[Freelance] The Six Prince

 

TSP (Kiss Kiss Kiss)

 

Author : Awan Mega Mendung

Cast : Yoona and member of EXO

Disclaimer : Semua cast di sini milik Tuhan Yang Maha Esa.

Note : TSP atau singkatan dari The Six Prince. Berisi cerita tentang Yoona dan enam pangeran tampan yang memiliki pesona luar biasa. Di sini, alur cerita maju mundur. Semoga saja pembaca sekalian tidak kebingungan. Jika respon untuk fanfic ini positif, maka saya akan membuat fanfic TSP lain dengan cerita dan cast (member EXO) yang berbeda. Mungkin ada usulan atau request siapa cast-nya, silakan masukkan ke kolom komentar.
Saya juga memposting beberapa fanfic di www.yoona3005blog.wordpress.com dan di www.wattpad.com/Azurdium

 

Jangan jadi ‘Pembaca Gelap’ alias Silent Reader

 

-Selamat membaca-

.

.

.

Hari ini Kai menjemput Yoona di rumahnya dan berangkat besama ke sekolah. Di tengah jalan, Kai melihat tali sepatu Yoona yang lepas. Ia berhenti melangkah dan mengikat tali sepatu kekasihnya.

Yoona yang diperlakukan semanis itu merasa sangat tersanjung. Wajahnya bahkan sampai memerah. Kai yang melihatnya pun merasa sangat gemas.

“Tunggu,” cegah Yoona saat Kai menggandeng tangannya lagi dan melanjutkan langkah mereka. Yoona mendekat ke arah Kai. Merapikan ikatan dasinya yang sedikit berantakan.

Kai terus memperhatikan wajah cantik Yoona. Jarak mereka benar-benar tipis sekarang. Jantungnya berdetak kencang.

“Nah, sudah selesai,” wajah Yoona terangkat ketika tangan kanan Kai menahan kedua tangannya. Sedikit heran melihat laki-laki itu kini tengah menatapnya intens. “Apa yang–” Kalimat Yoona terpotong dengan ciuman Kai.

Ciuman itu terasa manis, sebab masing-masing dari mereka sama-sama sedang memakan permen berbeda rasa. Coklat dan vanilla.

“Vanilla,” komentar Kai diiringi senyum jahilnya.
Yoona mendengus, “Kenapa kau menukar permen kita?” Kai hanya tersenyum.

 

 

Sehun merapikan rambut Yoona yang berantakan akibat tertiup angin. Sekarang gadis itu sudah tidak terlalu sering mengikat rambutnya lagi seperti dulu. Yoona kini lebih sering terlihat menggerai rambutnya. Dan Sehun suka itu.

Yoona membelai wajah Sehun. Ia mengulas senyuman terbaiknya. “Aku mencintaimu,” ujarnya.
“Hm, aku juga mencintaimu,” Sehun menarik Yoona dalam pelukannya. Saling merasakan detak jantung yang sama-sama menggila jika mereka bersama.

Cukup lama mereka berpelukan, lalu Sehun sedikit merenggangkan pelukannya. Memberi senyuman termanisnya kepada perempuan yang menjadi pemilik hatinya. Sehun mencium bibir Yoona cepat. Ciuman pertama mereka setelah menjalin hubungan selama sebulan.

“Tetaplah berada di sisiku, walau aku tahu teman-temanku yang lain juga menyukaimu,”
“Aku mencemaskan hubungan persahabatan kalian,”
“Semuanya akan baik-baik saja jika kau ada bersamaku.” Kembali mereka saling berciuman. Membagi cinta kasih yang selama ini mereka pendam. Menyalurkan hasrat yang telah lama mereka rasakan.

Sehun semakin memperdalam ciuman mereka saat kedua tangan Yoona melingkar sempurna di lehernya.

 

 

Yoona mendengus geli saat Tao meninggalkannya dengan raut wajah sebal. Jelas sekali kalau ia cemburu melihat kedekatannya dengan kelima temannya yang lain. Dan yang harus Yoona lakukan sekarang adalah menyusul laki-laki itu di atap sekolah.

Tao menendang-nendang udara dengan kesal. Sekarang ini ia tengah berdiri di depan pagar pembatas atap sekolah. Mencari udara segar.

Laki-laki itu sedikit terkesiap saat merasakan sepasang tangan kecil yang melingkari perutnya. Menarik nafas perlahan. Tao mencium aroma stoberi yang cukup kuat. Pasti Yoona. Siapa lagi? Ia menghembuskan nafasnya pelan.

