[Freelance] Promise (Chapter 2)

posterfb_img_1474171072857

Promise (Chapter 2)

Author : Sweetyoongkook22

Cast : Im Yoon Ah

Oh Sehun

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Kim Jongin

Other cast : find it.

Length : Chaptered

Disclaimer : All cast belong to GOD. But this story and poster are mine.

Don’t be siders!

Plagiator? Doesn’t allowed  here!

~ Happy reading ~

BAGIAN KEDUA

^1^

*KRIIINGGGGG*

Dering handphone menginterupsi kegiatan mimpi indahnya, mimpi bersama gadis cantik dengan tubuh s line (Kang Sora) nya sirna sudah. Ia hampir menyentuh bagian bawah leher gadis dimimpinya tadi.

Ia akan mengutuk siapa saja yang telah mengganggu kegiatannya.

Chanyeol

Ia berdecak kesal. Mau apa temannya itu menelfon pagi-pagi begini.

“Yaakk!!.. makhluk macam apa kau?! Kau mengganggu mimpi indahku yang hampir saja bercumbu dengan Kang Sora, kau tau!!”

“Yaak!! Oh Sehun apa yang kau bicarakan? Sejak kapan kau kencan dengan Sora?!! Kau menikung kami!!”

“Iya aku hampir saja bermain denga – ..apa kau bilang??”

“Oh Sehun aku bersumpah akan mematahkan lehermu jika kau melakukan hal yang seharusnya belum kau lakukan!! Kau dan aku, kita masih SMA Oh Sehun!! Astagaaa!!”

“Yaak!! Park Chanyeol tutup mulutmu. Apa kau tahu ini masih sangat pagi dan kau selalu membuat tekanan darahku naik, apa kau ingin aku mati muda. Jika tidak ada hal penting yang akan kau bicarakan, aku akan menutup telfonmu!!”

“OH SEHUN! APA KAU SUDAH GILA!! KAMI MENUNGGU SELAMA 20 MENIT DAN KAU MASIH TERTIDUR DI RANJANGMU!! DEMI GIGI TONGGOS PARK SUN HEE KAU AKAN KAMI TINGGAL!! AKAN LEBIH BAIK KAMI BERANGKAT DULUAN DARI PADA BERAKHIR DI RUANG KONSELING BERSAMA GURU AHN!!”

“APA!! ASTAGAAA!! AKU LUPA!! Tunggu 10 menit aku akan sampai disana. Jangan meninggalkanku. Hidupku sudah susah disana, jangan menambah bebanku lagi. Ingat TUNGGU AKUU!!”

PIIIP

Benda hitam itu terlempar begitu saja diatas ranjang namja bersurai coklat, yang kini tengah kelabakan bergegas ke kamar mandi.

Bukan untuk mandi, hanya untuk sekedar membasuh muka dan menyikat giginya. Ia hanya punya waktu 10 menit. Bayangkan saja jika ia mandi dan tak selesai menemui teman-temannya, ia akan ditinggalkan dan berakhir di ruang konseling bersama guru paling sadis di sekolahnya.

Tidak.

Ia tidak akan mau menanggung resiko yang bisa saja akan membuat punggung serta kakinya patah.

Guru Ahn bukanlah tipe guru yang akan memaafkan murid begitu saja, apalagi murid yang beralasan terlambat karena macet.

Sudah bisa dipastikan ia akan memberimu tatapan tajam yang amat tajam hingga bisa membuat benda disekitarnya meleleh hanya dengan melihatnya, mungkin berlebihan. Tapi Sehun bersumpah ia tak akan mengambil resiko itu, ia masih ingin hidup, ia tak mau berakhir membersihkan toilet, gudang, dan mengelilingi lapangan. Itu akan membuatnya mati perlahan.

Sehun keluar kamar mandi, segera ia memakai seragamnya, seragam dengan atasan putih, celana coklat, serta dasi dan rompi yang ia tenteng ditangan kanannya dan menyampirkan tasnya di pundak sebelah kiri.

Ia mengambil kunci motor dan benda hitam yang tergeletak diatas ranjangnya dengan segera memasukkannya ke saku celana.

Berjalan dengan tergesa kemudian menyalakan mesin motor dan mengendarainya secepat mungkin agar sampai di tempat tujuan dengan waktu yang tersisa hanya 4 menit.

