(SQ) POISON LIPS 8

yoona-poison-lips-76

AUTHORS : Firda Auliana

MAIN CASTS : Im Yoona X Park Chanyeol|

MINOR CASTS :– Lee Won Geun as Kim Yeol, KAI

GENRE : Fantasy,Romance| RATING : PG 17

Don’t be siders!

NOTE : Sebelum membaca ini di harapkan untuk membaca POISON LIPS awal.

******

“Bagaimana? Kau sudah mendapatkannya?”

“Belum, Tuan. Kim Yoona  tidak berada di Korea selatan begitupun Park Chanyeol dan Kim Jong In.”

“Kita seumuran Shawn, kau bisa memanggilku Baekhyun, tidak perlu embel-embel Tuan.”

“Maaf Tuan, saya tidak bisa melakukannya. Karna anda adalah Ketua dewan Vampire yang berarti status sosial anda yang paling tertinggi.”

“Baiklah terserah padamu. Jadi kemana narapidana itu?”

“Kemungkinan mereka berada di Luar korea, lebih tepatnya Jerman dan Paris. Saya juga melihat data perginya Kim Soo Hyun ke Jerman karna ia mempunyai perkerjaan di sana. “

“Kemungkinan besar, Kim Yoona berada di Jerman tetapi bisa saja dia sudah tidak disana. Beritahu ke semua kerajaan yang ada di Jerman dan Paris untuk mencari Kim Yoona. Perubahan Vampire secara ilegal harus segera di tangani.”

“Siap Tuan!”

****

Yoona menghirup udara seakan-akan paru-parunya masih berfungsi. Cuaca pagi yang dingin tidak membuatnya beranjak dari duduknya di tengah taman Kota. Dia vampire,ingat itu.

Yoona menatap sekitarnya yang masih sepi, tidak seharusnya ia bangun jam 3 pagi dini hari. Tetapi sejak memeluk Chanyeol dan menenangkan pria itu. yoona sudah tidak dapat tidur lagi. Di pikirannya hanya, bagaimana ia dapat menenangkan pria itu, membantunya untuk tidak menyalahkan dirinya sendiri.

“Was ein leerer Platz neben dir? (Apa tempat duduk di sampingmu kosong?)” Yoona tersentak, menatap seorang gadis yang berada di depannya. Gadis mungil itu tersenyum menunggu jawaban Yoona.

“Ja, können Sie hier sitzen. (Ya, Kau bisa duduk disini).” Yoona menggeser sedikit tubuh memberi jarak dengan gadis itu.

“Kim Taeyeon.” Ujar gadis itu seraya menjulurkan tangannya. Yoona menatap sejenak tangan itu, lalu mengulurkan tangannya membalas uluran Taeyeon.

“Kim Yoona”

“kau orang korea? Wahh.. akhirnya aku bertemu dengan orang korea juga apalagi marga kita sama. Kita jodoh”

“hah?”

“hahahaha, aku bercanda”

“Aku tahu kalau kau memang bercanda hahaha, walaupun itu tidak lucu”

“Huh, jangan tertawa jika itu tidak lucu” Taeyeon manyun. Yoona hanya tersenyum melihat wajah gadis itu. lalu pandanngan Yoona mengarah ke depan menatap hamparan rumput dan beberapa pohon yang menjulang tinggi.

“Kau pasti punya masalah?”

“Semua orang mempunyai masalah di hidupnya”

“Aku serius, kau bisa berbagi denganku. Aku bisa memberikanmu beberapa masukan untuk masalahmu.” Ujar Taeyeon, Yoona menatap gadis mungil yang ada di sampinya. Gadis cantik dengan senyuman yang manis.

“Jika kau tak ingin, ti-“

“Aku sangat mencintanya-“ Taeyeon terdiam, saat mendengar suara lirih itu. wajah sedih Yoona menghiasi pandangannya.

“Dia segalanya bagiku, dulu kami adalah suami istri.” Ujar Yoona kemudian tertawa pelan melihat keterkejutan Taeyeon.

“Kau pasti tidak percayakan?.”

“Kau masih terlihat seperti anak muda”

“hei aku tidak setua itu, aku masih bersekolah di sebuah senior high school yang ada di seoul.”

“Jadi kenapa dengan suamimu?”

