[Freelance] My Husband or My Love (Chapter 2a)

myhusbandormylove

 

My Husband or My Love

Chap 2 A

Story by Nani hunhan

With main cast :

Yoona SNSD

Sehun EXO

Xi Luhan

Other cast :

HongBin VIXX as Lee HongBin

Dasom SISTAR as Kim Dasom

Jungkook BTS as Im Jungkook

Seohyun SNSD as Ahn Seohyun

Jaehyun NCT U as Lee Jaehyun

And find it.

Poster by Rioneilds@yoongEXO

Length : twoshot

Genre : sad, romance, marriage life, and find it.

Rating : PG-15+

 

Disclaimer: cast belong to GOD. I just borrowed the names of characters and places. Semua cerita ini hanya sekedar fiksi dan murni karyaku.

A/N : ff ini pernah dipublish di www.smentffindo.wordpress.com namun versi drabbelnya. Sebelumnya aku minta maaf karena ada typo tentang length-nya  Oneshot di chap sebelumnya padahal seharusnya itu twoshot.

Please Don’t BASH and sorry for TYPO. And don’t forget to leave a coment.

 

‘apa aku dan Yoona akhirnya saling menyukai?’ Luhan bertanya-tanya dalam hatinya.

“oppa, kau sudah menelan obatnya?” Tanya Seohyun dan dijawab gelengan dan kekehan dari Luhan

Yoona yang melihat itu jengah dan memutuskan keluar dari kamar itu.

Setelah keluar dari kamar yang memuakkan itu, Yoona langsung menghempaskan tubuhnya pada sofa yang terletak diruang tamu apartemen mereka.

“seharusnya dia bilang sejak tadi jika ingin Seohyun yang menemaninya. Kalau tahu seperti ini, aku lebih baik pergi bersama Sehun oppa saja. Kau memang menyebalkan Xi Luhan.” Rutuk Yoona.

Tiba-tiba sebuah ide terpikirkan oleh Yoona. Ia lalu meraih smartphone nya dan mengetikan sesuatu sambil tersenyum.

Tak lama dari itu, sebuah pesan balasan masuk dari smartphonenya. Tak butuh lama buat Sehun untuk membalas pesan dari Yoona. Sehun mengirimkan nomor ponsel Kim Seokjin, serta ia juga bertanya untuk apa ia meminta nomor ponsel sepupunya itu.

Setelah membaca pesan balasan dari Sehun, Yoona lalu kembali membalas pesan itu.

To : SarangHun

Luhan-ssi sedang sakit. Aku pikir ia juga harus tahu, Jin oppa kan sahabatnya juga. Selain itu, agar suasana disini tidak memuakkan karena ulah dua iblis itu. By the way, gomawo untuk nomornya. Saranghae oppa.

Yoona yang membaca ulang pesan balasannya untuk Sehun tak bisa berhenti tersenyum.

Smartphone Yoona kembali berbunyi.

From : SarangHun

Nado

Singkat namun sangat bermakna yang berhasil mencerahkan dan membuat Yoona bersemangat.

Lalu tanpa pikir panjang, Yoona menghubungi Jin dan memberitahukan padanya jika sahabatnya tengah terbaring sakit di apartemen mereka.

20 menit kemudian, Jin datang dengan kekhawatirannya. Yoona senang Jin datang, setidaknya Luhan tak bisa bermesra ria bersama Seohyun.

Bukannya cemburu melihat Luhan bermesra-mesraan dengan Seohyun, tapi ia hanya tidak terima dengan sikap Luhan. Dia menyuruh Yoona agar Seohyun datang menemaninya, yang jelas-jelas Luhan juga tahu jika Yoona menolak ajakan pergi bersama Sehun. Mungkin jika ia juga menyuruh  Jin datang, itu tak masalah baginya dan tak menyesal telah menolak ajakan Sehun. Tapi pria itu – Luhan, hanya menyuruh Seohyun yang datang padahal Jin juga sahabatnya.

“apa suamimu demam?” Tanya Seokjin setelah menyerahkan buah-buahan pada Yoona untuk Luhan yang tengah sakit.

“nde. gomawo Jin oppa.” Balas Yoona diiringi sebuah senyum diwajah cantiknya.

“JIN OPPA? Kau tahu darimana nama panggilan itu? Hanya keluarga dekatku saja yang memanggilku dengan sebutan itu.”  Seokjin melongo.

“aku sahabatnya Dasom, sepupumu.” Balas Yoona.

‘juga kekasih Sehun oppa.’ Lanjutnya dalam hati.

“Nde? kenapa tak mengatakannya padaku jika kau sahabat Dasom?” kagetSeokjin.

“sekarang kau sudah tahu kan? Sudahlah, lupakan tentang itu. Ayo, kau pasti sangat ingin melihat Luhan yang tengah terbaring sakit.” Sela Yoona.

 

Setelah Seokjin memasuki kamar Luhan, ia kaget melihat Seohyun yang sudah berada di samping Luhan.

“oppa?” Seohyun sangat kaget melihat kemunculan kekasihnya dibelakang Yoona.

“kau disini? Kenapa tak memberitahuku?” Tanya Seokjin.

“emm.. itu..” Seohyun bingung ingin jawab apa.

“kau tidak mencemaskan kondisiku? Aku sedang sakit.” Alih Luhan. Lalu Yoona mendekati Luhan dan menempelkan telapak tangannya pada dahi Luhan.

“kau hanya Demam biasa, suhu tubuhmu juga telah menurun.” Kata Yoona santai.

“Seohyun-ssi, kau sudah sejam disini tapi kau bahkan tak mengabari kekasihmu jika suamiku sedang sakit?” Sambungnya untuk Seohyun.

Entah kenapa Seokjin merasa ada sesuatu antara Seohyun dan Luhan. Dulu, Seohyun tidak seperti ini. Sedangkan Luhan, entah kenapa merasa senang melihat aksi Yoona.

“Hyung, cepat sembuh.” Ujar Seokjin, lalu memandang Yoona lama.

‘ada apa dengan Luhan dan Seohyunie? Sepertinya ada yang tidak beres. Yoona, bagaimana bisa wallpaper laptop dan ponsel Sehun itu photomu? Ada hubungan apa kau dengan Sehun?’ batin Seokjin

“aku harus kembali, masih ada pekerjaan penting di Galeri.” Pamit Seokjin pada Yoona, lalu meninggalkan ruangan itu.

“oppa, aku juga harus pulang. Cepat sembuh.” Kata Seohyun, lalu menyusul kekasihnya.

“kau cemburu?” Tanya Luhan cepat pada Yoona setelah kepergian Seohyun dan Seokjin.

