[Freelance] Fated to Love You (Chapter 5a)

Fated to Love You

Fated to Love You [ chap 5a : Before Story ]

Fanfiction by Nani hunhan

Main casts :

Yoona SNSD

Chanyeol EXO

Baekhyun EXO

Mark GOT7

Other casts : find it.

Length : chaptered

Thanks to poster by

Apareecium @yoongexo poster shop

Disclaimer : all cast belong to GOD. But stories are mine and pure fiction. Mianhe for typo, and happy reading!

# Before story of Fated to Love You #

Sudah 4 bulan Yoona dan Chanyeol bersekolah di salah satu sekolah ternama di Seoul, dan kebersamaan mereka selalu menjadi pemandangan yang biasa di sekolah. Namun hari ini, tidak biasanya Yoona ke sekolah diantar oleh sang ayah yang biasanya ke sekolah selalu bersama Chanyeol.

Setelah melambaikan tangan pada ayahnya, Yoona lalu memasuki gedung sekolah itu.

“Hei, Yoong..” tiba-tiba dari belakang, teman satu kelas Yoona menyapanya dan menghampirinya.

“oh, hay Ji Eun-ssi.” Sapa balik Yoona pada temannya yang bernama Ji Eun itu.

“tidak biasanya sendiri, mana bayanganmu?” Tanya Ji Eun disela-sela menuju kelas mereka.

“Dia sedang sakit.” Jawab Yoona.

“waah berarti kau bisa menjalani harimu dengan tenang hari ini tanpa ada dia.” Ujar Ji Eun pada Yoona.

“walau aku merasa tak suka dia sakit, tapi tak bisa dipungkiri aku cukup senang hari ini.” Jawab Yoona. Setelah mengatakan itu, mereka berdua lalu tertawa dan menuju ke kelas bersama.

Setibanya dikelas, Yoona hendak duduk ditempat duduknya disamping Dasom, namun Baekhyun entah kenapa tiba-tiba menghentikan niat Yoona untuk duduk.

“Baek, Yoona mau duduk kenapa kau menghalanginya? Oh, apa karena Chanyeol belum datang jadi kau mau mencoba mengganggu Yoona? Kau itu sahabat Chan – “ belum selesai Dasom bicara Baekhyun langsung memotongnya.

“justru ini perintah Chanyeol. Hari ini Chanyeol tak ke sekolah sebab ia tengah sakit.”

“Som, kau tak masalahkan aku pindah tempat duduk sampai Chanyeol bisa kesolah?” Tanya Yoona meminta persetujuan Dasom. Sebenarnya Yoona juga agak Shock mengetahui Chanyeol menyuruh Baekhyun untuk mengawasinya seperti apa yang Chanyeol sering lakukan.

“jika itu perintahnya, kenapa tidak! Tapi kau harus berhati-hati dengan Baekhyun.” Jawab Dasom sambil melihat kearah Baekhyun sebentar.

..

Guru Kang tengah menjelaskan materi yang ia bawakan hari ini, dan terlihat jelas Baekhyun merasa bosan.

“apa kau tak bosan?” Tanya Baekhyun pada Yoona yang duduk disampingnya.

Yoona menjawab pertanyaan Baekhyun dengan menggelengkan kepalanya dan focus mendengarkan penjelasan guru Kang.

“selama Chanyeol sakit, aku akan menggantikannya.” Kata Baekhyun santai sambil menggigit ujung buku pelajarannya.

“bisakah kau bersikap seperti biasa? Cukup Chanyeol, jangan denganmu. Aku tak suka. Dan kau juga aneh.” Ketus Yoona.

“justru ini perintah darinya.” Tegas Baekhyun, dan Yoona mendengus kasar.

Baekhyun baru sadar, ternyata yeoja yang tengah duduk disampingnya sangat cantik. Meski dia adalah sahabat Chanyeol, tapi Chanyeol tak membiarkan siapapun berbicara atau mendekati Yoona kecuali guru atau siswi perempuan disekolah. Namun, bagi siswa laki-laki maka jangan terlalu berharap bisa mendekati Yoona bahkan seorang sahabatpun tidak bisa.

Pernah sekali salah satu sunbae mereka tak suka dengan perbuatan Chanyeol itu dan sunbae yang bernama Lee Seung Hoon itu memutuskan bertanya pada Chanyeol dan Chanyeol menjawab dengan gamblangnya bahwa “Yoona itu lemah, dia gampang sakit. Aku salah satu saudaranya karena ia adalah anak dari noonaku, justru harus selalu siap siaga menjaganya. Dan aku tidak membiarkannya di dekati seorang namja karena aku tahu seorang pria itu mudah menyakiti seorang yeoja. Itu sifat dominan pria, sunbae!”

