(Freelance) Ultimate Flower

Ultimate Flower

Ultimate Flower

Author : AlienGator02

Main Cast : Im Yoona, Oh Sehun

Other Cast : Find it by Your self

Genre : Marriage life, Romance, sad

Length : Oneshoot

Rating : PG+13

Disclaimer : This story is pure my idea. Keep RCL please!

Happy Reading

 

**~~**~~**

Sebuah keluarga kecil yang hanya terdiri dari sepasang suami-istri dan satu anak kecil, tepatnya anak yang masih dalam kandungan seorang wanita berumur dua puluh lima tahun. Wanita itu tersenyum sambil mengelus perutnya, mengelus anaknya yang masih berumur tiga bulan.

Ia bisa merasakan sebuah tangan memeluknya dari belakang, menyalurkan kehangatan yang bisa ia rasakan. Lelaki bermarga Oh itu menempatkan dagunya di pundak sang istri, mencium aroma shampoo yang sangat dirindukannya.

“Aku benar-benar menjadi seorang lelaki yang sangat bahagia.” Ujar lelaki dengan iris hazel itu.

Sang istri tersenyum kemudian membalikkan badannya menghadap suaminya yang sangat ia cintai, Yoona memeluk Sehun dengan erat, bersyukur atas nikmat tuhan yang tidak bisa mereka jelaskan. Kemudian mencium bibir sang suami yang memabukkan baginya, Sehun membalas ciuman itu dengan lembut. Dan melepasnya pagutannya ketika merasa sang istri kehabisan oksigen.

Mereka menjalani bahtera rumah tangga ini baru satu tahun, pasangan yang cukup muda. Terlebih usia Yoona yang terpaut empat tahun lebih tua dari Sehun, namun usia hanyalah sebuah angka menurut mereka. Yang paling penting adalah satu, mereka sama-sama memiliki cinta. Cinta yang tidak pernah bisa dibayangkan oleh orang lain.

“Aku akan membuatkanmu cokelat hangat,” ujar Yoona sembari mengajak sang suami masuk kedalam rumah mereka.

Sehun duduk di sofa, kemudian pandangannya tertuju pada sebuah koran. Kemudian ia mengambilnya dan membacanya, ‘Berita yang cukup menarik’ pikirnya ketika membaca judul headline. Berita tentang kematian seorang lelaki yang harus meninggalkan keluarganya, tiba-tiba Sehun menutup koran tersebut. Lelaki itu takut, ia takut meninggalkan Yoona beserta calon anaknya. Ia juga tidak mau berpisah dari mereka berdua.

Sehun terlalu mencintai keduanya, ia tidak mau berpisah dengan Yoona. lelaki itu tidak mau perjuangannya sia-sia, perjuangan dimana ia harus meyakinkan keluarga Yoona jika ia adalah seorang calon suami yang baik, yang bertanggung jawab. Ia juga ingat dimana seorang lelaki SMA menyukai seorang wanita empat tahun lebih tua darinya.

“Ini cokelat hangat buatan Nyonya Oh.” Suara itu mengalihkan pikirannya, ia tersenyum melihat istrinya yang membawa secangkir cokelat hangat.

Yoona menyodorkan cokelat itu pada suaminya, namun ia sedikit kecewa ketika Sehun justru menaruh cokelat itu di meja sampingnya. Gerakan Sehun cukup cepat, menarik Yoona ke pangkuannya dan memeluknya sangat erat.

“Hya waeyo?” tanya Yoona heran dengan perlakuan suaminya.

Sehun tidak menjawabnya, ia hanya menggelamkan kepalanya ke pundak Yoona. ia merasa ada suatu firasat yang tidak baik, ia takut pada apa yang akan terjadi selanjutnya, ia takut jika tuhan tidak memberinya umur yang panjang.

~Ultimate Flower~

Waktu berjalan begitu cepat, matahari masih tetap terbit di ufuk timur dan tenggelam di ufuk barat. Seorang wanita menatap awan kesukaannya, awan yang sangat cantik menurutnya.

Tepatnya awan Cirrocumulus, awan yang menghiasi angkasa biru seperti latar belakang domba yang bergerombol, awan ini kerap memunculkan bentuk yang membuat manusia mengeluarkan imajinasi spekulatif. Cirrocumulus termasuk grup awan tinggi, dan telah diteliti sejak tahun 1802 oleh komisi cuaca Internasional yang diadakan di Munchen dan Uppsala (Swedia).

Yoona mengelus perutnya yang hampir membuncit, sudah lima bulan usia kandungannya kini. “SeYoon-ah, semoga kau menjadi anak yang tampan dan berbakti. Eomma ingin segera melihat wajah kecilmu.” Ujarnya pada calon anaknya itu.

Tiba-tiba wanita itu merasa pusing, rasa sakit yang menyerang kepalanya. Yoona segera menekan tombol cepat untuk menelfon sang suami, namun sebelum ia mendengar suara Sehun. wanita itu terlebih dulu pingsan, dan tergeletak di balkon rumahnya.

“Nyonya…” kaget seorang pembantu mereka, Ahn Ahjumma.

~Ultimate Flower~

Lelaki itu langsung meluncur begitu saja sembari membawa sekotak cokelat dan empat buah balon berwarna warni. Ia memasukkan semua barang itu kedalam mobilnya dan segera pergi ke rumah sakit terdekat. Lelaki itu mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia khawatir dengan kedaan istrinya.

Terlebih ketika pembantu dirumahnya memberitahunya jika istrinya yang kini tengah mengandung anaknya pingsan. Lelaki itu memarkirkan mobilnya, kemudian membawa sekotak cokelat dan empat buah balon ditangannya, ia tidak peduli pandangan orang terhadapnya.

Membawa balon ke dalam rumah sakit? Kalian bisa membayangkannya sendiri.

Ruang yaehan no.3 tempat dimana istrinya berada, Sehun segera masuk ke dalam ruangan tersebut. Helaan nafas lega tercipta dari bibirnya, ia melihat istrinya dengan senyuman diwajahnya. Sehun segera mendekat dan menaruh kotak cokelat di meja rumah sakit,

Sehun memeluk istrinya dengan erat, sangat erat hingga ia bisa merasakan bahwa air matanya turun. sesenggukan kecil tercipta dari bibir Sehun, wanitanya melepas pelukan mereka kemudian menatap heran sang suami yang menangis dipelukannya.

“Kau ini kenap- mppph”

Sehun mencium bibir Yoona dengan kasar, seolah bibir istrinya adalah makanan yang sangat nikmat untuknya. Ia seolah tidak peduli jika Yoona terkejut dengan perlakuannya, ia lebih memilih untuk melanjutkan ciuman itu dan tak peduli jika Ahn ahjumma keluar begitu saja karena melihat tingkah sepasang suami istri itu.

“Jangan pernah sakit lagi,” ucap Sehun sambil mencium bibir istrinya sekilas.

