(SQ) POISON LIPS 10 END

yoona-poison-lips-end-u

AUTHOR : Firda Auliana

MAIN CASTS : Im Yoona X Park Chanyeol|

MINOR CASTS :– Lee Won Geun as Kim Yeol, KAI

GENRE : Fantasy,Romance| RATING : PG 17

Don’t be siders!

NOTE : Sebelum membaca ini di harapkan untuk membaca POISON LIPS awal.

******

Pria itu tersenyum manis, ia melangakh mendekat kearah Yoona sedangkan gadis itu mundur selangkah demi selangkah sesuai langkah dari pria itu. hingga sebuah pohon menahan punggung Yoona.

“Aku adalah orang yang akan menangkapmu dan juga menghakimimu.” Pria itu menjentikkan jarinya. Yoona langsung terjatuh tak sadarkan diri.

******

Yoona meringkuk, kembali ke posisi duduknya. Matanya merawang jauh di masa lalunya, dimana ia menjadi manusia yang ceria dan merasa lengkap dengan kehadiran Soo Hyun. Wajah marah, kesal dan senang, menghambur menjadi satu dalam kenangan indah itu. yoona tertawa samar, rasanya ia sangat ingin kembali ke masa indah penuh kenangan. Memutar kembali dirinya untuk menjadi manusia, tapi kini Yoona hanya bisa melepas semua kenangan itu.

Kedua pergelangan tangannya, kedua penggelangan kaki dan leher, telah terikat rantai dan tidak akan bisa di lepas dengan apapun kecuali dengan kunci dari semua rantai ini. Yoona tersenyum sedih melihat keadaannya. Malam ini ia akan mati dan menghilang untuk selamanya.

“Oppa, aku merindukanmu, Chanyeol aku merindukanmu” tangis yoona merunduk, menangis dalam keheningan.

***

“Jadi kau akan datang malam ini?” Baekhyun meneguk Wine nya. Ruangan besar yang di dominasi furnitur emas dan perak menciptakan kesan elegan dan mewah. Membuat dua orang pria itu duduk nyaman di atas sofa mahal kebanggaan para dewan.

“Tentu, aku akan datang, melihatanya mati mungkin membuat ku sedikit terhibur.”

“Bangsawan hitam, memang pantas untukmu. Julukan yang tepat untuk orang yang tepat” Baekhyun tertawa kecil, ia menegakkan tubuhnya, menautkan telapak tangannya, memposisikan dirinya sebagai Tuan besar di mension itu.

“Kau terlalu berlebihan. Tapi Bangsawan hitam terdengar cukup keren untukku” Pria itu meneguk wine nya, lalu memutar pelan gelas wine tersebut.

“Aku heran  dengan sikapmu. Kau memperlakuannya seakan-akan di adalah jiwamu. Kau memperjuangkannya bahkan kau membuang waktumu dengan sia-sia untuk menyelamatkannya. Kau tahu, ini seperti kisah cinta yang sebenarnya, skenario yang terlalu nyata.”

Pria itu tersenyum, ia meletakkan gelas wine di atas meja. “Aku hanya ingin mencari hiburan di detik detik pernikahanku. Sebentar lagi aku akan memiliki ikatan yang serius dan menjadi kepala bangsawan. Lusa adalah hari pernikahanku. Aku tidak akan mempunyai waktu bermain-main lagi. Jadi apa salahnya aku bermain sebentar dan membuat sebuah kenangan yang tidak akan terlupakan. Bukankah itu menarik?”

“Tentang mate, Aku yakin dia bukan mate mu”

“Tentu saja, Yoona bukanlah mate ku. Aku hanya bermain dengan kekuatanku, memanipulasi pikiran dan perasaanya adalah hal yang paling menarik yang pernah ku lakukan. Sekedar melatih kekuatanku, sudah terlalu lama tidak ku gunakan.”

“Jadi malam ini terkahir kalinya kau melihatnya, bukan?”

“Ya, malam ini, aku harus berekspresi lemah dan penuh dengan pasir dan lumpur. Untuk malam ini aku akan memeberikan penampilan spsecial di luar skenario ku. Itu cukup melelahkan.”

“Kai? Bagaimana dengan sepupumu itu. kudengar dia juga ambil bagian”

“Ah dia, aku sedikit memanipulasi pikirannya, dan mengubah ingatannya tentang Yoona dalam masalah ini, dan semun aman terkendali.”