Bell istirahat berbunyi tepat Guru Kang selesai dengan penjelasannya.

Setelah Guru Kang keluar, Dasom menghampiri Yoona untuk mengajaknya ke kantin bersama.

“jika kau mengajak Yoona, itu berarti kau juga mengajakku Som.” Ujar Baekhyun pada Dasom.

“cih, kau melakukan tugasmu dengan baik. Tapi kaukan tahu hari ini yang mengikuti kelas teater tengah mengadakan rapat diskusi pada jam istirahat.” Kata Dasom

“hei, aku juga butuh istirahat. Kajja!” jawab Baekhyun santai lalu menarik tangan Yoona dengan lembut, yang sedari tadi hanya diam mendengarkan pembicaraan Baekhyun dan Dasom itu.

Kelas teater? Untuk hari ini ia tak peduli itu. Lagipula ia tak mungkin dikeluarkan dari kelas teater begitu saja hanya karena ia tak ikut serta dalam rapat diskusi. Bahkan sebulan atau setahunpun tak masalah baginya, tak akan ada yang berani mengeluarkannya dari kelas teater sebab jika ada yang melakukan itu maka mereka akan berhadapan langsung dengan kepala sekolah mereka.

Yoona pikir ia bisa menjalani harinya disekolah dengan tenang tanpa Chanyeol hari ini, ternyata ada dan tidaknya Chanyeol sama saja.

..

Ke esokkan harinya, Chanyeol belum bisa kesekolah sebab kondisinya masih tidak memungkinkan untuk sekolah.

Siswa-siswi dikelas Yoona tengah berada di sport room karena sekarang adalah mata pelajaran olahraga. Ketiga sunbae mereka juga telah berada di sport room, yang akan menggantikan Ahn Songsaengnim yang berhalangan hadir untuk memberikan mereka materi.

“mana Chanyeol?” Tanya salah satu sunbae mereka.

“sakit, sunbae.” Jawab Baekhyun yang berdiri disamping Yoona.

“wah, sayang sekali. Padahal Chanyeol bisa membantu dalam melatih kalian bermain bola basket.” Kata sunbae perempuan yang berambut sebahu itu.

“kau namja atau yeoja? Kenapa berbaris dibarisan yeoja?” tegur SeungHoon sunbae sambil memandang aneh Baekhyun yang  berada dibarisan para yeoja.

“yang pastinya aku adalah manusia.” Balas Baekhyun santai.

Teman-teman Baekhyun tertawa mendengar itu, namun tak lama karena SeungHoon menatap mereka dengan tajam.

Awalnya Yoona pikir Baekhyun akan benar-benar seperti Chanyeol yang tak membiarkan dirinya dekat dengan seorang namja, ternyata tidak. Terbukti dari saat SeungHoon sunbae mengajari Yoona bermain basket dengan baik dan Baekhyun tak masalah dengan itu. Yoona bercengkrama dengan para namja yang sekelas dengannya, reaksi Baekhyun biasa saja.

Setelah jam olahraga selesai, Yoona mengajak Baekhyun ke rooftop sekolah mereka yang biasa ia lakukan dengan Chanyeol.

“gomawo.” Kata Yoona sambil menatap Baekhyun tulus.

“untuk apa?” bingung Baekhyun.

“kau membiarkan SeungHoon sunbae mengajariku tadi dan berkumpul dengan mereka tadi.” Jawab Yoona sambil tersenyum pada Baekhyun.

“kau menyukai SeungHoon sunbae?” Tanya Baekhyun cepat.

“mwo? Ani-yo! Kenapa bertanya seperti itu?” balas Yoona.

“kau terlihat senang bisa bersama sunbae itu sepertinya.” Ujar Baekhyun.

“aku memang senang, sebab kau tahu sendirikan aku tak pernah bisa dekat dengan siswa namja. Bahkan kau sekalipun.” Terang Yoona lalu menatap langit yang begitu cerah.

“aku ingin kau memanggilku oppa, sebagai tanda pertemanan kita.” Tukas Baekhyun yang berhasil membuat Yoona mengalihkan pandangannya pada Baekhyun.

“ne.. oppa.” angguk Yoona lalu mereka tersenyum bersama dan kembali menatap langit. Tapi Baekhyun lalu mengalihkan pandangannya pada Yoona. Ia begitu terpesona dengan wajah Yoona, dan tanpa Yoona sadari Baekhyun asik menatap dirinya.

