[Freelance] In a Dream – Delapan

in-a-dream_

In a Dream | Hanabi

Im Yoona | Kris Wu | Jessica Jung | Huang Zitao

Chapter | Horro – Mystery – Thriller | PG-17

.

.

.

Kyuhyun meletakkan nampan berisi dua buah cangkir cokelat panas–di atas meja di ruang pantry kantor polisi. Menatap kedua orang dengan tubuh basah menggigil kedinginan yang hanya diam saja sambil duduk di sofa panjang, benar-benar membuat Kyuhyun keheranan. Begini, dia tahu kalau tadi Kris terjatuh dari atas jembatan dan Yoona menolongnya. Yang Kyuhyun tidak mengerti adalah ketika dia melihat pakaian yang Yoona pakai saat itu. Gadis itu memakai piyama, piayama tidur dan datang ke acara festival musim gugur. Hey, hanya orang gila dan Im Yoona lah yang melakukan itu.

Kris melirik ke arah Kyuhyun yang bergeming di depannya. Memberi tanda agar pria itu keluar dari ruangan ini. Terlihat jelas Kyuhyun enggan dan nampaknya pria itu sangat ingin meminta penjelasan. Tetapi pada akhirnya dia keluar juga, sesaat setelah Kris melotot ke arahnya.

Akhirnya disinilah mereka, duduk berdua di sofa panjang di ruangan pantry dengan selimut tebal yang bertengger di pundak mereka. Setelah Kris sadar sampai sekarang mereka berdua belum berbicara sepatah katapun. Setengah jam yang lalu, dia hampir mati dan Yoona menolongnya. Kris tidak menyesal, karena dia mengetahui satu hal yang selama ini dia curigai dari dulu. Gadis itu menyimpan sebuah rahasia besar yang bahkan enggan dia bicarakan dengan orang lain.

Jessica bilang Yoona tidak bisa datang, tetapi Yoona datang ke acara festival itu. Jessica bilang Yoona sakit, tetapi Yoona datang dan menyelamatkannya. Artinya saat itu Yoona sedang berada di rumah dan tidak berniat datang ke acara festival, namun gadis itu berlari dengan piayama tanpa alas kaki untuk menyelamatkannya. Kecelakaan yang bahkan tidak pernah terlintas di pikiran siapapun saat itu.

Karena Yoona tahu saat itu Kris akan kecelakaan. Karena Yoona tahu, mangkanya dia menyuruh Jessica dan Kris agar tidak datang. Karena Yoona tahu, Kris akan mati tenggelam. Dan karena rencananya gagal, Yoona datang menyelamatkannya. Karena hanya Yoona yang tahu semua itu.

Kris mendesah panjang. Dia tidak mau basa-basi lagi. Dia butuh penjelasan. “Yoona-ssi, aku mengetahui semua yang kau sembunyikan,” Kris menatap tepat dimanik mata hitam itu. “Jelaskan padaku, semuanya jelaskan padaku.”

Untu sesaat Yoona terdiam. Gemetar takut, mata cokelat itu terasa mengintimidasinya. Membuatnya harus membuka mulut. “Bukankah kau tahu, aku akan mati tenggelam tadi?” kembali, pria itu kembali bertanya dan membuat Yoona ragu menyembunyikan rahasia yang selama ini ia tutupi rapat-rapat.

“Kau juga tahu kalau Jessica akan tertabrak mobil waktu itu. Kau juga tahu, wanita kantor yang kau temui di persimpangan jalan akan bunuh diri hari itu.”

Yoona menutup mata. Kris sudah mengetahuinya. “Dan semua kasus itu, kau tahu kan. Mereka yang akan mati?”

“Iya.”

Hanya satu kata yang keluar dari mulut Yoona membuat Kris merasa langit sudah runtuh. Hal yang selama ini dia pikirkan, jawaban yang selama ini dia harapkan. Malah membuatnya tak percaya. Yang benar saja! Im Yoona selama ini mengetahui kapan seseorang akan mati!

“Bagaimana bisa? Bagaimana caranya?” tanya Kris terbatah-batah.

“Mimpi,” Yoona merapatkan selimut ditubuhnya. “Aku melihatnya dalam mimpi. Semuanya.”

