[Freelance] First Love

yy

Tittle : First Love

Author : Shin Hee na | @shinheena | shinheena.wordpress.com

Lenght : Chapter

Rating : G

Genre : Romance, Marriage life and school life

Main Cast : – Im Yoon Ah

– Xi Luhan

– Jessica Jung

Other Cast : – Park Chanyeol

– Krystal Jung

Dislaimer : Poster and this story belong is mine. Sorry for typo! Plagiator? Doesn’t allowed here

July 2016 – ©Shin Heena

Happy Reading!

‘Mengapa harus ada cinta, jika cinta itu sendiri justru menyakitkan’

 

Seoul-Korea Selatan,27 Mei 2007- 08.46,Korea Standard Time

Hari ini seluruh murid Asia Pasific International School mengadakan ujian percobaan tertulis untuk membantu mereka dalam menghadapi kenaikan kelas yang akan diselenggarakan dua bulan kedepan. Seorang yeoja yang terlihat bersemangat mengerjakan soal-soal yang tak terhitung jumlahnya dan berbeda jauh dengan seorang namja yang duduk disebelahnya justru yang terlihat uring-uringan mengerjakan soal itu. Sistem ujian percobaan kali ini berbeda dari biasanya, setiap murid akan menempati meja untuk dua kursi, kursi kanan hanya untuk murid yang mempuyai prestasi cemerlang sementara kursi kiri untuk murid yang mempunyai prestasi yang buruk. Tujuannya adalah supaya murid yang memiliki prestasi buruk memiliki kemauan untuk bertanya ataupun berkomunikasi dengan murid dengan prestasi yang baik. Aneh bukan?

“Aish.. soal ini susah sekali!” gerutu seorang namja yang membuat yeoja yang duduk disampinya menoleh kearahnya

“Mau aku ajarkan?” tukas yeoja itu

“Tidak perlu” singkat namja itu

“Yasudah kalau begitu” decak Yoona-gadis yang duduk disamping namja itu

“Ne” tanpa sengaja namja itu-Luhan menjatuhkan pulpen Yoona dan saat mereka hendak mengambilnya tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan,kedua iris hazel mereka juga tak luput,mereka saling bertatapan dan saat itu juga hanya ada keheningan.

“Ahh.. Mianhae” ujar Luhan yang mencoba mencairkan suasana tegang itu

 

 ‘ 1 detik aku melihatnya..

2 detik aku mengenalnya..

3 detik aku menyukainya..’

.

.

.

Ujian akirnya selesai, dan kini semua murid merayakan waktu luang mereka dengan berpesta dan lainnya tapi berbeda dengan Yoona justru ia terus belajar seakan-akan belajar adalah jiwanya.

“Yoong, kau tidak bosan belajar terus? Hari ini kelas kita tidak ada yang mengajar” ujar Jessica-sahabat baiknya.

“Aniyo. Walaupun pelajaran kosong tapi apa salahnya kan belajar”

“Terserah kau saja lah”

 

Luhan Pov

Seminggu sudah berlalu dan semenjak ujian berakhir lusa lalu aku tidak pernah melihat yeoja itu, bahkan namanya saja aku tidak tau, semenjak itu juga aku berusaha mencari informasinya ke setiap kelas. Aku bisa gila jika terus memikirkan yeoja itu, aku sudah dibutakan oleh cinta.

“Kau kenapa Luhan?” tanya Chanyeol-sahabatku

“Kau tau kan yeoja yang aku ceritakan kemarin? Sampai sekarang aku belum tau namanya”

“Hahaha”

“Kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu” tanyaku

“Aniyo. Aku baru pertama kalinya melihat kau mengejar seorang wanita” ledek Chanyeol

“Molla.. Tapi sejak pertemuan itu aku mulai tertarik padanya. Jadi aku harus bagaimana?” tanyaku yang setauku Chanyeol merupakan pakarnya cinta

“Begini kau kan tidak tau namanya tapi pasti kau mengenal wajahnya kan” jika ada sesuatu yang berhubungan dengan ‘cinta’ sikap Chanyeol akan berubah menjadi tegas layaknya detektif cinta.

“Ne, tentu saja”

“Kau cari saja namanya dibuku siswa, pasti disana ada foto dan data-datanya” saran Chanyeol

“Buku siswa itu kan sesuai dengan kelasnya sedangkan disekolah ini ada 14 kelas! Bagaimana caranya aku menemukan kelasnya” sepertinya ide Chanyeol cukup membuatku sulit

“Kau cari saja dibuku siswa berprestasi” kali ini ide Chanyeol lebih masuk akal dari sebelumya