..

Ini Sudah 3 hari Chanyeol tak ke sekolah, sedang Baekhyun dan Yoona semakin dekat. Dasom yang menyadari itu merasa bingung. Dasom senang Yoona bisa dekat dengan Baekhyun tapi ia prihatin dengan itu. Dasom merasa Chanyeol tak akan suka dengan ini, meski Baekhyun adalah sahabatnya sendiri.

Dasom memutuskan untuk meminta ijin pada Lee Songsaengnim untuk ke kamar kecil.

Setelah mendapat izin dari Lee Songsaengnim, Dasom lalu menuju taman dan menghubungi Chanyeol.

Butuh waktu lama untuk menunggu, Chanyeol lalu menjawab panggilannya.

“ada apa, Som? Ini masih jam pelajaran, apa kau tak masuk kelas?” Tanya Chanyeol parau.

“aku sudah meminta izin pada guru Lee. Aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu.” Balas Dasom sambil menatap ke kanan dan kiri takut-takut jika ada yang melihatnya.

 “katakanlah!”

“apa kau merencanakan sesuatu?” Tanya Dasom.

“merencanakan apa? Merencanakan aku sakit? Yang benar saja, aku sangat tidak ingin itu Som.” Jawab Chanyeol balik.

“apa kau berencana mendekatkan Baekhyun dengan Yoona? Kau tahu, mereka semakin dekat, dan aku merasa Baekhyun mulai menyukai Yoona.” Aku Dasom.

“jangan bercanda, Baekhyun tak mungkin seperti itu. Aku percaya padanya.”

“seharusnya kau tak perlu menyuruh Baekhyun untuk menggantimu mengawasinya, kau bisa meminta padaku untuk melakukannya Chan. Terserah padamu, yang penting aku sudah memberitahumu.” Kata Dasom lalu memutuskan panggilan itu dengan kesal.

Setelah berbicara dengan Dasom melalui via telepon, Chanyeol lalu merasa khawatir. Ia takut apa yang dipikirkan Dasom itu benar adanya.

Seharusnya Ia sejak awal bisa saja menyuruh Dasom untuk mengawasi Yoona, namun Chanyeol sedikit tidak percaya dengan Dasom. Bisa saja, Dasom malah mendekatkan Yoona dengan namja dikelas mereka atau dengan sunbae mereka  jika Yoona ingin. Sekarang yang Chanyeol harapkan, semoga apa yang dipikirkan Dasom itu tak benar. ia percaya pada sahabatnya itu, apalagi waktu yang sesingkat itu mana mungkin bisa membuat Baekhyun menyukai Yoona. Chanyeol tahu betul, Baekhyun itu tak mudah jatuh cinta.

Chanyeol lalu memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya yang tengah tak sehat itu.

“Yoong, kau pulang dijemput appamu?” Tanya Dasom disela-sela perjalanan mereka meninggalkan kelas.

“ani. Aku pulang bersama Baekhyun, Som.” Jawab Yoona diiringi anggukan dari Baekhyun yang berjalan disampingnya.

“jinjja? Kau pulang bersamaku saj – “

“Kami duluan putri salju.” Potong Baekhyun lalu menarik Yoona menjauh dari Dasom.

Dasom yang melihat itu merasa kesal. “Hey Bacon, aku bukan putri salju!!”

 

Setelah menjauh dari Dasom, Baekhyun lalu mengantar Yoona kesuatu tempat sebelum mengantarnya pulang kerumah.

Baekhyun menghentikan mobilnya didepan salah satu Café yang terletak di Samcheongdong-Gil Road.

Mereka lalu memasuki Café itu dan memilih tempat yang strategis.

Salah satu waiter Café menghampiri mereka, dan langsung memberikan buku menu Café itu pada Baekhyun dan Yoona.

“kau mau pesan apa, Yoong?” Tanya Baekhyun pada Yoona.

“ umm.. kau saja yang pesan, Oppa.” Balas Yoona.

“Baiklah.. kami pesan Burger Bulgogi dan soy chai latte 2 porsi.” Kata Baekhyun pada sang waiter laki-laki itu.

“Baiklah, pesanan akan datang. Kalian pasangan yang serasi.” Ujar sang waiter yang berhasil membuat Yoona terkejut.

“Kami ti – “ perkataan Yoona terhenti karena Baekhyun memotongnya.

“Kamsahamnida.. kami memang pasangan yang serasi, neomu.”

