Perfect

1616

by Pimthact.

Im Yoona – Kim Jong-in

poster by liarground @artfantasy 

tik.

angin dingin menerbangkan kain sutra yang kugenggam. setitik air mengenai puncak kepala. semakin banyak dan semakin deras. terasa mengusir namun tak dapat mengalahkan tekad ku.

jemari tangan ku mengetuk meja tua. Irama nada yang kubuat terasa parau bercampur dengan derasnya suara hujan. hitamnya langit dan gemerlap kilat terasa menyambar keadaanku. tapi sekali lagi, aku tetap berada disini.

suasana ini tak seperti tadi. angin tak menerbangkan kain, hujan tak membasahi sekujur tubuhku. Tubuh tinggi semampai membuat nafasku tercekat. dia datang, dan melakukan hal yang ‘biasa’ ia lakukan terhadapku. nafasku terasa sesak,sepertinya ia mencuri banyak oksigen yang harusnya kuhirup. ia menunduk, menyamakan tingginya denganku. meskipun biru laut itu menatapku, hijau oscar ku tidak mau membalasnya. sepertinya aku lebih tertarik menatap beberapa anak muda yang berlarian menembus derasnya hujan di sebrang jalan.

“jangan menunggunya, kau bukan lah yang berarti lagi untuknya.”

lagi dan lagi. pendengaran ku sudah merasa bosan tiap kali mendengar perkataan itu. namun tak dapat kupungkiri bahwa kata kata itu menampar keberadaan ku dan tujuan ku yang masih tetap berada ditempat ini. rasa sesak kian bertambah, dan aku tak bisa melawan nya. aku memukul dadaku berpikir bahwa rasa sesak ini akan hilang.

“ini sudah kesekian kalinya, dan aku muak,”

akhirnya hijau oscar ku bertemu dengan biru lautnya. biasanya warna itu tampak cerah bak warna samudra di saat mentari menyinari, namun kali ini berbeda. sepertinya hujan dan kilat di langit juga menyambar samudra di kelopak nya. tampak gelap dan kelam. tak ada perasaan dan tak memiliki arti.

“pulanglah, aku akan kembali,” bisikku dengan suara serak. dia tampak terkejut, tubuh nya sedikit terhuyung namun langsung kudekap. dia terdiam, tak membalas juga tak menolak. setelah kulepaskan dekapan itu, biru laut itu tak lagi menatapku. matanya menatap lurus kedepan, lagi-lagi terasa kosong namun aku menemukan seberkas cahaya. mata itu tampak hidup.

jemarinya bergerak untuk menyatukan jemariku. tangan nya dingin, tak hangat seperti tatapan nya. untuk pertama kalinya, aku membenci tatapan nya. hangat dan mempesona.

“sekali saja, ikut pulang dengan ku.” lagi dan lagi aku melihat tatapan itu. dia merayuku lewat tatapan nya, dan aku hampir saja terlena oleh tatapan sial itu.

aku tak bisa. seberapa kali pun ia mengeluarkan perhomonan dengan tatapan sendu seperti tadi tak membuat kaki ku melangkah.

im still here. for a long time, and same boy.”

tatapan nya mengeras. aku melihatnya. samudra yang terpapar dari kelopak matanya seperti berada dalam benua antartika yang tak memiliki kehangatan. begitu dingin dan keras.

dont be crazy. he die, and he never came back” sahutnya. nada yang keras bercampur ketus itu membuat emosiku meluap, seakan ia membawaku kedalam kenyataan yang menyakitkan.aku tak ingin.

aku bertahan. tetap berada dalam dunia maya yang membuatku menggila. tak peduli seberapa kuat ia mengeluarkan ku dari dunia ini.

“perg-”

“JANGAN GILA YOONA! BANGUNLAH, KAI SUDAH TIADA. DIA SUDAH MATI DAN KAU SENDIRI YANG MEMBUATNYA PERGI.”

tetesan itu keluar begitu saja. membuatku merasakan dingin nya angin malam yang menusuk tubuhku terlalu dalam, diiringi suara petir dengan kilatan nya yang siap menerjangku kapan saja.

aku terjatuh. membayangkan betapa mengerikan nya diriku. seberapa menjijikan nya diriku.

im here for you and i never leave you” aku memejamkan mata. menghirup udara segar yang akhirnya berhembus di seluruh tubuhku. Menunggunya untuk menepati janjinya.