Yoona tersenyum menatap suaminya, ia menghapus jejak air mata itu. kemudian memeluk Sehun, “Aku tidak sakit Sehun-ah, aku hanya kelelahan.” Ujar Yoona.

“Happy anniversary….” Ucap Sehun.

Lelaki itu melepas pelukan Yoona, kemudian memberikan empat buah balon berwarna merah, kuning, pink dan biru. Warna kesukaan Yoona dan Sehun. lelaki itu juga memberikan Yoona sekotak cokelat dengan tulisan ‘S,Y,SY, F’ dengan huruf S untuk Sehun, Y untuk Yoona dan SY untuk calon bayinya SeYoon dan terakhir F untuk Family.

Ada coklat dengan bentuk wanita, lelaki dan seorang anak diantara mereka. Yoona tersenyum bahagia, hingga mengeluarkan air matanya. “Apakah kau bahagia dengan kehadiran anak kita Sehun?” tanya Yoona.

Sehun tidak menjawabnya, ia memeluk Yoona kembali seolah tubuh Yoona adalah candu baginya. “Terlalu sulit kuungkapkan, bagaimana kebahagiaanku memilikimu dan memilikinya.” Ujar Sehun sambil mengelus perut calon bayi lelakinya.

~Ultimate Flower~

“Hari ini aku harus pergi ke jeju yoong, Maafkan aku.”

Ucapan itu sedikit menohok hatinya, wanita itu hanya menghela nafas pelan ketika pria yang sangat dicintainya itu mencium keningnya. Besok adalah ulang tahun Yoona, juga ulang tahun pernikahan mereka di tahun pertama. Oh jangan lupa dengan usia kandungan Yoona tepat tujuh bulan.

Sehun memeluk Yoona erat, menyalurkan semua penyesalan yang ada dihatinya. Ia tau jika Yoona tidak mau ditinggal sendirian, ingin rasanya Sehun mengajak Yoona. namun menurut mitos yang masih dipercayai keluarganya, seorang wanita hamil dilarang untuk berpergian.

Sehun mencium bibir istrinya sekilas, ia menatap mata rusa yang selalu menyejukkan hatinya. dengan manik mata yang selalu candu baginya, Sehun menatap mata yang biasanya berbinar namun kini mata rusa itu sedikit sayu seolah tidak merelakan jika suaminya pergi.

“Aku hanya pergi tiga hari, tidak lebih. Hilangkan wajah jelekmu itu,” suruh Sehun.

Yoona hanya mengangguk pelan, kemudian ia membelalak ketika Sehun menciumnya dengan paksa. Sehun mencium Yoona, sangat lama bahkan ia tidak peduli jika Yoona kehabisan nafas. Anggap saja ciuman itu untuk mengobati kerinduannya nanti.

Tanpa Yoona sadari, Sehun memakaikan kalung emas dengan liontin huruf ‘S’. gadis itu terkejut ketika Sehun melepas ciumannya dan mengaitkan kalung tersebut, ia menatap suaminya dengan senyum cantiknya. Senyuman yang mampu membuat dada seorang Sehun bergetar dengan sangat kencang.

“Aku akan pergi sekarang. Jaga dirimu baik-baik,” ujar Sehun dan hanya dibalas anggukan oleh Yoona.

Sehun melangkahkan kakinya menuju mobil. Kemudian ia menatap sang istri yang kini memberikan senyuman manis kearahnya, Sehun mendesah lega kemudian menyalakan mesin mobil hitamnya.

Gadis itu terkejut ketika Sehun turun dari mobilnya dan memeluknya tiba-tiba. “Aku akan sangat merindukanmu, sangat.” Ujar Sehun.

Yoona membalas pelukan itu, “Sebaiknya kau pergi sekarang, sebelum Appa memarahimu karena keterlambatanmu.” Ujar Yoona.

~Ultimate Flower~

Rembulan memancarkan sinarnya, menandakan jika saat ini waktu yang tepat untuk tidur. Terlihat seorang wanita tidur dalam kegelapan yang menyelimutinya, ia tidur tanpa ada yang menemani di rumah sebesar ini. Tidak, masih ada anak yang berusia tujuh bulan hari ini di dalam kandungannya.

‘Pukul 00.00’

14 Januari.

Ulang tahun seorang wanita yang tengah tertidur pulas itu, namun sepertinya tidak. Beberapa keringat dingin mengalir dari dahinya, menandakan jika ia tengah bermimpi buruk. Mimpi yang membuat badannya gemetar ketakutan dalam tidurnya.

Yoona bangun dari tidurnya dengan nafasnya terengah-engah ketika ia membuka mata dalam sekejap, wanita itu menghela nafas lega ketika apa yang ia mimpikan hanyalah bunga tidur saja. Sebuah kecemasan menghampirinya, gadis itu takut jika waktu tidak memberikan ia untuk menatap sang suami.

Deringan alarm mengalihkan lamunannya, “Selamat ulang tahun Im Yoona,” ujarnya untuk diri sendiri. Kemudian ia menatap kalung yang diberikan suaminya tadi pagi, ia tersenyum tipis walaupun tidak ada suaminya disampingnya. Ia merasa jika Sehun ada disampingnya, tentu berkat adanya kalung yang bertengger manis di lehernya.

CKLEK!

Pintu terbuka, gadis itu terkejut menatap seorang lelaki dengan kue yang ada ditangannya. Yoona berhambur segera memeluk lelaki yang berstatus sebagai suaminya, ia tidak mempedulikan ulang tahunnya karena suaminya adalah satu hal yang paling penting dalam hidupnya tentu setelah anak mereka.

“Saengil chukae, Yoong~ aku sangat bahagia mempunyai istri sebaik dan secantik dirimu.” Ujar Sehun.

Lelaki itu bisa merasakan kemejanya yang basah, ia baru sadar jika wanita yang ada dalam dekapannya ini menangis dan memukul dadanya pelan, “Hey! Apa kau tidak suka jika aku ada disini? Apa kau lebih suka kuting-”

Kalimat Sehun terputus ketika Yoona mencium bibirnya, terlebih gadis itu menahan tengkuk Sehun. lelaki itu kesulitan membalas ciuman Yoona, karena ada balon ditangan kanannya dan kue tart di tangan kirinya. Ugh! Jangan lupa dengan topi ulang tahunnya yang kini berubah posisi,

Yoona melepas tautan mereka kemudian ia menatap suaminya dengan mata yang berbinar, “Bagaimana kau bisa disini? Bukankah kau pergi ke jeju?” tanya Yoona.

Sehun tersenyum kemudian memberikan balon itu pada Yoona, “Well, itu benar, aku bercerita pada Appa agar ia bisa menghandle semua pekerjaan. Aku tidak bisa meninggalkan istriku sendirian, aku tidak bisa dan tidak akan pernah bisa. Karena kau adalah nafasku, dan setiap aku melangkah harus ada Im Yoona, hanya Im Yoona.” ujar Sehun dan membuat pipi Yoona merona.

