(SQ) POISON LIPS 6

YOONA-POISON-LIPS-4444

AUTHORS : Firda Auliana

MAIN CASTS : Im Yoona X Park Chanyeol|

MINOR CASTS :– Lee Won Geun as Kim Yeol, KAI

GENRE : Fantasy,Romance| RATING : PG 17

Don’t be siders!

NOTE : Sebelum membaca ini di harapkan untuk membaca POISON LIPS awal.

******

Yoona menopang dagunya, menatap jendela luar. Tidak ada siswa lain disini. Hanya dia seorang, 06.00 jangan mengharapkan semua siswa akan datang di waktu pagi itu, mungkin saja- ada yang masih mencuri waktu untuk tidur lagi.

Yoona hanya ingin datang cepat,karna sepinya rumah yang ia tinggali. Jangan harap Soo Hyun akan berada di rumah di musim panas ini. Jadwal nya akan membeludak, entah drama, iklan, model atau apapun itu. Mata Yoona melirik bangku Chanyeol, sesungguhnya masih ada perasaan untuk pria itu. Hatinya tidak dapat di bohongi, masih ada rasa rindu dan cinta untuk mantan suaminya itu.

Yoona sadar, untuk tidak mengharapkan pria itu lagi. Bagaimana dia menyakitanya, Yoona tak dapat berkata-kata lagi. Rasanya ia ingin melenyapkan pria itu ke dalam bumi paling dalam, tapi sudah pasti hatinya tidak akan sanggup.

Pintu kelas terbuka, membuyarkan lamunan Yoona. Matanya menatap pria yang baru saja datang. Matanya cukup terkejut melihat Yoona yang juga menatapnya tetapi gadis itu cepat menoleh ke lain arah. Chanyeol mengerti, lalu berjalan menuju bangkunya. Ia cukup terdiam di sana selama beberapa menit.

Chanyeol merasa suasana cukup canggung. Hingga terdengar kursi yang terdorong. Chanyeol menatap Yoona yang sudah berdiri dan ingin meninggalkan kelas. Chanyeol bergerak menahan Yoona, sebelum gadis itu pergi keluar.

Yoona terdiam, Chanyeol mengeratkan cengkramannya.

“Aku ingin kau kembali padaku” ucap Chanyeol. Yoona menghela nafas, berbalik menghadap Chanyeol.

“Kau kira aku gadis gampangan. Jangan harap aku kembali padamu”

“Aku sangat mengharapkan dirimu”

“Aku tidak mengharapkanmu”

“Kau akan kembali padaku”

“Tidak akan”

“Akan Kupastikan! Kau kembali padaku”

Pintu kelas terbuka, Kim Yeol menatap dua orang di depannya dengan alis terangkat. Chanyeol menatap Kim Yeol tajam.

“Apa aku mengganggu kalian?”

“Sangat menganggu” desis Chanyeol. Yoona melepas cengkaraman Chanyeol.

“Kim Yeol, kau belum sarapankan?. Ayo, aku juga ingin sarapan” Yoona berbalik menarik Kim Yeol keluar dari kelas menuju kantin meninggalkan Chanyeol yang terdiam di tempatnya. Kim Yeol menatap genggaman Yoona di tangannya, seulas senyum menghiasi wajah Kim Yeol.

Chanyeol menendang kursi dan meja yang ada disekitarnya. Ia marah,kesal, melihat genggaman itu. Amarahnya akan meledak di saat itu juga dan mungkin saja dia akan memukul Yeol jika pria itu ada di depannya.

“ARRGGG! Kim Yoona kau membuatku gila!!” Teriak Chanyeol.

Chanyeol tidak mengerti dirinya. Ada saatnya ia menginginkan Yura untuk berada di sisinya, tetapi ia juga sangat menginginkan Yoona untuk berada di sisinya. yura mempunyai hal yang mampu memuaskan Chanyeol, bahkan Yoona mempunyai lebih dari itu. Mereka seperti candu yang membuat Chanyeol menjadi gila. Apa cinta bisa terbagi dua?

