Cold Hearted

CYMERA_20160826_122802

'FN'
YoonA & SeHun

Dunia tak harus berputar diatas kepalamu

Sehun mengaitkan kedua tangannya, kepalanya menunduk. Nafasnya tak teratur. Dia berulang kali mengambil nafas panjang. Kepalanya ngilu sejak kemarin bahkan dia tak menyentuh makanannya sedikitpun. Kerjaannya menumpuk, berkas-berkas laporan yang seharusnya dia selidiki berakhir hari ini, sengaja tak menghiraukan bosnya yang berulang kali menelponnya juga ‘teman’ detektifnya yang merecokinya sejak pagi. Sehun tak bisa berpikir jernih sejak tiga tahun lalu.

Rambutnya terkuncir rapi, dengan baju berwarna oranye menempel dibadannya. Lebam diwajahnya tak bisa menyembunyikan ‘sesuatu’

“Ya! Seharusnya kau melepaskan ini” Yoona membentak kasar, opsir wanita itu menatap Sehun meminta persetujuan

“Jadi detektif tampan, ada gerangan apa kau menemuiku?”

Sehun masih membisu ditempatnya, matanya tak berkedip

“Ahh… kau merindukanku?” tangannya menopang wajahnya, memberikan tatapan menggoda yang memang sering dialakukan

“Jangan bodoh” Sehun berucap setelah sekian lama dia hanya memperhatikan gadis ini

“Kau ingin merecokiku dengan pertanyaan soal si brengsek Chanyeol? Atau si Jongin? Sorry, I can’t help you, better back to your office”

“Dia kekasihmu bukan? Seharusnya kau tahu” Sehun mendesis, senyuman diujung bibirnya tampak meremehkan

Tapi bukan Yoona jika dia tak tahu akal bulus seorang detektif yang membuatnya berada didalam sini. Bibirnya membentuk bulan sabit terindah, “siapa? Chanyeol? Jongin? Atau kau menunjuk dirimu sendiri?”

Sehun tampak tak senang, pergerakannya terusik. Dia menggigit bibirnya tak berucap apapun

“Ahh…” Yoona mendesah kesakitan, “wanita tua itu kuat juga memukulku” tangannya menyentuh ujung bibirnya yang ternyata masih berdarah

“Kau tak pantas mengeluh” ucap Sehun dari kediamannya, “kenapa kau senang sekali bertengkar? Kau juga seorang wanita”

Yoona tertawa, rayuan itu tak berlaku padanya lagi. Tapi Yoona cukup menghargainya

“Waaah… kapan terakhir aku dianggap sebagai seorang wanita” Yoona melipat tangannya tampak berpikir

Sehun enggan membuka mulutnya, menatap wanita ini saja agaknya membuatnya tertekan

“Ah” Yoona seakan mengingat sesuatu, “ada apa kau kemari? Jika tak ada hal penting lebih baik aku kembali keselku dan tidur” Yoona gerah dari sekian banyaknya orang yang mengunjunginya hanya lelaki ini yang seharusnya tak dia temui.Pertanyaannya hanyalah sebuah angin lewat, Sehun terlihat seperti orang bisu

“aku mengerti. Hei, wanita tua! Aku sudah selesai” Yoona sedikit geram. Lelaki ini benar- benar tak masuk akal

“Ya! Aku bilang aku sudah selesai disini”

“Kau baik-baik saja?”

“Apa?!” Yoona membentak tak sabar

“kau baik-baik saja didalam sana?” Sehun berucap cukup pelan

Yoona tersenyum remeh, “itu penting? Kau yang memasukkanku kedalam sini“

“Itu memang tugasku” balas Sehun

Yoona mengangguk, “ya, tugas licikmu”

“Kenapa kau melakukannya?” rahangnya mulai mengeras, mencoba tetap tenang

“Hidup tak selalu sejalan dengan apa yang kau inginkan” balas Yoona cepat

“aku akan memberimu segal—”

“aku bukan sepertimu” Yoona terprovokasi. Mengingat masa lalu membuatnya muak

“Aku—aku merindukanmu” Sehun menghindari topik pembicaraan. Dia sering melakukannya dan Yoona tahu itu tapi sejak hal terakhir, dia bertekad tak akan mempercayai lelaki ini lagi

“Kau mengucapkannya pada semua gadis” Yoona tertawa renyah, “dan aku tak peduli” dia membenarkan tali rambutnya

“Aku benar-benar membencimu”

“Aku tahu”

“Bukankah ini sebuah kesalahan? Kau terus datang kemari tanpa mengucapkan apa-apa. Kau merasa bersalah? Kau merasa kasihan? Atau kau ingin menghinaku?” dia berhenti ditengah ucapannya. Gadis ini cukup tegar untuk melupakan segala sesuatu tentang lelaki didepannya ini

“Tolong jangan datang lagi kemari” Yoona emosi tapi dia tenang, berusaha menghilangkan egonya

“melihatmu membuatku semakin membencimu”

Yoona bangkit dari tempat duduknya. Menekan segala hal yang ada didalam dadanya. Menyesakkan. Menyakitkan. Itu konsekuensi dan dia tak bias menolaknya

“aku akan menunggu hingga kau keluar. Dan aku akan mencarimu hingga aku menemukanmu” matanya sedikit berair. Dia memang menyedihkan tapi dia tak bias berbuat  apa-apa.

Selain hanya menunggu sang wanita didalam hatinya keluar dari tempat terkutuk itu.

-END-

maapkeun author soal jalan cerita yang nggak tau kearah mana😀 terima kasih buat yang udah ngeluangin waktu buat bacaa! see ya! *tebarkisseu

35 thoughts on “Cold Hearted

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s