Yoona lalu memukul lengan Baekhyun pelan setelah sang waiter itu meninggalkan mereka.

“waeyo?” kekeh Baekhyun.

“apa maksudmu berkata seperti tadi?” kesal Yoona.

“maksudku? Kita memang pasangan yang serasikan? Lagipula aku merasa aku menyukaimu.” Ucap Baekhyun sambil menatap Yoona serius.

“karena lapar, otakmu pasti er – “

“aku benar-benar menyukaimu. Aku tidak bercanda,aku sungguh-sungguh.” Lagi-lagi Baekhyun memotong ucapan Yoona.

Tiba-tiba sang waiter tadi datang mengantarkan pesanan yang mereka pesan tadi.

“apa jawabanmu?”

“jawabanku, aku ingin makan.” Jawab Yoona cepat.

 

Setelah dari Café, Baekhyun mengajak Yoona ke Everland. Baekhyun berinisiatif untuk membelikan Chanyeol nasi goreng ayam ala Korea di Everland.

“tapi Chanyeol oppa sedang sakit, halmoni pasti tak mengizinkan Chanyeol oppa makan itu. Lebih baik kau membelikannya saja buah oppa.” Terang Yoona setelah mereka membeli nasi ayam goreng di Everland.

“aku membelikan ini bukan tanpa alasan, Yoong. Chanyeol pernah bilang padaku jika ia sangat menyukai nasi goreng ayam yang dijual di Everland. Menurutnya, nasi goreng ayam itu adalah obat untuknya. Nah, bukankah apa yang aku lakukan benar? memberikan obatnya agar ia segera pulih?” tangkas Baekhyun.

“jika memang seperti itu, aku setuju!”

Sesampainya di kediaman Park tempat tinggal Yoona, mereka disapa oleh ibu Yoona yang akan ke Butik miliknya.

Setelah disapa oleh ibunya, Yoona langsung mengajak Baekhyun untuk ke kamar Chanyeol.

Setibanya dikamar Chanyeol, Chanyeol telah menatap mereka kesal.

“kenapa baru pulang sekarang?” Chanyeol langsung melayangkan pertanyaan.

“aku habis mengajaknya makan diluar dan membelikan ini untukmu.” Baekhyun yang menjawab sambil mengangkat bungkusan yang ia pegang.

“Yoong, ganti pakaianmu.” Pinta Chanyeol lembut.

“nde, oppa.” Sambil tersenyum.

Tinggalah Chanyeol dan Baekhyun di kamar itu.

“Kau menyukai Yoona?” Chanyeol lalu tanpa basa-basi menanyakan itu pada sahabatnya yang masih berdiri disamping ranjangnya.

“molla.. bisa iya, bisa tidak. Aku juga tak tahu.” Jawab Baekhyun santai.

“jangan lakukan itu. Jangan menyukainya apalagi mencintainya.” pinta Chanyeol dengan ekspresi tajam.

“hm, baiklah.” Balas Baekhyun sedikit kecewa.

‘tapi aku tidak menjamin itu, Chan.’ Lanjut Baekhyun dalam hati.

“Aku percaya padamu.” Kata Chanyeol mulai memamerkan senyumnya.

“kau bisa pulang sekarang, aku akan memakannya nanti.” Ujar Chanyeol saat tahu Baekhyun ingin membuka suara.

“Kau mengusirku? Sahabat macam apa kau?” kesal Baekhyun lalu meletakan bungkusan yang ia beli tadi di atas meja belajar Chanyeol yang terletak disamping ranjang namja itu.

“kau tahu apa kesalahanmu padaku, jadi sana pulanglah. Aku tidak mengusirmu, aku hanya menyuruhmu.” Jelas Chanyeol.

Setelah mendengar itu, Baekhyun lalu mengiyakan perkataan Chanyeol. Ia tidak merasa kesal apalagi marah pada Chanyeol, sebab ia tahu kesalahan yang telah ia perbuat sehingga sahabatnya itu mengusirnya seperti tadi. Yah, mengajak Yoona makan diluar, dan mengantar Yoona pulang terlambat adalah sebuah kesalahan. Tapi Baekhyun suka kesalahan itu, sangat suka.

..

“Aku dengar, kemarin kau menyatakan perasaanmu pada Yoona, yah?” Tanya Chanyeol saat melihat Baekhyun hendak meninggalkan kelas teater.

Baekhyun tak langsung menjawab, tatapannya tertuju pada kedua yeoja yang akan meninggalkan ruangan itu. Seakan tahu, Chanyeol ikut mengarahkan pandangannya kearah yang Baekhyun tuju dan merangkul Baekhyun.

