[Freelance] Wolf!

baekhyunwolfi

 

WOLFI

Author : Nani hunhan

Cast : Im Yoona X  Park Chanyeol

Byun Baekhyun (Wolfi)

Genre : fantasy, and find it.

A/N: ff ini adalah ff selingan, biar kalian gak bosan nunggu kelanjutan dari ffku sebelumya.

Disclaimer : purely mine

Dengan mengenakan kemeja berwarna putih dengan motif bunga, dipadukan celana jeans pendek yang berwarna biru sambil membawa koper hitam keabu-abuan berukuran sedang, akhirnya Yoona sampai juga ditempat tujuannya. Di pulau terbesar kelima di korea, Ganghwado.

Ia lalu mengiring kakinya menuju pekarangan rumah yang bernuansa klasik dan jauh dari kata modern. Dapat Yoona lihat, ada seorang pria yang berusia sekitar 60 tahun  kaget melihatnya, kakek dari Chanyeol – tunangannya.

“Yoongie-yah? Aigoo.. kau kemari dengan siapa? Mana Chanyeol?”” Tanya pria paruh baya itu bertubi-tubi.

“Gwenchana, Harabeoji. Aku datang seorang diri dan Chanyeol oppa tengah mengurusi proyek barunya di Busan.” Jawab Yoona.

“kalau begitu, cepat masuk diluar sangat panas.” Suruh kakek.

“aku ingin menempati kamar Chanyeol oppa saja.” Ujar Yoona ketika telah berada dalam rumah.

“apa kau telah memberitahu Chanyeol jika kau di Ganghwado?” Tanya sang kakek memastikan.

“ ani.”

“wae-yo?” Tanya sang kakek lagi.

“jika aku memberitahunya, ia tak akan memperbolehkanku pergi. Lagipula aku  ingin melihat kakek, dan kakek juga pasti kesepian karena tinggal sendiri.” Jawab Yoona.

“walau kakek tinggal sendiri, tapi kakek tetap senang. Beristirahatlah, kau pasti lelah dan ini pertama kalinya kau kemari.” Terang kakek.

 

Keesokkan harinya, Yoona bangun dengan raut ketakutan. Ia mimpi buruk semalam, dimana dalam mimpinya ada seorang pria ingin membawanya pergi jauh dari Chanyeol. Yoona hanya bisa melihat bibir dari pria itu, tapi sisanya ia tidak begitu jelas.

Yoona lalu membasuh wajahnya dengan air, dan mengganti pakaian tidurnya.

Yoona hanya sarapan sendiri, sebab semalam kakek Chanyeol telah memberitahunya jika akan pergi pagi untuk mengobati salah satu masyarakat di pulau sebrang. Maklum saja, kakek Chanyeol adalah tabib.

Entah kenapa, Yoona merasa takut sekarang. Ada suara pintu terbuka, dan jelas-jelas pintu yang ada dalam rumah itu hanya dua, pintu depan dan belakang. Dapat Yoona lihat jika pintu belakang tertutup rapat, dan Yoona memutuskan untuk melihat pintu satunya dirumah itu.

Setelah Yoona lihat, pintu depanpun masih tertutup rapat. Tapi Yoona sangat yakin jika sumber suara dari pintu ini. Ia lalu membuka pintu itu dan saking kagetnya Yoona langsung tersungkur kebelakang.

Bagaimana tidak, ada seekor serigala putih dengan santai duduk tenang menghadapnya.

Dengan cepat Yoona menutup pintu kembali.

“bukankah aku datang untuk serigala ini? Hewan ini telah berani melukai lengan Chanyeol oppa. Aku harus menghabisinya.” Pikir Yoona.

Yah,alasan Yoona ke Ganghwado karena sebelumnya Chanyeol pernah datang kesini tanpa dirinya. Dan saat Chanyeol kembali ke Seoul, lengan tunangannya itu terluka sangat parah. Dan Chanyeol bilang, jika lengannya terluka karena Serigala milik kakeknya ini.

Yoona lalu membuka pintu kembali, dan serigala itu tetap dengan posisinya semula.

Yoona ingin menendang hewan liar itu, tapi ia lupa mengambil sesuatu untuk menghabisi serigala itu.

