya yang terasa sesak. Berulang kali ia mencoba mengambil nafas sebanyak-banyaknya dan memasukannya ke paru-paru dengan kasar.

 

Ia membuang catatan itu dan mengambil air untuk menenangkan dirinya.

 

**~~**~~**

 

Mentari mulai menampakkan sinarnya. Wanita itu kembali terbangun untuk kedua kalinya. Ia segera melangkahkan kedua kakinya menuju dapur untuk mengambil minuman karena tenggorokannya yang terasa sangat kering.

 

Ia menuangkan teko berisi air ke gelasnya, lalu ia meneguknya dengan pelan. Yoona mendekat kearah kulkas tersebut dan membukanya, persediaan makanan cukup habis. Artinya Yoona harus membeli bahan makanan di supermarket.

 

Namun badannya terasa sangat lelah hari ini, jadi Yoona memutuskan untuk melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga. Ia ingin menonton televisi, sudah lama sekali ia tidak menyalakan tv besar itu.

 

Sebuah acara yang sangat Yoona benci, muncul dihadapannya. Terlihat beberapa lelaki tengah menari dengan musik yang mengiringi mereka. Wanita itu buru-buru menekan tombol off televisi itu. ia benci dengan musik, ya Yoona sangat benci dengan musik.

 

Tangan kekar memeluknya dari belakang, Wanita itu terkejut dan menggigit tangan itu dengan kencang.

 

“Arggh~” erang lelaki itu.

 

Yoona mengenal suara ini, suara yang selalu membuatnya bahagia dan sedih bersamaan. Suara yang memabukkan, suara yang sangat ia benci dan yang sangat ia rindukan.

 

Wanita itu menoleh dengan tatapan terkejut. Seorang lelaki berkulit putih dengan tinggi lebih dari seratus delapan puluh centi meter berdiri dibelakangnya. Yoona buru-buru memeluk lelaki itu dengan erat, setelah tiga tahun lamanya ia menikah. Baru kali ini lelaki itu mau menunjukkan batang hidungnya ketika pagi.

 

Yoona menangis di dada Chanyeol yang kini membalas pelukannya, wanita cantik itu memukul dada bidang Chanyeol dengan pelan. “Aku membencimu! Kau hanya meluangkan waktu tiga jam dalam sehari hanya untukku,” tangis Yoona.

 

Chanyeol tersenyum tipis lalu melepas pelukan erat wanita yang sangat ia cintai itu. “Kenapa kau mematikan tv itu? bukankah itu acara yang bagus?” kilah Chanyeol mengalihkan pembicaraan.

 

Yoona menatap Chanyeol, ia berjinjit dan mengalungkan kedua tangannya ke leher Chanyeol. wanita berwajah dewi itu berbisik tepat di telinga Chanyeol. “Aku membenci musik, itu semua karenamu!” ujarnya.

 

Chanyeol tersenyum tipis lalu melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Yoona dan menghapus jarak diantara mereka. Lelaki bermarga Park itu tau betul seberapa benci Yoona terhadap musik. Namun musik berbeda dimata Chanyeol, lelaki itu mencintai musik lebih dari apapun. ‘Mungkin termasuk Yoona,’

 

Menjadi istri dari seorang musisi workaholic seperti Chanyeol bukanlah hal yang mudah. Hampir semua waktu Chanyeol, ia habiskan untuk mengaransemen lagu, menulis lagu, menentukan nada, dan menulis semua tentang perasaannya.

 

Chanyeol mencium bibir gadis itu dengan lembut lalu melumatnya pelan. Gadis itu juga membelas lumatan-lumatan kecil dari Chanyeol. merasa kehabisan nafas, keduanya berhenti.

 

Yoona mendongak melihat wajah tampan Chanyeol, gadis itu lalu menunduk sedih. “Aku lelah,” ujar gadis itu.

 

Chanyeol melihat raut kesedihan yang terpancar dari wajah cantik Yoona. memang benar jika gadis itu lelah dengan perilaku Chanyeol. terkadang Yoona selalu tertekan ketika orang tua Chanyeol selalu menanyakan anak pada Yoona. terlebih ibu Chanyeol selalu menyindirnya karena tidak kunjung hamil.

 

Yoona menatap wajah Chanyeol, “Bolehkah aku mengakhiri ini semua Chanyeol-ah? Kau tidak pernah memperdulikanku. Kau hanya diam ketika ibumu mengejekku karena tidak segera memberikannya cucu. Dan Aku hanya diam ketika kau meluangkan tiga dari dua puluh empat jam waktu yang kau miliki.” Ujar Yoona emosional,

 

Chanyeol terdiam. Benar apa yang dikatakan Yoona, ia memang tidak pernah memiliki waktu untuk Yoona. bahkan berlibur pun mereka tidak pernah, jangan bilang tentang bulan madu. Sangat mustahil.

 

“Biarkan aku menjadi egois untuk pertama kalinya, Aku lelah dengan musik, aku lelah dengan hidup ini. Kupikir  kau milikku dan akan terus menjadi milikku, namun aku salah. Ternyata kau lebih egois dari pada yang kukira.” Ujar Yoona dengan api yang ada di otaknya.

 

“Kau pasti akan memilih musik, aku tau itu.  kau memang sebuah elemen yang tidak bisa dipisahkan oleh musik, aku juga tau itu. maka dari itu,kuharap kau menerima akhir yang menyedihkan ini. Tiga tahun lamanya, kau tetap memilih musik. Aku selalu memasakkan makanan yang selalu berakhir dingin dan terbuang. Kau bisa meneruskan musikmu tanpa membuang waktu tiga jam untukku.” Lanjut Yoona

 

Gadis itu berbalik, “Mungkin ini adalah hal yang terbaik untuk kita. Aku mencintaimu, kau mencintaiku, kau mencintai musik dan aku mencintai kesakitanku, bukankah itu impas?”

 

Chanyeol menahan tangan Yoona, lelaki itu memeluk Yoona dari belakang lalu mendaratkan kecupannya ke leher gadis itu. “Aku mencintai musik, kau benar.” Ujar Chanyeol.

 

Yoona menangis dalam diam, inilah hal yang paling Yoona benci dalam diri Chanyeol. lelaki itu tidak pernah ada untuk mendengar keluh kesah Yoona. lelaki itu lebih memilih untuk menggesekkan jemarinya ke sebuah gitar mapun menekan jarinya pada tuts piano.

 

Yoona sadar satu hal, Chanyeol tidak akan bisa mencintainya lebih dari musik.

 

END

 

Sebenarnya cerita ini itu ternspirasi dari cerita salah satu artis indonesia. Artis itu mencintai suaminya, sedangkan suaminya itu menghabiskan waktu untuk bermusik. Begituuhh,,

 

Cerita ini pernah author post di blog author yang kayak sarang laba-laba😀 hanya saja dengan main cast berbeda. Terima kasih,

21 thoughts on “(Freelance) Ficlet : Music and Me

  1. haah kebayang jadi yoona. nahan sakit hati selama 3 tahun.
    dan suaminya nganggap musik lebih penting.
    butuh sequel ni thor

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s