[Freelance] In That Snowy Day, I…

In That Snowy Day, I..

Title : In That Snowy Day, I..

Author: awaa_marwaranzez

Cast : Im YoonA X Park Chanyeol X Oh Sehun

=====================================

 

Kuhampiri engkau meski kau jauh. Jauh dipelupuk mataku yang selalu meneteskan airmata merindukanmu.

Kuhampiriku engkau meski kau jauh. Jauh dilubuk hatiku yang entah kenapa selalu menerima perhatian tak tampak darimu.

 

~~ In Snowy Day, I..~~

 

Aku merasa suhu tubuhku menjadi semakin panas saat kurasakan telapak tangannya yang besar menghampiri keningku, menyentuhku dan sepertinya ia memastikan suhu tubuhku.

Aku mendongak dan pandangan mataku yang kabur menangkap sosok samarnya yang bertubuh tinggi, berdiri disisi ranjang kecilku, masih dengan senyum separoh miliknya, dan tatapan matanya yang setenang riak air.

Aku tak bisa memastikannya dengan jelas. Demam yang tengah melandaku membuat seluruh sendi ditubuh ini seakan telah berkarat lama. Aku tak bisa bergerak bebas karenanya dan ini sungguh membuatku frustasi setengah mati,

“Chanyeol?”aku menatap sosok itu sekuat yang kumampu. Rambutnya yang hitam, tubuhnya yang tinggi, dan senyuman itu mengembang dari sudut bibirnya. Ini benar dia; Park Chanyeol.

Jantungku berdetak lebih kencang; meski tak yakin dengan diriku sendiri tapi aku yakin kini aku sedang tersenyum saat menatapnya,

“Maaf membangunkanmu, sebaiknya kau istirahat, Yoong..”suaranya yang lembut terdengar. Aku menggeleng, bibir ini secara refleks berkata “Aku rindu padamu..”, membuatnya terkejut.

“Me too..”balasnya sembari menggenggam jemariku yang tanpa sadar telah sedari dari memegangi lengannya yang tengah berbalut jaket coklat. Aku menariknya mendekat, dan wangi tubuhnya yang khas kembali memenuhi isi kepalaku. Sama seperti dulu.

Sama seperti beberapa tahun yang lalu; saat dia masih bisa senantiasa berada didekatku. Sama seperti saat pertama kali aku jatuh cinta pada sosok dan perhatiannya yang melimpah ruah. Saat ini pun rasanya lubang dihatiku telah tertutup rapat. Seakan lubang itu sendiri tak pernah ada.

Lubang yang ia ciptakan dihatiku saat intensitas pertemuan kami direbut oleh perhatiannya pada urusan sekolah luar negeri dan latar belakang keluarganya yang setinggi bukit.

“Demammu masih tinggi”dia menunduk dan tanpa ragu menempelkan dahinya tepat didahiku. Aku masih terpaku dengan sikapnya yang seharusnya menjadi hal yang begitu wajar mengingat sikapnya yang cenderung to the point semenjak dahulu.

Tapi tetap saja! “Jangan.”aku mendorong bahunya kecil. Ia mengernyit namun tetap pada posisinya, dan itu membuatku tak tahu harus berkata apa. Aku tak mau ia melihat rona wajahku yang semakin tak karuan “…nanti tertular”

“Tidak akan.”jawabnya pasti. “Ah, kau benar-benar sedang demam tinggi. Apa kau berkeliaran di bawah hujan salju lagi?”dia menjauhkan wajahnya. Tersenyum tanpa ekspresi.

Aku menggeleng “Aku hanya berjalan sebentar diluar rumah..”suaraku mendadak berubah serak. “…aku mencari Sehun.”tambahku.

“Kenapa kau harus mencarinya?”dia kembali bertanya.

Aku tak sempat menjawab, karena tepat disaat itu juga sorot matanya yang tenang berubah menjadi sendu membuat perhatianku teralihkan dan menjadikan hatiku membeku, “Ketika mendengarmu jatuh pingsan karena demam, jantungku serasa berhenti, kau tahu itu kan? Aku tak ingin kau jatuh sakit hanya karena hal-hal seperti itu..”

“Mianhae…”

Chanyeol melepaskan jari-jemarinya dari genggamanku. Suaranya yang berat namun lembut itu seakan membangunkanku dari mimpi indah “Tidurlah. Besok pasti kau akan sembuh.”. Ia begitu lagi.

Ia datang tiba-tiba dan meninggalkanku saat aku mengalihkan pandanganku. Dia selalu menggunakan alasan-alasan tak keberdayaan diriku untuk menjauh.

“Ja-”aku lagi-lagi tak mampu menahannya. Nafasku sesak saat aku memaksakan lenganku menarik lengannya. Ah mungkin lebih tepatnya aku tak bisa menariknya, hanya menahannya ditempat ia berdiri. Entah apa yang membuatku begitu ketakutan. Yang kutahu, aku teringat kembali pada saat-saat aku menangis karena merindukannya.

Aku tak peduli dengan apa yang ia pikirkan, aku tak..

“Jang-an per-gi.”kataku tersengal-sengal.

“Kalau begitu tidurlah”

“Kalau aku tidur, kau akan pergi meninggalkanku”balasku. Aku tak bisa lagi, tidak untuk kehilangan alasan hidupku ini. Hatiku akan mati begitu ia pergi lagi. Pergi untuk saat yang lama sampai kami bisa bertemu seperti ini lagi, aku tak mau.