“Mustahil,” Kris tertawa mengejek. “Kapan? Kapan pertama kali kau mendapatkan kemampuan itu?”

“Satu tahun, satu setengah tahun yang lalu, atau mungkin lebih lama dari yang aku bayangkan.”

.

.

.

“Oh, Kris. Kau harus lihat ini!” Kris baru saja keluar dari pantry pagi ini sambil menggenggam secangkir kopi ditangannya. Salah satu alisnya terangkat tinggi-tinggi, keheranan melihat Kyuhyun yang agak sedikit panik. “Terjadi lagi.”

“Apa? Apa yang terjadi?” Dia meletakkan cangkirnya di meja lalu duduk di kursi sambil menatap layar monitor.

“Seseorang yang mati secara tiba-tiba,” Melihat Kris yang kebingungan, Kyuhyun segera menekan tombol play. “Kejadian seperti di hari Jessica kecelakaan.”

Kris segera mengalihkan pandangannya ke monitor dan tersadar lokasi video yang diputar dekat sungai tempat Kris terjatuh semalam. “Ini di acara festival musim gugur semalam, kan?”

“Ya.” Jawab Kyuhyun sambil mengangguk, walau dia tahu Kris tidak melihatnya karena terlalu fokus.

Terlihat Kris datang dan beridir di tengah-tengah jembatan. Lalu dia berteriak memanggil nama Jessica dan ekpresi Kris terlihat bingung ketika Yoona berlari ke arahnya. Di belakang Kris–seorang pria tua berjalan gontai seperti orang mabuk dan tiba-tiba pria itu tanpa sengaja menabrak pundak Kris, membuatnya kehilangan keseimbangan lalu terdorong melewati pagar jembatan yang pendek.

“Ah, jadi dia, pria sialan yang membuatmu hampir mati.”

Kris hanya diam tak menjawab. Dia terlalu fokus melihat Yoona yang berlari ke arahnya waktu itu. Seketika wajahnya terasa memanas, masih teringat wajah Yoona yang khawatir sambil meneriaki namanya semalam. Kris berdehem menghilangkan pikiran aneh yang mencoba memasuki otaknya.

Kris mengedip dua kali ketika Yoona telah berhasil mengeluarkannya dari sungai. Bukan, bukan itu. bertepatan dengan Yoona dan Kris yang keluar dengan ke adaan hidup. Seorang wanita tua yang berdiri tak jauh dari mereka–yang saat itu juga ikut menonton–tiba- tiba saja terjatuh dan tak sadarkan diri. Persis seperti kejadian Jessica kecelakaan.

“Kau lihat itu,” telunjuk Kyuhyun menyentuh layar monitor. “Dia mati, seperti yang dialami anak SMP yang mati dalam kecelakaan Jessica.”

“Kau yakin dia mati?”

“Ya, tentu saja. Kau pikir siapa yang menangani kasus ini?” Kyuhyun yang bersender di meja kerja Kris–melipat tangannya di depan dada sambil menatap langit-langit yang diterangi cahaya neon. “Kau ingat, Jessica sempat memanggil ambulans untuk kau, Yoona-ssi, dan wanita tua. Tapi kau malah menolak dibawa ke rumah sakit. Pada akhirnya wanita itu lah yang dibawa dan menurut dokter, wanita itu meninggal dunia dan penyebab kematiannya adalah serangan jantung mendada. Tapi ada yang aneh…”

“Serangan jantung, tapi dia tidak kejang-kejang,” lanjut Kris lalu Kyuhyun menjentikkan tangan setuju. “Sama seperti kematian anak SMP itu, kan?”

“Benar sekali. Kau tidak merasa ini aneh?”

“Sangat aneh,” Kris mendengus. “Tapi, aku sudah mengetahui hal yang lebih aneh lagi.”

“Apa?”

Kris melirik Kyuhyun lalu tersenyum kecil. “Rahasia.” Dan tertawa kecil melihat senior-nya jengkel.