Lelaki itu tersenyum melihat istrinya yang sedang merona, kemudian ia mencium pipi sang wanita dengan penuh sayang. “Aku membuatkanmu kue ketika kau tidur, kuharap kau menyukainya.” Ungkap Sehun.

Yoona menautkan kedua alisnya, “Kau? Membuat kue? Aku tidur? Maksudmu?” tanya gadis itu kebingungan.

Sehun tersenyum kemudian mengacak rambut istrinya, “Well, sebenarnya aku pulang sejak jam delapan malam tadi, aku melihatmu tertidur di sofa dan aku memindahkanmu ke kamar ini. Kupikir, empat jam waktu yang cukup untuk membuat kue dan membeli balon ini,” ujar Sehun sambil menunjuk tiga balon dengan inisial S, Y, SY.

Ah, Yoona baru ingat jika ia tertidur didepan tv sebelumnya. “Kau harus mencicipi kue buatanku, aku tidak yakin ini enak tapi ini usahaku dalam lubuk hatiku yang terdalam.”

Yoona menerima balon tersebut, kemudian ia ikatkan balon itu ke papan kayu ranjangnya. Lalu ia mendekat kearah suaminya yang sibuk memperhatikan kue buatannya sendiri, ‘Kue yang cantik’ batin Yoona.

Kue coklat dengan karamel yang melapisinya, dengan tambahan tulisan tangan yang tidak terlalu rapih untuk ukuran lelaki. ditambah, cara mengoles krim yang belepotan dan gambar bunga yang tidak karuan, lebih tepatnya abstrak. Yoona tersenyum kecil melihatnya,

“Aku benar-benar menyesal, seharusnya aku membeli kue ini dibandingkan membuatnya. Ini adalah kue terburuk yang pernah ada,” ujar Sehun.

“Tidak, ini adalah kue terbaik yang pernah ada. Kue yang dibuat dengan nama cinta dibaliknya, hanya Oh Sehun yang bisa membuat kue ini.” Bantah Yoona.

Gadis itu memotong roti tersebut, kemudian ia mencicipinya. Sebenarnya, kue ini jauh dari kata enak. Kuenya tidak bisa mengembang dengan sempurna, dan kue yang sangat jauh dari kata manis. Terlebih polesan karamelnya terlihat sedikit hangus.

“Bagaimana rasanya? Tidak enak kan? Jika tidak enak, aku bisa membuangnya.” tanya Sehun dengan raut khawatir.

Mungkin jika orang lain membuatnya, wanita itu sudah memuntahkannya. Namun ketika ia melihat wajah Sehun, kue itu terasa sangat enak. Dan Sehun adalah gula tersendiri yang bisa ditambahkan. Wanita itu menggeleng, “No, it’s delicious. Really, I’m not lie,” jawab Yoona.

Sehun tersenyum bahagia, “Alright, I want to taste it! because, I don’t even to test a taste.”

“Never, it’s mine. You can’t to taste it! If you want to eat some cake you can buy, It’s mine” ujar Yoona dengan menekankan kata ‘Mine’. Dan dibalas dengusan oleh Sehun.

~Ultimate Flower~

Deruman sebuah mobil berwarna hitam legam yang menampilkan kesan mewahnya terdengar, seorang lelaki menyalakan mobil van itu kemudian ia turun dari mobilnya dan memapah seorang wanita bermata rusa untuk menaiki mobil.

Yoona mendengus pelan ketika ia kesulitan untuk melangkah, tentu saja kedua mata rusa Yoona harus ditutup oleh kain berwarna merah dan Sehun memintanya ribuan kali sembari merengek layaknya anak kecil, padahal Yoona telah menolaknya.

“Kau benar-benar menyebalkan!”

“Kupikir kau menyenangkan,” balas Sehun.

“Aku benci mempunyai suami yang suka merengek sepertimu.” Balas Yoona tajam.

“Aku bahagia mempunyai seorang istri yang dewasa sepertimu.”

“Aku membencimu Oh Sehun!!”

“Aku sangat mencintaimu Oh Yoona, sangaat mencintaimu”

Kemudian gelak tawa terdengar dari bibir keduanya, mereka menertawakan lelucon mereka yang nyatanya sangat tidak lucu. Lelaki bermarga Oh itu menaiki mobilnya ketika ia sudah mengantar dan termasuk memapah Yoona untuk naik ke mobilnya, tentu Sehun adalah seorang lelaki yang sangat suka menambah beban seseorang.

Mobil van itu menembus heningnya malam seolah tak peduli jika saat ini semua atau tepatnya hampir seluruh warga Seoul tengah memejamkan kedua matanya. Pukul satu malam dan Sehun masih setia menerobos dinginnya malam.

Sehun menoleh untuk melihat istrinya, wanita yang berumur empat tahun diatasnya tengah mendengkur pelan, mungkin Yoona kelelahan terlebih membawa bayi yang masih dalam kandungan tentu butuh perjuangan yang lebih. Sehun mengangkat tangannya dan meraih rambut Yoona, mengelusnya pelan.

“Mianhae mianhae hajima, naega chorahaejijanha  ppalgan yeppeun ipsullo eoseo nareul jugigo na, naneun gwaenchana.

Neoui nun, go, ib nal manjideon ne songil jageun sontopkkaji da~ yeojonhi neol neukkil suitjiman.

Kkeojin bulkkeocheoreom tadeureoga beorin uri sarang modu da~ Neomu apeujiman ijen neol chueogira bureulkkae.”

Sehun bernyanyi menyanyikan bait lagu tentang perasaan mendalamnya hanya pada Yoona. bukan yang lain, hanya untuk wanita berusia empat tahun diatasnya. Sehun tidak hafal dengan lagu tersebut, namun ia hanya hafal akan lirik yang memuja wanita yang ada disampingnya kini.

Dan tanpa Sehun sadari, Yoona semakin tenggelam dalam mimpi indahnya. Lelaki itu kembali memfokuskan pandangannya ke jalanan malam seoul. Dalam hatinya, ia benar-benar tak sabar agar mereka berdua bisa sampai di tempat tersebut dengan cepat. Dan Sehun tidak sabar dengan kejutan yang ia buat.

~Ultimate Flower~

Seorang wanita melenguh pelan ketika ia merasakan sebuah tangan halus mengguncang badannya pelan, kemudian ia membuka matanya ketika ia merasakan kecupan berkali-kali baik diwajahnya maupun bibirnya. Yoona menatap Sehun dengan rasa kantuk yang masih terlihat jelas dimatanya.

“Kita sudah sampai,” ujar Sehun.

Yoona mengangguk, ia bahkan tidak menyadari jika kain yang sebelumnya menutup matanya kini turun di lehernya dan membentuk seperti sebuah kalungan di lehernya. Yoona turun dari mobil setelah Sehun membukakan pintu mobilnya.

Wanita itu berjalan mengikuti Sehun, ia menggenggam tangan lelaki yang membuatnya melepas marga Im itu dengan erat. Yoona seolah tidak merasa asing dengan tempat ini, ia menatap beberapa semak belukar yang dilewatinya, kemudian menatap belasan atau mungkin puluhan pohon dengan ikat tali  merah seolah menuntunnya menuju suatu tempat.