“Hm, cemburu? Yang benar saja. Jangan mimpi!” jawab Yoona

“wah, semuanya pada pergi. Kalau begitu, aku juga harus pergi.” Lanjut Yoona sambil terkekeh.

“hei, aku tengah sakit tapi kau malah mau pergi?”

“apa aku perlu menghubungi Seohyun kembali untuk menemuimu?” acuh Yoona.

“YAKKH!!” marah Luhan.

“meski sedang sakit, kau bisa berteriak juga? Ck ck ck. Wajahmu memang imut, tapi sifatmu memuakkan untukku.” Kata Yoona.

“pergilah! Pergi temui priamu itu, Oh Sehun kan?” usir Luhan

“siapa bilang? Aku ingin menemui Chanyeol oppa. Bukankah sekarang ia tengah berada di perusahaan ayahmu?.” Setelah mengatakan itu, Yoona lalu pergi dari hadapan Luhan.

“akh, tanpa kusadari aku benar-benar telah jatuh kepesona Im Yoona. Aku harus memutuskan kontrak Chanyeol dengan perusahaan. Perusahaan bisa bekerja sama dengan penyanyi lain, bukan hanya Chanyeol yang terkenal di dunia ini.”

 

Seminggu setelah itu, Luhan menjadi  sering menemani Seohyun, ketika setahun belakangan Seokjin yang sibuk dengan pekerjaannya di Luar kota. Sedangkan Yoona juga masih sering bertemu dengan Sehun di bantu Jungkook dan Jaehyun tentunya.

Luhan diam-diam menyuruh orang untuk mengikuti Yoona saat menemui Sehun, tapi tanpa Luhan tahu Sehun mengetahuinya. Sebab salah satu orang suruhan Luhan adalah langganan di Café milik Sehun, dan Sehun juga mengenal baik orang itu.

 

Hari ini, dengan bantuan Jaehyun, Sehun berhasil bertemu dengan Yoona di rumah Jaehyun. Oh, sepertinya rumah Jaehyun sangat bersejarah untuk Sehun dan Yoona. Karena hanya rumah inilah tempat aman untuk mempertemukan Yoona dengan Sehun.

Yoona tiba lebih dulu, lalu 15 menit kemudian Sehun menyusul.

Jaehyun menyuruh mereka untuk mengobrol di taman belakang rumahnya.

“Mianhe..” setelah banyak mengobrol dan bercanda ria, tiba-tiba Sehun bersuara yang berhasil membuat Yoona bingung.

“nde?” bingung Yoona

“ aku menyerah.” Ucap Sehun.

“tapi kau sudah berjanji padaku. Pertama, kau sudah janji akan bertanggung jawab dan akan menikahiku apapun yang terjadi. Kedua, kau juga sepakat untuk menungguku dan bersamamu kembali.” Isak Yoona.

“ aku harus pergi sekarang, mianhe..”  Sehun tak menghiraukan ucapan Yoona lalu meninggalkan Yoona sendiri di taman itu.

Jaehyun yang melihat Sehun begitu cepat melesat pergi, ia memutuskan menghampiri Yoona.

“noona, waegure?” kaget Jaehyun yang melihat Yoona menangis. Jaehyun lalu memeluk Yoona, berusaha menenangkan wanita itu.

“ kau bisa mengantarkan aku pulang?” Yoona sambil menangis.

“mmm.. tapi aku belum memiliki SIM. Supir Jung juga sedang keluar.” Balas Jaehyun.

“ aku merindukan Hong Bin. Kapan dia kembali? Dia terlalu lama di Jepang.” Ujar Yoona sedikit kesal.

“ aku juga tak tahu Hyeong kapan kembali. Dia menghubungi eomma setahun dua kali. Membuatku kesal saja dengannya.” Tangkas Jaehyun. Yoona lalu terkekeh.

“apa noona ingin melihatku menari? Akan kutunjukkan.” tawar Jaehyun, lalu mulai menari dengan kocak.

Awalnya tarian Jaehyun tak mampan untuk membuat Yoona berhenti menangis, namun lambat laun tarian kocak Jaehyun berhasil membuat Yoona berhenti menangis dan Yoona akhirnya bisa tersenyum kembali.

“noona, aku lapar. Ibuku sedang pergi, bibi Wang juga tengah cuti bekerja. Buatkan aku makanan, ne?” Jaehyun lalu berhenti menari sambil merengek pada Yoona.

“aigoo.. kau pasti sangat lapar. Baiklah, kajja!” kata Yoona, sambil tersenyum. Namun, dalam hatinya ia masih memikirkan perkataan Sehun tadi. Sungguh, Yoona tak bisa mempercayainya dan menerimanya.

 

Flashback

Yoona duduk menangis ditangga depan pintu sebuah Café di kawasan Myeongdong. Dengan seragam sekolah yang masih melekat. Untung saja pada saat ini, pengunjung Café tak begitu ramai.

Salah seorang namja yang berseragam berbeda dengan Yoona, terdorong untuk menghampiri gadis itu.

“chogi-yo?” tegur namja itu.

“wae-yo?” jawab Yoona dengan ketus tanpa melihat sumber suara.

“ aku tidak tahu apa masalahmu. Tapi kau dapat menimbulkan masalah dengan menangis di sini. Bisa saja, salah seorang merekam dirimu yang menangis seperti sekarang dan mencoreng nama baik sekolahmu. “ jelas namja itu, yang berhasil membuat Yoona berhenti menangis dan menatap namja itu.

“ aku Oh Sehun, salah satu siswa kelas XI di SOPA.” Namja itu memperkenalkan diri.

“ ikutlah aku. Aku akan membawamu di tempat yang tepat untuk menangis.” Tambah Sehun saat melihat Yoona yang menatap dirinya bingung.

Yoona lalu berdiri, mengikuti Sehun.

Sehun membawanya di sebuah taman yang penuh dengan berbagai macam bunga. Lalu mereka berdua duduk di salah satu kursi panjang yang tersedia di taman itu.

“ apa kau masih ingin melanjutkan tangisanmu?” Tanya Sehun memastikan. Yoona menggeleng sebagai jawaban.

“ aku Im Yoona, salah satu siswi di Daeyong High School. Aku baru memasuki kelas X. aku senang bisa bertemu denganmu.” Ungkap Yoona sambil tersenyum.

‘ dia bersekolah di tempat yang sama dengan Dasom rupanya.’ Batin Sehun.

“ kau tahu? Aku menangis di depan Café tadi, karena namja yang aku cintai memutuskan hubungan kami. Padahal aku telah berpacaran dengannya sudah 2 tahun lebih.” Tutur Yoona.