Saat ia sibuk mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk memukul serigala itu, tiba-tiba ada sosok pria mengenakan baja dan celana berwarna putih yang sangat cerah.

Yoona berani bersumpah, jika ia belum memiliki Chanyeol maka ia akan menyukai pria itu. Tampan, sangat tampan. Tapi Yoona lebih menyukai ketampanan tunangannya.

“nuguseyo?” Tanya Yoona dengan sopan. Namun pria tampan itu hanya tersenyum.

Yoona lalu teringat dengan serigala milik kakek Chanyeol yang tiba-tiba menghilang begitu saja.

“oh.. apa kau ingin bertemu dengan Haraboeji? Sayang sekali, ia sudah lama pergi dari pagi tadi.” Ujar Yoona lagi pada pria itu.

“ani.” Balas pria itu dengan cepat.

Selain tampan, ternyata ia juga memiliki suara yang sangat mempesona. Kalau suara, memang Chanyeol tidak ada apa-apanya. Tapi, Yoona tetap cinta pada Chanyeol.

“lalu kau mau apa?” masa bodoh jika Yoona telah lancang.

“aku ingin dirimu.” Kata pria itu sambil tersenyum.

Yoona jadi teringat dengan mimpinya semalam. Bibir pria itu mirip dengan bibir pria dalam mimpinya.

Tanpa pikir panjang, Yoona lalu masuk kedalam rumah dan mengunci pintu.

“oppa.. aku takut.” Lirih Yoona.

Yoona lalu meraih smartphonenya diatas meja, hendak menghubungi Chanyeol. Namun, entah kenapa tidak ada jaringan dismartphonenya. Padahal jelas-jelas semalam ia bisa mengobrol dengan kakaknya Chanyeol melalui smartphonenya.

Yoona benar-benar ketakutan sekarang.

Belum hilang rasa takutnya, tiba-tiba pintu belakang rumah terbuka dengan cepat dan dapat Yoona lihat jika pria tadi berdiri tepat di pintu belakang rumah itu. Yoona hanya bisa menangis sekarang.

“Aku Byun Baekhyun.” Kata pria itu, lalu pintu tertutup kembali.

Setelah semuanya kembali normal, sejam kemudian kakek Chanyeol pulang.

“Haraboeji kenapa lama sekali. Tadi ada kejadian aneh, kek.” Aduh Yoona pada sang kakek.

“kejadian aneh? Apa itu?” Tanya sang kakek penasaran.

Saat Yoona hendak menceritakan kejadian tadi pagi yang ia alami, tiba-tiba ponselnya bordering.

Chanyeol menelponnya. Padahal jelas sekali tadi, jika tidak ada sinyal dirumah klasik ini.

Tanpa bertanya, kakek Chanyeol lalu memasuki kamarnya.

Yakk!! Siapa yang menyuruhmu pergi tanpaku?HAH?” jelas sekali jika Chanyeol marah karena ulahnya.

“mian, oppa. Aku hanya ingin bertemu dengan serigala yang melukai oppa.” Jawab Yoona, dan tiba-tiba terisak.

uljima-yo.. aku memarahimu karena kau telah membuatku kesal, jadi berhentilah menangis.” Cecar Chanyeol

“aku tidak menangiskan itu. Tap – .” ucapan Yoona terhenti.

Tut tut tut

Tiba-tiba Chanyeol memutuskan panggilan itu dengan sepihak.

“mungkin, oppa sedang sibuk karena proyek barunya itu.” Pikir Yoona.

 

Hari-hari selanjutnya, sama saja dengan hari sebelumnya. Pria itu selalu datang mengganggunya. Baik dialam mimpi, maupun dialam sadarnya.

Saat Yoona ingin menceritakan kepada sang kakek, ada saja yang menghalangi itu. Sudah 4 hari ia tinggal, tapi tidak ada kesenangan yang dialami Yoona. Niatnya ingin menghabisi serigala milik kakek, tapi pria yang mengakui namanya Byun Baekhyun itu telah membuatnya rencanannya rusak begitu saja. Tapi karena Baekhyun jugalah, membuat Yoona menyukai serigala putih itu, bahkan karena kakek tidak memberikannya nama, maka Yoona memanggil serigala putih itu dengan sebutan Wolfi.