Yoona membelalak kaget ketika sebuah taman kecil dengan ribuan jenis bunga kesukaannya –Mawar- tertanam di taman kecil, ia bahkan mengeluarkan tangisan bahagianya ketika melihat lampu-lampu berwarna-warni yang berkedip membentuk sebuah tulisan hangeul.

‘Saengil Chukae Oh Yoona,’

Wanita itu memeluk Sehun, ini adalah kado terbaik dalam ulang tahunnya. Terlebih memiliki seorang anak yang masih ada di kandungan mereka. Membuat kebahagiaan Yoona semakin membuncah, ia menatap suaminya itu dengan bahagia.

“Apa kau suka?” tanya Sehun dan dibalas anggukan oleh Yoona.

Sehun mengeluarkan sebuah mawar biru dibalik saku jasnya kemudian ia menyodorkan bunga mawar itu ke istrinya. Ia menatap sang istri yang lagi-lagi terkejut, Sehun mengeluarkan senyum tampannya “Ini adalah bunga yang kuambil dari Jeju, sebuah mawar langka yang hanya akan kuberikan padamu Oh Yoona. apa kau masih ingat tempat ini?” tanya Sehun.

Yoona mengangguk, ini adalah tempat mereka saling memadukan kasih. Tempat dimana mereka berdua memulai sebuah hubungan yang ditentang oleh banyak orang. Sebuah hubungan dimana mereka dihujat karena sebuah angka yang naasnya harus membuat perbedaan diantara mereka.

Yoona lebih tua dari Sehun.

Dan Sehun hanya anak ingusan yang melamar Yoona.

Kedua orang tua mereka yang terlibat persaingan perusahaan.

Dan semua menyalahkan kebodohan Yoona yang mau menikah dengan seorang lelaki yang empat tahun dibawahnya, juga menertawakan kebodohan Sehun yang masih punya masa depan lebih memilih menikahi wanita yang lebih tua darinya.

Umur bukanlah masalah dalam cinta, yang menjadi masalah bukan itu melainkan cinta yang mungkin bisa pudar.

Sehun mencium bibir Yoona dengan lembut, begitu juga sebaliknya. Yoona juga membalas setiap lumatan yang ditawarkan oleh Sehun. kemudian  mereka melepas pagutannya masing-masing, dan Yoona memeluk Sehun erat begitu juga sebaliknya.

“Sekarang, kau harus menulis sebuah harapanmu, begitu juga denganku. Kita akan menerimanya satu tahun lagi, tepat pada tanggal dimana tuhan memberiku sebuah permata yang sangat indah.” Ujar Sehun dan membuat wanitanya merona,

Keduanya menulis sebuah pesan dalam kertas berwarna coklat yang terlihat sedikit rapuh. Mereka menuliskan harapan mereka, tentang hubungan mereka, juga anak mereka, mereka hanya ingin satu –Kebahagiaan yang tiada henti-

“Kau menulis apa?” tanya Sehun pada Yoona dan dibalas gelengan oleh Yoona.

“Tidak, kau tidak boleh membacanya. Ingat, satu tahun lagi kau baru boleh membacanya Sehun-ah.”

Sehun menghendikan bahunya pelan, “Well, itu bukanlah hal yang sulit.” ujarnya.

Kemudian mereka memasukkan surat tersebut kedalam amplop dan memasukkan surat tersebut ke kotak surat. Keduanya tersenyum bahagia dan melanjutkan kejutan lain yang disiapkan oleh Sehun.

~

~

Namun dibalik kebahagiaan pasti akan ada kesedihan

~

~

Seorang lelaki merasakan degupan jantung yang tidak bisa ia tahan, ada ketakutan terbesar dalam hatinya yang tidak bisa ia jelaskan. Sehun menatap seorang wanita yang tengah berbaring dengan raut kesakitan diwajahnya, mengelus perutnya sedikit mencengkram karena kesakitan yang ada.

Sehun merasakan jika hatinya ikut dicengkram wanita itu, lelaki itu bahkan hanya bisa melihat Yoona dari balik kaca pembatas yang memisahkan mereka berdua, lelaki itu mendudukkan dirinya di kursi berwarna tosca khas rumah sakit.

Yoona melahirkan.

Teriakan kesakitan terdengar tepat di telinga Sehun, lelaki itu mengusap wajahnya kasar. Dalam hati ia terus berdo’a agar tuhan menyelamatkan dua berliannya. Dia menatap kiri-kanan dengan gusar, kemudian ia menatap kedua orang tuanya yang datang dengan raut wajah khawatir.

“Apa keduanya baik-baik saja?” tanya Nyonya Oh dengan raut wajah tua yang terlihat khawatir.

Sehun tidak menjawabnya, tentu saja dengan suara teriakan kesakitan Yoona yang mencakar hatinya. Sehun pikir jika itu semua adalah sebagai jawaban yang terlontar dari sebuah kenyataan. Sehun bisa merasakan nafasnya tercekat ketika ia mendengar tangisan seorang bayi.

Air matanya jatuh, sebuah tangisan kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkannya. Ia kemudian menatap seorang sister yang dengan wajah yang tak bisa diartikan, Sehun mencoba tersenyum “Bagaimana keadaan keduanya?”

“Bayinnya lahir dengan sehat, sedangkan ibunya-”

~Ultimate Flower~

Seorang lelaki berjalan dengan sempoyongan, sulit rasanya kakinya untuk melangkah. Menapakkan kakinya mendekat ke sebuah ruangan dan itu menyakitinya lebih dari apapun. sehun bahkan harus berpegangan pada tembok agar bisa menyetabilkan langkahnya.

CKLEK

Sehun membuka pintu itu, pintu yang membawanya menuju kematian dan kebahagiaan. Ada seorang wanita disana dengan bayi digendongannya, Sehun bahkan tidak bisa menampilkan raut bahagianya, hanya ada kesedihan yang sangat mendalam di hatinya.

“Dia sangat tampan, kedua matanya mirip denganku. Sedangkan wajahnya sangat mirip denganmu.” Ujar Yoona dengan senyuman diwajah pucatnya.

Sehun mengangguk menyetujuinya, anak lelakinya telah terlahir dengan sangat baik. Sehun bangga dengan buah hati mereka, namun ada kesedihan yang tiada tara dimatanya. Yoona memberikan anak itu pada suster untuk dimandikan.

Kemudian kedua mata sayup milik Yoona menoleh ke seorang lelaki dengan air mata diawajahnya. Yoona tersenyum menarik tangan lelaki itu dan memeluk suaminya erat. Yoona bisa mendengarkan sesenggukan kecil milik Sehun, bahkan pundak Yoona basah karena tangisan lelakinya yang sulit untuk berhenti.

“Hemofilia.” Ujar Yoona parau.