Ia tahu Yoona sedang meminta maaf padanya. Gadis itu sama seperti dirinya yang tidak bisa mengatakan maaf dan cinta secara langsung.

“Jangan seperti itu lagi,”
“Hm,” Yoona hanya bergumam sebagai jawaban.

“Selalu saja,” Tao mendesah tak suka. Kekasihnya sering kali mengulum permen lolipop akhir-akhir ini. “Aku juga mau,” Tao ikut mengulum sebagian permen Yoona. Dia tersenyum  tipis kala Yoona membalas ciumannya. “Jeruk, terasa manis.” Yoona merona.

 

 

Kris duduk termenung di kursinya. Teman-temannya sedang makan siang, tapi ia justru  berada di dalam kelas.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” Suara itu menyadarkan Kris dari lamunannya. Ia menoleh ke samping, Dilihatnya Yoona sedang duduk di mejanya dan tersenyum manis.
“Bukan hal yang serius,”
“Usahamu untuk berbohong sia-sia, Tuan Wu,” Yoona tersenyum sinis karena tebakannya benar.

Menghela nafas yang terasa berat, Kris menundukkan wajahnya. “Kau memang sangat mengenalku, Yoona.”
“Tentu saja, aku kekasihmu,” Sedikit menunduk agar wajah mereka sejajar. Yoona kemudian berbisik dengan suara lembut. Akhirnya ia menceritakan apa yang mengganggu pikirannya.

“Apapun yang terjadi kau bisa menceritakannya padaku.”
“Terima kasih,” Kris mengulas senyumannya.
“Yakinlah kalau semuanya akan baik-baik saja, hm?” Senyuman Yoona pudar, digantikan dengan raut keterkejutan. Tubuhnya bahkan sampai menegang kala Kris menciumnya tiba-tiba.
“Aku mencintaimu, sangat,” ujar Kris setelah mengakhiri ciumannya.
Yoona tersenyum lebar, “Aku juga mencintaimu,” mengusap wajah tampan Kris dengan lembut. Dan mengecup bibirnya singkat.

 

 

Sudah lima belas menit Yoona menunggu Chanyeol, tapi laki-laki itu tak juga datang. Hanya lima menit lagi Yoona menunggu laki-laki itu. Jika tak datang juga, ia akan pulang.

“Maaf membuatmu lama menungguku,” ujar Chanyeol yang baru menyelesaikan urusan di ruang guru. Yoona tak merespon. Ah, gadisnya itu pasti merajuk. Chanyeol menarik Yoona hingga membuat gadis itu kini berada di pangkuannya. “Jangan mengabaikanku seperti ini,” Dipeluknya tubuh Yoona dengan kedua lengannya. Semakin membatasi ruang gerak gadis itu.

Kesal diabaikan, Chanyeol menarik wajah Yoona dan menciumnya berkali-kali dengan jeda satu detik. Terus ia lakukan sampai jari Yoona menahannya. “Kau menyebalkan, sungguh,” Yoona menarik jarinya, lalu mencium Chanyeol. Kedua tangannya sedikit mencengkeram erat seragam bagian depan yang dikenakan laki-laki itu.

“Kita akan berkencan hari ini, jadi jangan marah padaku.” Chanyeol menahan tangkuk Yoona yang akan menjauhkan kepalanya. Kembali mencium gadisnya, lebih intens. Yoona yang tak melakukan penolakan kini melingkarkan tangannya di leher Chanyeol.

 

 

Sekarang ini Yoona dan Lay sedang berada di subway yang tampak lengang pengunjung. Mereka duduk di salah satu kursi dengan saling berpegangan tangan. Setelah Yoona menghabiskan es krimnya, mereka akan segera pulang.

“Kau mau?” Yoona menawarkan es krim yang tadi dibelikan Lay untuknya.
“Aku tidak suka es krim,” jawab Lay.
“Rasanya enak,”
“Aku tidak suka rasa vanilla,”

Yoona mengerucutkan bibirnya. Merasa aneh dengan Lay yang tidak menyukai es krim, laki-laki tampan itu malah menyukai minuman sejenis soda.

Melihat Yoona yang begitu menikmati es krimya, Lay bertanya, “Apakah seenak itu?” Yoona mengangguk mantap. “Biarkan aku mencobanya,” Lay ikut menjilat es krim itu.

