H (vol. 0)

ggag
.

by blue. (prev. chiharu/marooness)

starring by Im Yoona and one of exo’s member

.

Rasanya tidak ada yang lebih menyenangkan dari ini. Maksudnya kejadian barusan. Kejadian di mana Yoona merasa kalau pacarnya memang pacar terbaiknya selama ini. Katakan saja begitu. Karena para masa-lalunya sungguh lebih cocok dikatakan sebagai seorang brengsek. Oke, itu mungkin terdengar jahat. Ah, lagi pula kenapa ia harus memasukkan hal sampah seperti mantan dalam pemikirannya malam ini? menodai kesenangannya saja. Lagi pula, para masa-lalunya pasti akan kalah duluan jika dibandingkan dengan si Unta kesayangannya.

Yoona masih berdiri di sana dengan senyum mengembangnya. Ia tetap menjatuhkan fokusnya pada sebuah bis yang melaju menjauhi halte tempat ia berdiri. Setelah bis itu semakin jauh, baru ia duduk di bangku halte.

Sebenarnya keluar malam-malam di musim gugur seperti ini dingin juga. Tapi mana bisa ia mengabaikan selebrasi hatinya yang begitu kesenangan saat mendapat kabar bahwa si Unta ada jadwal istirahat dan ingin menemuinya. Lagi pula ia rindu dengan omelan dan candaan lelaki itu. Betapa ia merasakan apa yang orang-orang di luar sana katakan, hubungan jarak jauh begini menyiksa juga.

Rasanya agak berat juga kalau mengingat ia tidak jadi prioritas utama bagi lelaki itu—karena kewajibannya. Karena betapapun juga, seseorang harus profesional menjalani pekerjaannya tanpa bayang-bayang apa pun yang menyusahkan. Dan Yoona tidak mau jadi bayang-bayang itu untuk si Unta. Dan yang terpenting adalah mereka masih baik-baik saja dan dalam hubungan yang sehat.

“Apa maksudmu minta dijemput? kalau ternyata kau masih baik-baik saja seperti ini. Bahkan senyum sendiri seperti orang gila.”

Yoona sedikit agak terperangah. Dilihatnya Byun Baekhyun tengah bersandar pada tiang dekat tong sampah. Tak lupa juga dengan raut agak sebal di wajahnya.

“Hei! Datang-datang kau sudah bicara panjang lebar. Aku malu tahu kalau orang-orang tahu kau bicara padaku. Seperti aku ini berteman dengan apalah itu… ,” tanggap Yoona tak kalah panjang lebar. Ia sedikit memelankan nada bicaranya saat mengucapkan kalimat terakhir. Takut-takut kalau sepupunya itu sadar.

“Yah, aku terlalu sibuk untuk menjemputmu, Noona. Kenapa tidak minta pacarmu itu untuk mengantar ke rumah?”

“Kita bicara nanti saja di rumah. Yang penting sekarang kita pulang,” kata Yoona bagaikan sebuah titah. Baekhyun mau tidak mau menuruti kakak sepupunya itu karena lagi pula ini sudah cukup malam. Dan tidak ada waktu lagi untuk berdebat dengannya. Baekhyun tahu Yoona menyimpan kelelahan yang besar dalam dirinya—setidaknya keseharian Yoona sebagai calon dokter spesialis ikut andil dalam menciptakan kelelahan itu. Nah, kelelahan itu bisa menjelma menjadi sebuah kemarahan atau kalimat-kalimat umpatan panjang lebar yang memekakkan telinga. Jadi, Baekhyun nurut saja.

///

Sesampainya di rumah, Baekhyun tidak percaya kalau Yoona akan bercerita panjang lebar tentang pacarnya itu. Sungguh, ia ingin menghentikan aktivitas sepupunya itu. Tapi, lagi-lagi ia akan di-stop dengan sebuah kalimat, “sebagai seorang dokter residen, aku sibuk. Kau tahu, kan, betapa stress-nya aku, jadi aku tidak punya banyak waktu untuk bertemu teman-teman perempuanku apalagi curhat seperti ini, jadi kaulah yang sering kutemui dan blablabla… .”

“Jadi, dia akan melamarmu? Kapan?” Tapi ujung-ujungnya Baekhyun bertanya juga karena ia penasaran.

“Ya, yang jelas itu akan terjadi.”

“Bah. Jadi kau belum tahu kapan? Kalau begitu, sih, aku juga bisa bilang pada pacarku. Tapi untung, sih, aku tidak sesinting itu,” timpal Baekhyun dengan senyum miring di akhir kalimatnya. Miris.

Yoona bergeming.

“Ta-tapi, aku percaya pada pacarku. Dia yang terlama sejauh ini, dan… aku percaya.” Disadari atau tidak, kalimat terakhirnya terdengar ragu dan Yoona memaksakan sebuah senyuman di wajahnya. Kenapa baginya ini aneh, ya?

“Yang terlama belum tentu juga yang terbaik. Kau pernah bilang begitu, kan?” goda Baekhyun dengan sedikit cengirannya.

“Hei! Kau masih ingat juga kata-kata sialan itu? mengingatkanu pada si ‘siapalah’ itu,” timpal Yoona enggan sambil memutar bola matanya.

Ya, siapalah itu. Kenapa harus tiba-tiba merasuki pikirannya?

.

cut.

.

haiiii ini aku chiharu masi inget ga? ga ya? iya gapapa.

lama ya ga post ff di sini. dan aku kgn nulis ff, udaa lamaaa bgt ga nulis ff apalagi yoongexo.

sebenernya ini tuh semacem teaser buat ff baru, kalo pada penasaran sih ya sebisa mungkin kulanjut. tapi ya tau kok ini tuh apaan sih y? ga jelas gt, burem sama kayak cast utama cowoknya. tebak siapa cubaa?

ya ya gt deh kira2.

seeya❤❤

9 thoughts on “H (vol. 0)

  1. Pacarnya yg Yoona sebut unta itu kayaknya Chanyeol deh, aku mrasa emang Chan oppa. Critanya menarik, like it. Aku ingin tahun, knp jdulnya “H”? Ok, maybe itu tak penting. Yg penting adlh, aku tnggu next Vol. Fighting!!

  2. Jadi, “mantan mantanya?”, “Siapalah itu?”, “pacar”?? Siapa yaaa??? Bingung juga komenya?? Si unta alias pacar mungkin chanyeol.. Kalo siapalah itu… Kayaknya sehun deh #soktau#soktau#soktau

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s