Apa ada hal yang jauh lebih aneh dibandingkan mengetahui kapan seseorang akan mati? Oh astaga! Kris tidak mau percaya. Tapi semuanya terlihat seperti Yoona memang benar-benar memiliki kemampuan aneh itu. Kutukan, nama yang sangat pas untuk menyebut kemampuan Yoona. Dunia sudah terlihat gila dimata pria itu sekarang dan mungkin masih ada banyak rahasia lainnya yang tidak dia ketahui.

Prok!

Kris tersentak kaget, dia sedang fokus-fokusnya memikirkan kejadian ini dan itu, senior-nya malah menepuk tangan dengan ekpresi kesenangan. “Aku tahu sekarang. Tumbal!”

“Apa? Tumbal?”

Kyuhyun mengangguk. “Begini, mereka berdua mati secara misterius dan tiba-tiba. Seolah mereka tidak mungkin akan mati. Itu artinya mereka dikorbankan, seseorang yang seharusnya tidak mati.”

Kris menutup mata. Penjelasan Kyuhyun sangatlah tidak masuk akal. Tetapi Kris telah mengalami banyak kejadian yang tidak bisa dijelaskan diluar akal sehat. Jadi… “Kau pintar sekali, sunbae.”

.

.

.

Yoona menyesap hot american cappuccino-nya perlahan lalu meletakkan mug putih polos di atas meja bundar. Yoona belum pernah datang ke coffe shop sebelum apalagi ditemani dengan seorang pria dewasa seperti Kris Wu.

Mereka duduk di dekat jendela besar. Diluar sedang hujan deras. Akhir-akhir ini cuaca sedang tidak mendukung. Berhari-hari hujan akan membuat banyak orang jengkel dan nampaknya suasana hati Kris sedang kurang baik saat ini. Dia belum mencicipi coffe latte-nya setetes pun, menyentuh gelasnya saja belum. Padahal sudah lebih dari lima menit semenjak seorang pelayan meletakkan dua cangkir coffe dan dua piring kecil cookie bertabur choco chip.

Tadi Yoona mendapatkan pesan dari Kris. Pria itu menunggunya di coffe shop dekat sekolahnya. Yoona tidak mungkin mengira Kris akan mengajaknya kencan, jika pria itu melakukannya maka dari tadi Kris seharusnya sudah berbicara walau hanya gurauan semata. Tetapi dari tadi pria itu menatapnya, menatapnya lekat-lekat. Tanpa berniat mengalihkan pandangannya ke arah lain. Seolah tidak ada hal lain yang lebih menarik dari pada wajah gadis bermuka datar itu dan hal itu membuat Yoona sangat, sangat, sangat gugup.

“Wajahku akan berlubang jika kau terus menatapku seperti itu.” Guraunya. Niatnya Yoona ingin menghangatkan suasana mencekam ini, tetapi entah kenapa kalimatnya malah memperburuk suasana. Tidak seperti dirinya.

Tetapi Kris malah tertawa. “Ah, wajahnya sudah berlubang sana sini. Apa aku terlalu lama menatapmu?”

“Iya,” jawabnya singkat. Namun dada gadis itu sedikit lega. “Ada apa kau memanggilku kemari? Ada yang ingin dibicarakan.”

“Ada.”

“Apa? Tentang kemampuanku?” tanya Yoona ragu.

Akhirnya pria itu menyesap latte-nya. “Tentang semuanya,” meletakkan kembali cangkirnya dan menatap Yoona lekat-lekat. “Sampai sekarang aku belum mempercayai kemampuanmu, aku belum bisa. Tetapi semuanya mengarah ke sana. Jadi kupikir, aku harus mempercayainya.”

Yoona mengangguk. “Mungkin kau berat untuk mempercayai hal itu. Tapi, itulah kenyataannya.”

“Siapa saja yang tahu kemampuanmu?”

Eru menggeleng. “Tidak ada orang lain. Hanya dirimu.”

“Baiklah, kalau begitu jangan sampai ada orang lain yang tahu,” jelas Yoona terlihat bingung. “Karena mungkin, kau bisa disalahkan oleh banyak orang.”

“Ah, kau benar.”

“Hm… Yoona-ssi,” Kris ragu-ragu. “Aku ingin bertanya sesuatu.”