“Wahh.. Gomawo Chanyeol” riangku sambil memeluknya

“Berhenti memelukku Luhan” tegas Chanyeol

“Aku pergi dulu. Bye!” ujarku sambil pergi menuju keruang data siswa

-End Luhan Pov-

Luhan berhenti melangkahkan kakinya menuju ruangan bertulikan student identity room itu, disana ia meminta buku tentang data-data murid yang berprestasi. Setelah lima belas menit ia tidak juga menemukan foto yeoja itu padahal itu adalah buku yang ketiga dan sekarang adalah buku yang terakhir, awalnya ia sempat putus asa tapi keinginannya ia buang jauh-jauh karena tanpa sengaja ia menemukan foto Yoona. Ia mencoba mengingat baik-baik ruang kelas yeoja itu kelas 2.3

“Akhirnya aku menemukannya, jadi namanya Im YoonAh dan dia kelas 2.3 itu artinya dia hoobaeku” dengan langkah gesitnya ia mencari buku siswa kelas 2.3

“Nah ini dia” disana tertera nama,tempat dan tanggal lahirnya serta alamat rumahnya dan tidak lupa prestasi yang ia miliki.

“Wahh ia sangat pintar” puji Luhan. Tentu saja selama ini Yoona meraih juara satu di Sains Olympic selama dua tahun berturut-turut.

“30 Mei 1990? Itu artinya besok! Aku akan memberikannya suprise untuknya” dengan cepat aku meraih ponselku lalu mencatat semua data-datanya.

 

Seoul-Korea Selatan, 30 Mei 2007. 07.30-Korea Standard Time

Luhan Pov

Hari ini Yoona berulang tahun yang ke tujuhbelas tahun atau sweet seventeen. Dan hari ini juga aku berniat untuk menjadikannya kekasihku, aku sudah menyiapkan semuanya mulai dari kue, balon dan spanduk bertuliskan ‘will you be my girlfriend?’.

“Hei Luhan, Kau yakin ingin menembaknya?” tanya Cahnyeol

“Tentu saja aku yakin!” tegasku

“Kau tolong suruh Jessica untuk mengajak Yoona ke halaman sekolah ya? Aku tunggu lima menit lagi” pinta Luhan

“Oke”

-End of Luhan Pov-

.

.

Secara samar ia melihat Yoona datang bersama Jessica dan Chanyeol.

“Untuk apa kau menutup mataku? Mau dibawa kemana aku?” tanya Yoona yang ditutup matanya

“Ini secret” kata Jessica-gadis keturunan California itu.

Saat sudah sampai ditengah-tengah lapangan sekolah Chanyeol dan Jessica pergi meninggalkannya. Terlihat semua sudut lapangan sudah dikelilingi kerumunan manusia terutama para yeoja yang menyaksikan moment ini.

“Apa aku boleh membukanya” tanya Yoona

“Buka saja” kata Luhan

BLUSH

Pipi Yoona seketika merona saat melihat seorang namja yang tidak dikenalnya berlutut dihadapannya sambil membawa buket bunga mawar.

“Kau siapa?” tanya Yoona bingung sekaligus terkejut

“Aku Luhan, Kau tidak ingat saat ujian kemarin?”

“Ahh kau namja bodoh itu ya” sontak saja ucapan Yoona barusan membuat seluruh orang disana tertawa.

“Ne” ujar Luhan malu

“Kau mau apa?”

“Lihatlah keatas” pinta Luhan

Sebuah spanduk bertuliskan ‘will you be my girlfriend’ yang dikaitkan dengan beberapa balon menjulang tinggi di udara sontak membuat Yoona terkejut.

“Yoona, Will you be my girlfriend?” tanya Luhan sambil menyerahkan buket bunga mawar itu

 

Yoona Pov

“Yoona, Will you be my girlfriend?”

‘Apa ia gila? Aku belum mengenalnya dan dia sudah menembakku. Apa yang harus aku jawab, sejujurnya aku tidak menyukainya lagipula aku tidak mengenalnya tapi jika aku tolak, aku kasihan dengannya apalagi ditonton ratusan siswa. Terpaksa aku menerimanya’ batinku dalam hati

“Bagaimana? Mau tidak” tanyanya lagi

‘Tentu aku tidak mau’

“Em.. Y-yes i will” jawabku ragu-ragu

“Jinjja? Wah Gomawo chagi” katanya dan terlihat wajahnya sangat bahagia. Dan para murid yang menyaksikanya pun bertepuk tangan bahkan sampai ada yang terharu

‘Mianhae’ batinku

“Selamat ulang tahun chagi. Ini kuenya! Tiup lilinnya ya, tapi sebelum itu make a wish dulu ya” ujarnya sambil menyodorkan kue berwarna biru yang bertuliskan ‘Happy Birthday Chagi’

‘Aku harap kebohonganku akan segera berakhir dan Luhan menjauhiku’

“Apa yang kau harapkan?” tanya Luhan

“Aku berdoa kita akan selalu bersama” ujarku bohong

-End of Yoona Pov-

 

‘Terkadang kebohongan akan berubah menjadi menyakitkan’

.

.