Wanita itu bisa merasakan banyaknya darah yang mengalir melalui organ kewanitaannya. Dengan deras, dan merasakan tubuhnya yang semakin melemah.darah itu tidak mau berhenti, karena hemofilia adalah penyakit kelainan dimana darah sukar membeku.

“Kenapa kau tidak memberitahuku? Apa kau sengaja? Apa kau ingin membiarkanku mati dengan kesakitan?” ada suara kemarahan dan kesedihan didalamnya.

Yoona tersenyum tipis, kemudian ia menggeser tubuhnya dan memberikan celah agar suaminya bisa berbaring di sisinya. Sehun menurutinya dan berbaring memeluk wanita itu dari arah samping.

“Itu semua adalah sebuah keanugrahan, Sehun-ah. setiap wanita dimuka bumi ini yang memiliki penyakit Hemofilia sudah difonis mati sejak umur mereka delapan tahun. Namun tuhan berkehendak lain, aku bahkan bisa haid walaupun bangun terjaga setiap malamnya agar bisa merasakan caranya untuk menutup mata.” Ujar Yoona, disetiap nadanya tersirat kelemahan dan kalimat tersebut memiliki perbedaan nada,

Sehun tidak bisa berkata apapun, “Dua tahun yoong, dua tahun aku baru bisa berdiri disampingmu. Hari ini adalah hari dimana kita bertemu, tiga puluh mei.”

“Dan ini adalah hari terakhir kita bertemu bukan?” tanya Yoona sedikit bercanda, namun terlihat sekali jika raut wanita itu sama sekali tidak bercanda.

Sehun mencium bibir Yoona dengan kasar, dan istrinya itu membalasnya dengan lumatan-lumatan. Menyalurkan perasaan mereka yang harus habis dimakan waktu, bibir Yoona memucat dan wanita itu bisa merasakan jika nafasnya melemah.

Sehun mencium cerukan di leher Yoona, menciumnya dan sedikit menggigitnya namun ia lebih tertarik untuk mencumbu bibir cherry itu. sehun menciuum seluruh wajah Yoona, dari mulai kening, mata, hidung, bibir dan kulitnya. Lelaki itu menghentikan ciumannya ketika ia merasakan dingin dalam kulit Yoona dan itu semakin membuatnya terpukul.

“Dua jam dari sekarang Sehun-ah,” Yoona memeluk Sehun dengan erat dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang milik Sehun.

“Dan kau akan pergi? Begitu saja? Tak ingin menyusui anak kita?” tanya Sehun dengan wajah yang memerah,

Yoona menghela nafas, ia menatap sang suami dengan mata sayupnya. Yoona merasakan jika badannya melemas, terlebih rasa sakit dalam perut bagian bawahnya. Merasakan aliran darah yang mengalir bergitu deras, dan Yoona tidak tahan dengan rasa sakit itu. sulit rasanya untuk berteriak, dia hanya bisa meringis pelan.

“Aku sudah menyusui Seyoon, dia mungkin sedang tidur dengan baik.” Ujar Yoona.

Sehun membalas pelukan itu erat, andai jika bisa ia ingin menghentikan jam yang kini berputar. Ingin sekali ia menghancurkan waktu yang telah diberikan oleh tuhan. Namun itu semua terasa sulit dan mustahil baginya.

Yoona menguap lebar, “Aku mengantuk Sehun-ah, bisakah kita tidur?” tanya Yoona dan dibalas anggukan oleh Sehun.

Keduanya memejamkan mata dengan posisi yang masih berpelukan.

~Ultimate Flower~

Dua orang pasangan berbeda usia menatap seorang bayi yang sedang tidur dengan damainya, seorang wanita paruh baya menatap bayi itu dengan pandangan penuh kasih sayang, namun terlihat juga jika tatapan sedihyang keluar dari raut wajahnya.

“Dia sangat kecil, yeobo.” Ujar Nyonya Oh, air matanya turun mengingat fakta yang ada.

Tuan Oh mencoba untuk menenangkan istirnya yang kini sesenggukan pelan, berulang kali ia mengelus punggung sang istri dengan lembut mencoba untuk menenangkannya.

“Siapa namanya? Apa Yoona dan Sehun telah memberinya nama?” tanya Tuan Oh berusaha untuk mengalihkan topik.

Nyonya Oh menghembuskan nafas perihnya, “Oh Seyoon, mereka ingin memberi bayi tampan ini dengan nama itu.”

“Se bermakna anugerah dan Yoon bermakna tidak berdosa. apa mereka meberikan nama dengan arti Anugrah kecil yang tidak berdosa?” tanya Tuan Oh dan disambut anggukan oleh Ny.Oh.

Tuan Oh mengusap wajah tuanya dengan frustasi, ia tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya. mungkin Sehun akan merawat puteranya seorang diri, atau mungkin Sehun akan mencari istri untuk menggantikan posisi Yoona? entahlah, tuan Oh tidak terlalu setuju. Dulu, memang tuan Oh adalah satu-satunya keluarga Sehun yang menentang hubungan mereka. Namun kini, ia rela karena cinta adalah sebuah hal yang abadi.

Anak kecil itu menangis dengan kencang, menangis dengan suara seraknya membuat beberapa suster buru-buru datang kearah Seyoon, dan mencoba menenangkan anak kecil itu.

~Ultimate Flower~

Sehun bangun dari tidurnya, ia menatap jam yang tertempel di dinding rumah sakit. Pukul sepuluh, ia menatap sang istri yang tidur dengan damainya di pelukannya. Lelaki itu berusaha tegar, menghirup nafasnya dengan sangat keras.

Sehun mencium kening sang istri, kemudian bibir cherry sang istri sekilas. Sungguh dingin, kemudian lelaki itu mengusap rambut istrinya dengan penuh kasih sayang, “Yoona, ayo bangun. Apa kau tidak lapar? Kau tidak makan sama sekali!” terang Sehun mengguncang tubuh Yoona.

Namun tidak ada respon,

“Apa aku harus membelikanmu ayam goreng? Kimbab? Bulgogi? Ah, kau ingin kimchi pedas kesukaanmu kan?” tanya Sehun sekali lagi.

Sehun menatap Yoona yang tidur dengan wajah pucatnya, lelaki itu mencium pipi Yoona. dan kali ini kulit Yoona terasa lebih dingin dari pada sebelumnya. Dan Sehun tidak merasakan nafas yang seharusnya keluar dari hidung Yoona.

Sehun mendesah pelan, kemudian ia turun dari ranjang rumah sakit itu. kedua matanya menatap bunga mawar yang ada di sebuah meja kayu. “Bukankah kau sangat suka mawar ini? Apa kau ingin aku membelikannya lagi untukmu? Aku akan menggantinya setiap hari,”

Lelaki bermarga Oh itu kembali menatap sang istri dari jarak tiga meter, “Apa kau sangat mengantuk Nona Oh? Kau bahkan tidak memedulikanku sama sekali.” Sehun menghela nafas,

“Jika kau bangun, aku berjanji akan membawamu ke sungai han. Kita akan melempar koin bersama anak kita, Seyoon.”