^2^

“Selesai..!!! huft aku benar-benar akan melakukan hal konyol ini?? Astagaaa!! Kenapa rok ini sangat pendek, apa mereka kira gadis SMA ke sekolah untuk memamerkan paha mereka!! Dasar!..

Ya ampuunnn aku akan terlambat jika tidak segera berangkat.”

^3^

“Mereka datang!”

“Wahh mereka benar-benar tampan!”

“Aku pikir kita akan mati stroke jika terus melihat mereka sedekat ini.. ya ampuunn!!”

“Yaakk!! Berhentilah membual kalian tidak akan pernah bisa menyaingiku” seruan gads berambut sebahu dengan tatapan tajam menginterupsi sekelompok gadis berseragam SMA yang sama.

“Hey Park Jiyeon, apa kau kira kau itu kekasih mereka?? Yang ku lihat bahkan kau tidak diperdulikan oleh mereka. Jadi jangan bicara omong kosong!”

Gadis bernama Eunjung kini mulai tersulut emosinya.

Kenapa gadis ini melarang mereka memuja para pemuda yang kini berjalan dengan tatapan cool dan santai menuju ruang kelas mereka?

Memang dia kira dia siapa?

Secara refleks tangan Jiyeon terangkat ingin manampar wajah gadis dihadapannya. Ia tak terima, meski ia tahu memang ia tak dilirik oleh empat namja disebrang sana.

Miris memang.

Namun belum sampai tangan mulus itu mendarat di pipi cubby gadis bername tag Eunjung, Jiyeon dikagetkan dengan sesosok gadis berseragam sama yang kini tengah mencekal tangannya.

Tak ada name tag yang berada diseragam gadis ini.

“Siapa kau?!! Jangan ikut campur urusanku!!” teriaknya.

Sebenarnya ia bukan kesal karena gadis ini ikut campur adu mulutnya dengan Eunjung, namun rasa ngilu dan perih adalah alasan utama yang membuatnya bersuara.

Jiyeon bingung dan takut, tangannya merah dan hampir membiru akibat ulah gadis dihadapannya.

Gadis ini sangat kuat.

“Kalian masih SMA bukan? Lalu kenapa tingkah kalian melebihi berandalan? Apa kalian pikir dengan adu mulut dan perkelahian, kalian akan mendapat perhatian para namja pecundang itu??” Gadis itu bersuara santai namun kalimat yang ia ucapkan adalah sebuah kesalahan besar.

Ia tak habis pikir gadis SMA yang masih menginjak umur belasan tahun bisa saling adu jotos hanya karena memperebutkan para namja yang entah dilihat dari segi mana mereka katakana tampan.

Mungkin para remaja labil ini harus memeriksakan mata mereka ke Dokter.

 

Di sisi lain keempat namja yang sedari tadi melihat mereka secara datar.

Mereka hampir saja meninggalkan Jiyeon dan Eunjung tadi.

Tapi kalimat yang keluar dari gadis asing tanpa name tag dengan tangan yang tertunjuk pada mereka berhasil membangkitkan emosi.

Mereka tidak pernah merasakan hinaan ini.

Bagaimana bisa gadis itu dengan santainya menyebut kata ‘mereka’, ‘namja pecundang’, apa gadis itu tidak tahu bahwa mereka adalah namja paling populer serta paling digandrungi seantero Hanyang High School?? Dan yang lebih parahnya, gadis itu menunjuk dengan tangannya.

Astagaa!!

Gadis ini mau mati!!.

Mereka tentu saja tak terima, ini adalah sebuah penghinaan terbesar yang pernah mereka terima.

Salah satu dari empat namja itupun berjalan menghampiri mereka.

Suara beratm mata pure hazel coklat keemasannya serasa menusuk.

“Lalu apa pedulimu dengan mereka??” suara berat menyapa pendengaran gadis tanpa name tag.

“Bukankah kau juga masih SMA? Jangan bicara seolah-olah kau lebih tua dari kami. Kau tahu itu sangat menyebalkan?!” lanjutnya.

Kini mata pure hazel itu beradu tatap dengan mata bulat serta bening dari sang gadis.

Tak ada jawaban hingga terdengar helaan nafas halus dari sang gadis.

Tak ada gunanya berdebat dengan para remaja labil ini.

“Terserah apa katamu. Yang jelas kau sangat memalukan.”
“Memalukan?!” Sehun. Namja itu tak terima dengan kalimat gadis dihadapannya.