“kami duluan, yah..” pamit Ji Eun dan Yoojung bersamaan pada Baekhyun dan Chanyeol, lalu keluar dari kelas teater. Chanyeol dengan cepat melepas tangannya dari pundak Baekhyun.

Kini tinggallah mereka berdua yang berada dikelas teater.

“hm, itu benar.” angguk Baekhyun setelah itu.

“harus berapa kali aku katakan padamu? Jangan membuatku untuk mengulanginya, Baek. Sudah jelas dia menolakmu, dan kau terus mengulanginya? Kau tidak tahu malu.” Cecar Chanyeol.

“hahaha.. aku tidak akan pernah berhenti sebelum aku mendengar penolakan yang sungguh-sungguh darinya. Aku pikir, Yoona menolakku karena dia takut padamu.” kekeh Baekhyun.

Merasa Baekhyun telah keterlaluan, Chanyeol lalu melayangkan pukulannya pada pipi kiri Baekhyun.

Baekhyun tak membalas, ia hanya tersenyum pada Chanyeol.

“Bukankah kau percaya padaku? Tapi kenapa kau tak percaya aku bisa menjaga perasaan Yoona?” Tanya Baekhyun sambil memegang pipinya yang sakit.

Chanyeol tak menjawab pertanyaan Baekhyun, malah meninggalkan Baekhyun sendiri dikelas teater itu.

..

“Yoona, bisa bicara sebentar?” seorang pria yang seangkatan Yoona tiba-tiba menghampirinya dan mengajaknya bicara.

Yoona yang memang mengenal pria itu, tanpa pikir panjang menerima ajakan sang pria. Ia melupakan Chanyeol yang akan segera menyusulnya.

Saat pria itu hendak mengajak Yoona ke suatu tempat, namun tiba-tiba sosok namja yang sering disebut-sebut sebagai bayangan Yoona menghampiri dan menghadang mereka.

Oh, siapa lagi kalau bukan Park Chanyeol.

“Kalian mau kemana?” Tanya Chanyeol, dan menatap sinis pada pria yang disamping Yoona. Untung saja mereka tak berada di kantin, jika tidak mereka pasti akan jadi tontonan gratis.

“Baekhyun oppa, ingin berbicara sesuatu padaku. Wae-yo?” ujar Yoona dan balik bertanya.

Chanyeol menghelah nafas kasar. ‘rupanya ia belum menyerah juga yah!’ batinnya.

“Nanti saja bicaranya! Aku lapar, temani aku makan.” Tukas Chanyeol lalu merangkul Yoona untuk ke kantin.

“Apa aku boleh ikut? Aku juga lapar.” Kata Baekhyun, yang berhasil mendapatkan tatapan amarah dari Chanyeol.

“Tentu saja! Akan mengasyikan jika kita makan bersama-sama.” Sambar Yoona lalu menarik tangan Baekhyun untuk mengikuti mereka berdua ke kantin.

Sesampainya mereka di kantin sekolah, mereka bertiga berhasil menjadi pusat perhatian pengunjung kantin itu. Bagaimana tidak, meski mereka bertiga adalah siswa tingkat pertama tapi mereka telah berhasil memikat penghuni sekolah.

Sebulan yang lalu, Baekhyun mengutarakan perasaannya pada Yoona untuk kesekian kalinya namun belum sempat Yoona menjawabnya Chanyeol tiba-tiba lebih dulu memukul wajah imut Baekhyun dan segera menarik Yoona pergi. Dan, beberapa hari yang lalu Baekhyun juga mengulangi melakukannya, mengatakan perasaannya dan mendapat jawaban yang sama seperti  sebelumnya dari Yoona. Baekhyun benar-benar tak kenal lelah dan tak gampang menyerah sepertinya.

Chanyeol dan Baekhyun yang memesan makanan, sedangkan Yoona menunggu mereka di salah satu tempat duduk yang kosong dikantin itu.

“Kenapa kau ikut kami berdua? Kenapa kau tak pergi saja!” Chanyeol membuka percakapan sambil tetap mengantri.

“Aku lapar. Jadi apa salahnya?” jawab Baekhyun santai.

“Tentu saja salah. KAU..” tiba-tiba beberapa siswa yang sedang mengantri di hadapan mereka menatap Chanyeol dan Baekhyun. Reflex mereka berdua hanya memamerkan senyuman konyol mereka, dan akhirnya tatapan dari siswa-siswi itu menghilang.