“Chagi, Kau mau pesan apa” tanya Luhan yang sekarang sudah resmi menjadi kekasih Yoona

“Terserah kau saja” ujar Yoona, saat ini ia tidak ingin memberi harapan kepada Luhan lebih baik ia tidak memperdulikan Luhan daripada nanti Luhan akan sakit hati

“Kalau begitu aku pesan dua Misu (sejenis minuman musim panas) dan dua tteokbokki (kue beras yang dimasak bersama saus cabai) ya ahjumma” ujar Luhan yang berbicara kepada pemilik warung kaki lima yang letaknya cukup dekat dari Namsan Tower

“Kalian tampak sangat serasi” ujar ahjumma pemilik warung itu

“Jinjja?” Luhan tampak tersenyum senang sementara Yoona hanya bisa menundukan kepalanya. Dan tampa menunggu lama pesanan yang mereka pesan akhirnya sudah tersedia dimeja.

“Wahh.. Massita” puji Luhan yang sudah setengah menghabiskan tteokbokkinya sementara Yoona sama sekali belum menyentuh makanannya.

“Kenapa tidak dimakan? Tidak suka ya?” tanya Luhan khawatir

“Aniyo. Aku suka” ujar Yoona, ia mengambil sumpit dan memasukan tteokbokki itu kedalam mulutnya.

“Pedas! Huaaa ini pedas sekali. Air! Mana air?” jerit Yoona

“Ini minumlah misu ini. Bagaimana?” ujar Luhan yang menyodorkan misu kepada Yoona

“Sudah lebih baik” ujar Yoona

“Kau terlihat sangat lucu saat kepedasan” pekik Luhan menahan tawanya

“…” Yoona hanya tersipu malu saat Luhan mengatakan itu

“Jangan makan tteokbokki itu lagi ya? Aku akan pesankan kau kimchi saja ya?” ujar Luhan

“Aniyo. Tidak perlu, lagipula ini sudah malam lebih baik kita pulang saja ya” ajak Yoona

“Ne. Kajja kita pulang. Kau tunggu saja di luar aku ingin membayar makanan ini dulu” pinta Luhan

“Ne. Arraso”

.

.

.

At  APIS, Seoul-Korea Selatan

“Chukkae Yoong” ujar yeoja yang bermarga Jung itu

“Gomawo Sica” saat ini Yoona tidak ingin satupun orang tau keterpaksaannya menerima Luhan meskipun itu Jessica sahabatnya sendiri.

“Itu Luhan” tunjuk Jessica kearah Luhan yang sedang berjalan menghampiri mereka

“Chagi, nanti sore kita belajar bersama ya?” pinta Luhan

“Nanti sore? Baiklah” ujar Yoona

“Kajja kita kekelas” ajak Luhan yang menggandeng tangan Yoona dan meninggalkan Jessica sendirian

“Aish,, Pasangan itu! Aku ini manusia bukan patung! Seenaknya meninggalkanku! Andai aku punya kekasih!” gerutu Jessica

“Aku mau jadi kekasihmu”

“Mwo?! Chanyeol?! Tidak lucu!” gerutu Jessica

“Itu serius. Jessica will you be mine?” ujar Chanyeol yang berlutut dihadapanya sambil memegang kedua tangannya

“I-ini s-sangat tidak lucu Chanyeol”

“Aku serius. Aku sudah lama menyukaimu. Bagaimana?”

“Yes, I Will” lantang Jessica

“Gomawo Sica” ujar Chanyeol yang langsung memeluk Jessica

“Kita sedang berada disekolah Chanyeol! Lepaskan pelukanmu itu”

“Ah. Mianhae Baby”

“Baby? Aku tidak suka panggilan itu”

“Lalu aku harus memanggilmu apa?” tanya Chanyeol

“Chagi. Ya kau harus memanggilku Chagi saja”

“Chagi? Itu sudah biasa, tapi baiklah Chagiyya. Kajja kita kekelas”  ajak Chanyeol

.

.

.

At Yoona Family’s House, Seoul-Korea Selatan

“Chagi, Aku tidak mengerti pelajaran fisika ini, Bantu aku ya?” pinta Luhan sambil mempoutkan bibirnya

“Baiklah” ujar Yoona

“Jadi, kau hanya perlu mempelajari rumus ini dan-“ ucapan Yoona terhenti karena sejak tadi Luhan terus saja memandanginya

“Jangan memandangku Chagi” ujar Yoona

“Ah, Mianhae Chagi”

“Kerjakan ini saja!”

“Jangan marah chagi” ujar Luhan

“Aku hanya risih saat kau memandangiku” elak Yoona

“Kajja kita belajar! Kali ini aku akan serius belajar” ujar Luhan

“Ng? Chagi apa benar kau menyayangiku? Aku takut kau tidak mencintaiku” lirih Luhan

“T-tentu saja aku menyayangimu Luhan. Jangan berkata seperti itu lagi ya?” pinta Yoona

“Ne”

.

.