“Dengar.. jika kau memang benar seorang pria sejati, kau tidak akan diam saja melihat dua gadis ini  sedang bertengkar. Kau pasti melerainya.”

‘sial!’

“Kau..!! anak baru kan?! Jangan bicara seolah kau tahu segalanya disini, dan ingat kalimatku ini baik-baik, akan ku pastikan hidupmu tak seindah yang kau impikan disini..”

“Dan akan ku pastikan kau akan menyesali kalimatmu yang terakhir. Nona.”

Kalimat itu berakhir dengan suara bell yang terdengar di koridor sekolah Hanyang High School.

Semua murid berhambur memasuki kelas mereka tak terkecuali keempat namja yang menatap gadis baru itu dengan tatapan

‘Kau pasti mati’

‘ini akan jadi tugas yang amat berat kapten.’

^TBC^

Hay hay….

I am back..aku kembali dengan cerita abal-abal ini.

Entah perasaan kalian gimana baca ini cerita..

Mungkin antara mau muntah, kepala berdenyut, dan perut yang mules

Disini benar-benar peminat FF yang baik, meninggalkan komen yang bikin aku semangat banget buat nulis part-per-partnya.

Ini…aku bawa neng Yoona ama para cowok ketceehh…siapa kemaren yang nanyain Yoona? Hayoo angkat jemvolnya.

Siapa lagi yang mau dimunculin?? Silahkan komen.

*-*

Namanya chapter awal, jadi bahasa dan penggambarannya kurang apik. Tapi aku usahain akan membuat tulisan yang lebih baik lagi.

Koment nya di tunggu biar aku semangat lanjutinnya

Kritik saran semuanya aku tamping kok..ada yang mau ditanyakan kalo aku bisa jawab pasti dijawab. Jadi jangan sungkan bertanya,, takutnya nanti sesat dijalan.

Okelah dari pada banyak cincong..aku pamit yaakk

Aku mau hibernasi, semedi nyari inspirasi bareng suami tercinta abang chadel dan selingkuhan paling mempesona bang kookie..

Bye kisseu…tebar cayang ama semuanya…

I’ll be back

12 thoughts on “[Freelance] Promise (Chapter 2)

  1. Yg nyamar itu pasti yoona…Sehun sama yoona aza yach pairingnya…
    Yg ngebunuh pasti salah satu dr 4 namja itu dech…
    Yoona mesti siap2 dikerjain sama 4 namja itu…

  2. uhhh seru seru!!! aduh yoonhun baru pertama jumoa aj udh berantem,, toi awas loh kalo jatuh cinta gimana??? heheh yapi gk ap2 jua sih!!!lanjut lanjut unnieee,, trus yg revenge dilanjuttin juga y :*

  3. emang yoona itu siapa thor…ko pas kata2 terakhir “ini akan menjadi tugas yg berat kapten”.emang yoona disni polisi atau apa thor…q BENER2 penasaran bngt sama ff ini thor…ceritanya menarik bikin penasaran,ffya dipanjangin thor ini kurang panjang,lanjut thor jangan kelamaan ya pliss…bngt…semangattt…

  4. Cerita’y sangat menarik. Tp sayang kurang panjang.. Dan maaf sdikit komplen, mnurut saya sehun krg pantas jd namja yg eeerrrrr… Agak mesum haha.. Lbih cocok kai atau chanyeol.. Tapi saya ttp suka and ditunggu yaa chapter selanjut’y..

  5. Ceritanya kependekan. .gadis itu pasti yoona? Wah kayak nya cerita akan makin seru deh… Tapi tlg di panjang in dong tho r ceritanya dan buat yoona bisa kelahi ya biar makin seru.. Dan buat sehun terpana dan merasa terkalah kan.. Next thor.. Fithing ✊✊

  6. haha q pkr sehun akn jd co smbng yg cool….n q pkr jg chanyeol n sehun bkn tmn trnyt slh….ap gds yg mnymr jd anak sklh itu yoona?????haha klo iya dia lngsng dpt musuh dnk…ayo yg ch 3 cpt diupdet ya…

  7. itu yoonakah??
    wah yoong mang jdi apa?
    kok tgas berat
    apa kang kmrin??
    msih blom bisa nangkep critanya
    tlong dipangjangin ya klo bisa hehe..

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s