Mereka saling berbagi manis dan sensasi dingin dari es krim tersebut. Sampai tanpa sadar bibir keduanya saling menempel satu sama lain. Lay tersenyum. Sedikit menjauhkan kepalanya. “Benar, enak,” ujarnya, “dan manis.” Laki-laki itu menarik wajah Yoona dan menciumnya lagi. Tangan kanannya ikut menahan cup es krim yang dipegang Yoona.

 

***

 

“Yak! Cepat bangun!” teriakan keras Yoona berhasil membangunkan keenam Pangeran SMA Kyungri yang tampak lelap dalam tidurnya.

Perlahan mereka semua mulai membuka matanya. Yang dilihat adalah ruangan kelas dengan sinar mentari yang berwarna jingga. Jam empat kurang sepuluh menit dan mereka masih di kelas?

“Sebenarnya kalian ini mimpi apa, sih? Dari pagi sampai sekarang tidur sangat lelap,” Yoona menatap keenam laki-laki itu bergantian. “Apa kalian terlalu lelah karena belajar semalaman?”
“Ya, mungkin,” gumam mereka hampir bersamaan.

“Terkait tugas dari guru Hwang, kapan kita akan mengerjakannya?” tanya Yoona.
“Bagaimana kalau besok?”
Yoona mengangguk, “Boleh. Di mana?”
“Rumahmu,”
“Kenapa kalian suka sekali mengerjakan tugas di rumahku?”

Pasrah, akhirnya Yoona menyetujui usulan mereka untuk mengerjakan tugas di rumahnya besok lusa. “Baiklah, besok lusa di rumahku. Jam tujuh tepat. Tidak kurang, tidak lebih. Jangan sampai terlambat,”
“Hn,” jawaban yang lebih mirip gumaman itu diucapkan secara bersamaan oleh keenam laki-laki yang sepertinya masih tampak mengantuk. Terkadang Yoona merasa heran, bagaimana mungkin ia menjadi lebih dekat dengan Pangeran-Pangeran SMA Kyungri itu? Sering bergumam tidak jelas. Berwajah datar dan dingin. Tidak pernah tersenyum. Padahal jika mereka bersama Yoona, mereka bahkan bisa tertawa lepas tak hanya tersenyum saja.

Meski begitu, Yoona bersyukur memiliki teman seperti mereka. Berkat mereka berenam, sekarang Yoona menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tidak seperti sebelumnya. Kurang pergaulan dan tidak mengerti fashion sama sekali. Penampilan Yoona kini sudah berubah drastis, tidak seperti dulu lagi. Seperti yang diusulkan oleh mereka berenam, kini Yoona lebih sering menggerai rambutnya.

 

Pesona gadis itu begitu luar biasa rupanya. Sampai-sampai kakak tingkatan mereka secara terang-terangan menyatakan perasaannya. Hari pertama Yoona masuk sekolah dengan penampilan baru yang snagat berbeda dari sebelumnya memang berhasil menarik perhatian beberapa siswa SMA Kyungri.

Hanya dalam hitungan jam, popularitas Yoona melesat tajam. Bahkan mengalahkan Suzy, Seolhyun, dan Shin-Hye. Yoona kini menjadi primadona SMA Kyungri dengan fansboy dari semua kelas dan tingkatan.

Akan tetapi, mendekati Yoona si itik buruk rupa yang kini berubah menjadi angsa yang cantik tidaklah mudah. Sebab ada enam laki-laki yang senantiasa berada di samping Yoona setiap waktu. Yang merangkap sebagai pengawalnya saat para fansboy mulai berulah.

Chanyeol dan Sehun menguasai bela diri taekwondo bahkan mereka sudah memegang sabuk hitam pada saat masih SMP. Tendangan mereka sangatlah mematikan. Sering kali mereka diminta menjadi mentor untuk juniornya di klub bela diri.

Lay dan Tao pun sangat ahli dalam bela diri wushu. Saat berlatih bersama, mereka kerap kali menggunakan senjata berupa pedang. Selain itu, keduanya memiliki jenis pukulan-pukulan telak yang membuat lawannya tak dapat berkutik.

Kris dan Kai memang tidak ahli dalam bidang bela diri. Hanya sebagian saja yang mereka pelajari. Yang paling menonjol adalah karate, dengan serangan-serangan yang tak mampu dibaca lawan dengan mudah. Mereka cenderung terkecoh.

Jika ada seorang siswa yang tidak ingin Yoona temui tapi siswa itu tetap ingin menemuinya, maka bersiaplah merasakan bagaimana rasanya tidak tidur tiga hari tiga malam di rumah sakit. Yoona adalah satu-satunya siswi di kelas 2-1, wajar jika mereka berenam melindungi gadis itu. Siapapun yang menyakiti Yoona akan berhadapan dengan mereka. Tidak peduli laki-laki atau perempuan.