“Selesai!” ujar Luhan

“Ini kan sudah malam lebih baik kau pulang saja ya?” pinta Yoona

“Tapi aku ingin disini dulu”

“Tidak bisa Luhan. Lebih baik kau pulang sekarang kalau kau pulang nanti, jalanan disekitar sini pasti sudah sepi, aku tidak ingin kau dalam bahaya.” Ujar Yoona

“Baiklah Chagi, Aku pulang dulu ya”

“Ne. Hati-hati dijalan”

“Ne”

.

.

.

.

At School, Seoul-Korea Selatan

“Yoong, Kau tau tidak? Kemarin Chanyeol menembakku dan sekarang kami resmi berpacaran” kata Jessica dengan penuh semangat

“Jinjja? Wahh Chukkae Sica” ujar Yoona

Drtt..Drtt

From : Luhan

‘Chagi, Kau dimana? Temui aku ditaman sekolah ya? Ada hal yang penting yang ingin kukatakan padamu’

 

‘Apa dia sudah tau kalau aku tidak menyukainya’ batin Yoona

 

To : Luhan

‘Ne, Aku akan kesana’

 

“Siapa Yoong?” tanya Jessica

“Luhan. Aku pergi dulu ya,Luhan mengajak bertemu” ujar Yoona

“Ne.”

.

.

.

“Apa yang ingin kau bicarakan Chagi?” tanya Yoona penasaran

“Ng” Luhan pun berlutut dihadapan Yoona dan sontak membuatnya kaget

“Yoona, Will you marry me?” tanya Luhan

“Mwo?! Kita ini kan baru berpacaran selama dua minggu dan kau sudah melamarku” ujar Yoona yang masih tidak percaya dirinya dilamar oleh orang yang tidak dicintainya

“Aku yakin kita pasti berjodoh” tekad Luhan sudah bulat ia ingin mempersunting Yoona meskipun mereka masih bersekolah

“Tapi kita masih besekolah” elak Yoona

“Sebentar lagi aku akan lulus”

“Tapi kalau kau lulus aku masih bersekolah! Lagi pula aku belum begitu mengenalmu. Kalau Tuhan menakdirkan kita berjodoh kita jalani saja dulu. Aku belum siap menikah Luhan! Aku ingin menikmati masa mudaku.” Perkataan Yoona sontak membuat Luhan tidak menyaka Yoona berkata seperti ini, ia tau Yoona masih bersekolah tapi kalau kita saling mencintai pasti apapun rintangannya akan kita lalui.

“Mianhae aku memaksamu, aku kira kau mau menerima lamaranku ini. Anggap saja aku tidak pernah mengatakan ini” Luhan yang merasa kecewa akhirnya memutuskan pergi meninggalkan Yoona sendirian

‘Mianhae Luhan.Mianhae’ batin Yoona

“Kau mau kemana? Ini masih jam pelajaran sekolah” pekik Yoona karena ia melihat Luhan pergi keluar gerbang sekolah,merasa bersalah akhirnya Yoona mengejar Luhan.

“Luhan awass” Yoona panik karena sebuah truk melaju kencang dan pada saat itu Luhan sedang menyebrang tanpa memperdulikan sekitarnya dan akhirnya saat truk ingin menabrak Luhan,dengan sigap Yoona berlari dan menyelamatkan Luhan, Luhan berhasil selamat walaupun ada luka memar ditubuhnya tapi Yoona belum sempat menyelamatkan diri dan akhirnya ialah yang tertabrak dan cairan kental  berwarna merah keluar dari kepala Yoona

“Yoona!!” Luhan dengan cepat menghampiri Yoona yang sudah tidak sadarkan diri

“Mianhae Yoona. Bangun! Kau harus bangun!” teriak Luhan

.

.

.

At Hospital, Seoul-Korea Selatan, 04.36 PM-Korea Standard Time

“Luhan bagaimana keadaan Yoona?” tanya Jessica yang baru saja datang bersama Chanyeol

“Aku tidak tau. Dari tadi dokter belum keluar”

“Bagaimana ini bisa terjadi?” tanya Chanyeol

“Ini semua salahku. Ia menyelamatkanku” ujar Luhan yang tak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri

“Ini bukan salahmu-“ ucapan Jessica terhenti karena seorang dokter datang menghampiri mereka

“Dok, bagaimana keadaan Yoona” tanya Luhan

“Apa kau walinya” tanya sang dokter

“Ne, Saya kekasihnya. Bagaimana keadaannya dok?”

“Kepalanya mengalami pendarahan yang cukup parah tapi kalian tidak perlu khawatir untuk sekarang Yoona baik-baik saja dan sebentar lagi dia akan dibawa keruang perawatan.” Jelas sang dokter

“Apa saya boleh melihatnya?” tanya Luhan

“Boleh asalkan hanya satu orang”

“Luhan, kau maasuk lah dulu nanti kami akan kesana” ujar Chanyeol

.

Gulungan perban melilit dikepala Yoona dan luka-luka memar juga menghiasi pergelangan tangan Yoona.