“Kau memang Vampire bangsawan sejati Park Chanyeol. Kau menang”

“Darah kemenangan akan selalu berada di keluarga Park” Chanyeol tersenyum miring, lalu meneguk winwnya hingga habis. Baekhyun hanya diam menikmati wine yang berada di depannya.

Pembicaraan yang cukup menarik.

****

Tak tak tak..

Suara ketukan sepatu menggema di seluru lorong tahanan. Yoona yang mendengar itu hanya diam dengan kepala yang masih berada di atas lipatan lututnya. Yoona tahu ketukan sepatu itu akan berhenti tepat di depan jerujinya. Tepat seperti dugaan Yoona, pria itu berhenti tepat di depan jerujinya.

Sang Ketua Dewan, Byun Baekhyun menatap Yoona yang berada di dalam jeruji dengan juntaian rantai.

“Kenapa kau ada di sini? Bukannya kau berada di meja tahtamu dan menunggu pengadilan ku?”

“Aku menjemputmu.”

“Kau terlalu membuat dirimu sulit. Kau bisa menyuruh orang-orangmu untuk menjemputku ke altar kematian. Dirimu terlalu terhormat untuk datang ke tempat menjijikkan seperti ini.”

“Aku bisa melakukannya sendiri, kenapa aku harus menyuruh orang lain? Seharusnya kau merasa terhormat karena di jemput oleh orang terhormat.”

“Kehormatan hanya akan membawamu pada kebohongan dunia.”

Beekhyun menyadarkan tubuhnya pada jeruji besi, membelakangi Yoona. “Chanyeol.. kau masih mencintai pria itu?”

Yoona mengadahkan kepalanya, menatap punggung Baekhyun. “Tentu, aku masih mencintainya”

“Kau bisa meninggalkannya sekarang” ujar Baekhyun. Seketika suara guntur dan petir beradu satu. Percikan-percikan air hujan masuk melalui jendelah bawah di samping wajah Yoona. Mereka menutupi cahaya rembulan yang mampu menerangi penjara ini.

“Aku tidak bisa. Aku sangat mencintainya”

“Walaupun dia menyakitimu?”

“Itu hanya salah paham. Yura mengontrol tubuhnya”

“Tapi tidak dengan perasaan.”

“Apa maksudmu?”

“Vampire murni mempunyai 2 kasta. Bangsawan dan sosial biasa. Bangsawan mempunyai dua kekuatan yang sangat hebat, sedangkan vampire murni sosial hanya mempunyai satu. Ahn Yura, Vampire murni sosial, ia dapat mengontrol tubuh tetapi tidak dengan perasaan. Sedangkan bangsawan, tepatnya Chanyeol, ia terlalu kuat untuk bisa terpengaruhi kekuatan lemah itu. Kupikir, kau pasti mempunyai kesimpulan di dalam pikiranmu.” Baekhyun berbalik,  tangannya bersedekap di dada, mata merah tajamnya menatap mata Yoona.

“Jangan berfikir aku sok tahu dan mengada-ngada. Aku adalah Vampire Bangsawan Murni, Yoona. Aku tahu semua tentang Vampire bangsawan. Aku tidak berharap kau akan percaya atau harus mempercayainya. Kau bisa memikirkan secara singkat. Aku tidak mungkin membodohimu, tidak ada untungnya bagiku. Lagi pula sebentar lagi kau akan mati.”

Yoona terpaku, tubuhnya menegang, pikiran dan hatinya telah membuat kesimpulan yang membuatnya cukup terkejut dan merasakan sakit kedua kalinya. Tidak ada kebohongan, tetapi Yoona takut, bila kini ia terlibat dengan kekuatan Beakhyun.

“Aku bisa mematahkan sebuah manipulasi, dapat membaca masa lalu dan masa depan. Tapi aku tidak dapat memberimu sebuah manipulasi. Jadi jangan berfikir macam-macam.”

Kini Yoona yakin tidak ada sebuah kebohongan ataupun sekanario di dalam mata Baekhyun. “Tapi, mungkin saja kau keliru Baekhyun. Chanyeol mencintaiku, dan dia selalu berada di sampingku, dia bahkan berusaha keras mempertahankan hubungan kami.”

“Kau masih ingin mencintainya saat tahu, kalau Chanyeol mend-..” Suara petir dan guntur meledak. Yoona melebarkan matanya saat bibir Baekhyun bergerak mengucapkan sebuah kalimat yang meruntuhkan seluruh hidupnya. Perlahan air matanya mengalir.