Tok… Tok

Sebuah ketukan pintu terdengar, Sehun melangkahkan kakinya menuju pintu tersebut dan membukanya pelan. Lelaki itu segera menutup pintu tersebut, seolah melarang seorang dokter yang hendak melihat keadaan Yoona.

“Anda bisa pergi uisa-nim, Yoona sedang tidur.” Cegah Sehun.

Dokter tersebut menggeleng, “Kami harus mengecek kondisinya Tuan Oh, waktunya sudah-”

“PERGI DARI SINI, ISTRIKU SEDANG TIDUR! JANGAN BERANI KAU MENDEKATINYA!!” bentak Sehun keras dan membuat dokter park semakin kekeuh untuk melihat kondisi pasiennya.

Dokter park beserta dengan beberapa asisten dokter lainnya mencoba masuk keruangan itu. ditariknya Sehun dan kedua tangan milik Sehun ditahan oleh kedua lelaki asisten dr. park. Berulang kali Sehun memberontak, air mata yang sedari tadi ia tahan jatuh dengan derasnya.

“Lepas! Jangan sentuh istriku! Bodoh! Kau dokter sialan! Cepat lepaskan aku!” teriak Sehun meronta-ronta, dan kedua orang tua Sehun datang dan terkejut menatap anak semata wayangnya.

“Eomma! Abeoji! Suruh mereka melepaskanku! Aku tidak mau dokter gila itu menyentuh Yoonaku!!” teriak Sehun sekali lagi.

Selang beberapa detik, Dr. Park keluar menatap tiga orang dihadapannya dengan raut wajah menyesal, “Maaf, tapi Nyonya Yoona telah menghembuskan nafas terakhirnya. Kami benar-benar turut berduka cita,”

Bugh~

Sehun memukul dr. park dengan kepalan tangannya yang kuat, ia mencengkram kerah kemeja dr.park sembari menatapnya tajam, “Berani-beraninya kau mengatakan istriku mati! Seharusnya kau yang mati bodoh!”

“HENTIKAN SEHUN! YOONA SUDAH MATI.” Bentak tuan Oh dengan penekanan di setiap katanya.

Sehun bisa merasakan tubuhnya yang melemas, berulang kali ia menggeleng dan membantah jika Yoona-nya masih hidup. “Tidak, Yoona masih hidup abeoji. Dia mencintaiku, maka itu dia masih hidup.” Balas Sehun dengan air mata yang terus mengalir dari pelupuknya. Nyonya Oh mencoba menenangkan putra semata wayangnya itu dengan memberikan pelukannya.

“Eomma… beritahu aku jika  Yoona masih hidup.” Ujar Sehun

~Ultimate Flower~

Seorang lelaki menatap berkas-berkas yang membuat kepalanya merasa dipukul oleh baja, ia menghela nafas kesal ketika ia harus mengerjakan semua proyeknya dengan waktu yang telah ditentukan. Sehun hanya bisa menghabiskan waktu didepan layar komputernya.

Ribuan program dengan koding yang sulit ia selesaikan, sesekali ia mendesahkecil ketika program tersebut tidak mau di compile. “Sial, hanya salah titik” ujarnya ketika melihat sebuah kesalahan yang ia buat.

Lelaki itu mendesah lega, ketika program phyton yang ia buat berhasil. Ingin sekali rasanya ia berjingkrak, namun Sehun masih ingat berapa umurnya saat ini. Sehun tersenyum kemudian ia mengambil tas dan memakai jasnya, ia akan pergi ke suatu tempat.

Namun langkahnya terhenti, ia baru ingat ada sebuah surat yang belum ia baca. Lelaki itu memutuskan untuk membaca sebentar surat yang ada ditangannya itu,

30 Mei 2015

Sehun tertegun melihat tanggal yang tertera, ia ingat hari ini adalah tepat setahun wanita yang ada dihidupnya dengan egois meninggalkan dirinya. Sehun segera membuka surat tersebut buru-buru,

“Halo Sehunku, kau adalah yang pertama menjadi cinta, Bunga yang menjadi bunga terakhir, menjadi kenangan yang terindah sebagai satu tanda cintaku untukmu.

Betapa cinta ini sungguh berarti, tetaplah terjaga. Selamat tinggal kasih, ku telah pergi selamanya. Sebuah cinta yang menjadi satu kenangan yang tersimpan takkan pernah hilang untuk selamanya. Kukembalikan bunga awal menjadi bunga terakhir, bunga yang membawa satu cinta dan bunga yang mengakhiri satu cinta.

SeYoon, dia adalah bunga terakhirku. Jaga dia dengan baik, dan itu semua sangat cukup.

Hidupku adalah sebuah keajaiban, dan mengandungnya adalah sebuah keanugrahan. Tapi yang paling membuatku rela untuk pergi adalah kau, kau yang selalu memberiku kekuatan, kau yang memberiku empat balon yang cantik. Surat ini akan kaubaca tepat ketika aku pergi dan meninggalkannya.

Maaf, aku tidak bisa menjaga janji kita. Maaf aku tidak bisa melindungimu, namun cinta ini akan kubawa. Mengandung dan menjadi pendampingmu, terlalu sulit untuk kuungkapkan. Dunia seolah berpihak padaku, awalnya aku juga ingin membawanya, membawa anak kita, namun aku tidak bisa egois.

Hemofilia,

Penyakit yang menyadarkanku akan sebuah keajaiban. Vonis mati untuk setiap bulan disaat darah itu datang selalu menghantuiku, namun sepertinya tuhan merencanakan lain. Seorang wanita bisa hidup lebih dari lima belas tahun adalah keajaiban untukku.

Hemofilia,

Penyakit yang membawaku menuju gerbang kematian, penyakit yang mengajarkanku untuk memilih sebuah nyawa, nyawa anak kita, aku tidak bisa membunuhnya karena aku juga akan mati, dalam tidurku dengan keringat yang basah dan mimpi buruk dalam setiap malamnya.

Kematian.

Disaat kau memelukku dan meneteskan airmatamu, itu menyakitiku lebih dari apapun. ketika kau meminta agar aku tidak meninggalkanmu itu mencekik leherku. Aku tau jika tidak bisa, melahirkannya akan membuatku mengeluarkan darah. Namun aku tidak perduli semuanya, dua jam yang bisa kugunakan untuk melihatmu dan melihat anak kita. Itu semua adalah hal yang terindah.

Satu tahun kepergianku, dan itu semua cukup. Kau harus melepasku, aku tidak bisa melihatmu mengeluarkan tetesan air matamu lagi. Jaga Seyoon dan semuanya akan baik-baik saja, cari penggantiku itulah yang terbaik.