Busan, June 2016

mataku tak kuasa. membuatku ingin menghentikan ini semua, namun di sisi lain aku menikmatinya.

dia berteriak, meminta tolong. memberiku tatapan hangat dan beberapa kali memanggil namaku. membuatku tersipu. berapa banyak gadis yang kau berikan hal manis itu?

“Yoona, sekarang giliran mu.”

dia terkulai lemas. terlihat begitu menyesakkan karena aku tak bisa berbuat apa-apa.

dia tersenyum saat aku mendekatinya. membuat rasa bersalahku semakin besar.

iris matanya seolah menarikku, membuat semua memori yang telah dilalui muncul kembali dihadapan ku. membuat dada ini semakin sesak dan tak ada tempat untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. dia manis, dengan janji palsunya.

Aku terjatuh dihadapan nya. aku tak kuasa menahan tangis saat melihat wajahnya.

bagaimana bisa dia seperti ini?

dunia terlalu kejam untuknya, dan aku juga tidak baik untuknya. Dia sudah melakukan hal yang benar dan aku salah. Aku salah dimatanya dan dia selau melakukan hal yang benar untuknya.

Bukan untukku.

tajam nya pisau ku tancapkan pada perutnya. aku menangis sekaligus bahagia, aku tak pernah merasakan sedih sekaligus senang dalam waktu yang bersamaan.

you having sex with other girl, kai. I know it.”

Dia menatapku dengan mata yang merah, tangan nya memegang perut dan mencengkram kuat tanganku.

its okay, you know me.”

dia menangis. Menahan sakit yang ku beri. aku senang melihatnya, dia berhak mendapatkan itu.

bitch.”

Aku tertawa, “i like it, dude.”

You’re perfect, but you give me too much your fucking shit.” Aku mencium bibirnya sebelum ia menutup matanya.

untuk selamanya.

Epilog

“Jadi siapa namamu?”

Aku tersenyum, “Namaku Im Yoona, Umurku 22 Tahun.”

Lelaki itu menarik senyum yang begitu manis. Terlihat begitu tampan dan juga manis dalam satu waktu, walau tidak setampan dengan dia. Lelaki itu mengetuk meja, “Ada pengalaman menarik?”

Aku mengangguk semangat yang sepertinya membuat wajahnya lebih mendekat padaku. Sepertinya ia penasaran, “Menjadi psikopat.”

Senyum itu memudar seperti semua orang lakukan.

FIN

A/N: karena belum pernah buat ff dengan genre kaya gini jadi kurang dapet feelnya;_; dan aku bener-bener minta maaf atas kesalahan kata-kata di ff sebelumnya yang harusnya kutulis ‘To Be Continued’ malah jadi ‘FIN’. makasih banyak yang udah baca dan maafkan jika ada kesalahan kata atau ke-typo-an yang tidak menyenangkan.

Pimthact. 

7 thoughts on “Perfect

  1. Aigoo…bahasanya menyita otakku yg sedang bebal ini
    Itu tuh sapa cowok yang ngobrol aam Yoona? Nyata atau halusinasinya doang?
    Duh Yoona, psycho gitu…
    Penasaran aku next nya, ditunggu kelanjutannya ya…

  2. Jadi ada kelanjutannya ya. Yeah!!
    bagus dong. Jadi bisa tau kehidupan Yoona selanjutnya stlah jadi psikopat. Daaannn siapa itu yg ngajakin yoona ngomong? Di tunggu ya kelanjutannya..

  3. Oh jadi yoona itu psikopat dan kai itu pacarnya yoona waktu dulu gara2 ketahuan selingkuh akhirnya dibunuh?? Terus laki2 yang terakhir ngobrol sama yoona itu siapa?? Penasaraan tetap berkarya

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s