“ oh, jadi jalan ceritanya kau baru di putuskan oleh kekasihmu?” gerutu Sehun.

“ ne. sebenarnya ini memang menyakitkan. Tapi dipikir-pikir ini memang keputusan yang benar. ia harus melanjutkan impiannya untuk menjadi actor terkenal dan aku mungkin bisa menghambat impiannya itu. Lagipula, appaku tak menyukai seseorang yang terkenal. Tapi, aku tak yakin bisa melupakan Chanyeol oppa dengan cepat.” Terang Yoona.

“ hey, kau masih muda. Kau seharusnya hanya memikirkan soal pelajaran bukan seorang namja yang menghambat sekolah dan masa depanmu. Dan aku yakin, pasti dia akan menyesal telah meninggalkan yeoja cantik sepertimu demi impiannya itu” Kata Sehun dan berhasil membuat pipi Yoona merona karena pujian Sehun untuknya.

Setelah menghabiskan beberapa waktu untuk mengobrol di taman itu, mereka berdua memutuskan untuk pergi dari taman itu.

“ tempat tinggalku di sekitar sini. Dan kau?” Tanya Sehun sambil melihat Yoona.

“ kau bisa meninggalkanku sendiri. Temanku akan menjemputku disini.” Timpal Yoona

“apa tidak masalah? Aku bisa mengantarmu pulang atau menemanimu menunggu temanmu itu?” ujar Sehun sedikit khawatir, namun Yoona menggelengkan kepalanya dan meyakinkan Sehun jika ia tak masalah lalu Sehun pergi meninggalkan Yoona.

Tak lama kemudian, sebuah mobil menghampiri Yoona.

“Yoong, masuklah.” Yoona lalu memasuki mobil itu dan duduk di kursi penumpang.

“gomawo, HongBin. Kau selalu datang jika aku memerlukan bantuanmu.” Ucap Yoona pada namja yang bernama HongBin, yang duduk disampingnya itu.

“ itu bukan apa-apa. Lagipula kitakan bersahabat. Aku, kau dan Dasom. Tapi kenapa kau tidak langsung pulang? Appamu bisa marah jika tahu kau belum pulang kerumah dan adikmu pasti khawatir.” Ujar Hong Bin.

“ dan lihat wajahmu? Kau habis menangis yah? Apa ada sesuatu yang terjadi?” sambungnya.

“ aku akan menceritakannya besok di sekolah bersama Dasom.” Timpal Yoona.

 

Hari ini Yoona, Hong Bin dan Dasom menghabiskan jam istirahat mereka di rooftop sekolah.

“jadi kau dan Chanyeol telah berakhir?” Tanya Dasom tak percaya.

“ jadi karena itu kau menangis kemarin?” kini Hong Bin yang bertanya.

“ tentu saja Yoona akan menangis. Dia baru saja di putuskan oleh Chanyeol oppa begitu saja hanya karena ingin menjadi seorang actor.” Desis Dasom.

“  kau tak perlu khawatir Yoong, masih ada aku dan Dasom yang bersamamu. Dan masih banyak namja yang lebih baik dari Chanyeol seperti diriku, maybe.” Ucap Hong Bin menenangkan Yoona. Namun karena ucapan terakhir Hong Bin, membuat Yoona memukul lengan Hong Bin.

Sedangkan dasom yang mendengar itu, hanya menghela napas pelan.

‘apa Hong Bin menyukai Yoona? Hong Bin-ya, aku menyukaimu.’ Batin Dasom.

Lalu Yoona merangkul Dasom, dan Hong Bin ikut merangkul Dasom.

“ Im Yoona, Lee Hong Bin, dan Kim Dasom bersama selamanya.” Ujar mereka bertiga dengan kompak. Lalu tertawa bersama.

 

Daeyong High School tengah meliburkan para muridnya selama 2 hari kedepan, hal itu terjadi karena di sekolah itu baru saja terjadi penganiyaan, tepatnya salah satu siswanya dengan tega menganiaya gurunya.

Yoona, dan kedua sahabatnya memutuskan untuk menghabiskan waktu libur mereka ini dengan berjalan-jalan, mengunjungi tempat menarik di Seoul.

“hei, Yoong. Kau terlihat sedih.” Tanya Dasom tiba-tiba muncul dihadapan Yoona.

“ani-yo.”

“apa kau masih memikirkan soal Chanyeol?” Tanya Dasom lagi dengan yakin.

“umm, sedikit.” Jawab Yoona.

“Dasar.” Gerutu Dasom

“Yakh, ppaliwaaaa..” teriak HongBin dari luar yang tengah bersandar pada mobilnya.

“aish, pria itu benar-benar!” kesal Dasom, Yoona hanya terkekeh.

“tapi apa mobilnya tak memiliki klakson? Ia bisa membunyikan klakson mobilnya, ketimbang membuang percuma suaranya.” Kekeh Yoona.

“meski dia peringkat pertama dikelas maupun sekolah, tapi sebenarnya dia tak memiliki otak.” Ujar Dasom, lalu kedua yeoja itu tertawa.

Mereka memutuskan untuk mengunjungi kawasan Sinchon yang berlokasi ditengah tiga Universitas besar di Korea. Kawasan ini merupakan watering hole yang populer bagi kaum pelajar.

Noraebang, HongBin sangat suka itu. Dia lalu mengajak kedua sahabatnya itu untuk berkaraoke ria. Karena merasa suaranya biasa-biasa saja, Yoona menolak untuk menyumbangkan suaranya. Yoona hanya menikmati makanan dihadapannya, sedangkan HongBin dan Dasom asik bernyanyi.

Setelah noraebang, mereka juga mengunjungi DVD bang lalu PC game. 4 jam waktu yang dibutuhkan mereka untuk itu.

Sebelum pulang, mereka menyinggahi salah satu teman sekelas mereka yang bernama Suho. Suho  mengajak mereka makan di Café yang terletak dikawasan Myeongdong. Setelah mengisi perut dari traktiran teman mereka itu, mereka lalu memutuskan untuk pulang.

Setelah 2 hari libur, Yoona dan siswa-siswi Daeyong High School kembali belajar seperti biasa. Saat Yoona memasuki kelasnya, dia sudah melihat Dasom yang tengah tertawa.

Lalu Dasom menghanpiri Yoona yang telah duduk di kursinya.

“ada hal apa sampai kau tertawa seperti tadi?” Tanya Yoona penasaran.  Dasom hendak menjawab pertanyaan dari Yoona itu, namun tiba-tiba HongBin datang.