“Itu artinya kau hanya ingin mendapatkan hasrat dan nafsu tanpa mengetahui arti cinta sesungguhnya”

Chanyeol mendongak, menatap pria yang berada di ambang pintu. “Kai? Apa yang kau lakukan disini?”

Kai tersenyum, ia bersedekap sambil menyandarkan tubuhnya. “Apa salah jika aku berada di kelasku sendiri?”

“Kau sekolah di sini? Sejak kapan?”

“Sejak aku berjanji pada diriku sendiri untuk melindungi Yoona. Gadis yang ingin ku raih dalam pelukanku”

Chanyeol menggeram pelan, rahangnya mengeras, tangannya terkepal mendengar perkataan santai Kai.

“Yoona akan menjadi urusanku”

“Yoona bukan lagi istrimu ataupun pacarmu”

“Tetapi dia adalah mate ku”

“Tidak ada mate yang merusak kepercayaan dalam hubungan mereka” ujar Kai, perkataan tajam itu membuat Chanyeol terdiam.

“Kau tidak mengerti”

“Apa yang tidak ku mengerti Park Chanyeol. Aku tahu kau sangat menginginkan mereka berdua. Tetapi ingat, kau hanya boleh memilih satu orang saja. Kau sudah menemukan mate mu, dan seharusnya kau bisa setia padanya. Jika kau berada di posisi Yoona, apa kau mau di duakan? Bayangkan saja, kau adalah suami Yoona, dan saat pulang dari kantor, kau melihat Yoona yang sedang bercumbu dengan pria lain di atas ranjangnya. Apa yang kau rasakan Chanyeol?!” dada Kai bergemuruh, terlihat jelas wajah Kai mengeras menahan marah. Sedangkan Chanyeol, dia terdiam, membayang kan perkataan Kai.

Tentu saja dia akan marah bahkan kecewa melihat orang yang di cintainya bercumbu dengan pria lain. Perasaan sesak akan sakit hati menyambar dada Chanyeol.

“Jawab aku Park Chanyeol!! Bagaimana kau bisa se-brengsek ini?! Jika kau tidak ingin menginginkan Yoona—kau bisa melepaskannya, mungkin saja Yoona akan mendapatkan mate yang lebih baik”

Mate hanya ada satu di dunia, Kai. Tidak dapat di gantikan ataupun di tolak. Itu seperti Takdir yang sudah di rencanakan. Seberapa jauh pun, aku tidak akan bisa di gantikan sebagai pendamping Yoona”

“Jika Yoona menginginkannya, dia bisa menolakmu Chanyeol. Walaupun dia harus merasakan sakit hati. Lebih baik seperti itu, dari pada memilih pria brengsek seperti mu.”

“Jaga bicara mu Kai”

“Apa aku salah? Kau bercumbu dengan wanita lain di depan istrimu,Park Chanyeol!. Tidakkah itu keterlaluan? Kau tidak memikirkan perasannya? Kau menukar cinta sejatimu demi wanita jalang itu. Ku ingatkan padamu Chanyeol. kau ingat Bagaimana Yura bercumbu dengan Ayahmu?” ucap Kai. Chanyeol tersentak, ia membulatkan matanya.

Kai tersenyum sinis. “Kau melihatnya dengan jelas waktu itu, dan kau bisa melihat bagaimana ibumu menangis dalam diam dan memilih memelukmu tanpa memperdulikan Ayahmu. Apa itu kurang? Tentunya kau masih ingat dengan adegan menjijikan itu. Apalagi saat Ibum—“

“Hentikan Kai! Kau terlalu jauh membahas ini”

“–mu melihat Ayahmu yang bersetubuh dengan Yura. KAU MASIH INGIN BERSAMANYA HAH!! KAU BODOH PARK CHANYEOL!!! KAU BODOH!.” Kai maju meremas kerah baju Chanyeol, menatap tajam manik mata Kakak sepupunya itu.