Seperti biasa, sang kakek sibuk menyembuhkan orang.

karena merasa bosan, Yoona  lalu memutuskan mengikuti beberapa anak kecil pergi kesuatu tempat.

“Noona, serigala itu mengikuti kita.” Ujar salah seorang anak laki-laki.

“namanya Wolfi.” Kata Yoona pada parah kelima bocah itu.

“wae? Dia serigala milik kakek Park.” Sela seorang anak laki-laki satunya.

Karena Wolfi juga tak menganggu, Yoona beserta kelima bocah laki-laki itu memutuskan untuk membiarkan wolfi  mengikuti mereka.

Sesampainya di lahan yang penuh lumpur dan banyak orang yang tengah bermain lumpur, Yoona sangat kaget melihatnya. Dia memang bodoh, hanya mengikuti para bocah tanpa bertanya tujuan mereka kemana.

Melihat para bocah itu bermain lumpur, Yoona langsung merasa ingin main seperti para bocah-bocah itu.

“Wolfi, kau diam disini.” Pinta Yoona pada Serigala putih itu.

Saat Yoona tengah asik main lumpur seperti anak kecil, Yoona lalu merasa kasihan pada serigala putih itu. Ia lalu menarik serigala itu untuk bermain lumpur dengannya.

Saat Yoona tengah tertawa karena salah satu bocah laki-laki yang tergelincir. Tepat saat itulah ia sadar, jika Baekhyun berdiri disampingnya lengkap dengan lumpur yang menjadi corak pakaiannya.

Saat ia ingin berteriak, teriakannya tertahan karena tiba-tiba orang-orang yang ramai tadi hilang begitu saja.

“YAKKH! Kau, siapa kau sebenarnya?” kini Yoona mulai emosi dan tak takut lagi dengan kemunculan pria itu.

“aku sudah mengatakan padamu, aku Byun Baekhyun. Saranghaeyo.” Terang Baekhyun.

“Mwo? Michiseo?” kesal Yoona.

Ia lalu teringat dengan serigala putihnya.

“Wolfi? Wolfi eodiga?” teriak Yoona sambil mencari keberadaan serigala putih.

“Wolfi?” Tanya Baekhyun.

“Wolfi nama serigala putih yang ikut bersamaku tadi.” Kata Yoona.

‘biarkan saja dia hilang, aku juga tak rugi.’ Batin Yoona tapi ada pnyesalan dalam hatinya.

Tiba-tiba Baekhyun memeluknya dari belakang, yang berhasil membuat Yoona kaget dan takut.

Dengan sekuat tenaga ia melepaskan pelukan itu, lalu lari menjauh mungkin dari tempat itu.

Saat ia sudah berlari cukup jauh, tiba-tiba Yoona sudah melihat Wolfi ikut berlari lalu berhenti. Dan tepat pada saat itu, sebuah mobil BMW hitam berhenti disamping mereka.

“Yoong, gwenchana?” Tanya Chanyeol ketika ia keluar dari mobil hitam itu.

“oppaaa..” pekik Yoona senang dan ingin menghambur kepelukan Chanyeol, tapi dia urungkan karena lumpur memenuhi pakaiannya.

Tapi Chanyeol tak memikirkan itu, ia dengan cepat memeluk Yoona dengan mesra.

“masuk kedalam mobil, sayang. “ suruh Chanyeol.

“wolfi juga ikut yah..” kata Yoona, namun Chanyeol menggeleng.

Yoona terpaksa masuk kedalam mobil dan duduk disamping kursi kemudi.

“Baekhyun, pergilah sebelum aku membunuhmu.” Kata Chanyeol sebelum memasuki mobilnya.

“Dia wolfi oppa, bukan Baekhyun.” Terang Yoona.

“tunggu, oppa tahu Baekhyun?” sadar Yoona.

Namun Chanyeol tak menjawab, dan focus menyetir.

 

Dengan pemandangan langit malam yang indah, ditaburi bintang-bintang dan bulan membuat suasana semakin romantis.