Tapi..ketika aku melihat ekspresinya yang seperti orang tersiksa, aku merasa jika aku juga tak mau egois. Chanyeol sudah sangat tersiksa dengan latar belakang keluarganya yang keras, ia selalu menyiksa dirinya sendiri untuk mendengarkan orang lain. Dia tak pernah mengatakan apa yang ia inginkan. Dan aku tahu betapa hal itu sangat menyiksa batinnya..

Tatapan matanya itu selalu terasa begitu dalam. Sayu dan terkadang…tampak seakan ia ingin menangis.

“Maaf..”aku menyentuh pipinya, dan itu membuat sorot matanya tak berubah sedikitpun.

Bibirnya masih terkatup rapat saat aku menggenggam jarinya lagi. Kali ini benar-benar erat hingga aku yakin ia tak akan bisa pergi tanpa kuketahui. Lelaki ini selalu membuatku merasakan betapa kesepiannya dia dengan ekspresi wajahnya.

“Aku juga tak ingin jauh darimu..”bisiknya pelan.

Aku tersenyum seiring dengan kelopak mataku yang perlahan terasa berat dan mulai menutup. Sepertinya aku memang harus istirahat sepenuhnya untuk saat ini, “Aku tahu kok..”aku tahu. Ini adalah kata-kata pertama yang benar-benar ingin dia ucapkan dari hatimu sendiri.

Aku juga tahu kau adalah lelaki baik hati yang tak akan mengingkari janji setia kita berdua. Meski dunia menghalangi jarak diantara kita, kau akan tetap mengingatku jauh di sana dan dimanapun kau berada.

Meski latar belakang keluargamu memaksamu memisahkan diri dariku.

 

~~ In That Snowy Day, I… ~~

 

Aku terbangun. Perlahan sinar mentari pagi membuatku tersadar sepenuhnya. Dan pandanganku langsung tertuju pada bunyi cicit burung-burung gereja yang selalu bertengger di pohon tepat diluar jendela kamarku.

Lenganku yang terasa kesemutan membuatku teringat akan sesuatu. Seakan ada kehangatan yang hilang di tangan ini, didalam genggaman ini. Ahh, aku ingat jelas bagaimana hangatnya telapak tangan dia.

Yah, Chanyeol. Kekasihku yang mungkin kini tengah berada dipenerbangannya kembali ke Spanyol, negara asing tempat kedua orangtuanya memberi status ‘Tuan Muda’. Dia tak akan mungkin bisa membuang segalanya hanya untuk orang seperti diriku.

Chanyeol…

 

KREKK

Tepat ketika aku memutar kenop pintu kamarku ini, aku melihat sesosok lelaki seusiaku tengah terduduk diam sambil memeluk kakinya tepat didepan pintu. Rambutnya yang dicat blonde membuatku yakin akan dirinya. Bocah nakal, Oh Sehun, anak angkat ayahku, meski begitu tapi dia tak pernah menganggap bahwa kami ini keluarga.

Hal itu sangat berkebalikan dengan sikapnya yang selalu menerima perhatian yang kutujukan padanya, walaupun kata-katanya selalu saja kasar.

“Sehun.” Ah, dia memutar kepalanya saat menyadari kehadiranku hingga kami bertemu pandang. Aku menatapnya bingung. Dan dia buru-buru bangkit dari posisinya.

“Kau ngapain?”tanyaku masih seheran ekspresi wajahku, mungkin. Aku lihat dia hanya berdiam diri walaupun tatapan matanya yang dingin itu meneliti wajahku. Apa sih?

“Bukan apa-apa kok. Aku tidak melakukan apapun.”katanya dengan nada datar khas miliknya.

Sehun buru-buru pergi, meninggalkanku yang masih membeku ditempatku berdiri. Aku tak pernah mengerti dia. Sikapnya selalu saja begitu. Dasar.

“Ah..”entah kenapa. Ketika telapak kakiku melintasi tempat dia duduk tadi, rasanya ada yang aneh.

Aku tak yakin dengan kata hatiku sendiri. Untuk itulah aku meletakkan telapak tanganku tepat ditempat itu, tepat di titik dimana kulihat Sehun duduk diam tadi.

Hangat sekali. Seakan dia sudah duduk disini semalaman…

 

FIN

 

17 thoughts on “[Freelance] In That Snowy Day, I…

  1. Aduh aq msih bingung sma jln critanya….
    Jdi sehun itu ank angkt ayahnya yoona…trus yng ngrwat yoona siapa..?sehun atw chanyeol.???
    D tunggu klnjtnnya ….ok

  2. kok sehun sih thor?,atw jngn2 yg ngerawat yoona itu sehun trz sehun sbenernya suka gt sm yoona,,trz tntang chanyeol aq msh bnyak nebak deh..mkanya lnjut ya thor aq tnggu scptnya hhe

  3. Apaa iniii…
    Aku bingung ama ff nya thor, seriusan thor. Kalo yang duduk di kamarnya Yoona itu Sehun yang kayaknya sampe semalaman di situ. Apa jangan jangan yang ada di bayangan Yoona itu Sehun bukan Chanyeol. Pusing pala ku…
    Next ya…hwaiting!!!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s