Yoona tetntu melihat itu, tingkah konyol Chanyeol dan Baekhyun. Saat ia tengah asik melihat kedua namja yang bertingkah, tiba-tiba Dasom mengagetkannya.

Setelah selesai mengantri, Chanyeol dan Baekhyun kembali ke tempat dimana Yoona menunggu mereka.

“Bukankah tadi Yoona duduk disini? Kemana dia?” Tanya Baekhyun bingung karena tak melihat keberadaan Yoona. Sedangkan Chanyeol tengah membaca sebuah pesan masuk dari smartphone nya.

Aku membawa Yoona meninggalkan kantin, karena aku sedang membutuhkan bantuannya. Aku dan Yoona sedang membantu guru Lee membawa buku sejarah diruangannya. Kau tak perlu khawatir, aku membawa bekal makan siang dengan Yoona. Nikmati waktumu berdua dengannya.

Itulah isi pesan yang Dasom kirimkan pada Chanyeol.

‘jika dulu aku meminta bantuan pada Dasom, mungkin tidak akan seperti sekarang. Baekhyun tidak akan menyukai Yoona ataupun dekat dengannya.’

“Chan, otte? Yoon – “

“mungkin ia memutuskan pergi karena kita lama mengantri tadi.” sambar Chanyeol bohong lalu duduk dan menyimpan nampan makanannya diatas meja.

Baekhyun ikut duduk dan menyimpan kedua nampan yang ia bawa itu ke atas meja.

“jadi makanannya?” Tanya Baekhyun sambil melirik Chanyeol.

“bukankah kau lapar? Kau saja yang makan.” Suruh Chanyeol.

Mereka menikmati makanannya dan saling melempar canda yang berhasil membuat mereka berdua tertawa seakan tidak ada masalah diantara mereka berdua.

Tidak disangka, ternyata Baekhyun tengah sakit sehingga ia tak ke sekolah. Kabar yang mereka dapatkan bahwa Baekhyun sakit karena jatuh dari balkon kamarnya.

Chanyeol yang mendengar teman sebangkunya itu sakit, turut bersedih. Bagaimanapun juga, Baekhyun adalah sahabat dekatnya.

“apa Baekhyun jatuh dari balkon kamarnya, karena ia ingin bunuh diri?” pikir Dasom yang berhasil mendapat tatapan kaget dari seluruh penghuni kelas itu.

Yoona yang mendengar ucapan Dasom itu, menjadi semakin khawatir. Mungkin saja Baekhyun ingin bunuh diri karena ia menolak pria itu. Itu mungkin saja.

“Yakh, Som. kalau di dengar Pak kepala sekolah bagaimana? Bisa mati kau. Baekhyun tidak bunuh diri. Ia murni jatuh, bukan bunuh diri. Malah ia baik-baik saja.” Tangkas Yugyeom.

Mendegar ucapan Yugyeom, kekhawatiran Yoona berkurang. Yugyeom adalah tetangga Baekhyun, otomatis ia pasti sangat tahu kondisi namja itu.

“Kau pikir jatuh dari balkon ke tanah itu seperti jatuh dari tempat tidur? Mana bisa Baekhyun baik-baik saja setelah jatuh dari balkon kamarnya, Yugyeom?” ujar Chanyeol pada Yugyeom, dan mendapat anggukan setuju dari teman-teman sekelasnya.

“lihat saja nanti.” Balas Yugyeom malas.

‘sepertinya Baekhyun tengah merencanakan sesuatu.’ Pikir Dasom.

 

“Yoong, kau dipanggil Pak kepala sekolah. Keruangannya sekarang.” Kata Yugyeom pada Yoona yang tengah mengobrol dengan Choi Yoojung di ruang teater. Disana Chanyeol tengah sibuk dengan scenario yang akan mereka pentaskan bulan depan.

“kau tak perlu mengantarnya, aku akan mengantarnya.” Ujar Chanyeol ditujukan untuk Yugyeom dan menghampiri mereka. Mendengar ucapan itu, Yugyeom lalu memutuskan pergi dari ruangan itu.

“yakh, Oppa! Tapi ini belum selesai, kau mau pergi begitu saja?” ujar Ji Eun.

“aku bisa pergi sendiri oppa. Percayalah..” yakin Yoona.

“kau terlalu berlebihan.” Ungkap Yoojung pada Chanyeol.

..

Yoona mengetuk pintu ruang kepala sekolah beberapa kali, namun tak ada jawaban. Tak lama kemudian, guru Ahn menghampirinya.

“Guru besar sedang keluar.” Jelas guru Ahn lalu pergi.