The full moon sligthly chipped. Tha’s so me, so please. Save me and Hold me tight. Just make me all right. Under the dark Clouds. Wingless swans in my soul. From the fortress a pessiment.

“Kau masih ingin mencintainya saat tahu,Kalau Chanyeol yang mendorongmu ke dalam lubang hitam ini?. Dia- Park Chanyeol- yang melaporkan dirimu ke pengadilan. Dia sudah merasa bosan dengan dirimu Yoona. kembali, dia hanya memanipulasi dirimu. Semuanya, kejadian yang selama ini kau rasakan, Yura maupun kebahagiaan yang terus kau rasakan, itu hanyalah manipulasi.”

Baekhyun membuka jeruji besi itu. ia melangkah mendekati Yoona, dengan tangan yang memegang sebuah kunci. Baekhyun membuka rantai leher dan rantai di kedua pergelangan kaki Yoona, yang hanya menyisahkan rantai di kedua pergelangan tangan Yoona.

The full moon slighty chipped. Uncertain, please. Save me and let me smile. Just make me all right. Over the bed of trees. My heart spins around.

“Chanyeol, akan segera menikah dengan wanita lain. Dia hanya mengsisi waktu bebasnya dengan bermain denganmu.”

Yoona berdiri dengan kaki telanjangnya saat Baekhyun menarik rantai itu. yoona menatap kebawah, menatap kedua tangannya yang terjuntai lemah di sejajar dengan paha atasnya. Yoona berjalan dengan sukarela tanpa paksaan. Hingga sebuah pintu besar terlihat di depannya terbuka. Cahaya menyilaukan masuk ke retina Yoona. Untuk pertama dan terakhir baginya. Suara penghakiman memenuhi indra pendengarannya.

****

Chanyeol datang dengan tampilan urakan yang membuat siapa saja menatapnya kasihan. Di depannya, terdapat seorang gadis yang duduk bersimpuh dengan rantai di sekujur tubuhnya, cahaya rembulah menyinari tubuh gadis lemah itu. kepalanya tertutupi sebuah kantong merah beludru. Sehingga membuat para penonton tak tahu rupa gadis itu.

Chanyeol menampilkan wajah sedihnya, tetapi sebuah senyuman miring tersamarkan di wajahnya. Sebuah pukulan lonceng menggema di penjuru lapangan.

“Manusia kotor ini telah menjadi seorang Vampire dari hubunngan gelap dengan seorang Bangsawan atas yang akan segera menikah. Wanita ini memaksa sang bangsawan untuk bercinta dan merubahnya. Bukankah itu tindakan kotor? Pantaskah Wanita ini hidup? Dia telah mengotori hukum dan kasta kita. Apakah dia pantas dapat pembelaan?”

Semua orang beseru, mendengar suara para Dewan.

“Bunuh saja dia!”

“Vampire kotor itu harus dibunuh!

“habisi dia!”

“Musnahkan wanita kotor ini!”

Para dewan tersenyum, bersamaan dengan Chanyeol yang hanya tersenyum kecil. Tidak ada wajah bersalah bahkan penyesalan. Seorang dewan mengangkat tangannya, menyiratkan kepada seorang penembak untuk bersiap. Semua orang terdiam, suasana menjadi tegang dan mendebarkan. Hingga tangan sang dewan turun dan terdengar suara tembakan yang telah di luncurkan.

Peluru perak itu bergerak cepat, menembus dadanya. Suara sorakan kemenangan terdengar riuh. Tubuhnya ambruk dengan getaran tubuh yang berbahaya. Tubuhnya mengalami kejang-kejang. Suara teriakan kesakitan terdengar nyaring, cukup menyayat hati bagi orang yang mengasihaninya. Perlahan tubuh itu melepuh, kemudian terbakar habis menyisahkan abu yang perlahan terbang terbawa angin.

Chanyeol terkisap, matanya menangkap setetes air yang mengambang jatuh ke tanah. Rasa sesak cukup ia rasakan, setelah pada akhirnya ia menepis perasaan itu dan melenggang pergi.

Dengan wajah bertopeng air mata beku, ketika waktunya tiba. Engkau akan mencari sercecah cahaya dan membelah kegelapan, bukan?.

Suara nyanyiann berwarna merah senja akan mewarnai seluruh hati dan jiwa. Bagaikan melodi yang selalu ku dambakan, menyebar ke segala tempat dengan cepat.