Pernah suatu ketika, Yoona dicemooh para siswi SMA Kyungri karena kesal dan marah melihat kedekatannya dengan Pangeran-Pangeran SMA Kyungri. Hal itu tentu saja mereka lakukan di belakang keenam laki-laki tersebut. Dengan memberikan ancaman kepada Yoona untuk tidak menceritakan semua itu pada mereka.

Namun, pada akhirnya sang Pangeran-Pangeran SMA Kyungri mengetahuinya. Ancaman dan teror yang diberikan kepada Yoona tanpa sepengetahuan mereka. Jelas saja amarah menyelimuti hati mereka. Tidak akan ada yang mereka dengarkan lagi jika sudah tersulut emosi.

Dengan tatapan mata tajamnya, Sehun berujar, “Berhenti melakukan hal itu padanya.”
Kai mendesis pelan, “Jika kalian masih ingin sekolah di sini, jauhi dia.”
“Sekali lagi kalian mengganggunya, kami tidak akan tinggal diam,” kata Tao.
“Sungguh, jika kalian bukan perempuan, kalian akan berakhir di rumah sakit,” tambah Lay dengan nada menusuk.
“Atau kalian ingin tahu rasanya menginap di rumah sakit?” Dengan senyuman tipisnya, Chanyeol menantang gerombolan siswi-siwi yang beberapa waktu lalu kedapatan sedang mengganggu Yoona dengan ancaman mereka.
“Bukan hanya sehari, tapi seminggu,” Meski nada yang digunakan Kris datar, tapi itu sudah cukup untuk membuat para siswi merinding.

 

Entah sejak kapan mereka berenam mulai begitu sangat protektif pada Yoona. Seakan gadis itu adalah sesuatu yang paling berharga bagi mereka, melebihi apapun di dunia ini. Sialnya, perasaan mereka yang selalu ingin menjaga dan melindungi Yoona kini mulai berkembang.

Menjadi perasaan lain yang sulit untuk diungkapkan.  Hal yang ditakuti jika mengungkapkan perasaan itu adalah terancamnya hubungan persahabatan mereka.

Perasaan ini, mungkin tak bisa diungkapkan. Hanya bisa dipendam saja. Tapi, sama sekali tak ada niatan untuk membunuh perasaan yang baru kali pertama ini dirasakan. Sebab, perasaan ini terlalu indah jika harus dibunuh. Terlalu berharga jika dimusnahkan. Dan terlalu sayang jika dipendam terus-menerus sampai kurun waktu yang tidak dapat ditentukan. Juga, terlalu beresiko jika diungkapkan sekarang.

Yoona bagaikan oase di padang pasir yang tandus. Memberikan kesejukan ditengah-tengah kemelut perasaan mereka.

Yoona bagaikan dewi yang diselimuti cahaya putih. Memberikan penerangan pada jalan hidup mereka yang dipenuhi dengan kegelapan.

Yoona bagaikan malaikat yang memiliki banyak kelebihan, suatu kesempurnaan yang indah. Memberikan harapan nyata pada kehidupan mereka yang hilang arah.

Yoona adalah Yoona. Dengan sikap polosnya yang begitu menggemaskan bagi mereka.

Yoona adalah Yoona. Dengan senyuman manisnya yang secara otomatis bisa membuat mereka ikut mengukir senyuman.

Yoona adalah Yoona. Dengan perhatiannya yang mampu membuat mereka merasa ‘hidup’.

Yoona adalah Yoona. Dengan sifatnya yang keras kepala membuat mereka kalah telak dan pada akhirnya mengikuti kemauannya.

Yoona adalah Yoona. Gadis dengan segala kelebihan hingga kekurangan yang sangat mereka cintai.

 

 

Dengan seksama Yoona memperhatikan keenam temannya. Hari ini mereka terlihat aneh sekali. Mereka lebih banyak diam dan melamun hari ini. Padahal biasanya mereka akan lebih banyak bicara jika bersamanya.

Dan lagi, pagi tadi saat Yoona sampai di kelasnya pukul tujuh kurang lima belas menit yang dilihatnya adalah keenam temannya sedang tertidur pulas. Terlihat sangat nyenyak, bahkan Yoona yang berusaha membangunkan mereka pun tidak ada respon sama sekali.

