[Ficlet] Vain

Hasil gambar untuk lay sad

By: Zee

Genre | Rating | Length

Angst | PG-15 | Ficlet

Cast :

  • Zhang Yixing
  • Im Yoona

Happy reading | Hope you like it

“Yixing-ah… Aku.. ingin kita berhenti sampai disini saja.”

Pria itu menatap lekat seorang gadis cantik yang duduk di hadapannya. Pandangannya menelusuri manik mata gadis itu mencari keseriusan dalam arti kalimatnya. Dan yah, pria itu menemukannya. Gadis ini benar-benar serius ingin mengakhiri hubungan mereka.

Zhang Yixing menelan salivanya dengan susah payah. Sebisa mungkin ia tenangkan hatinya agar tidak terlalu sakit mendengar pengakuan itu. Sebenarnya ia sudah yakin, cepat atau lambat hal seperti ini pasti akan terjadi. Tapi bukankah sekarang ini terlalu cepat untuk gadis ini mengambil keputusan? Apa 5 tahun berhubungan tidak berarti apa-apa untuknya? Sehingga memutuskanya tanpa alasan yang jelas seperti ini.

Yah, alasan yang sering diucapkan gadis itu sangat tidak konsisten menurut Yixing.

“Katakan apa alasannya,” Yixing mulai bersuara.

Gadis cantik itu tersenyum jengah, kemudian menghela nafas kasar. Ia merasa telah dipermainkan oleh Yixing. Karena seingatnya, sudah lebih dari 50 kali ia mengatakannya kepada Yixing. Alasan mengapa ia sampai tega mengakhiri cerita 5 tahun mereka dengan sepihak.

“Kau tahu, Yixing. Jadi berhentilah bersikap kekanak-kanakan dan terima saja kenyataan,” jawabnya.

Kini giliran Yixing yang mendesah, ia menatap tajam manik kecoklatan milik gadis itu. “Alasanmu, aku tidak bisa menerimanya. Aku tidak percaya kau lebih memilih karirmu ketimbang aku yang sangat mencintaimu.”

Im Yoona merasa tertohok mendengar ungkapan Yixing. Sebenarnya ia juga tidak mau berakhir seperti ini, tapi apa boleh buat, dunia menawarkan kesempatan langka untuknya. Tapi dengan syarat, ia hanya boleh fokus pada kesempatan itu saja.

Menjadi artis adalah impiannya dari kecil. Karena itu ia harus profesional dengan belajar melupakan romansa-romansa di kehidupannya yang lalu, dan memilih mencari romansa baru di kehidupan mendatang. Sulit memang, tapi Yoona tidak akan membuang kesempatan ini hanya untuk tetap tinggal di kehidupannya yang mengerikan. Tidak akan pernah. Karena itulah ia berniat meninggalkan Yixing.

“Kau pikir cintamu bisa merubah nasibku, Zhang Yixing? Tidak. Bersamamu tidak akan membuatku menjadi lebih baik.”

“Im Yoona!”

“Selamat tinggal. Semoga kita berjumpa lagi suatu hari nanti.”

Kalimat terakhir Yoona mengakhiri percakapan sepasang kekasih itu. Ah, tidak, lebih tepatnya mantan kekasih, karena gadis itu benar-benar serius meninggalkan Yixing yang kini terpaku seorang diri. Pria itu mencengkram jemarinya kuat, berusaha menahan emosi dalam lubuk hatinya. Ia tidak mau membuat kekacauan di café ini karena amarahnya yang siap membara. Dengan berat hati, Yixing ikut berlalu dari ruangan itu.

Langkah kaki Yixing membawanya ke tempat kenanganya bersama Yoona selama 5 tahun terakhir. Mata indahnya menelusuri setiap sudut yang pernah ia singgahi bersama gadis yang sangat dicintainya itu. Yixing mendesah pasrah. Untuk kesekian kalinya bayangan Yoona tergiang-giang dalam memorinya.

“Yixing-ah, aku sangat suka bunga itu. Bisakah kau mengambilnya untukku?” Yoona yang saat itu masih berusia 17 tahun mulai bermanja-manaja pada kekasihnya, Zhang Yixing.

Yak, kau mau aku menjadi pencuri, eoh? Ini adalah bunga taman, kalau satpam sampai melihat kita bisa di tangkap, bodoh,” balas Yixing yang tak setuju dengan permintaa Yoona.

“Karena itu usahakan dia tidak melihatnya. Ayolah, Yixing.. Aku ingin sekali bunga itu, tolong ambilkan, eoh? Uhm? Ne?” pinta Yoona sambail beraegyo-ria dihadapan kekasihnya. Sehingga mau tak mau Yixing harus mau. Salahkan hatinya yang luluh terlalu cepat.

Aisshh.. kau memang selalu bisa membuatku jadi penjahat. Tunggulah disini, aku akan mengambilkannya untukmu,” ucap Yixing akhirnya.

“Yesss! Jangan terlalu lama, eoh?”

“Jangan memerintahku,” dengus Yixing berpura-pura sebal. Gadis itu hanya tersenyum senang sementara Yixing sudah berlalu.

5 menit kemudian Yixing kembali, tapi tidak sendiri melainkan bersama bunga itu dan satpam yang mengejarnya.

“YOONA-YA!! Lariii… satpam itu mengejar kita! Palliwa!!”

“Kau dapatkan bunganya?”

“Kubilang lari, bodoh!”

“Ahh, ne!”

Kedua manusia berseragam sekolah itu pun terus lari bergandengan sembari tertawa bersama. Mereka menghiraukan si satpam gendut yang sudah kelelahan mengejar mereka.

Gomawo, Yixingah,” ucap Yoona di sela-sela pelarian mereka (?).

“Kau harus meneraktirku minum setelah ini,” sungut Yixing.

“Hahaha.. tentu saja. Wahh, satpam itu semakin dekat!”

“Ayo lebih cepat lagi!”

Yixing tersenyum getir mengingat kenangannya bersama Yoona di taman ini. Sungguh ia masih tidak percaya jika kisah mereka telah berakhir sia-sia. Gadis itu lebih memilih karirnya ketimbang cintanya yang begitu besar. Mungkin, dia memang belum bisa membahagiakan gadis itu.

“Baiklah, semoga kau bahagia dengan pilihanmu, Im Yoona.”

FIN

8 thoughts on “[Ficlet] Vain

  1. FIN?? Udah berakhirkah ini? Gak rela!!
    Kasihan Lay, Yoona tega banget gitu…masak iya buat jadi artis harus mutusin Lay gitu. Huhuhuhu…yang sabar Lay. Sini sama aku aja ^_^
    Sequel dong..
    Hwaiting!!

  2. Lanjutannya dong thor ga rela banget kalo cuma gini akhirnya 😔
    Yoona pov dong gimana terpukulnya dia juga
    Atau yoona yg setelah sukses langsung nyari yixing 😔

  3. Busettt…kejam bgd mutusin karna alesan bgtu,tp bener juga sih alesan jd artis ga mngkin kan pnya pacar.

  4. Mommy Lim tega bnget deh, Lay sma aku aja sini 😁😁😁 😂
    Hhehehe..
    Kerenn,,
    Dtunggu aja krya slnjutnya!!
    FIGHTING!!!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s