“Chagi, Kau sudah sadar?” tanya Luhan

“N-ne. L-Luhan uca-ucapan y-yang k-k-kau k-katakan tadi a-aku m-menerima l-lamaranmu” lirih Yoona yang masih belum 100% sadar karena pengaruh obat bius

“Jangan katakan itu! Nanti saja kita bicarakan itu” pinta Luhan dan tak terasa air mata Luhan jatuh

“J-jangan menangis!” pinta Yoona

“Mianhae Yoona. Aku memang tidak pantas mendampingimu lagi, lebih baik hubungan kita berakhir” pinta Luhan

“Kalau kau berkata seperti itu aku tidak ingin melihatmu dan mengenalmu lagi!” ancam Yoona

‘Kata kata ‘berakhir’ sudah aku tunggu selama ini, tapi entah mengapa hatiku mengatakan aku harus belajar menerimamu. Aku akan berusaha mencintaimu Luhan’ batin Yoona

“Aku janji aku tidak akan memaksamu lagi” ujar Luhan

“Kau juga harus janji kau tidak akan melakukan hal konyol seperti tadi” pinta Yoona

“Ne. Aku janji” ujar Luhan

.

.

.

Seminggu sudah Yoona dirawat dirumah sakit dan selama itu juga Luhan bolos dari sekolahnya dan memutuskan merawat Yoona selama 24 jam. Gulungan perban dikepala Yoona juga sudah dilepas dan digantikan perban kecil yang ditempel didahi kanannya.

“Annyeong Chagi! Apa aku menggangumu?” sapa Luhan yang baru saja datang

“Nado Annyeong Chagi! Ini masih jam tujuh pagi Luhan! Jangan bilang kau bolos lagi?” selidik Yoona

“Ne, aku ingin merawatmu” pinta Luhan

“Kau sudah bolos selama seminggu! Sekarang cepat kau sekolah!” pinta Yoona

“Tapi ini sudah jam tujuh dan sepuluh menit lagi masuk” ujar Luhan yang mempoutkan bibirnya

“Aku tidak perduli! Kalau kau tidak sekolah lagi aku tidak mau lagi melihatmu!” ancam Yoona

“Aish.. Baiklah Chagi, Aku pergi dulu ya?” ujar Luhan

“Hati-hati dijalan”

‘Seminggu ini Luhan selalu menjagaku bahkan dia sampai membolos dan dia pasti sangat lelah menjagaku. Luhan kau tenang saja aku akan mencoba mencintaimu dan sepetinya rasa sukaku mulai ada untukmu.’ Batin Yoona

“Permisi Yoona, saatnya kau makan” pinta seorang suster yang bernama Irene. Irene merupakan teman Yoona saat di Amerika dulu.

“Ne. Irene kapan aku bisa pulang?” tanya Yoona

“Kalau kondisimu sudah membaik baru kau bisa pulang”

“Kondisiku sudah membaik kok, Apa boleh hari ini aku pulang?” pinta Yoona

“Apa kau yakin?” tanya Irene

“Aku yakin. Aku mohon ijinkan aku pulang ya?” ucap Yoona dengan andalan aegyonya

“Jangan menunjukkan aegyomu Yoona, Baiklah kau boleh pulang tapi kau harus memakai kursi roda”

“Ne, Irene antarkan aku ke sekolah ya?” pinta Yoona

“Buat apa? Kau mau sekolah?” tanya Irene

“Aniyo. Aku ingin memberi kejutan untuk Luhan”

“Aish,,disaat sakit kau terus memperhatikan kekasihmu itu” ledek Irene

“Sudahlah, Kajja kita pergi”

.

.

.

At School, Seoul-Korea Selatan

“Luhan?! Kau dari mana saja? Apa seminggu ini kau bolos?” cecar Chanyeol

“Aku merawat Yoona dirumah sakit Chanyeol” ujar Luhan

“Bagaimana keadaan Yoona?” tanya Chanyeol

“Perbannya sudah dilepas dan kondisinya juga sudah membaik” ujar Luhan

“Kajja kita masuk Luhan” ajak Chanyeol

(s)

“Irene, gomawo kau sudah mengantarkanku.”

“Cheonma. Apa kau yakin bisa sendiri?” tanya Irene

“Aku yakin” ujar Yoona

“Aku pergi dulu ya” pamit Irene

.

Yoona memutuskan pergi keruangan siaran rencananya ia akan bernyanyi untuk Luhan.

“Yoong?!” Jessica sangat terkejut karena baru saja ia keluar dari ruang siaran didepan pintu Yoona sedang terduduk dikursi rodanya

“Jessica?!” Yoona juga sangat terkejut melihat Jessica

“Kau sedang apa disini?” tanya Jessica

“Aku ingin memberikan Luhan kejutan. Bantu aku ya?” pinta Yoona

“Ne, Baiklah”

.

.

