[Freelance] Soul (Prolog)

soul-2

Soul | Hanabi

Im Yoona | Do Kyungsoo

Chapter | Mystery – Romance | PG-13

.

.

.

Jika kau pernah berpikir memiliki saudara kembar adalah hal yang luar biasa, mulai sekarang kau harus membuang pikiran itu jauh-jauh. Aku serius!

Aku dan Yuri kembar identik. Eomma benar-benar menciptakan kami layaknya dua sisi mata uang yang sama. Gadis remaja yang mirip, masing-masing pantulan dari yang lainnya. Dari kecil Eomma selalu membelikan kami baju yang sama, aksesoris yang sama, berjalan bersama, dan tertawa bersama. Tapi mereka selalu melupakan satu hal, bahwa kami orang yang berbeda dan memiliki kepribadian yang berbeda pula. Dan aku menyadari hal itu, bahkan sebelum kami memasuki sekolah menengah.

Kami berbeda, bertentangan layaknya cahaya dan kegelapan. Yuri tidak pernah menjadi diriku dan sekeras apapun aku mencoba, aku tidak bisa meniru dirinya.

Yuri tergila-gila dengan akting, bahkan ketika aku masih berpikir ‘Apa itu akting?’ atau ‘Wow, bagaimana dia bisa menangis tersedu-sedu seperti itu?’ Lalu Eomma memasuki kami ke kelas teater dan aku berharap, mungkin aku bisa menyukai akting seperti Yuri menyukainya. Tidak perlu menunggu waktu lama hingga aku tersadar, aku menyukai akting hanya karena Yuri menyukainya.

Aku mulai muak ketika Yuri selalu menang dengan terhormat di ujian-ujian akting, sementara aku tersauk-sauk untuk lulus. Muak ketika Yuri mendapatkan peran utama, sementara aku hanya menjadi pohon di sudut panggung. Itu memuakkan! Dan menyebalkan, pastinya. Saat semua orang memuji bakat akting Yuri yang mengagumkan, saat itu pula aku berhenti dan sadar inilah akhirnya.

Kami memang bersaudara, tapi ada sebuah jurang dalam yang membentang diantara kami berdua. Dan sekarang semua orang tahu satu hal, Im Yuri, kembaranku sangatlah sempurna seperti bintang di langit, sementara aku, Im Yoona, hanyalan cerminan dari dirinya.

Pagi ini, ketika cahaya matahari belum merembes ke tirai jendela kamarku, Yuri telah membangunkanku dan berkata satu kalimat yang sangat aneh. Suaranya terdengar seperti desisan lebah atau knalpot mobil mogok. Atau karena telingaku yang sedang bermasalah? Jadi, aku bertanya sekali lagi padanya, memastikan. “Apa kau bilang?”

Dia duduk di pinggir ranjang, menatap sambil meremas tanganku. “Kita harus bertukar tempat,” katanya sabar. “Kau harus menjadi aku dan aku menjadi kau. Hanya untuk hari ini saja.”

Aku pernah mendengar kisah tolol tentang seorang cewek kembar yang saling bertukar tempat. Si peran utama menjadi saudara kembarnya yang sempurna dan dia menikmatinya, seolah itu adalah miliknya. Pada akhirnya si peran utama tidak mau bertukar tempat lagi dengan kembarannya. Oh, tolol, pikirku.

Aku sudah pernah bilang, sekeras apapun aku mencoba untuk menjadi Im Yuri, itu tak akan pernah berhasil. Mungkin, Yuri bisa menjadi diriku. Tapi, aku? Tidak! Berpura-pura menjadi orang lain itu lebih menyulitkan dibandingkan harus mengerjakan soal matematika. Apalagi menjadi Im Yuri, sosok yang hampir sempurna. Dan aku pasti akan kelihatan seperti orang tolol.

Aku menggeleng. “Itu ide yang buruk.” Aku sempat melirik ke arah jarum jam. Masih pukul 5 pagi dan kembaranku membuang waktu tidurku yang berharga. Aku kembali berbaring dan menarik selimut, tapi Yuri menahannya.

“Aku mohon.” Pintahnya.

Seumur hidupku aku tidak pernah sekalipun melihat Yuri memohon padaku untuk alasan apapun. Karena tidak ada bagian dari diriku yang harus dia inginkan. Maksudku, aku hanya cewek bayangan. Bayangan dari dirinya.

“Baiklah,” kataku menyerah. “Tapi, untuk hari ini saja.”

.

.

.

Kami menghabiskan waktu hampir dua jam hanya untuk mempersiapkan diriku agar mirip dengan Im Yuri. Oh, yang benar saja! Kami memang sudah mirip dari segi fisik. Tapi mempersiapkan diriku agar berprilaku layaknya Im Yuri adalah bagian yang paling sulit. Ini aneh!

Pertama, kenapa dia terlalu berusaha membuatku mirip dengan dirinya? Seolah kami akan bertukar tempat selamanya atau ada orang yang akan langsung mengetahui aku berpura-pura menjadi Im Yuri bahkan jika aku hanya sedikit memamerkan gigiku. Itu gila!

Kedua, apa dia terlalu takut orang-orang sadar dengan apa yang kami lakukan. Bertukar tempat, maksudku. Apa dia terlalu takut image-nya yang selama ini dia pertahankan hancur di depan cowok-cowok, hanya karena ketahuan bertukar tempat denganku?

Ah, entahlah. Yuri membuatku pusing.

Orang-orang tidak bisa membedakan kami berdua, sampai kami duduk di bangku SMA. Yuri berbeda, dia berdandan, itu wajar, walau hanya memoles wajahnya dengan bedak dan lip gloss, dia cantik. Aku? Tidak, aku suka diriku yang apa adanya. Jadi, jika kau ingin membedakan aku dengan Yuri. Lihatlah, siapa yang memakai make up?

Cowok-cowok menyukai cewek cantik dan bisa berdandan. Park Chanyeol dari kelas sebelah, salah memberikan surat cintanya–yang seharusnya dia tujukan untuk Yuri–malah nyasar padaku. Dia langsung terkejut dan bilang bahwa aku sangat kumal seperti belum mandi. Hey, itu menyakitkan. Tapi, aku tidak perduli.

Aku kembali menatap cermin untuk ke seribu kalinya memastika bahwa yang ada di pantulan itu adalah diriku. Aku terlihat agak berbeda, bukan hal yang buruk, tapi aku tidak mengenali diriku sendiri. Sekarang aku Im Yuri, memakai seragam Yuri, dan memakai name tag Yuri. Dengan sedikit make up, cat kuku berwarna pastel, dan tadi Yuri sempat menggulung rambutku dengan rollwell, yang terpantul di cermin bukanlah diriku. Tapi, Im Yuri.

Aku menoleh dan Yuri tepat berdiri di belakangku. Memakai seragamku yang sengaja kebesaran satu nomor–jujur, aku benci baju ketat seperti ini. Semua baju di tubuh Yuri akan terlihat cantik dan menawan, tapi tidak dengan baju-bajuku, tidak dengan seragamku. Im Yuri yang sekarang bukanlah dirinya, aku melihat diriku yang tak sempurna dengan seragam kebesaran, wajah kumal, dan rambut hitam panjang, agak sedikit kusut.

Well, hanya untuk hari ini.

 

To Be Continued

 

Wattpad : https://www.wattpad.com/user/Hanabisite

 

5 thoughts on “[Freelance] Soul (Prolog)

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s