“dia itu gila, jadi wajar saja.” sela HongBin santai. Dasom hanya memandang jengkel HongBin.

“Yoong, kenapa kau tidak memakai kalungmu?” Tanya Dasom ketika melihat leher Yoona yang tidak biasanya tidak memakai kalung pemberian mendiang ibunya.

“ne, tidak biasanya.” Tambah HongBin yang ikut tersadar.

Mendegar ucapan para sahabatnya itu, Yoona lalu meraba-raba lehernya. Dan benar saja jika kalung indah itu tak ada.

“apa hilang atau terjatuh?” pikir HongBin.

“mungkin kau melupakannya disuatu tempat.” Tambah Dasom.

“mungkin terjatuh di mobil appa atau dirumah.”yakin Yoona walau ia khawatir jika bagaimana kalau kalungnya hilang. Dia tak ingin membuat kedua sahabatnya itu khawatir dan tak mengikuti pelajaran apalagi Guru Hwang telah memasuki kelas mereka.

 

Yoona memutuskan mencari kalungnya sendiri di kawasan Myeongdong, tepatnya di Café yang mereka kunjungi 2 hari lalu. Yoona sampai menanyakannya pada pihak Café, namun mereka tak melihat kalungnya. Saat di Sinchon, dia masih memakai kalung itu jadi kawasan itu bukan tempat jatuhnya kalung miliknya.

‘itu kalung pemberian ibu, bagaimana ini?’

Yoona bejalan dengan pelan sambil melamunkan keberadaan kalungnya. Ia terlihat tidak baik, karena terlalu memikirkan kalungnya yang hilang, sepulang sekolah setelah mengganti seragamnya ia lalu memutuskan untuk mencari kalungnya tanpa mengisi perutnya dengan makanan.

Di belakangnya terlihat kedua namja yang masih memakai seragam sekolah tengah berjalan untuk pulang.

“Sehun, motor itu?” ujar salah seorang siswa laki-laki itu, dan benar saja. Setelah mengatakan itu, pengendara motor hitam itu merampas tas Yoona begitu saja. Tas dengan dekorasi gambar alien berwarna merah yang dilengkapi dengan tali kanvas yang dapat dilepas.

Setelah Tas-nya dirampas, Yoona akhirnya jatuh pingsan dan tepat saat itu Sehun sigap menangkap tubuhnya.

“kejar motor itu, Kai.” Teriak Sehun pada temannya, namun temannya itu telah berlari mengejar motor itu sebelum Sehun menyuruhnya. Kai sangat suka berkelahi, jadi wajar saja dia semangat mengejar pengendara motor itu.

“Yo-Yoona?” kaget Sehun saat tahu jika yeoja yang mereka tolong adalah Yoona.

“Yoona-ssi, bangunlah..” kata Sehun sambil membelai pipi Yoona. Tiba-tiba kawasan Myeongdong turun hujan.

Sehun lalu menggendong Yoona ala bridal style, dan sebelum sampai di apartemennya yang terletak di kawasan Myeongdong itu, hujan semakin deras. Sehun lalu berhenti di bawah pohon, dan membuka jas sekolahnya dan ia pakaikan kepada Yoona. Sehun lalu melanjutkan perjalanannya menuju apartemennya.

Setibanya diapartemen, sehun menidurkan Yoona diranjang miliknya.

“dia bisa masuk angin jika tidur dengan pakaian basah seperti ini.” Pikir Sehun khawatir.

Sehun ingin menghubungi Dasom, adiknya. Namun Dasom tengah berada di Namhae, mengunjungi sang nenek.

Hendak meminta bantuan kepada penghuni apartemen sebelah, namun Sehun mengurungkan niatnya.

“mereka bisa beranggapan buruk tentangku.” Cecar Sehun

Dengan berat hati, akhirnya Sehun memutuskan untuk membuka pakaian Yoona sendiri.

Mulai dari membuka T-Shirt biru yang Yoona gunakan, lalu membuka celana jeans hitam Yoona. Sehun melakukan itu dengan mata yang ia tutup meski kadang matanya sedikit mengintip.

“apa aku harus membuka pakaian dalamnya juga?” bingung Sehun.

Setelah berpikir panjang, Sehun melepaskan pakaian dalam Yoona. Lalu ia mengambil salah satu kaos miliknya yang kebesaran pada Yoona, dan ia pakaikan pada Yoona. Ia tak sengaja menyentuh payudara Yoona, dan itu membuat Sehun gugup.

“sungguh, ini pertama kali untukku.” Pikir Sehun.

Setelah itu, Sehun memasukkan semua pakaian Yoona kedalam mesin cuci dan beranjak mandi. Setelah membersihkan diri, Sehun lalu memakai pakaian santainya.

Lalu ia mengambil seragam sekolahnya dan ia masukkan kedalam mesin cuci bersama pakaian Yoona.

Saat ia ingin menyalahkan mesin cuci itu, ia lalu teringat sesuatu.

“mana aku tahu jika bra wanita itu tidak baik dicuci dalam mesin cuci, akukan pria.” Tiba-tiba ia teringat dengan perkataan Kai, yang pernah menceritakan padanya tentang bra kekasihnya.

Sehun lalu mengambil bra milik Yoona, lalu menyalahkan mesin cuci itu.

Sehun memutuskan untuk mencuci bra itu secara manual.

“oh, pertama kali mencuci bra rasanya lucu sekali.” Kekeh Sehun.

Tak butuh waktu lama untuk mencuci sebuah bra. Sehun lalu mengambil Hair Dryer pemberian adiknya itu, dan mengeringkan bra itu dengan Hair Dryer.

Setelah kering, Sehun berniat memakaikan bra itu pada Yoona namun itu berarti ia harus membuka kaos yang Yoona kenakan. Jadi, ia menyimpan bra itu diatas nakas dan memutuskan untuk mengeringkan rambut Yoona dengan Hair Dryer setelah itu Sehun beranjak kedapur.

Makanan yang dapat Sehun masak adalah hanya Nasi goring kimchi, itupun Dasom yang mengajarinya.

2 jam kemudian, masakan Sehun akhirnya telah siap untuk dihidangkan. Cukup lama bukan? Alasannya karena ia harus mengurus mesin cucinya.

Setelah menyiapkan Nasi goring kimchi dalam satu piring itu diatas meja makan, tiba-tiba Sehun mendengar teriakan Yoona. Untung saja apartemennya ini kedap suara dari luar.

“waegure?” Tanya Sehun pada Yoona.

“KAU?” kaget Yoona.

“aku pikir kau orang baik. kau memperkosaku yah?” tuduh Yoona pada Sehun, dan Sehun hanya melongo tak percaya.