“Oke, Annyeong semuanya bertemu lagi dengan saya Jessica Jung di APIS FM 12.0 disini saya bersama seorang yeoja yang ingin memberikan kejutan untuk seseorang. Oke langsung saja ini dia” Jessica sebagai ketua ruang siaran berbicara yang terhubung dengan speaker yang diletakan diseluruh kelas. Yoona akhirnya mulai bernyanyi.

‘When we together, When we together modeun ge kwaehn-chanhajyeo apeun giyeokdeul sarajyeo’

‘When we together, When we’re together nan tashi haengbo-khaejyo nado moreuge misol jiyeo’

“Luhan, Aku harap kau terus berada disampingku. Saranghae Xi Luhan” setelah memupuk dikelopak matanya akhirnya cairan liquid bening mengalir membasahi pipnya.

 

Luhan Pov

“Luhan, Aku harap kau terus berada disampingku. Saranghae Xi Luhan”

‘Suara itu? Itu suara Yoona, Aku harus menemuinya’ dengan gesit kaki jenjangnya berlari menuju keruangan siaran.

“Jessica, Mana Yoona?” tanyaku

“Tadi setelah mengatakan itu dia menangis, aku tidak tau ia kemana. Tapi, kalau ia bersedih biasanya ia akan pergi ke atap sekolah” saran Jessica dan aku langsung berlari menuju atap sekolah

.

“Ini kursi roda siapa? Apa ini punya Yoona?” Luhan heran karena saat ia ingin menaiki tangga disamping tangga itu ada sebuah kursi roda

-End of Luhan Pov-

 

“Yoona?!”  dengan napas terengah-engah Luhan berhasil sampai di atap sekolah disana ia melihat Yoona dengan masih memakai baju rumah sakit berdiri disana sambil menangis seakan akan ia mencoba meloncat dari ketinggian 5 lantai

“Luhan? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Yoona

“Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Kau sedang apa disini?” tanya Luhan

“Aku hanya ingin sendirian” pinta Yoona

“Kau kenapa menangis. Suaramu bagus sekali” puji Luhan

“Luhan!” isak Yoona sambil berjalan menuju kearah Luhan

“Kau berhenti disana, biar aku yang datang padamu” pinta Luhan

“Mianhae Luhan.Mianhae” isak Yoona

“Ada apa Chagi?” tanya Luhan khawatir

“Sejujurnya aku tidak mencintaimu. Aku menerimamu karena aku kasihan kepadamu. Mianhae” isak Yoona lagi

“Mwo?! Mengapa kau berbohong kepadaku?” tanya Luhan

“Aku takut kau marah. Tapi sekarang aku sudah belajar mencintaimu” ujar Yoona

“Tentu aku marah! Kenapa kau baru mengatakannya sekarang?! Aku sudah tidak percaya lagi padamu!” sejujurnya Luhan tidak tega membentak Yoona, tapi Yoona sudah berbohong padanya.

“Mianhae. Apa yang harus aku lakukan supaya kau memaafkanku” tanya Yoona

“Pergi jauh dari kehidupanku. Hubungan kita sudah berakhir!” tegas Luhan yang melangkah pergi meninggalkan Yoona sementara Yoona berjalan menuju pinggir atap dan berniat mengakhiri hidupnya.

“Mianhae aku sudah membohongimu. Mulai sekarang aku tidak akan menggangu mu lagi. Selamat tinggal Luhan. Aku mencintaimu” ucap Yoona sebelum ia terjun dari lantai 5 dan Luhan yang melihat Yoona ingin terjun kebawah langsung pergi menolong Yoona dan untung saja Luhan berhasil meraih tangan Yoona.

“Kau bodoh Yoona! Sungguh bodoh! Untuk apa kau mengakhiri hidupmu?”

“Aku melakukan ini supaya kau percaya padaku kalau aku mencintaimu. Lepaskan tanganku! Lebih baik aku mati.” Ancam Yoona

“Aku mohon jangan lakukan ini. Aku memaafkanmu” ujar Luhan

“Jinjja?” tanya Yoona

“Ne. Pegang tanganku” pinta Yoona. Akhirnya Yoona berhasil diselamatkan oleh Luhan

“Saranghae Luhan” itulah kata terakhir Yoona sebelum akhirnya ia tidak sadarkan diri

“Yoona? Bangun Yoona!” merasa Yoona tak merespon Luhan akhirnya menggendong Yoona dan membawanya ke rumah sakit

.

.

.

“Bagaimana keadaan Yoona dok?” cemas Luhan

“Kondisinya sekarang sudah membaik, harusnya ia tidak keluar, itu sangat berbahaya dan penyakitnya akan tambah parah” ujar sang dokter

“Penyakit?” tanya Luhan

“Ne, akibat kecelakaan yang dialaminya kepalanya mengalami kerusakan yang parah dan ia terkena penyakit Alzheimer.”