“tapi kenapa Yugyeom bilang, guru besar tengah mencariku?” pikir Yoona bingung.

Saat Yoona hendak pergi dari tempat tersebut, tiba-tiba pintu ruangan kepala sekolah terbuka dengan perlahan. Sontak Yoona menoleh ke sumber suara itu.

Saat pintu ruangan itu terbuka lebar, jelas sekali Yoona dapat melihat pria itu berdiri disana.

Baekhyun, dengan tidak mengenakan seragam sekolahnya ia berdiri di hadapannya. Bukan hanya Yoona yang kaget, tapi beberapa siswa-siswi yang melewati tempat itu ikut-ikutan kaget bukan main.

“op-oppa?” gagap Yoona.

Baekhyun berlutut dihadapan Yoona sambil memegang sebuket bunga mawar merah muda. Yoona beserta para siswa-siswi yang menyaksikan itu sontak kaget, sebab mereka sudah tahu apa yang akan namja itu lakukan.

“Aku menyukaimu. Tidak peduli berapa kali kau menolakku, tidak peduli seberapa besar ketidak setujuan Chanyeol, aku sungguh ingin kau jadi kekasihku. Aku tahu sebelumnya, kau selalu menolakku. Tapi hatiku berkata, kau menolakku karena terpaksa. Apa itu karena Chanyeol?” Yoona menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

“Lalu apa, Yoong?” sambung Baekhyun.

 

Dilain tempat, Yoojung memasuki ruang teater dengan tersenyum bak orang gila.

“Yakkh, Choi Yoojung! Ada apa denganmu?” tegur Ji Eun yang melihat tingkah aneh Yoojung.

“aku ingin juga.” Jawab Yoojung berhasil membuat anak-anak teater ikut memandangnya bingung.

“hei, ada apa?” kini Chanyeol yang bertanya sambil menepuk bahu Yoojung pelan.

“Baekhyun oppa menyatakan cintanya pada Yoona di depan ruangan guru besar, Yeol.” Jelas Yoojung masih dengan senyum yang merekah.

“dasi? (lagi?)” Tanya beberapa orang di ruang kelas teater itu. Dan Yoojung mengangguk antusias sebagai jawaban dan Chanyeol dengan secepat kilat telah meninggalkan ruangan itu.

 

“kenapa kau begitu ingin aku menjadi kekasihmu? Padahal aku selalu menolakmu?” Tanya Yoona sedikit gugup.

“Ada yang mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk cinta. Itu semua bohong! Bagaimana bisa seseorang mencintai tanpa alasan? Aku dapat memberitahumu setidaknya 100 alasan mengapa aku mencintaimu. Suaramu, senyumanmu, tawamu, jari-jarimu, aromamu, wajahmu, sikapmu. Aku bahkan seperti orang yang amnesia. Aku suka segala sesuatu tentang dirimu. Itulah alasanku.”

Yoona menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia sangat terharu dengan perkataan Baekhyun.

“aku tidak akan bosan mengatakan ini. Aku mencintaimu, apa kau mau jadi kekasihku?” tembak Baekhyun.

“nde, aku mau.” Diluar dugaan, Yoona kali ini menerimanya dan Baekhyun pikir butuh beberapa menit untuk Yoona menjawab.

Tepat ketika Yoona menerima Baekhyun, Chanyeol sampai di tempat itu. Para siswa yang melihat itu, sontak bertepuk tangan ikut bahagia. Melihat Baekhyun memeluk Yoona, Chanyeol tanpa pikir panjang menarik paksa Yoona dari pelukkan Baekhyun.

Yoona kaget setelahnya, sedangkan Baekhyun hanya melirik Chanyeol senang.

Tiba-tiba, beberapa siswa yang berada ditempat itu dengan cepat pergi dari tempat itu. Beberapa siswa meninggalkan tempat itu karena kepala sekolah mereka terlihat disana apalagi jam istirahat telah selesai 10 menit lalu.

Chanyeol juga menarik Yoona meninggalkan tempat itu, meninggalkan Baekhyun dengan senyum gilanya.

“mwo? Kau sedang apa disini?” tegur Tn. Baek, kepala sekolah mereka.

“aku sedang jatuh cinta, appa.” Jawab Baekhyun santai tak menyadari jika ayahnya yang menanyainya karena asik dengan lamunannya.

Karena melihat anaknya yang bertingkah aneh, Tn. Baek memukul kepala Baekhyun dengan keras untuk menyadarkannya.