Itu semua membuatku bahagia, terimakasih atas semua waktu, semua cinta, semua karangan bunga dan semua balon udara yang mengisi hariku. Kau adalah segalanya, dan aku memberikanmu bunga terakhir kita –SeYoon-”

Sehun meneteskan airmatanya ketika ia membaca surat tersebut, ia ingat surat itu. surat yang dibuat setahun sebelumnya, surat yang ditulis oleh wanita pujaannya. Lelaki itu mengambil nafas sebanyak-banyaknya dan mencoba menguatkan dirinya. Kemudian ia melangahkan kakinya menuju suatu tempat

Sehun melangkahkan kakinya menuju parkiran mobil, ia membuka pintu mobil tersebut dan segera menyalakan mesin. Dan menjalankannya, lelaki itu menelusuri jalanan seoul yang masih terlihat ramai. Sesekali ia mendesah kesal ketika jalanan seoul macet.

Lelaki itu menangkap sebuah toko bunga didekat jalan apgeujeong, Sehun menepikan mobilnya dan masuk ke sebuah toko dengan tulisan besar ‘Kim’s Flower’. Ada seorang wanita berkepala empat yang meyapanya, dan menanyakan apa yang ia inginkan.

“Mawar putih.” Dan Sehun menerima bunga itu, lelaki itu segera membayar bunga itu dengan beberapa lembar won.

“Maaf, tapi bisakah aku membeli balon itu?” tanya Sehun.

Kim Ahjumma tersenyum tipis, “Kau bisa mengambilnya anak muda, apa itu untuk kekasihmu?” tanyanya dengan senyuman di wajah tuanya.

Sehun menggeleng, “Terimakasih, tapi balon dan bunga ini untuk istriku.”

~Ultimate Flower~

Seorang anak kecil duduk dihalte sendirian, ia menatap langit yang masih tampak cerah. Seyoon menghela nafas pelan, ia pulang terlalu cepat hari ini sehingga ia harus berkorban untuk menunggu sang ayah yang masih akan menjemputnya setengah jam lagi.

“Annyeong!”

Seyoon menatap seorang gadis cantik yang menatapnya dengan senyuman, kemudian gadis dengan mata indah itu duduk disebelah Seyoon, gadis itu sedang menunggu kakaknya yang mungkin akan menjemputnya sebentar lagi.

“Noona, kenapa disini? Noona pulang sekolah sendiri?” tanya Seyoon sambil menatap gadis dengan iris madu itu.

Gadis itu tersenyum mengangguk, “Ya, Noona baru pulang sekolah. Dan noona masih menunggu oppa untuk menjemput.” Ujar gadis bermarga Kim tersebut,

“Namamu siapa anak kecil?” tanya gadis dengan senyuman yang menyerupai bulan sabit.

“Oh Seyoon, noona siapa?”

“Kim Yoona,”

Beberapa detik kemudian, sebuah motor khas pemain motoGP pedro –repsol- dengan plat S 2000 PO berhenti didepan keduanya, seorang lelaki dengan wajah tampan turun dan membuka helmnya. “Yoona kajja,” ujarnya tanpa memperhatikan adiknya.

Yoona menatap Seyoon, ia merasa kasihan dengan anak kecil itu. “Tapi oppa, Seyoon belum dijemput.” Ujarnya, namun anak lelaki itu menggeleng mengisyaratkan jika dirinya tidak apa-apa ditinggal sendirian,

“Appa akan datang, sebentar lagi.” Ujar Seyoon.

Yoona tersenyum dan mengacak rambut anak kecil itu, ia mengambil sebuah permen di balik saku jas sekolahnya. Kemudian menyodorkan permen itu kearah Seyoon, gadis itu tersenyum melihat binaran mata Seyoon yang terlihat bahagia ketika ia memberikan permen itu.

“Baiklah, kajja oppa.” Ujarnya.

Seyoon hanya bisa melihat Yoona yang pergi meninggalkannya, namun tak lama setelah itu ia melihat sang ayah yang datang dengan sebuket bunga mawar putih ditangannya. “Menunggu lama eoh?” tanya Sehun dan dibalas anggukan oleh putranya.

Sehun menggendong putranya kemudian mencium pipi putranya sekilas, ia mendudukkan putra semata wayangnya itu di mobil. “Appa, kita akan bertemu eomma? Jinjja?” tanya Seyoon yang melihat sebuket bunga yang ada di dekatnya.

Sehun mengangguk, hampir setiap hari senin Sehun mengunjungi Yoona, karena hari itu adalah dimana yoona meninggalkannya. Dan Sehun merasa wajib untuk mengunjungi pujaan hatinya itu. lelaki itu mengendarai mobilnya dan menuju sebuah pemakaman.

~Ultimate Flower~

Semak belukar yang cukup tinggi dilalui oleh dua orang anggota keluarga –Anak dan ayah- keduanya menuju sebuah tempat dengan tanah yang masih memerah, bunga yang bahkan masih terlihat indah.

Sehun menempatkan bunga mawar putih itu tepat diatas nisan istrinya, Sehun berjongkok dan mengelus nisan tersebut. Lelaki itu menatap putranya yang menatap sebuah makam didepannya dengan pandangan sedih. Bahkan putranya menangis dengan diam,

“Seyoon datang eomma, seyoon rindu eomma. Kapan eomma bangun?” tanya anak itu polos.

Sehun hanya menghela nafas kecil, ia menatap nisan didepannya dengan pandangan yang tidak bisa diartikan. “Sulit untukku bernafas tanpamu, apa kau bahagia? Aku masih mencintaimu, sangat mencintaimu bidadariku.”

Sehun mengambil nafasnya sekali lagi, mengisi paru-parunya yang terasa sesak. “Bidadariku, jangan kembali ke kahyangan. Mungkin disana sangat indah, tapi disini ada aku dan buah hati kita.” Ujar Sehun.

Lelaki itu menutup matanya, ia berdo’a agar Yoonanya kembali kepadanya. Secepatnya, yang ia inginkan adalah Yoona, hanya gadis bermata rusa itu. dan jika keduanya bertemu kembali, mungkin itu adalah hal yang paling indah bagi Sehun.

Sehun menaruh balon itu tepat disamping makam istrinya, biarlah orang menganggapnya gila. Tapi bagi Sehun itu adalah hal kesukaan Yoona dan itu yang terpenting. Lelaki itu bangkit dari  duduknya, dan menggangdeng putranya untuk meninggalkan tempat itu.sebelumnya, Sehun meninggalkan sebuah surat –surat untuk Yoona- yang masih sempat ia tulis.

“Without being to able say anything. I’m just looking at you. I call you and call out you, But you don’t dear me. I can’t stop this love, you’re the one who made me live. I can’t let you go, you’re more preciouse than my own life

Even if it hurts, its alright, because I love you. I try to forget you and turn around but my hearts finds you. Even if I cry its alright, because I love you. Though it hurts, I’m gonna wait for you my last love. Because it’s you. The only one in my life, my everything. Even if my tears cover my eyes, I cant let you go. Even if we’re under the same sky,  I wandering, looking for you

Because my heartchaces, because tears fall. I cant live a day without you I love you forever, till I  die

Mengingat ketika semua orang mengolok kebodohanku denga menikahi wanita yang lebih tua, mereka bahkan tidak pernah tau tentang kita, mereka tidak tau apa yang kita lakukan selanjutnya, mereka tidak tau jika aku mencintaimu, tapi aku bertaruh jika mereka hanya tau mereka tidak tau tentang kita.