Yoona duduk dipangkuan Chanyeol diteras rumah, sambil sesekali Chanyeol mengecup pipi Yoona.

“ini terakhir kalinya kita kemari.” Chanyeol membuka percakapan

“nde?” Yoona tak mengerti.

“pulau ini tak aman untukmu. Disini berbahaya, sangat berbahaya. Serigala putih yang kau beri nama Wolfi itu bisa membunuhmu. Jadi ikuti apa yang aku katakan. Arraseo?” jelas Chanyeol sambil mengecup bibir Yoona singkat.

“nde. oppa, apa kakek tak akan pulang?” Tanya Yoona.

“hm.. ayo, masuk kedalam. Udaranya semakin dingin diluar.” Pinta Chanyeol lalu mereka berdua masuk kedalam rumah.

Saat hendak tidur, Yoona menyuruh Chanyeol untuk menyanyikannya sebuah lagu dan Chanyeol harus memeluknya.

“apa dia juga menganggumu dalam tidurmu?” Tanya Chanyeol sebelum bernyanyi.

“nde? oppa tahu?” kaget Yoona.

“aku tahu segala sesuatu yang berhubungan denganmu.” Jawab Chanyeol lalu mulai bernyanyi.

 

Ketika Yoona telah terlelap, Chanyeol keluar dari rumah untuk menemui Baekhyun.

“suaramu sangat buruk.” Ejek Baekhyun yang tiba-tiba muncul disamping Chanyeol.

“dirimu yang sangat buruk. Kenapa kau menganggunya?” Tanya Chanyeol.

“bukankah dia istriku, wajar saja.” Jawab Baekhyun santai. Mendengar itu, Chanyeol lalu menghadiahi sebuah pukulan tepat dipipi kanan Baekhyun.

“istrimu? Ia, dulu dia memang istrimu. Tapi suami mana yang tega meniduri wanita lain? Berselingkuh di belakang Yoona dan saat Yoona tahu kau juga tak ingin memberinya penjelasan?” ungkap Chanyeol.

“itu karena ramuan yang Taeyeon beli dari kakek.aku – “

“ramuan? Cih, lalu kenapa kau membunuh Taeyeon?”

“aku membunuh Taeyeon karena Yoona selalu menangis dan tak ingin bertemu serta berbicara padaku. Yoona mulai mengabaikanku dan memilih bersamamu ketimbang suaminya. aku pikir dengan membunuh Taeyeon, Yoona bisa kembali tersenyum dan kembali bersamaku.” Sela Baekhyun.

“tapi kenapa Yoona lupa padaku? Padahal kejadian itu, baru 2 tahun lalu.” Lanjut Baekhyun sedih.

“aku menghilangkan semua ingatannya tentangmu. Sudah terlambat Baek, kau tidak bisa memilikinya kembali. Yoona telah meminum darahku, darahku telah memenuhi tubuhnya. Dia telah meresap dalam jiwaku, jiwa seorang MONSTER.” Chanyeol memandang remeh Baekhyun.

“aku yang awalnya manusia biasa, kenapa bisa menjadi seekor serigala hanya karena mantramu? Kau Monster, tapi kau bisa hidup layaknya manusia. Kembalikan aku menjadi manusia lagi, CHANYEOL!” amuk Baekhyun sambil mencengkram kerah baju Chanyeol.

“hei, ayahku memang Monster tapi ibuku adalah manusia. Meski kau akan kembali menjadi manusia, kau tetap tidak bisa memiliki Yoona kembali.” Ujar Chanyeol sambil menampar pelan  pipi Baekhyun berkali-kali  untuk menyadarkannya.

Pagi harinya, Yoona telah bangun dengan memakai pakaian terusan berwarna biru dengan lengan pendek.

“kau yang melakukannya?” Tanya Yoona pada Chanyeol yang tengah duduk disamping ranjang sambil memandangnnya. Chanyeol hanya mengangguk sambil terkekeh.

“mimpi apa semalam?” Tanya Chanyeol balik.

“ aku tidur nyenyak sekali. Gomawo, oppa.” Jawab Yoona sambil mencium pipi kanan tunangannya itu.

“kajja. Kita kembali ke Seoul sekarang.”

