(SQ) POISON LIPS 9 (PRE FINAL)

yoona-poison-lips-5

AUTHORS : Firda Auliana

MAIN CASTS : Im Yoona X Park Chanyeol|

MINOR CASTS :– Lee Won Geun as Kim Yeol, KAI

GENRE : Fantasy,Romance| RATING : PG 17

Don’t be siders!

NOTE : Sebelum membaca ini di harapkan untuk membaca POISON LIPS awal.

******

 

Suara kuda yang bergemuruh membuat suasana sedikit tidak nyaman, tidak, suasana ini lebih menyeramkan. Pria bertudung hitam itu tampak menatapnya, walaupun mata mereka tak bertemu, tetapi kepala itu terus menghadap ke dirinya. Kegelapan benar-benar menyeliputi Yoona.

“Penunggang, lebih baik, kau tidak ikut campur dalam masalah kami”

“Kalian sudah melewati batas wilayahku.” Suara berat dari penunggang itu berbaur dengan aura gelap miliknya, semua mahluk di sana pasti akan mengambil jarak menjauh.

“Kami tidak mempunyai waktu berurusan denganmu. Kami harus membawa gadis itu menghadap ke altar kematiannya.”

Penunggag itu menggeram marah, ia berbalik lalu menebas para vampire itu tampa tersisa. Yoona menatap tangan kosong penunggang itu, bahkan dia hanya mgeibaskan tangannya, para vampire itu sudah musnah. Chanyeol sudah mengatakannya, iblis.. mahluk itu adalah iblis. Astaga!.

Yoona bergerak mundur, tetapi langkahnya terhenti mengingat ia benar-benar sudah berada di ambang jurang. Kembali, penunggang itu menatap Yoona, tangannya terulur menangkap pergelangan tangan Yoona. gadis itu tersentak.

“A-apa maumu? Aku tidak mengganggumu.”

“Kau sudah masuk ke wilayahku. Kau juga harus mati.”

“A-apa? Aku di kejar, aku tidak sengaja memasuki wilayahmu.”

“Kau seorang Vampire nona manis. Kau pasti mempunyai kekuatan.”

“Aku tidak punya.” Lirih Yoona. penunggang itu terdiam. Masih di dalam

tudungnya.

“Jadi aku harus apa? Kau tetap harus mati”

Yoona menunduk, menahan isak tangisnya, entah kenapa rasa lelah dan menyerah mengusik batin Yoona. penunggang itu turun dari kudanya, mendekat ke arah Yoona, ia berputar pelan seraya memperhatikan gadis itu.

“Kau punya sesautu yang bagus nona. “ Penunggang itu tertawa di balik tudungnya, ia lalu menarik paksa tangan Yoona, dengan gerakan  cepat, ia langsung menggigit telapak tangan Yoona.

Yoona tersentak kaget, taring itu semakin menembus kulitnya. Suara tenggukan menghiasi pendengaran Yoona. gadis itu melawan tetapi entah kenapa tubuhnya kaku, seperti ada sebuah rantai yang mengengkangnya.

“ Panggil aku, jika kau mengingatku, nona.” Bisiknya. Yoona mengedipkan matanya beberapa kali, lalu menatap penunggang itu yang berada di depannya.

“Mau apa kau?! Kemana semua orang? Kau siapa?” teriak Yoona seraya menunjuk sang penunggang.

“Kemana Vampie-vampire yang mengejarku?” tanya Yoona, lagi.

“Yoona!!” Chanyeol berlari kearah Yoona, lalu menarik gadis itu dan menyembunyikan Yoona di belakang punggungnya.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Chanyeol, ia menangkup wajah Yoona dengan penuh kekhawatiran.

“Aku baik-baik saja, tapi tadi ada sekelompok Vampire yang mengejarku tetapi, sekarang mereka tidak ada. Kemana mereka Chanyeol?” ujar Yoona. chanyeol menghela nafas lega, ia lalu tersenyum menenangkan. Chanyeol kembali menatap penunggang itu.

“Kau tidak melakukan hal buruk kan?”

Sang penunggang memeringkan keplanya. “Tidak ada. Hanya saja aku sangat ingin memakan jiwanya.”. chanyeol melotot tajam menatap sang penunggang, kedua tangannya terkepal kuat.