Dalam kehenangan langit yang bercahaya. Di sanalah taman bungaku berada, dan suatu hari engaku akan tiba di tepi pantai, jauh di sebrang sana.

Kegelapan malam yang melindungi rembulan membisikkan lagu pengantar tidur, hingga manik mata yang berhenti terbasahi olehh jutaan mimpi.

Selamat tinggal.. karena aku takkann bisa  lagi menemuimu. Bagaikan malam meninggalkan relung di dalam hatiku, dengan kegilaan, dengan penuh kasih sayang.

Dalam keheningan langit yang bercahaya. Di sanalah tempat tinggalku berada. Di sebrang kegelapan tempat rembulan tenggelam. Kembali ke tempat asalnya, melalui jalan yang sempit.

In memory of

[Kim Yoona]

Who died at Aug, 23 th,2015

AGED 18 YEARS

Sebuket bungan krisan putih jatuh mengikuti aliran sungai. Air yang tenang membuat bunga krisan itu beberapa kali diam dan kemudian jauh mengenang. Orang itu hanya tersenyum pedih.

Pria itu menyeka air matanya, ia mengadahkan kepalanya menatap awan sore. Berharap ia dapat melihat wajah gadisnya. Ia menghilang, sejak saat itu ia tak dapat menemukan Yoona nya kembali. Hidupnya kosong, janji yang mereka tautkan hanya menjadi kalimat pengingat.

Kim Soo Hyun, kembali menangis.  Ia tahu, Yoona bukannya menghilang seperti yang sering di beritakan oleh para media, tetapi adikknya itu, kinii telah pergi ke jalan yang lurus, luas dan takkan pernah kembali lagi. Meninggalkannya menapaki dunia. Soo hyun melepas pita hitam yang ada di gengamannya, pita itu terbang ke atas melewati penghalangnya. Kembali, angin berseru, meniup pita itu ke atas awan, seakan Yoona ingin menggapai Pita hitam, sebagai hal terakhir yang bisa ia rasakan bersama kakaknya.

****

Kim Yeol menatap langit biru di atas atap sekolah. Ia tampak merenung memikirkan gadis yang tidak akan pernah datang lagi.

“Semua selesai Yoona, kau sudah tenang, kan?”

“Kau akan terjaga dengan aman Yoona. itulah kontrak.” Kim Yeol berdiri meninggalkan tempat tersebut. Sebelum itu KimYeol sempattersenyum samar, dan meninggalkan setangkai mawar hitam di lantai atap.

 

THE END

NOTE: terima kasih pada para reader setia poison lips, dukungandan komentar kalian sangat berharga bagi author. Saya cepat publis krn takutnya saya gag punya waktu buat publis, apalagi kerjaan kuliah full. thanks all. love you..

DONT BE SIDERS

yoona-poison-lips-snow-1
SEE YOU IN EPILOG

26 thoughts on “(SQ) POISON LIPS 10 END

  1. ANDWAEEE!!! JAHAT AMAT LU YEOL! HUWAAA GAK RELA SAD ENDING *caploks keinjek thehun*:v
    Bhakk perasaan gue langsung porak poranda berasa kek hancur gitu *eahh~ sumpah nangis bacanya.. apalagi bcanya sambil dengerin lagu baper *huuu~

    Epilognya ditunggu nihhh~^^ buat yoona hidup egen trus balas dendam ke chanyeol. Trus chanyeol yg bakal mati *gue sadis amat yet😅😅 mianhae.. Maklum orangnya jga cerewet😄🔫*

  2. Gilllss aku berharap Chanyeol kena balasannya. Aku gaterima Yoona mati begitu ajah. Bikin Chanyeol menyesal dng atau gimana pun lah caranya astaga aku emosi nih TT_TT

  3. Argh, Chanyeol bangsad sumpah. Nggak punya perasaan banget, eh iya dia kan vampire bangsawan yang emang nggak punya hati, anying. Yoona 😭
    Chanyeol jahat😡
    Nggak nyangka banget kalo ternyata Chanyeol kayak gini
    Sad ending pula
    Ditunggu next fic thor, happy ending ya^^

  4. Aku udah baca ff ini dua kali tapi kenapa masih ga percaya kalau chanyeol dalang dari itu semua? Kejam banget 😭
    Keep writing ya thor,di tunggu ff lain nya. Fighting!!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s