“nde? tapi – “ ucapan Yoona terpotong oleh Chanyeol.

“aku telah mengemas semua barang-barangmu.”

 

“apa tidak sebaiknya kita tunggu kakek dulu, oppa?” saran Yoona.

“kakek sudah tahu, lagipula kakek akan berada Uido selama seminggu ini.” Tangkas Chanyeol.

“lalu Wolfi?” Tanya Yoona lagi, mengkhawatirkan serigala putih itu.

“masuklah kedalam mobil, aku akan mengurus serigala itu.” Pinta Chanyeol. Setelah Yoona masuk kedalam mobil, ia membacakan mantra pada Yoona dan tak lama kemudian Chanyeol menghampiri serigala putih yang tak lain adalah Baekhyun.

“kau menangis?”  ketus Chanyeol melihat serigala putih itu mengeluarkan air mata.

“hari ini Haraboeji berada di Uido, itu artinya harabeoji akan segera mati. Kau, kau bisa kembali menjadi manusia seutuhnya jika Harabeoji meninggal. Dan sebelum itu terjadi, aku memiliki hadiah untukmu.” Terang Chanyeol.

Chanyeol lalu mengeluarkan senapan miliknya, dan menembak mati Baekhyun yang dalam wujud serigala putih itu.

Meski bunyi tembakan itu besar, namun Yoona tak mendengarnya dan tak bisa melihat kejadian yang jelas-jelas didepan matanya itu karena mantra dari Chanyeol.

“aku berharap Harabeoji belum meninggal, jadi kau tak bisa kembali menjadi manusia seutuhnya. Tapi jika Harabeoji telah meninggal duluan sebelum aku menembak mati kau, aku juga tak masalah. Kau bisa saja kembali menjadi manusia seutuhnya, dan tembakanku tadi sia-sia. Tapi percuma saja Baek, ingatanmu tentang Yoona akan hilang. ” kata Chanyeol pada mayat serigala putih itu, lalu Chanyeol memusnahkan mayat itu dengan kekuatannya.

Chanyeol  masuk kedalam mobilnya, yang sedari tadi Yoona duduk diam menunggunya.

“oppa, saranghae..” ujar Yoona pada Chanyeol yang akan menyetir.

“nado.” Balas Chanyeol lalu mendaratkan bibirnya pada bibir manis Yoona dan Yoona membalas ciuman itu. Chanyeol melumat bibir bawah Yoona, lalu mengabsen jejeran  rapi gigi Yoona, memainkan lidah Yoona, lalu kembali melumat bibir Yoona dengan lembut.

‘kapanpun aku memilikimu  dan berada disisku, aku tidak bisa mendengar atau melihat apapun kecuali dirimu Yoona’ batin Chanyeol.

THE END

 

 

13 thoughts on “[Freelance] Wolf!

  1. Ceritanya bagus sih.. keren menurutku.. tapi emmm kyk ada yg kurang gitu… apa ya yg kurang..

    Ah iya sedikit saran.. klo ada jeda waktu.. bisa diberi tanda misal ** atau – dll
    Karena.. buat aku sendiri (ga tau klo reader lain).. agak bingung bacanya..

    Trus klo bisa dibikin sequelnya.. mungkin nanti bisa diperjelas siapa sebenarnya chanyeol & baekhyun, trus konfliknya bisa lebih ditambah atau lebih dipertajam.. oke thor??

    Mian klo kosakata saya berantakan..
    Fighting thor!!

  2. Part akhir yang bagian kissingnya itu kurang ngeh gitu loh eonn >_< mianhae ya, pikiran yadong memang sedang menyerangku kkkk…
    Suka ceritanya, kacian Baekhyun kok gitu amat yah nasibnya. Chanyeol jahat amat sih, sampe sampe haraeboji ny amu ninggal malah nyante nyante gitu.
    Daebak eonn. Next ff ya…hwaiting!!!

  3. Waaaa…. aku pernah baca beberapa cerita yg author kirim kesini, dan maaf sebelum2nya ceritanya itu berantakan banget hehe makanya males komen hehe tapi pas di cerita ini rapih banget walaupun kurang detail… semangat untuk karya selanjutnya ya:))

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s