“aku membantumu, kau malah menuduhku. Kau pingsan begitu saja dan  Pakaian yang kau pakai basah dan kau bisa sakit jika tak kulepaskan. Aku minta maaf, aku tahu aku salah.” Jelas Sehun.

“kau tidak menyentuhku kan?” Tanya Yoona sambil terisak.

“ani! Tapi aku hanya melihat itu, mianhe.” Balas Sehun tak enak.

“MESUM!! KAU KETERLALUAN! Itu sama saja kau telah menodaiku..” tambah Yoona semakin terisak. Melihat itu, Sehun jadi bingung sendiri.

“aku akan bertanggung jawab. Aku tahu kau tidak akan hamil, karena aku tidak menyentuhmu. Tapi aku berjanji akan menikah denganmu dan mulai sekarang aku akan menjadi kekasihmu karena telah lancang melihat tubuhmu.” Ungkap Sehun akhirnya dengan yakin.isakan Yoona berhenti.

“tapi aku tidak mencintaimu.” Sahut Yoona.

“bukan tidak, tapi belum mencintaiku.” Sela Sehun. Tiba-tiba perut Yoona berbunyi, dan Sehun tertawa mendengarnya.

“aku telah menyiapkan nasi goreng Kimchi, bangunlah dan temani aku makan.”

Saat Yoona hendak bangkit, ia melihat bra nya yang Sehun letakkan di atas nakas.

“itu.. mian, kata yeojachingu temanku, sebuah bra tidak boleh di cuci dalam mesin cuci.” Jelas Sehun, sadar akan tatapan Yoona.

“oh, aku tidak percaya ini.” Ucap Yoona tak percaya.

“aku akan mengambilkan pakaianmu.” Ujar Sehun lalu berlalu untuk mengambil pakaian Yoona seperti katanya.

Setelah Yoona memakai pakaiannya, mereka lalu duduk dimeja makan.

“mian, kupikir kau tidak lapar. Jadi kau saja yang makan.” Titah Sehun saat sadar jika hanya ada sepiring nasi goreng buatannya.

“porsinya banyak, tak masalah kita makan berdua. Makanlah..” pinta Yoona lalu mulai memakan makanan buatan Sehun itu dan Sehun mengikutinya. Mereka makan sepiring berdua. Romantis.

“aku bisa pinjam ponselmu?” Tanya Yoona pada Sehun setelah selesai dari kegiatan makan malam mereka.

“ini, kau bisa memakainya sesuka hatimu. Dan soal tas mu, temanku akan membawakannya besok pagi disini.” Jawab Sehun.

“gomawo. Tapi bukankah Tasku telah dirampok?”

“nde, tapi temanku berhasil menangkap dan menghabisi penjahat itu jadi kau tenang saja.” Jelas Sehun.

Yoona lalu menghubungi telepon rumahnya, dan Bibi Han yang mengangkat panggilannya.

“Yoebseo.. bibi, tolong katakan pada adikku jika dia tak perlu menungguku. Aku tidak akan pulang malam ini.” Terang Yoona.

“tapi noona, sedari tadi ia menangisimu. Dia bahkan tidak mau makan apalagi tidur sebelum kau pulang. Dia mengunci dirinya dalam kamar.” Jawab Bibi Han.

“Jinjja-yo? Jungkook benar-benar – “

“aku bisa mengantarmu pulang.” Sahut Sehun.

“noona, kau sedang bersama seorang pria? Apa kau tengah berkencan?” Tanya Bibi Han setelah mendengar suara Sehun.

“Bibi, aku akan menelponmu lagi nanti dan teruslah bujuk adikku.” Yoona memutuskan panggilan itu.

“kau kenapa sih?” Tanya Yoona pada Sehun.

“nde?” Sehun tak mengerti.

“kau tidak suka ya, jika aku menginap semalam saja di apartemenmu?” Yoona mendengus kasar.

“nde? bukan seperti itu maksudku. Bukankah adikmu tengah menunggumu pulang sampai dia mengunci dirinya dikamar? Lalu kalau orangtuamu pulang dan tahu kau tak ada dirumah bagaimana?” tangkas Sehun

“ayahku sedang mengurus bisnisnya di luar kota, dan ibuku telah pergi meninggalkan kami untuk selama-lamanya.” Kata Yoona terlihat sedih.

“aku minta maaf, aku tidak tahu.” Sela Sehun cepat lalu menenangkan Yoona.

“sebenarnya aku takut untuk pulang. Jika aku pulang kerumah, aku akan mengingat soal kalung itu lagi. Kalung aku hilang, padahal itu adalah hadiah ulangtahun aku dari mendiang ibu.” Jelas Yoona.

“aku sudah mencarinya kemana-mana, tapi aku juga tak menemukannya.” Sambung Yoona.

“mungkin saja kalung itu telah ditemukan orang, dan kau tidak bisa mendapatkannya kembali. Menurutku, sebaiknya kau ikhlaskan saja kalung itu. Aku tahu itu sangat berharga, tapi mungkin kalung itu tidak bertakdir denganmu.” Sehun menenangkan Yoona.

“kau boleh menginap di apartemenku tapi apa kau benar-benar tak ingin pulang?” Tanya Sehun memastikan.

Yoona menggeleng sebagai jawaban.

“jadi bagaimana dengan adikmu?”

“adikku sangat manja. Aku tahu sikapnya bagaimana, dia selalu mengunci dirinya dikamar dan tidak mau makan. Tapi aku sudah menyiapkan makanan dan beberapa cemilan serta buah di meja belajarnya sebelum aku pergi siang tadi.” Terang Yoona.

“memang, berapa umur adikmu?”

“umur Jungkookie telah menginjak 7 tahun dan ia baru saja masuk sekolah dasar.”

“wajar saja dia manja, dia masih kecil apalagi tidak ada sosok ibu yang membesarkannya. Tapi, aku dengar dari pembicaraan kalian tadi adikmu sedang menangis dan kau tak kasihan padanya?”

“dia selalu seperti itu. Adikku kalau ingin tidur, maunya aku menemaninya. Tidur disampingnya. Tapi aku yakin dia akan baik-baik saja malam ini.” Jawab Yoona.

“kau tidurlah. Jaljayo..” ujar Sehun sambil mengambil bantal dan menghampiri soga panjang yang terletak tak jauh dari ranjangnya.

“kau tak perlu tidur di Sofa, tidurlah bersamaku. Ahh, maksudku tidur disampingku.”