“Ya, tanyalah. Aku tidak akan menyembunyikan apapun darimu.”

“Begini, pernahkan kau berpikir tentang orang-orang yang sudah kau selamatkan?”

“Heh? Maksudnya?”

Kris menggerak-gerakkan tanggannya liar di udara, tidak bisa menemukan kalimat yang tepat yang bisa dimengerti Yoona. “Jadi, begini…” Akhirnyanya dia mendesah dan mengusap rambutnya kebelakang, frustasi.

“Kita umpamakan semua korban adalah apel. Begini, coba kau pikir. Jika ada seseorang yang ingin makan apel dan mengambil satu apel dari tumpukkan apel di sebuah gerobak dan ternyata apel yang dia ambil terjatuh ke tanah dan kotor. Apakah menurutmu orang itu akan mengambil apel lainnya?”

“Aku tidak mengerti maksudmu, tapi aku akan menjawabnya,” jawab Yoona dengan alis berkerut. “Ya, tentu saja orang itu akan mengambil apel lainnya sebagai ganti apel yang dia jatuhkan ke tanah.”

“Benar,” Kris menjentikkan tangannya. Sepertinya dia bisa melanjutkan ke kalimat yang lebih tinggi lagi. “Kalau begitu dengarkan ini. Hidup kita sudah di gariskan oleh Tuhan, kapan kita dilahirkan dan kapan kita akan mati. Hidup itu bagaikan sebuah variabel yang berubah-ubah dan tidak tetap.”

Kris semakin frustasi melihat Yoona yang sama sekali tidak mengerti maksudnya. “Kau adalah variabel itu. Aku ditakdirkan mati kemarin malam, tetapi karena kau muncul dan menyelamatku, maka garis takdirku terus berlanjut. Variabel itu menyalamatkanku, tetapi variabel lain harus muncul agar tidak mengacaukan takdir.”

“Jadi, jika orang yang ditakdirkan mati tetapi tidak mati maka harus ada orang lain yang menggantikannya,” Kris mendesah panjang. “Jika kau menyelatkan aku dan Jessica, maka ada orang lain di luar sana yang harus mati menggantikan tempat kami berdua.”

 

To Be Continued

.

.

.

Pendek ya? Mianhe.

Untuk kalian yang baca fanfic Ruse. Maaf, pihak YoongEXO tidak bisa memposting fanfic itu karena memakai nama barat. Awalnya aku mau pakai nama barat sampai abis, tapi nggak boleh. Jadi maaf banget fanfic Ruse di hentikan.

Insyallah, kalau ada ide lagi. Aku bakal gantiin fanfic itu dengan yang lain. Well, aku mau hiatus selama 2 minggu. Ada urusan mendesak, mianhe.

Semoga kalian masih suka ^^

14 thoughts on “[Freelance] In a Dream – Delapan

  1. Syukur deh Kris selamat dan Yoona sampe nyeker gitu buat nyelametin Kris, tapi kalo Yoona nyelametin seseorang berarti harus ada seseorang lain yang jadi tumbal. Yoona jadi serba salah gitu kan, antara dibiarin ama diselametin.
    Next moment yang sweet sweet yak…
    Ditunggu ya next thor, dua minggu loh ya jangan lebih kalo kurang malah bagus >_<
    Daebak thor, hwaiting!!!

  2. q tetep suka ko ama ff thor..semua yg thor buat ceritanya,,semuanya sngt menarik??”sekarang kris dah thu kemampuan yoona,,thor bt kris lebih dekat lg ma yoona dong”??thor mau hiatus selama 2 minggu,lama bngt thor…pdhl q selalu menunggu2 ff thor..semoga urusanya cepet selesai ya thor…q akn merindukan thor..

  3. Oh astagaaaaaa…. Rumit bngeeet, gimana dong yoona sekarang
    Klau tau orang mati ga nolong sedih… Tpi klau ditolong ntar ad yg lain lgi yg mati
    Hueeeee

  4. Lanjutkan thor! Keren ceritanya, maaf aku gk komen di chapter sebelumnya, soalnya bacanya 8 chap sekaligus, masih penasaran sama sudut pandang jesica sekarang,

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s