“Silahkan pilih sesukamu Chanyeol. Yura atau Yoona. Tapi ingat satu hal, jika kau melepaskan Yoona, jangan pernah menyentuhnya seujung jari pun!” Kai beranjak pergi meninggalkan Chanyeol.

Chanyeol menegang di tempatnya. Kenangan buruk itu kembali berkelebat saat Ayah Chanyeol,berselingkuh di belakang ibunya. Saat melihat gadis yang ia cintai rela melayani Ayah Chanyeol, tanpa memperdulikan persaannya. Ibunya hanya diam tanpa melakukan hal apapun. Chanyeol sangat ingin mendobrak pintu itu lalu menghajar mereka berdua. Tetapi tangan lembut ibunya,m menghentikan niat itu. Chanyeol tidak mengerti, saat melihat ibunya hanya diam dan menangis.

“Mungkin ibu sudah tidak dapat memuaskan ayahmu. Tidak apa-apa, ibu mengerti” itulah kata-kata yang sering Chanyeol dengar dari mulut ibunya. Chanyeol hanya bisa diam, memilih untuk menenangkan ibunya. Di saat itu Chanyeol bersumpah, tidak akan menjadi pria berengsek seperti ayahnya. Tapi sekarang? Dia sama saja dengan ayahnya!.

Shit!” Chanyeol berteriak keras, ia berjalan keluar dari kelas menuju kantin. Di sana Yoona dan Kim Yeol duduk berduaan dengan makanan mereka. Chanyeol berdecak kesal.

Kim Yeol menopang dangunya di atas meja, menatap Yoona yang larut dalam makanannya. Sesekali Kim Yeol tersenyum melihat tingkah lucu Yoona, walaupun gadis itu hanya bergerak untuk makan. Kim Yeol berdecak gemas.

Yoona bergerak risih menyadari tatapan Kim Yeol padanya. Rasa gugup terus menderai Yoona. Tidak!, jangan anggap Yoona tengah jatuh cinta. Semua gadis akan merasa seperti itu jika ia di tatap oleh salah satu most wanted yang ada di sekolah ini.

“Jadi apa ada yang salah dengan wajahku Kim Yeol?” Yoona jengah, ia meletakkan sendok berserta sumpitnya di atas meja, lalu menatap Kim Yeol. Pria itu kini tertawa kecil, memperlihatkan lesung pipi yang cukup menawan di kedua pipinya, terkesan lebih manis. Itu anggapan para fans Kim Yeol tapi tidak untuk Yoona.

“Tidak ada yang salah, hanya saja-“ Kim Yeol menggantungkan kalimatnya. Tangannya terulur menyentuh sudut bibir Yoona,lalu mengusapnya perlahan. Itu cukup membuat Yoona berdebar.

“-Setitik noda membuatmu terlihat lucu. Kau tahu, aku berfikir baru melihat anak kecil yang kelaparan” ujar Kim Yeol, Yoona mendengus lalu menepis tangan Kim Yeol.

“huh.. Aku kira ada apa?”

“Jadi kau berharap sesuatu yang lebih?”

“Kau kira begitu?”

“Ya, itu pasti, bukan perkiraan lagi”

“Hal pasti yang hanya ada di mimpimu”

“Oh Mengaku saja Yoona, wajahmu memerah”

“Wajahku memang seperti ini”

“Jangan mengelak, Kau semakin terlihat salah tingakah”

“Siapa yang salah tingkah? Kau pikir aku mengharapkan pujianmu?”

“Aku tidak pernah mengatakan tentang pujian. Ahh…”

Skakmat. Yoona terdiam menurutuki mulutnya. Dilihatnya Kim Yeol yang kini tertawa.

“Ahhh.. Jadi itu.”

“Berhentilah.” Yoona mendengus kesal.

“Hei jangan marah”

“-….-“

“Kau terlihat cantik, saat marah”

“-…-“

“Oh Ayolah, jangan marah lagi.”