“aku baik-baik saja. Lagipula, meski aku baru 2 kalibertemu denganmu tapi aku merasa kau adalah pria baik.” Setelah Yoona mengatakan itu, Sehun lalu menghampiri Yoona dan tidur disamping Yoona.

 

Saat Yoona memasuki kelasnya, dia sudah dikagetkan oleh kekhawatiran kedua sahabatnya.

“wae?” Tanya Yoona pada kedua sahabatnya.

“jadi kalungmu benar-benar hilang?” sambar Dasom sambil menarik Yoona untuk duduk di kursinya.

“kenapa kau tidak meminta bantuan kami berdua?” tambah HongBin.

“nde?”

“Bibi Han menghubungi aku dan HongBin, menanyakan keberadaanmu.” Tangkas Dasom.

“sudahlah, lagipula aku sudah melupakannya. Guru Hwang sebentar lagi akan masuk, jadi kembali sana ketempat duduk kalian.” Usir Yoona lalu Dasom dan HongBin mengikutinya sebab Guru Hwang benar-benar telah memasuki kelas.

Jam istirahat sekolah, Yoona dan Dasom habiskan di kantin sekolah. Sedangkan HongBin, dia tengah latihan basket dilapangan untuk pertandingan minggu depan.

“Som, tadi Daniel bertanya padaku.” Kata Yoona.

“maksudmu Daniel anak kelas X.2 itu?”

“hm, benar. dia menanyakan padaku, katanya kau sudah memiliki pacar. Apa itu benar? kenapa kau tak mengatakannya padaku atau HongBin?” Tanya Yoona.

“kau juga percaya itu? aku hanya berbohong pada Daniel. Soalnya dia selalu mengikutiku jika tak bersama kalian, maka dari itu aku berkata seperti itu.” Jawab Dasom santai.

 

Ternyata HongBin tidak hanya jam istirahat saja, namun jam pulang sekolahpun dia masih harus latihan bersama pemain basket lainnya.

Setelah mengetahui itu, akhirnya Dasom memutuskan menghubungi supir-nya untuk menjemputnya bersama Yoona.

10 menit menunggu, akhirnya yang ditunggupun datang.

Namun mobil yang berhenti disamping mereka bukan mobil yang sering dipakai supir Kang.

Sehun lalu keluar dari dalam mobilnya, dan Dasom yang melihat itu sangat senang sampai menghambur kepelukan Sehun. Sedangkan Yoona, dia sangat kaget melihat itu.

“hm, benar. dia menanyakan padaku, katanya kau sudah memiliki pacar. Apa itu benar? kenapa kau tak mengatakannya padaku atau HongBin?” Tanya Yoona.

“kau juga percaya itu? aku hanya berbohong pada Daniel. Soalnya dia selalu mengikutiku jika tak bersama kalian, maka dari itu aku berkata seperti itu.” Jawab Dasom santai.

‘apa yang dikatakan Daniel itu benar? tapi kenapa harus Sehun? Seharusnya aku tidak percaya begitu saja pada Sehun.’ Batin Yoona.

“Yoong, aku tak tahu kalau – “ perkataan Dasom terpotong oleh ucapan Yoona.

“kayaknya aku harus pulang bersama HongBin saja. Lagipula aku ingin melihat mereka main bola basket. Kau pulang duluan saja bersamanya.”

Setelah mengatakan itu, Yoona pergi dari hadapan Dasom dan Sehun.

“ada apa dengannya?” heran Dasom

Ke esokkan harinya disekolah, Yoona sudah disambut tatapan aneh dari kedua sahabatnya.

“hei, kalian segitunya menatap Yoona? seperti orang gila saja. Hahaha..” gurau Suho, si ketua kelas.

“DIAMLAH!!” marah Dasom dan HongBin kompak.

“nde? kalian memang aneh.” Kaget Suho.

“Suho, kau bisa membantuku?” Yoona bertanya pada Suho tiba-tiba dan mengacuhkan sikap aneh kedua sahabatnya.

“katakan saja, aku akan membantumu.” Jawab Suho.

“katakan pada mereka berdua untuk kembali ke tempat duduk mereka, aku merasa terusik dan Guru Lee sebentar lagi akan masuk.” Pinta Yoona pada Suho tanpa memandang Dasom dan HongBin.

“Yoong.. “ lirih Dasom.

Dasom dan HongBin membawa Yoona dengan paksa di rooftop sekolah mereka setelah bell istirahat berbunyi.

“kau kenapa sih Yoong?” Tanya HongBin pada Yoona saat mereka telah berada di rooftop.

“memangnya aku kenapa? Aku memang seperti ini.” Ketus Yoona.

“Yoong kau benar-benar jahat. Kau pacaran dengan oppaku tapi tak menceritakannya padaku atau HongBin, kau keterlaluan. Sebenarnya kita ini sahabat atau bukan sih?” cecar Dasom.

“nde?”

“kau telah menjadi yeojachingu Sehun hyung, tapi aku dan Dasom tak tahu. Wae? Kenapa tak cerita padaku jika kau tak ingin Dasom tahu?” kini HongBin yang bertanya.

“aku justru senang Yoong. Setidaknya kau sudah move on dari Chanyeol oppa dan aku juga tak masalah jika kau jadikan Sehun oppa sebagai pelarianmu. Aku tak masalah!”

“adik macam apa kau ini?” HongBin menatap kesal Dasom.

“jadi Sehun oppa itu kakak angkat yang pernah kau ceritakan? Aku pikir Sehun oppa adalah kekasihmu.” Ujar Yoona setelah tahu jika Sehun adalah saudara Dasom. Dasom memang tidak banyak menceritakan tentang Sehun pada mereka, apalagi Sehun juga tak tinggal bersama mereka.

“aku akan melihat bagaimana tampang seorang Sehun hyung saat dipertandingan nanti.” Ungkap HongBin sebab ia belum pernah sekalipun bertemu dan bertatapan secara langsung dengan Oh Sehun.

“mwo? Jadi tim basket sekolah kita akan melawan tim basket sekolah Sehun?” kaget Yoona dan Dasom. Mereka tak tahu soal ini, kalau bukan HongBin yang mengatakan pada mereka.

“apa kalian tidak tahu soal itu? Padahal berita itu telah tersebar di sekolah kita.” Kata HongBin.

“apa Chanyeol oppa juga main?” Tanya Dasom tiba-tiba membuat Yoona memandang kesal Dasom.

“molla! Tanya saja pada Sehun hyung.” Jawab HongBin

“jam istirahat telah selesai. Kajja, kembali ke kelas.” Ujar HongBin sambil menarik tangan Dasom dan Yoona.