Kematianmu meninggalkan sejuta kesakitan padaku, pedang seorang Umar tidak akan bisa menandingi cabikan kuat dalam hatiku. Sangat sakit. Bahkan jika ini sakit, tidak apa, karena aku mencintaimu. Aku mencoba melupakanmu dan merubah haluan, tapi hatiku menemukanmu. Bahkan jika aku menangis, tidak apa karena aku mencintaimu. Meskipun ini sakit, aku akan menunggumu cinta terakhirku

Karena itu adalah kamu. Seorang yang ada di hidupku, segalaku. Bahkan ketika air mataku menutupi mataku, aku tidak bisa melepasmu. Bahkan jika kita dibawah langit yang sama. Aku akan bertanya-tanya, mencarimu. Karena kesakitanku, karena air mata jatuh. Aku tidak bisa hidup sehari tanpamu

Aku mencintaimu selamanya, sampai aku mati

Aku berterima kasih karena kau hidup dalam hatiku

Jangan pernah menyuruhku untuk melupakanmu, membuangmu, tidak aku tidak bisa membayangkannya. Karena aku yakin dengan sejuta keyakinanku, Im Yoona baru akan datang memelukku dan mengatakan cinta padaku. Dia adalah Im Yoona, bukan yang lain.

Hanya Im Yoona yang boleh mengisi hatiku, dan Seyoon akan kujaga dengan sangat baik. Bukankah kau bilang dia bunga terakhir? Tidak! Dia adalah bunga terawal, sebuah bunga yang akan menunjukkan awal cinta kita. Ini bukan akhir tapi awal dari sebuah kebangkitan dan kesaktian cinta.

Im Yoona, kau akan datang. Aku akan menunggu reinkarnasimu.

 

END

Annyeong readers-deul, maaf sekitar setengah tahun lebih author nggak buat ff sama sekali.curhat dikit ya, author kecewa banget author buat ff ini dengan berjuta-juta kesakitan yang ada di dalam diri author. *efekFF

Argentina kalah!

Apalagi Messi memutuskan pensiun, ugh! Asdfghjklzxcvbnm, its hurt me a lot, just call me crazy girl who loved and lived to be a fans Barcelona and Messi. Well, its hard to be a cule.

Maaf, banyak ngomong yang nggak penting. RCL? Terserah. Author harus strong, doain Argentina menang di Copa amerika 2017 ya.doain mereka juga menang di piala dunia 2018. Dan yang terpenting adalah, Messi te a mo! Cule te amo! Barca vamosss!! Barca part dela meva vida!

Aamiin, Terima kasih,

Big thank’s to admin!!

20 thoughts on “(Freelance) Ultimate Flower

  1. Ini cerita udh lama tk save di doc hp. Tapi bru hari ini baca. Great story thor, walaupun sad ending. Di tunggu karya2 yang lain..

  2. Awal baca ini, saya udah postif thinking kalo gak ada cast yang meninggal. Daan ternyata yoona yang meninggal dengan sedihnya. Yaampun gak nyesel sih malah ini keren banget sedihnya dapet. Apalagi alur awal dimana sehun yoona kerasa banget saling mencintai. Suka sama cerita dimana sehun emang lebih muda dan mencintai yoona yang lebih tua! Pokonya lanjutkan karya karyamu yaa thor!! Terrimakasih😊

  3. Diawal cerita dikira yg bakal meninggal sehun,ternyata….
    Masih gantung nih thor ceritanya,kirain ituh kim yoona wajahnya mirip sama yoona istrinya sehun gak yah??gimana yah kalo mereka berdua ketemu??kim yoona yg masih sekolah,sedangkn sehun yg pny anak satu??penasaran sequel nih thor…

  4. sedih bngt bacanya,kacian sehun ditinggal yoona?tpi pas mau terakhir ada wanita yg menemani ank sehun namanya kim.yoona..apa wajahnya mirip im yoona thor?kyanya bth sequel thor..penasarn apa kim yoona itu renkarnasi im yoona bkn…

  5. Yoona itu ‘pure’ hemofilia atau cm ‘carrier hemofilia’ aja ya thor? Soalnya setauku kalo cewek murni kena hemofilia (dlm artian bukan pembawa/carrier) dia bakalan gk brtahan hidup lama, biasanya pling pol msuk pubertas aja soalnya kan cewek bs menstruasi dn krna itu kalo kena hemofilia psti susah bgt. Tp kalo Yoona cm ‘pembawa/carrier’ itu lbih msuk akal deh hehe, dia bs hidup lebih lama bhkan smpe tua hehe, cm kalo sekedar ‘carrier’ berarti kondisi Yoona hrusnya ga separah ini. Dn biasanya dokter yg menangani bakal tau dong kalo pasiennya yg mau melahirkan trnyata seorang ‘carrier’ hemofilia. Dan pstinya bakal bs dicegah, krna pnyakit hemofilia ini sebenernya pnyakit yg bisa gak mematikan kalo ditreatment dg baik apalagi kn teknologi kedokteran udh maju dn di cerita ini Yoona dr keluarga kaya hehe.. sedikit info dan saran aja sih thor buat ceritanya dn cerita2 ke depannya, bukan brmksud apa2..mohon maaf ya kalo da yg gk berkenan hehe makasiih

    *Nb
    Carrier hemofilia = artinya dia ga sakit hemofilia cuma punya gen pembawa hemofilia, tp dlm kondisi trtentu dia bs mnnjukkan gejala hemofilia ringan

  6. Yoona dan sehun sama2 cinta mati..
    Ffnya bagus tp sedih thorr😢😢
    buat cerita baru dong, yg sehunnya romantis dan saaangat sangat cinta sm yoona. Dan happy ending.

  7. Kukira sehun yang meninggal karena tabrakan atau penyakit. Taunya yang meninggal yoona. Hwaaaa kasian seyoon ngliat yoona cuma dua jam😭 keep writing^^

  8. Ffnya awalnya romantis ,pas udh pertengahan huhuhu… 😢bikin mata ber kaca2.. bagus banget thor ceritanya… 😉😊😁

  9. Reinkarnasinya udah ada Sehun-ahh,,
    Ahh,, nyesek bcanya wehh,,
    Kirain hemofilia hnya bisa trjadi pda pria aja trnyata wanita juga bisa yaa,, ga bisa byangin gmana rsa sakitnya waktu haid 😲
    Kerenn 👍 👏
    Dtunggu aja krya slnjutnya!!
    FIGHTING!!!

  10. Nyesekk thor. . . Awalnya manis tpi akhirnya pahit bgt. . T_T berharap ada sequel thor!! Author fighting. .

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s