“Alzheimer?” tanya Luhan yang masih tidak mengerti

“Alzheimer merupakan penyakit yang menyebabkan seseorang menjadi pelupa dan jika penyakitnya bertambah parah ia akan lupa siapa dirinya dan lupa pada orang dan benda yang ada disekitarnya” jelas sang dokter

“Lalu bagaimana perkembangannya?” tanya Luhan

“Syukurlah mungkin Yoona untuk sekarang sering lupa terhadap hal-hal kecil saja seperti lupa makan,lupa ia ada dimana dan lainnya. Maka dari itu saya sarankan untuk menjaga Yoona kemanapun ia pergi” saran dokter itu

“Ne, Gomawo dok”

.

.

“Yoona” panggil Luhan tapi Yoona justru membalikan tubuhnya dan tidak menjawabnya

“Kau kenapa?” tanya Luhan

“Apa kau sudah tau tentang penyakitku?” tanya Yoona masih dengan posisi yang sama

“Ne”

“Aku takut. Aku mohon tetaplah bersamaku” isak Yoona

“Kau tidak perlu takut”

“Bagaimana aku tidak takut? Aku takut aku tidak mengingatmu, aku takut aku tidak mengingat diriku sendiri dan aku takut jika aku melupakan kenangan tentang dirimu”kali ini Yoona memberanikan diri menatap iris hazel Luhan

“Aku akan selalu bersamamu” ujar Luhan sambil memeluk Yoona

“Luhan?” panggil Yoona

“Ne” jawab Luhan

“Ingatkan aku setiap hari namaku dan namamu, Ingatkan aku jika aku lupa makan, Ingatkan aku jika aku lupa dirimu dan Ingatkan aku jika aku lupa diriku sendiri” pinta Yoona

“Ne, Aku akan mengingatkanmu setiap hari”

“Gomawo Luhan” ujar Yoona

.

.

.

Seminggu sudah Yoona dirawat dan hari ini tanggal 30 Juni 2007 hubungan mereka resmi satu bulan dan mereka hanya merayakanya dirumah sakit.

“Annyeong Yoong” sapa Luhan

“Nado Annyeong Luhan. Tumben sekali kau membawa bunga, memang ada apa?” balas Yoona

“Kau tidak ingat?” tanya Luhan

“Aniyo. Memang ada apa?” sepertinya penyakit Yoona mulai parah sekarang bahkan ia tidak ingat hari jadi hubungan mereka yang kesatu bulan

“Hari ini hubungan kita tepat satu bulan” ucap Luhan yang terkesan lirih

“Mwo?! Luhan? Mianhae, Aku lupa. Kau pasti sangat tersiksa dengan penyakitku ini” lirih Yoona

“Tidak masalah. Ini bunga untukmu dan aku punya hadiah untukmu” ujar Luhan sambil menyodorkan buket bunga mawar

“Hadiah?” tanya Yoona

“Ne, ini” ujar Luhan sambil memberikan sebuah note berbentuk rusa

“Note? Untuk apa”

“Kau bisa mencatat apapun dinote itu seperti hari jadi kita, namaku dan namamu”

“Gomawo Luhan” ucap Yoona

“Ne” sekilas Luhan mencium kening Yoona

“Kau sudah makan?” tanya Luhan

“Omo! Aku lupa”

“Ini sudah siang, kau makan ya? Ini aku bawakan kimchi”

“Kita makan bersama ya” ajak Yoona

“Ne”

 

“Mashita.. Siapa yang membuat kimchi ini?” tanya Yoona yang sudah melahap dua mangkuk kimchi

“Ini aku yang membuatnya”

“Wah,,namjachinguku ternyata pintar memasak” puji Yoona

“Tentu saja”

“Permisi” salah satu seorang dokter datang menghampiri mereka

“Ne, Waeyo dok” tanya Luhan

“Begini, kami sudah menemukan Rumah sakit yang bisa mengobati penyakit Yoona” ujar sang dokter

“Jinjja? Dimana tempatnya?” tanya Luhan penuh semangat

“Tempatnya di Amerika tepatnya di California” ucapan sang dokter membuat dua pasangan kekasih itu menjadi sedih

“California?” tanya Luhan

“Ne, disana ada Rumah sakit International yang bisa menyembuhkan Yoona”

“Kira-kira sampai kapan aku di California?” tanya Yoona

“Penyakitmu sudah cukup parah jadi kira-kira membutuhkan waktu selama 3 tahun, tapi masalah lama tidaknya tergantung dengan kondisimu”

“3 tahun?” ujar Luhan kaget

“Kapan saya akan berangkat dok?” tanya Yoona lagi

“Minggu depan kau sudah bisa berangkat. Kami akan mempersiapkan kebutuhanmu selama disana. Saya permisi dulu”

“Yoong, kau akan pergi?” tanya Luhan

“Sebenarnya aku tidak ingin pergi, aku melakukan ini supaya aku bisa sembuh, ini demi kebaikan kita” ujar Yoona

“Tapi 3 tahun itu sangan lama” ujar Luhan

“Tunggulah aku. Aku akan berusaha supaya aku bisa pulang lebih cepat. Aku mohon ijinkan aku pergi” pinta Yoona

“Baiklah aku akan menunggumu”

“Gomawo, Kajja habiskan makanannya, setelah ini kita pergi ke Lotte Word ya” pinta Yoona

“Tapi-“

“Aku mohon aku ingin seminggu ini kau selalu bersamaku”

“Ne”

.