Hari pertandinganpun dimulai. Pertandingan bola basket tahun ini diadakan di sekolah Sehun, yakni SOPA.

Ribuan siswa-siswi datang untuk menyaksikan pertandingan bola basket antar sekolah ini, begitu pula Yoona dan Dasom.

“Yoong, itu Sehun oppa!” pekik Dasom riang saat melihat Sehun tengah melewati koridor sekolah.

Yoona ikut memandang kearah yang ditunjuk Dasom, dan benar saja jika Oh Sehun tengah melewati koridor sekolah bersama ketiga temannya.

Sehun hendak menghampiri kedua gadis itu, namun tiba-tiba seorang gadis menghentikannya.

“oppa, aku akan mendukungmu. Fighting!!” gadis itu memberi semangat pada Sehun, lalu melingkar lengannya pada lengan Sehun.

“Irene-ssi, gomawo atas dukungannya tapi bisakah kau melepaskan tanganmu pada lenganku?” risih Sehun.

“aku bersedia meminjamkan lenganku untukmu, Irene-ssi.” Goda Ravi, salah satu teman Sehun.

Mendengar itu, Irene lalu pergi meninggalkan Sehun beserta ketiga temannya itu.

Ketiga teman Sehun tertawa melihat ekspresi Irene tadi, namun tidak untuk Sehun. Sejak tadi matanya menelusuri keberadaan adik dan kekasihnya yang tiba-tiba hilang begitu saja.

 

“meski Sehun hyung adalah kekasihmu Yoong, dan saudaramu Dasom. Tapi kalian harus mendukung tim basket sekolah kita. Kalian harus mendukung aku, sahabat kalian. Apa kalian meng – “

“kami mengerti.” Potong Yoona dan Dasom kompak.

“nde? kalian kenapa?” Tanya HongBin yang merasa aneh pada kedua sahabatnya itu. Namun baik Yoona maupun Dasom enggan untuk menjawab. Mood mereka tidak baik setelah melihat Sehun dengan gadis lain.

Saat kedua tim memasuki lapangan, sorakan dari penonton telah berkobar padahal pertandingan belum dimulai.

“mwo? Chanyeol tak ikut main?” Dasom membuka suara saat melihat tim basket Sehun memasuki lapangan.

“main atau tidaknya itu bukan urusan kita. Kau hanya perlu focus menyemangati tim basket kita Som, okey?” titah Yoona.

Sehun menyempatkan memandang kearah kursi penonton dimana tempat Yoona dan Dasom berada.

Meski kesal, Yoona memberikan senyumannya pada Sehun dan mengepalkan tangannya sebagai tanda semangat untuk Sehun. Sehun hanya mengangguk mengerti tanpa membalas senyuman Yoona.

“jangan ladeni tatapan oppaku, anggap saja dia itu bakteri dan virus yang tak Nampak.” Tegur Dasom pada Yoona.

Permainanpun dimulai, sorakkan penonton semakin membahana bak memecahkan lapangan. Yoona dan Dasom dengan semangat menyemangati tim basket mereka.

“Suho, masukkan ke ring bolanya!!” teriak Yoona semangat dan Dasom ikut bersorak saat Suho berhasil memasukkan bola itu ke ring.

“ketua kelas kita memang hebat, dia banyak memasukkan bola ketimbang HongBin.” Yoona mengeluarkan pendapatnya.

“namanya juga kapten basket, pasti hebat! Tapi tim basket Sehun oppa masih unggul, oppa memang hebat.” Tambah Dasom.

Ronde pertama selesai dan hasilnya seri. Yoona dan Dasom lalu menghampiri HongBin cs.

Dasom memberikan sebotol air mineral pada HongBin, Dasom juga mengelap wajah HongBin yang berkeringat dengan handuk kecil yang telah disediakan.

Yoona hendak menghampiri Sehun, namun dia urungkan karena lagi-lagi gadis pengacau itu lebih dulu menghampiri Sehun.

Yoona kesal dibuatnya, dan berbalik menghadap kearah HongBin dan Dasom. Tepat itu, Yoona melihat Suho sedang meminum sebotol air mineral lalu Yoona memutuskan untuk menghampirinya.

“ketua kelasku ternyata walau tak terlalu tinggi tapi hebat sekali permainannya.” Puji Yoona sambil membersihkan keringat pria itu dengan sapu tangan milik Dasom.

“hahaha.. gomawo.” balas Suho lalu menyubit pipi Yoona pelan.

“jangan terlalu mesra padaku, nanti kekasihmu cemburu.” Ujar Suho sambil mengarahkan dagunya kearah Suho.

“apa sih..”

“jangan mengelak, aku sudah tahu..” tambah Suho dan berhasil membuat Yoona salah tingkah.

“jangan menggangguku!” pinta Sehun dengan tegas pada Irene, namun Irene tak bereaksi.

“aku sudah memiliki Yeojachingu, dan yeoja yang tengah tertawa bersama kapten basket Daeyong itu adalah yeojachinguku. Kau paham?” ucap Sehun dengan nada dingin.

Irene tercengang mendengarnya.

“apa kau masih ingin mengejar Sehun? Lebih baik kau bersamaku saja.” Ravi membuka suara.

Irene memilih pergi dari hadapan mereka dengan raut kesal. Kai dan Ravi tertawa setelahnya, sedangkan Sehun hanya melayangkan senyum tipisnya.

Pertandingan ronde kedua dimulai. Penonton yang menyaksikan pertandingan masih semangat bersorak.

Tim basket Sehun masih memimpin. Ditengah pertandingan, Sehun tak sengaja tersenggol oleh Kai dan hal itu menyebabkan Sehun keseleo.

Terpaksa Sehun harus berhenti bermain, dan Chanyeol masuk untuk menggantikannya.

“Hun, mianhe. Aku benar-benar tak sengaja.” Kata Kai merasa bersalah.

“gwenchana.” Senyum Sehun mengembang, berusaha menenangkan Kai.

Sedangkan di kursi penonton, Yoona sangat khawatir melihat apa yang terjadi di lapangan basket itu.

“waah, Chanyeol oppa! Yoong, Chanyeol oppa – “ Dasom menghentikan ucapannya saat dia tak melihat keberadaan Yoona disampingnya.

“pasti dia menghampiri Sehun oppa. Siapa suruh membuatku kesal, sialkan akhirnya?” racau Dasom tak ingin mengkhawatirkan saudara laki-lakinya itu.

“ah, tim HongBin pasti kalah. Skor Mereka sudah tertinggal jauh dengan permainan Sehun oppa, apalagi jika Chanyeol oppa yang main.” Pikir Dasom

 

Melihat Sehun terluka seperti tadi, membuat Yoona khawatir bukan main. Setelah menanyakan pada salah satu siswa disana dimana letak UKS, Yoona lalu dengan cepat memasuki ruang UKS sekolah Sehun.