“Kau harus melewatiku dulu, sebelum kau menyentuh istriku!” bentak Chanyeol, Yoona tersenyum samar,sebuah kata’ istri’ sangat menggetarkan hati Yoona.

“Kau sudah tahu bukan, konsekuensi melewati batas wilayah. Bukankah kita sudah sepakat Park Chanyeol?” si penunggang menggeram marah.

“Oh ayolah.. dia sedang di kejar, lagi pula Yoona tidak tau batas wilayah di hutan ini. Dia baru pertamakali masuk kesini. Dia belum tahu apapun tetang batas wilayah.”

“Konsekuensi tetaplah Konsekuensi Park Chanyeol. Aku tidak peduli jika dia baru pertamakali kesini, ataupun hanya berpura-pura tidak tahu. Serahkan dia padaku Chanyeol!” Si penunggang mendekat, Chanyeol mundur dengan geramannya. Kedua taring-nya keluar bersamaan dengan iris emas tajam itu.

“Bagaimana, kalau kita membuat sebuah kesepakatan?”

“kesepakatan?” Si penunggang tampak berfikir.

“Apa kesepakatannya?”

“Besok Aku akan memberikanmu 1000 jiwa manusia, bagaimana? Kau tidaka akan kenyang hanya dengan satu jiwa vampire.”

Sang penunggang terdiam, menimbang perkataan Chanyeol.

“Chanyeol!” bentak Yoona pelan. Chanyeol tak menanggapinya.

“1000 jiwa? Kau yakin? Mendapatkan manusia sebanyak itu bisa memakan waktu berhari-hari. Jangan membuat kesepakatan kosong padaku Park Chanyeol.”

“Itu mudah, besok 1000 manusia akan datang menyerahkan jiwa mereka padamu.”

“Jaminannya?”

Rahang chanyeol mengeras. “Jaminannya, aku!”

“Chanyeol!”

“Diam Yoona!

Sang penunggang mengangkat bahu tak peduli. “Baiklah aku menerimanya, Kau harus membawa 1000 jiwa manusia untukku. Park Chanyeol.” Setelah mengatakan itu, sang penunggang pergi bersama kudanya.

Lagi-lagi Chanyeol menghela nafas lega. Yoona langsung berdiri di hadapan Chanyeol.

“1000 jiwa manusia? Jamianannya dirimu? Kau bercanda?” Yoona tersenyum sinis, matanya berkaca-kaca. Chanyeol tertunduk, ia meremas lengan Yoona lembut.

“1000 Jiwa itu mudah Yoona, aku bahkan bisa membawakannya malam ini. Asalkan kau selamat darinya.”

“Lalu memisahkan mereka dari keluarganya? Kau kira hidup itu bisa kembali setelah mati! Mereka mempunyai Keluarga Chanyeol, kau tidak bisa seenaknya mengambil mereka yang akan mengantarkan jiwanya.”

“Aku terpaksa melakukannya Yoona. demi dirimu!”

“Lebih baik kau menyerahkan diriku dari pada kau menukarnya dengan 1000 jiwa yang tak bersalah Chanyeol!” Yoona berteriak marah, ia menangis lalu melangkahkan kakinya pergi entah kemana.

“Yoona!” Chanyeol mengajar Yoona.

“Yoona! dengarkan aku dulu.”

“Yoona!” Chanyeol mencengkram pergelangan tangan Yoona. gadis itu cukup meringis.

“Maaf, Maafkan aku. Aku sudah tidak punya pilihan lain.”

“Sayang, kumohon.” Chanyeol menatap Yoona sendu, tangannya menarik Yoona kedalam dekapannya, mengelus punggung bergetar itu.

Hingga sebuah suara semak-semak menyinggung telinga Chanyeol, tak berapa segerombolan Vampire datang mengepung Yoona dan Chanyeol. Yoona tersadar, ia langsung melepas pelukan Chanyeol, menatap para vampire itu.

“Chan-Chanyeol, mereka-“

“sshhh.. kita akan baik-baik saja sayang?” Chanyeol mengusap lengan Yoona.