“Mantan- dia berselingkuh di depanku” lirih Yoona, Taeyeon tertegun menatap Yoona yang hanya tersenyum hambar.

“aku pergi di sebuah Konser di mana mantan suamiku mempunyai adik sepupu disana. Dia seorang idol, awalnya semua baik-baik saja sampai seorang wanita memeluknya dan mengatakan jika ia sangat merindukan sentuhan-sentuhan mantan suamiku. Di situlah aku tahu jika mereka mempunyai hubungan yang sangat dalam hingga mereka sering melakukan seks. Mungkin sebagian orang itu hal biasa, tetapi bagiku itu tidak. Rasanya hal menjijikkan baru saja di siramkan padaku, mereka belum mempunyai hubungan suami istri tetapi mereka sudah berani melakukan itu.”

“Sejak itu, mereka selalu bertemu hingga pada akhirnya aku melihat mereka bersetubuh di dalam kamar kami. A-ku kaget dan tidak percaya apa yang aku lihat di depan sana. Aku datang karna ingin mendengar penjelasan mantan suamiku, aku berharap kami bisa berbaikan dan mengaggap semua itu hanya kesalapahaman, tetapi melihat begitu jelas kegiatan mereka. akhirnya aku memutuskan untuk berpisah. Tentunya dengan sakit hati dan rasa sedih meninggalkan sebuah cinta. Aku tidak bisa membohongi diriku, jika aku masih mencintainya sampai sekarang. Malam itu ia mengatakan maaf padaku, aku ingin berdamai padanya tetapi aku merasa semua itu hanya hal sia-sia.”

Taeyeon tersenyum kecil. “Kau takut hal itu terulang lagi kan?”. Yoona mengagguk.

“ Kenapa kau tidak mendengar penjelasannya dan kembali berdamai?”

“Aku tidak bisa.”

“Biar ku tebak. Kau tidak ingin jatuh kedua kalinya kan? Dengan mendengar penjelasan mantan suamimu, kau takut jika hal benar terugkap membuatmu menyesal telah melakukan ini semua.”

“Aku tidak mengerti maksudmu.”

Teayeon menggeleng kecil. “Saat kau menemukan mantan suamimu bercinta dengan wanita itu, apa dia memanggilmu dengan raut wajah menyesal? Kutebak, di saat itu kau hanya menuruti sikap egomu tanpa mendengar penjelasannya kan?.”

Yoona menggigit bibir bwahanya, ia mengagguk pelan menatap kedua sepatunya. Taeyeon tersenyum lebar. “ini adalah masalah yang selalu terjadi pada sebuah hubungan suami istri seperti ini. Ceritamu sangat mirip dengan masalah yang pernah ku hadapi, hingga pada akhirnya aku menyesal dengan keputusanku yang membuatku kehilangan suamiku untuk selamanya. Jadi sebelum kau bernasib sama denganku Sekarang kau harus kembali ke hotelmu, lalu mendengar penjelasan mantan suami. Kalian harus berbaikan padanya. ”

Yoona berdiri dari duduknya lalu mengagguk, ia membungkuk sebentar lalu pergi. Taeyeon melambaikan tangannya. “Saat kita bertemu lagi, kau harus bahagia!” teriaknya. Yoona terrtawa lalu melambaikan tangannya. “Ya, semoga saja”

****

Yoona berlari menuju hotel, dari arah sebaliknya 5 mobil hummer hitam menghadang Yoona. Beberapa pria besar berjas hitam turun dari mobil. dua orang di antara mereka mendekati Yoona dan langsung mencengkaram kedua lengannya.

Yoona meronta. “Was machst du da? Ja! Lass mich los. (Apa yang kalian lakukan?! Ya! Lepaskan aku!)

“Stille, wenn Sie nicht wollen, verletzt zu werden. Sie würden besser ruhig sein. (Diam, jika kau tidak ingin terluka. lebih baik kau diam).” Mereka menyeret Yoona menuju mobil. walaupun Yoona terus meronta, cengkraman mereka semakin kuat. Ketakutan melanda Yoona, orang-orang ini benar benar menyeramkan, saat beberapa orang yang melihat mereka dan berlari ke arah Yoona. Orang-orang berjas hitam itu langsung menembaki mereka. yoona menahan nafasnya, mereka tergelek di penuhi darah, peluru itu tembus ke kepala mereka.