Dapat Yoona lihat jika Sehun tengah terbaring, dengan kaki kirinya yang diperban.

“kau tak menonton permainan Chanyeol hyung?” Tanya Sehun ketika melihat Yoona yang menghampirinya.

“aku khawatir padamu. Apa kau baik-baik saja?” Tanya Yoona khawatir mengalihkan pertanyaan Sehun.

“gwenchana.”

“jika kau baik-baik saja, kenapa kakimu harus diperban? Seharusnya kau lebih hati-hati.” Marah Yoona dan mulai terisak.

Sehun lalu memberanikan diri memeluk Yoona dan menenangkannya.

“kita belum berkencankan? Bagaimana jika hari ini kita berkencan?” tawar Sehun masih dengan posisi memeluk Yoona.

Yoona sempat terkekeh lalu mengangguk setuju dalam dekapan Sehun.

Entah kenapa Yoona bisa menyukai Sehun begitu saja, tanpa memerlukan waktu lama. Memang cintanya pada Chanyeol belum 100% hilang, tapi seiring berjalannya waktu rasa cinta itu mulai memudar.

Flashback end

Setelah pertemuan Yoona dan Sehun dirumah Jaehyun beberapa hari yang lalu, tiba-tiba Sehun dikabarkan hilang begitu saja. Yoona sangat terguncang mendengar kabar itu apalagi sebelumnya Sehun telah memutuskan hubungan mereka. Yoona tak mengerti kenapa Sehun bisa mengakhiri hubungan mereka yang jelas-jelas Sehun sangat mencintainya. Jadi untuk apa penantiannya selama setahun belakangan jika pria itu menyerah begitu saja?

Luhan yang tahu jika Sehun mengasingkan diri, begitu bahagia mendengarnya. Luhan juga mulai menjauhi Seohyun setelah tahu Sehun telah meninggalkan Yoona.

Malam ini, Ny. Xi mengunjungi apartemen Luhan dan Yoona. Saat Ny. Xi tiba di apartemen anaknya itu, Yoona menyambutnya dengan ramah sedangkan Luhan masih sibuk di kantor.

“eomma ingin minum apa?” Tanya Yoona sopan.

“tak perlu. Kau duduklau, aku ingin berbicara padamu.” Ucap ibu Luhan.

“ne.”

“Luhan itu adalah pria yang sangat baik. Dari wajahnya saja sudah tampan dan imut seperti anak kecil, tentu saja karena dia adalah Xi Luhan anakku.”

‘lalu apa itu penting?’ batin Yoona sedikit kesal.

“dan setelah dia menikah denganmu, dia mulai berubah. Wajah tampannya tak berubah, tapi sikapnya yang berubah. Aku tahu Luhan tak mencintaimu dan mungkin kau juga seperti itu.”

“eomma..” lirih Yoona setelah mendengar itu. Ternyata selama ini ibu mertuanya tahu tentang perasaan mereka.

“Yoona-ya, aku minta padamu untuk terimalah Luhan dihatimu. Dia telah banyak terluka. Dia mencintai Seohyun, tapi Seohyun mencintai pria lain. Meski Seohyun telah memiliki Seokjin, tapi perasaan Luhan tak pernah berubah. Tapi semalam, Luhan menemuiku. Dalam keadaan mabuk, dia mengatakan jika dia mulai mencintaimu dan dia takut mengakuinya padamu karena lagi-lagi cintanya bertepuk sebelah tangan seperti cintanya pada Seohyun. Tapi aku percaya, kau pasti bisa mencintai Luhan atau sekarang kau sudah menyukainya tapi kau tak menyadarinya. Pikirkanlah perkataan eomma, Yoona-ya” Ungkap Ibu Luhan pada Yoona panjang lebar. Tapi Yoona hanya diam.

“jika sudah menikah, kalian tidak bisa mengharapkan cinta orang lain lagi tapi mulai cintailah pasangan hidup kalian.” Sambung Ny. Xi

“eomma hanya ingin mengatakan itu. Eomma harus pulang sekarang, baik-baiklah disini menunggu suamimu.” Pamit ibu Luhan.

Setelah Ny. Xi  pergi, Yoona jadi memikirkan perkataan ibu mertuanya itu.

“Sehun oppa telah meninggalkanku, apa aku harus belajar mencintai Luhan?” pikir Yoona.

“apa Luhan memang pria baik untukku? Tapi Jungkook dan Dasom tak suka aku bersama Luhan. Apa pilihan terbaik adalah mencoba menerima Luhan?” bimbang Yoona.

TBC

A/N: semoga ceritanya tak membosankan dan aku harap kalian menyukainya. Terima kasih buat admin yang telah publishin ff ini dan Terima kasih juga yang sudah ninggalin jejak di chap sebelumnya. ini ff lama. ff ini berasal dari Drabbel yang kujadiin twoshot  dengan beberapa perubahan dan penambahan cerita.  Aku membuat cerita ini berdasarkan beberapa kejadian yang kualami beserta kejadian disekitarku. Karena laptop aku sudah di vonis rusak dan tak bisa diperbaiki lagi, jadi buat kelanjutan Fated To Love You, aku gak tahu kapan bisa ngelanjutinnya  Soalnya filenya didalam laptop aku yang telah rusak itu. Jadi harap maklum yaa..

Istrinya Lay, sepupunya Luhan pamit.

8 thoughts on “[Freelance] My Husband or My Love (Chapter 2a)

  1. skrng q thu asal mula yoona pacaran ama sehun? sebenarnya yoona itu endingya ama sehun apa luhan,knpa sehun meninggalkn yoona,,,apa alasanya?q agak kurang suka saat yoona jatuh pingsan,sehun menyelmtkn yoona dibwa apertenya,pas sehun mengganti bju yoona karna basah..q agak kurang sreg thor,gmn gtu…?tpi q tetep suka ko ama ff ini..tetap semangat ya thor..maaf klau q berkomntr kurang enak dihati thor..??tetap semangatt thor…semangat

  2. Haii annyeong…
    Aq gx tau ch 1 nya thor jdi agak bingung tpi aq suka…:-)🙂
    Penasaran kelanjutan nya gimana..? D tunggu chapter selanjutnya..???
    Annyeong….

  3. seru… lanjut chap selanjutnya ya chingu
    itu sehun prg karna sadar klw luhan dan yoona sebaiknya bersama??
    semoga happy ending ya chingu… hwaiting

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s