“Kim Yoona, serahkan dirimu secara baik-baik, atau kami akan menggunakan kekerasan!”

“Tidak ada yang bisa menyentuh Yoona, kalian harus melewatiku dulu!”

“Maaf Tuan, kami tidak punya urusan denganmu. Tolong serahkan Kim Yoona kepada kami.”

Chanyeol tertawa sinis. “Menyerahkannya? Aku tidak akan menyerahkan istriku!”

“Baiklah, jika itu pilihan tuan,kami hanya bisa melakukan cara kasar pada anda.” Semua gerombolan Vampire itu maju. Chanyeol mendorong Yoona ke belakang semak-semak.

“Yoona larilah.. selamatkan dirimu.” Ujar Chanyeol. Yoona menggeleng kuat.

“Tidak! Aku tidak akan meninggalkanmu.”

“Yoona, kumohon. Kau harus pergi sayang selamatkan dirimu.” Yoona menatap Chanyeol sedih,ia terus menggeleng.

“Yoona, dengarkan aku. Kau harus keluar dari hutan ini. Aku akan menjenputmu setelah semua ini berakhir.” Chanyeol menganggukkan kepalanya pasti.

“Kau janji?”

“Ya, aku janji sayang.” setelah mengucapkan itu, Chanyeol mendorong Yoona, membuat Yoona berlari sesekali Yoona menoleh ke belakang, melihat Chanyeol yang menatapnya sendu. Yoona kembali menangis.

****

Yoona memeluk dirinya sendiri, walaupun ia takkan pernah merasakan dingin tetapi perasaan takut mulai merayapinya. Hutan ini begitu lebat. Pepohonan menjulang tinggi menutupi cahaya apapun yang menyelinap di antara mereka. suasana yang lembab, tanah yang basah dangan angin yang bertiup lembut namun mencekam.

Banyak hewan yang merayap, suara-suara yang menyeramkan, berdesis bahkan menggeram. Yoona yakin ini bukanlah situasi yang cukup menyenangkan. Matanya cukup tajam untuk melihat tanpa adanya pencahayaan, tapi tetap saja semua tak terpudilakan di dalam situasi yang mencekam ini.

“Kau sendirian?” Yoona tersentak kaget, ia berbalik. Di sana di samping sebuah pohon pinus, terdapat seorang pria yang bersandar dengan wajah angkuhnya.

“Siapa?”

“Aku?

“Siapa lagi selain dirimu?”

Pria itu tersenyum manis, ia melangakh mendekat kearah Yoona sedangkan gadis itu mundur selangkah demi selangkah sesuai langkah dari pria itu. hingga sebuah pohon menahan punggung Yoona.

“Aku adalah orang yang akan menangkapmu dan juga menghakimimu.” Pria itu menjentikkan jarinya. Yoona langsung terjatuh tak sadarkan diri.

****

DONT BE SIDERS

 

20 thoughts on “(SQ) POISON LIPS 9 (PRE FINAL)

  1. yah kok udah pre final sii thoorr😢😢itu si penunggang siapa si terus yang bakal menghakimi yoona itu siapaaa😥😥
    happy ending juseyooo😔

  2. Kok udah pre final aja sih thor?? Ngga relaa😭
    Oiya chap ini bikin penasaran banget…
    Ditunggu deh next chapnya..
    Semangat!!~

  3. Gakuat liat Chanyeol ngelawan gerombolan Vampire itu. Make 1000 jiwa pula. Siapa sih yang bakal ngehakimin Yoona? Ini bakalan happy ending kan thor?! Jangan2 nanti Chanyeol mati dikeroyok Yoona mati dihakimi #imaginasireadersalay ekek next ya thor!! Fighting!!

  4. q penasaran siapa laki2 yg menjentikan jari sambil berkata” q adalh orang yg akan menangkapmu dan menghakimimu”.q jdi penasarn thor…lanjut thor udah mau happy ending y…

  5. sbnrnya siapa penunggang kuda itu??gmn chanyeol bisa mengenal dia…ap yg trjd ma chanyeol nanti???waaa pnsrn siapa yg brtmu yoona penunggang kuda ap baekhyun

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s