Guru Choi yang pada saat itu mengajar di kelas 2-1 terkejut melihat keenam anak didiknya kompak tertidur dengan posisi kepala yang bertumpu di kedua lengannya yang terlipat di atas meja.

Yoona meringis melihat guru Choi. Ia kembali mencoba membangunkan teman-temannya, tapi percuma saja. Mereka tidak kunjung bangun juga. Guru Choi memakluminya. Setelah ia berbincang singkat dengan Yoona, pria paruh baya itu memutuskan untuk keluar dan kembali ke ruang guru. Berpesan pada Yoona kalau mereka sudah bangun agar melapor ke ruang guru.

Tapi siapa yang menyangka kalau keenam pangeran itu tertidur sampai sore? Bahkan setelah semua kelas berakhir dan para siswa sudah pulang dan sekolah sudah sepi, barulah mereka bisa dibangunkan.

Sedikit penasaran, kiranya apa yang dimimpikan mereka berenam hingga betah tidur sangat lama dengan posisi tang tak berubah sama sekali? Apakah mimpi mereka seindah itu, sampai-sampai mereka tak kunjung mau bangun?

Di dalam kelas yang hanya berisi tujuh siswa, dengan enam siswa yang masih nyaman dalam tidurnya membuat Yoona diserang rasa kantuk juga. Ia pun ikut tertidur.

Yoona merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku. Dilihatnya jam dinding ruang kelas mereka. Sekitar dua jam setengah ia tidur. Dan lihatlah, sang Pangeran SMA Kyungri belum juga bangun. Mereka masih tampak pulas.

Beberapa kali Yoona mendengus kesal. Ingin sekali rasanya ia datang ke mimpi mereka semua. Lalu menyeret mereka kembali ke alam nyata.

Oh, bagaimana bisa mereka terlihat begitu senang di alam mimpi? Sampai-sampai mereka bisa tersenyum sangat manis seperti itu.

Hari ini terasa sangat menyebalkan bagi Yoona.

Sama sekali tidak mendapatkan materi pelajaran apapun, karena semua guru mata pelajaran hari ini memaklumi keenam murid kelas 2-1 yang kompak tertidur di dalam kelas, dan hanya menyisakan Yoona seorang diri yang masih terjaga. Mengajar di kelas unggulan dengan hanya satu orang siswa saja yang memperhatikan itu sama sekali tidak menyenangkan. Para guru yang hari ini ada jadwal mengajar hanya memberikan materi singkat yang sudah mampu dipahami Yoona. Sebab, para guru tersebut mengulang materi minggu lalu. Benar-benar membosankan.

Waktu Yoona terbuang sia-sia hanya untuk menemani para Pangeran Tidur yang tak juga bangun. Yoona sempat berpikir, apakah mereka akan bangun jika dicium? Lalu siapa yang akan mencium mereka semua? Yang jelas bukan dia orangnya. Bayangkan saja jika ia harus mencium enam laki-laki di dalam kelasnya dalam waktu yang tak terlalu lama. Memangnya Yoona gadis macam apa yang menciumi setiap laki-laki, huh?

Yoona mengumpat semua mimpi yang sedang disinggahi teman-temannya sekarang ini.

Ayolah, cepat bangun. Sadarlah!

 

 

“Ini sudah sore,” kata Yoona seraya menutup semua jendela kelas yang terbuka. Rutinitas yang biasa ia lakukan.

Hal yang selalu Yoona lakukan di kelas 2-1 adalah membuka semua jendelanya setiap pagi, dan menutupnya sebelum pulang. Gadis itu selalu mengatakan jika udara yang berhembus akan mempu menenangkan perasaan gundah mereka. Percaya tidak percaya sebenarnya.

Sebab bagi Chanyeol, Kai, Kris, Lay, Sehun dan Tao, mereka akan merasa tenang jika ada Yoona di dekatnya. Mereka akan merasakan ketenangan yang luar biasa jika Yoona berada di sisi mereka.

Hanya dengan melihat Yoona tersenyum, mereka rela membuang waktu yang selalu mereka hargai. Hanya dengan melihat Yoona tersenyum, mereka bisa melupakan sejenak masalah keluarga mereka. Hanya dengan melihat Yoona tersenyum, mereka bisa ikut tersenyum meski tanpa ada alasan yang jelas.

“Ayo, pulang. Dan lanjutkan tidur kalian di rumah,” nasihat Yoona. Terdengar sangat peduli.  Seperti kekasih baik hati. “Apa kalian tahu kalau dari tadi pagi kalian tertidur dan sulit untuk dibangunkan?” gerutu Yoona sambil berlalu dari hadapan mereka setelah memberikan satu tepukan keras di pundak mereka masing-masing.