Yoona menatap ke arah lain, tangannya bersedekap di depan dada. Bibirnya manyun bertanda kini ia tengah di landa kekesalan. Yoona mengedipkan matanya beberapa kali, menatap dada bidang yang ada di depannya. Yoona mengadahkan kepalanya ke atas menatap orang itu. Kim Yeol tersenyum, kedua tangannya masing-masing bertumpu di kursi dan satu lagi di meja. Menahan tubuhnya yang sedang membungkuk mendekati wajah Yoona.

Yoona meneliti wajah Kim Yeol. Tampan, satu kata untuk menggambarkan wajah itu. Sedangkan Kim Yeol terus tersenyum, menatap mata jernih Yoona. Mata indah itu seakan menghipnotis Kim Yeol, dengan perlahan wajahnya semakin dekat dengan wajah Yoona. Hudung keduanya saling bersentuhan, tidak ada yang berkedip saat bibir mereka hampir saling menyentuh.

“Ku harap kalian masih ingat tempat ini” Suara bass itu mengitrupsi mereka. membuat mereka tersentak dan saling menjauh dengan rasa canggung, mungkin itu hanya berlaku untuk Yoona. Karna Kim Yeol berdecak kesal menatap tajam Chanyeol yang ada hadapannya.

“Jadi, apa masalahmu Park Chanyeol?” tanya Kim Yeol, Yoona membuang wajahnya saat tak sengaja mereka saling temu pandang.

“Aku hanya ingin mengganggu kalian. Ah-tidak, maksudku aku ingin menajuhkanmu dari Yoona”

“Yoona sudah bukan milikmu”

“Aku tahu”

“Lalu?”

Chanyeol menyeringai.”Aku ingin menjadikannya milikku kembali”

“Dia tidak akan menjadi milikmu lagi”

“Dia akan tetap menjadi milikku. Aku pastikan itu”

“Jangan terlalu berharap”

“Aku tidak berharap, itu sudah kepastian”

Yoona menatap Chanyeol dan Kim Yeol secara bergantian, lalu ia menghela nafas. Yoona berdiri dari duduknya, melenggang pergi dari dua orang yang kini masih berseteru. Gadis itu memasuki kelasnya dan di kagetkan dengan pria yang duduk di bangkunya.

“Kai?”

“Yoona”

“Kau bersekolah di sini?”

“Menurutmu?” Kai terkekeh, melihat Yoona yang menatapnya dari atas sampai bawah. Bahkan di luar kelas sudah banyak teriakan-teriakan dari fans Kai.

“Ohh.. Kau memang bersekolah di sini, dan bisakah kau minggir? aku ingin duduk” ujar Yoona, Kai mengagguk, mempersilahkan Yoona untuk duduk.

Suasana kelas mulai ramai. Sudah banyak teman-teman Yoona yang berada di dalam kelas, tentu saja dengan mulut menganga. Apalagi para sisiwi yang terlonjak kaget bahkan pingsan, saat melihat Kai.

****

“Dewan telah memberikan kita perintah”

“Perintah?”

“Perintah penangkapan Kim Yoona”

“Ah.. Vampire baru itu.”

“Apa dewan sudah menentukan hukumannya?”

“Hukuman mati, para dewan sudah mendiskusikan hal ini.”

“Bukankah ini terlalu kejam.”

“Semua ini untuk para bangsawan, itulah proritas utama mereka.”

“Gadis yang malang. Jadi besok kita mulai bergerak?”

“Ya, kita harus bersiap-siap. Perintahkan para anak buahmu untuk bersiap-siap”

Pria itu mengangguk, sesekali menatap ke arah pria tua yang duduk di kursi kerjanya, sebelum beranjak pergi.

****

DON’T BE SIDERS

love you all

 

 

43 thoughts on “(SQ) POISON LIPS 6

  1. Knp Yoona hrus d’bnuh? Chanyeol aku tdk mengerti dgn kau, tp aku makin kesel. Tp aku tetp mendukung Chanyeol oppa memperjuangin kmbli dapetin Yoona. Next chap d’tnggu! Update soon, thor. Fighting!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s