Yoona bergetar, rasa sesak akan kekalutan membuatnya lemas. “Nehmen Sie ihn in. (Bawa dia ke dalam).” Mereka kembali menyeret Yoona, sedang kan Yoona terdiam,tatapan gadis itu masih terpaku melihat mayat yang terbujur kaku di penuhi darah. Yoona menangis, tangannya terangkat seakan-akan ingin menggapai mayat itu. mereka tidak bersalah, mereka adalah orang baik. Tidak seharusnya mereka mati seperti ini. Yoona meninju perut kedua orang berjas itu, pukulan yang cukup keras membuat mereka berdua melepas cengkraman itu. yoona berlari menuju 3 mayat pria yang berada di depannya.

“Maafkan aku, maafkan aku. Aku tidak bisa menyelatkan kalian. Maafkan aku” Yoona jatuh terduduk, menangis, terisak kencang. Mereka mati karnanya.

Yoona memekik saat seseorang menarik rambutnya hingga ia jatuh terbaring di atas tanah. Mereka menyeret Yoona dengan tarikan rambut itu. beberap kali Yoona ingin menggapai rambutnya tetapi rasa sakit akan tarikan itu membuatnya terus memekik kesakitan.

“YOONA!” sebuah teriakan mengusik pendengaran Yoona.

“Chanyeol!!”

Chanyeol berlari menuju Yoona, menghajar pria berjas yang menyeret Yoona. Sehingga chanyeol dapat membawa Yoona ke belakangtubuhnya. Melindungi gadis itu. chanyeol berbalik, merasakan tubuh bergetar Yoona, ia menangkup wajah gadisnya.

“Aku baik-baik-“

“Kau tidak baik-baik saja Yoona. Aku harus membuat perhitungan pada mereka. berani sekali mereka menyentuhmu. kau tunggu di sini.”

“Chanyeol kumohon jangan. Mereka akan menyakitimu” Yoona mencegah Chanyeol yang akan maju membunuh mereka. iris matanya menajam, mata gold itu menatap marah mereka.

“Masuk ke mobilku Yoona. Aku tidak menjaminmu aman bersamaku dengan amarah yang menguasaiku—dan aku tidak ingin, kau melihat hal yang membuatmu jijik.”

“Tapi—“

“Sekarang Yoona!”

Yoona tersentak kaget mendengar bentakan Chanyeol. Tanpa tunggu perintah lagi,Yoona langsung melesat menuju mobil Lykan Chanyeol. Yoona hanya dapat melihat punggung Chanyeol dari mobil, punggung tegap dan kokoh itu semakin menyeramkan saat merasakan susanakan mencekam ini.

Yoona langsung menutup mulutnya, saat Chanyeol merobek mereka satu persatu. Mencabik mereka dengan taringnya. Yoona memeluk dirinya sendiri, menundukkan kepalanya, takut melihat keadaan yang lebih buruk lagi. Yoona tidak pernah melihat Chanyeol semarah ini.

Tak berapa lama, pintu kemudian terbuka, Yoona tersentak kaget saat sebuah tangan menyentuh punggungnya.

“Ini aku Yoona.” Bisisk Chanyeol, ia menegelus punggung bergetar Yoona, lalu membawa gadis itu ke dalam pelukannya. Menenangkan Yoona.

“Maafkan aku, kau melihatku seperti ini. Maaf” Lirih Chanyeol, sesekali mencium puncak kepala Yoona. dalam pelukan Chanyeol, Yoona menggelengkang kepalanya, lalu mengadahkan kepalanya menatap wajah Chanyeol. Tangan Yoona mengusap bekas darah yang ada di di bibir Chanyeol.

Iris mata emas Chanyeol memeperhatikan wajah Yoona. ia menahan tangan Yoona yang berada di pipinya. Mereka saling menatap satu sama lain. Chanyeol mendekatkan wajahnya secara perlahan, hingga bibir mereka saling bertautan, tanpa perlawanan dari Yoona.

Saling melumat sama lain, Yoona meremas rambut Chanyeol, sedangkan pria itu menarik tengkuk Yoona lebih dalam- memperdalam ciuman mereka. 5 menit berlalu, mereka berhenti. Kening merekka saling menempel, membuat hidung itu menyentuh satu sama lain.