 

Tunggu dulu…

Apa katanya tadi?

Tidur dari pagi?

Yang benar saja.

Itu tidak mungkin.

Bagaimana bisa Pangeran SMA Kyungri tertidur di pagi sampai sore begini? Pasti sekarang ini mereka sedang bermimpi.

Akan tetapi…

Pada saat Yoona menepuk punggung mereka, rasa sakit itu terasa jelas.

 

Sial, jadi semua itu hanya mimpi?

Benar-benar mimpi?

Ciuman yang terasa nyata itu hanyalah bunga tidur?

Sialan, Yoona membuatnya gila.

.

.

.

END

30 thoughts on “[Freelance] The Six Prince

  1. Ffnya keren…….enak banget yoona dicintai dan dijagain sama 6 cowok2 ganteng….awalnya sih heran kok yoona pacaran sama keenam2nya eh ternyata .ke enam cowok ganteng itu yang ngimpiin yoona…..ditunggu ff selanjutnya…..

  2. cerita bagus thor…ditunggu prekuel’a…klo yoona jadian sama salah satu dr 6 orang itu nanti persahabatannya bisa rusak…jadi kayak gini aza thor…
    yg bikin penasaran cerita sebelum yoona kenal sama member exo

  3. q suka ff yg isi ceritanya yoona itu gadis biasa,hidup sebatang kara…trs suatu hari yoona menolong nenek yg terlunta2 dijln..pdhl nenek itu orang kaya cmn menyamar sbgai orang miskin.trs yoona dibwa nenek ketmpt tingl ya yg trnya nenek itu orang kaya..ya pokoknya critanya kya BBF deh thor…para pangeran trs pertama2 membenci yoona dan berusaha untk membuat yoona ngga betah dirmbt trst dan meningglkn rmh nenek,yg berakhir panggaran trbt mlhn mecintai yoona…?bt ff yg seperti itu dong thor..ya pokoknya alur critnya terserah autor yg bikin deh…hehe…q suka bngt ff yg seperti itu thor…q cman berpendapat thor…gmn pendapat q thor..

    • emmm.. udh pnya pndangan ttg crita yg smacam itu, sih. Mngkin ada pilihan siapa yg jd tokoh 6 pangeran (cucu nenek)?
      Sbnrnya prequel tsp ini juga kurang lbihnya brcrita ttg Yoona yg dibsarkan di kluarga yg miskin. karena ada bnyak hal yg trjd, yoona jd dkat sm 6 pangeran tsb.

  4. ff ini bener2 keren thor,,,?kcian ternyata mereka cuman bermimpi…?pas pertama bca kirain ceritanya sendiri2…karna disni yoona dipasngnk berbda2,,tpi pas bca kebawah lgi trnyata yoona itu teman 6 pangeran trsbt…?ceritanya bagus thor…q penasarn apa yoona akn menjdi kekasih diantara 6 pangeran trsbt atau yoona sma orang lain…q PENASARAN bngt thor…apa ff ini akn lanjut thor…q harap ada kelanjutanya y thor pliss…semangat y thor…bt ff ini…lanjut..jngn lama2…

  5. aq kira yoona playgirl pacaran dengan 6 org sahabat ternyata cuma mimpi, ff bagus tp lebih bagus lg klw ad sequel, penasaran siapa yg beruntung dapetin princess yoona, hehe

  6. Wahh Keren banget !!!!
    Ternyata cuman mimpi toh, hehe..,,
    Suka banget sama jalan ceritanya. ^^
    Tapi masih ada lanjutannya kan thor ? ^_^
    FIGHTING

  7. yoona eonni yg trbaik!!
    ksian deh keenam pangeran hanya bisa rsain di dunia mimpi
    jdi pnsran kira2 yoona punya prasaan sma keenam pangeran tu??

  8. awalnya q pkr yoona playgorl eh trnyt 6 pangeran yg jth cnt n mimpiin yoona smua…yoona gak tau klo mrk sk dia ….tp bagaimna bisa yoona dkt ma 6 pangeran tampan n satu kls??bkne awalny yoona jlk knp para pangern msh ttp mau ma yoona n ngubahnya….klo mrk g bisa dptn q hrap mrk jd bodygurd yoona doank…n muncul co laen yg ska yoona n yoona jg mncntainya hehe

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s