“yak, sakit appa!” marah Baekhyun sambil mengelus kepalanya yang sakit.

“eomma mencarimu dan mengkhawatirkanmu, tapi kau malah kabur kesini? Anak bodoh! Pulang sekarang, Palli!” perintah Tn. Baek.

“apa dia benar-benar jatuh dari balkon kamarnya? Ia terlihat baik-baik saja.” Pikir Tn. Baek sambil memperhatikan anaknya yang meninggalkan tempat itu seperti perkataannya tadi.

Flashback

“anakku, ada yang mencarimu!” teriak ibunya dari dalam rumah.

Baekhyun tengah duduk santai di taman belakang rumah mereka. Mendengar teriakan ibunya, Baekhyun pikir itu ditujukkan untuk adik perempuannya.

“ekhem..”

Baekhyun sontak berdiri dari duduknya dengan kaget.

“Mark-ah?” Mark hanya terkekeh menanggapinya.

Bingung dengan kedatangan Mark karena ia tak begitu mengenal pria ini dan ia hanya sekedar tahu dari Chanyeol tapi kenapa Mark datang menemuinya? Dan kapan Mark tiba di Seoul? Itulah yang Baekhyun pikirkan. Meski begitu, ia tetap ingin menghampiri Mark.

Saat hendak menghampiri Mark, entah kenapa Baekhyun terlicin saat menginjak lantai taman mereka itu yang menyebabkan punggung dan kepalanya membentur lantai dan menghasilkan bunyi yang keras.

Bukannya merasa kasihan, Mark menertawakannya lalu tersenyum dan memasang wajah khawatirnya saat adik Baekhyun menghampiri mereka.

“Oppa?” kaget Minah, adik Baekhyun.

“Dia jatuh dari lantai atas.” Bohong Mark sambil jari telunjuknya mengarah keatas, dan Baekhyun yang merasa kesakitan itu menatap Mark tak percaya dengan ucapan namja itu.

“eommaaa.. Baek oppa jatuh dari balkon kamarnya!! Eomma palliii..” teriak Minah memanggil ibunya.

“Minah-ya, aku tida – “ Mark segera menutup mulut Baekhyun dan memukul kepalanya yang berhasil membuat Baekhyun berteriak kesakitan.

“cepat penggil dokter!” pekik Mark berusaha menahan tawanya.

Flashback end

 

Diperjalanan pulang dari sekolah, Chanyeol masih betah dengan kebisuannya. Ia bahkan tak mengeluarkan suara dari peristiwa Baekhyun menyatakan perasaannya tadi.

Sesampainya dirumah, Chanyeol memarkirkan mobilnya lalu keluar dari dalam mobil itu dan masuk kedalam rumah tanpa menegur siapapun bahkan Mark yang baru saja tiba kemarin dari China.

“Yoong, waegure? Apa telah terjadi sesuatu?” Tanya Mark saat melihat Yoona.

“aku menerima Baekhyun. Apa itu salah?” tutur Yoona dengan sedih

“jadi Chanyeol marah karena itu? Ah, dia benar-benar kekanak-kanakkan” kata Mark tak percaya.

“jangan khawatir, aku akan bicara padanya.” Lanjut Mark berhasil membuat Yoona kembali tenang lalu menuju kamarnya.

“aku bahkan baru tiba di Seoul tapi mereka tak menyambutku dengan baik.” Pikir Mark.

.

.

.

TBC

 

A/N: chap ini menceritakan masa sekolah mereka dan usaha Baekhyun menembak Yoona serta sesuatu yang belum terungkap di chapter sebelumnya. Aku sengaja buat before story nya karena kelanjutan ff ini telah hilang karena laptop rusak, jadi aku terpaksa membuat ulang kelanjutannya. Padahal jika tak hilang, sudah sampai chap 10 ceritanya.

Maaf, sudah membuat kalian menunggu kelanjutan ff ini. Bukan karena aku malas, tapi karena aku udah gak punya laptop dan aku disibukkan mengurus adik sepupuku bak babysitter. Mungkin kalian sudah melupakan cerita ini, kalian bisa baca ulang chap sebelumnya. Terima kasih banyak buat kalian yang masih setia nunggu dan baca ff ini serta udah ninggalin jejak. Sampai ketemu di chapter selanjutnya. aku istrinya Lay pamit.

5 thoughts on “[Freelance] Fated to Love You (Chapter 5a)

  1. haha mark
    kufikir pun gak mungkin jatu dari balkon tapi masih baik baik aja.
    ternyata cuma kepleset.
    ditunggu klanjutannya ya thor

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s