“Aku mencintaimu.”

“Kau harus menjelaskan semua padaku.”

“Setelah kita pergi dari sini. Aku akan menjelaskan padamu, dan kuharap kau bisa kembali denganku.”

Yoona mengangguk, membenamkan wajahnya ke dada Chanyeol.

***

3 bulan berlalu

Yoona melahap beberapa potongan apel ke dalam mulutnya, sedangkan Chanyweol masih sibuk dengan PSP di tangannya.

“Chanyeol, besok acaranya jadi tidak?”

Chanyeol mengangguk. “Tentu sayang, itu adalah acara penting yang harus di hadari semua Vampire”

“Tapi, aku merasa tidak pantas untuk berada di sana.”

“Walaupun acaranya di rumah kita?” Chanyeol mengalihkan pandangannya lalu menatap Yoona.

“Aku merasa asing dan tidak pantas disana.” Yoona menunduk,Cahnyeol menghela nafas, ia menaruh PSP nya, lalu menangkup wajah Yoona.

“Tidak sayang, kau sangat pantas berada di sana”

Yoona terdiam mendengar perkataan Chan yeol. Sesautu menglir di dalam jiwanya.

****

Tidak seburuk dengan pemikiran Yoona, ia sangat  di terima di acara Vampire ini. Yoona menengok ke arah samping kiri lalu kanan, mencari keberadaan Chanyeol.  Yoona mendengus kesal, menatap gelas winenya yang kini telah kosong. Yoona menoleh kembali, kini mencari para pelayan. Nihil, tidak ada satupun, hanya ada pohon-pohon yang mengelilinginya.

Karna paksaan Chanyeol, Yoona hanya mengagguk pasrah saat acara ini di adakan di tengah halaman. Sejujunya Yoona sangat takut berada di halaman Chanyeol, entah kenapa rasanya sangat mengerikan.

Srrkkk…

Suara semak berbunyi menyadarkan Yoona, gadis itu menyadari tidak ada satu pun tamu yang ada di sini, hanya ada meja perjamuan.  Yoona berjalan pelan, mengindahkan suara itu, tetapi niat itu terhenti saat sebuah bayangan berlalu lalang di hadapannya.

Yoona bergerak mundur, bayangan itu berubah menjadi beberapa sosok pria. Yoona bergetar panik. Tanpa pikir panjang, Yoona berlari ke dalam hutan lebat yang tidak seharusya ia lewati. Para pria itu terus mengejar Yoona tanpa henti. Yoona yakin mereka adalah Vampire yang akan menangkapnya, sama dengan kejadian 3 bulan lalu.

Yoona tidak akan melawan, ia tahu bagaimana kekuatan mereka. hingga pada akhirya, langkah Yoona terhenti saat di lihatnya Jurang yang menjadi batas langkahnya. Yoona mendesah, air matanya tak dapat ia bendung lagi. Semua telah berakhir.

Yoona berbalik, para pria itu semakin mendekat.

“ Apa mau kalian?”

“Kami harus membawamu Kim Yoona.”

“Membawaku, untuk apa?”

“Persidanganmu akan segera di lakukan.”

“persidangan? Aku tidak pernah melakuakn kejahatan!”

“Secara tidak langsung kau melakukannya Yoona-ssi. Jika kau mengikuti kami dengan damai, kami tidak akan menyakitimu. Tapi jika kau melakukan hal sebaliknya, kau akan mendapati dirimu di penuhi dengan rasa sakit.”

“Aku tidak akan mengikuti kalian!” Yoona berjalan mundur. Ia menelan salivanya, merasakan tidak ada lagi langkah mundur selanjutnya.

“Kau mengambil keputusan yang salah!.” Mereka berlari menerjang Yoona, sedangkan gadis itu itu menutup matanya bersiap untuk merasakan hal apa yang akan ia dapatkan.

Hingga sebuah langkah kuda terdengar.

Sang Penunggang.. ini bencana!.

****

Sebelumnya Author minta maaf karna terlambat banget pos ff ini. author bener-bener sibuk kuliah. maaf ya guys. di laptop ff ini udah selesai bersama epilognya. di tunggu ya ^^

DONT BE SIDERS

22 thoughts on “(SQ) POISON LIPS 8

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s