.

At Lotte World,Seoul-Korea Selatan

“Wah.. permainannya banyak sekali” puji Yoona

“Ne, Kau ingin bermain wahana apa?” tanya Luhan

“Roller Coaster” balas Yoona

“Mwo?!” Luhan tersentak

“Waeyo? Kau takut ya?” ledek Yoona

“Aniyo.” Jawab Luhan bohong. Luhan memang trauma menaiki roller coaster tapi karena Yoona yang minta ia memberanikan melawan rasa takutnya

“Aku serius. Kalau kau takut kita bisa bermain wahana lain”

“Aniyo. Kita mencoba roller coaster saja” ia tau Yoona memang sangat ingin menaiki wahana itu.

Akhirnya wahana itu mulai bergerak dan kereta itu terus melaju dengan kencang sambil meliuk-liukan badan kereta yang membuat semua orang yang menaiki itu berteriak histeris begitu juga dengan mereka berdua. Setelah lima menit dibuat pusing dan mual oleh wahana itu mereka berdua turun dari kereta itu dan terlihat dengan jelas wajah Luhan sangat pucat, keringat pun bercucuran dari dahinya.

“Wahh.. seru sekali” pekik Yoona

“Kau kenapa Luhan? Wajahmu pucat sekali. Kita ke klinik ya?” tanya Yoona

“Aniyo. Aku hanya kecapean saja” bohong Luhan

“Yasudah kita pulang saja ya?” ajak Yoona

“Tapi kita kan baru mencoba satu wahana”

“Bagiku yang penting adalah kesehatanmu, aku tidak ingin kau sakit” lirih Yoona yang menahan air matanya

“Kau kenapa bersedih? Aku baik-baik saja” ujar Luhan yang mencoba mnghibur Yoona

“Aku tidak mau kau sakit Luhan. Aku sudah cukup menderita dengan penyakitku ini” isak Yoona

“Aku baik-baik saja, kau tidak perlu menangis. Kajja kita ke rumah sakit” ajak Luhan

“Luhan. Kakiku sakit, kakiku tidak bisa digerakkan” isak Yoona lagi

“Kau sakit? Yang mana yang sakit?” tanya Luhan khawatir

“Kakiku yang sakit. Gendong aku ya” pinta Yoona dengan mempoutkan bibirnya

“Kau manja sekali ya, aku kira kau sakit betulan” ledek Luhan

“Kakiku memang sakit tapi kalau kau menggendongku kakiku tidak akan sakit lagi” rengek Yoona

“Naik kepunggungku” ujar Luhan sambil berjongkok

“Ne”

“Kau berat sekali Chagi” ledek Luhan

“Aish,, mau aku pukul kau!” ancam Yoona

“Asalkan kau yang memukulnya aku terima” ledek Luhan dan Yoona benar-benar memukul kepalanya

“Appo” ringis Luhan

“Rasakan!” ledek Yoona

.

.

.

Seminggu sudah hampir berlalu dan kini saatnya Yoona pergi ke California.

 

At Incheon International Airport,Seoul-Korea Selatan

“Yoong, jaga kesehatanmu ya” ujar Jessica

“Ne, Kau harus sembuh Yoona” ujar Chanyeol

“Ne”

“Chagi, kau harus menungguku ya. Aku pasti akan sembuh” pinta Yoona

“Ne, kau juga harus menungguku juga, Aku doakan semoga kau bisa cepat sembuh” ujar Luhan

‘Perhatian bagi semua penumpang dengan tujuan Amerika harap segera bersiap-siap, lima menit lagi pesawat akan lepas landas. Terima kasih’

“Jessica, Chanyeeol, Luhan aku pamit dulu ya, Doakan aku supaya aku bisa sembuh” ujar Yoona

“Ne” jawab mereka serempak

“Selamat tinggal”

.

.

At Los Angeles International Airport, Amerika Serikat-California

“Are You Yoona?” tanya seorang yeoja berkulit putih

“Yes, Sorry. Who are you?” tanya Yoona

“Perkenalkan namaku Krystal. Aku ditugaskan oleh dokter Lee untuk menjemputmu disini ” ujar Krystal yang ternyata sangat fasih berbicara Korea

“Kau bisa bahasa korea?” tanya Yoona bingung

“Ne, Aku memang lahir disini tapi aku dibesarkan di Korea dan setelah umurku 14 tahun, aku memutuskan kembali ke California”

 

TBC

Gimana? Alurnya kecepetan ga? Please Comment

2 thoughts on “[Freelance] First Love

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s