Judge – 2

1016

by Pimthact

Chanyeol – Yoona – Sehun

sequel of No Limits – Judge [1] 

Sehun melihat gadis itu. Gadis itu berjalan gontai dari ujung lorong sampai melewatinya. Tapi dia tak menyapa atau bahkan tak melihat keberadaan Sehun.Gadis itu hanya menatap kosong ke arah depan. Seolah sesuatu terjadi padanya, lagi.

Sehun menampar pipinya. Apa yang terjadi padanya?

Dua hari ia menjadi gila karena Yoona. Padahal Yoona hanya sebatas teman yang merepotkan baginya, tidak lebih. Tapi kenapa Sehun memberikan perhatian lebih kepada gadis itu? Sehun ingin menyangkal, tapi Sehun mengakui bahwa itu adalah tindakan refleks.

Ia tidak bodoh. Ia tidak bodoh bahwa ia mengakui jika hatinya berdebar karena Yoona. Ia juga tidak bodoh untuk mengakui bahwa Yoona yang membuatnya seperti ini. Dan ia tidak bodoh untuk mengakui bahwa ia menyukai Yoona.

Ya, dia menyukai gadis itu dalam waktu 48 jam. Dan dia gila karena gadis itu dalam waktu yang sama.

Tapi bagaimana gadis itu dapat membuat rasa suka itu tumbuh? Bagaimana dengan mudah nya gadis itu menerobos pintu hati Sehun yang tertutup rapat? Dan juga, kenapa harus gadis itu? Kenapa harus dia?

Sehun merasa ia harus melindungi Yoona. Yoona menjadi misteri baginya karena gadis itu sangat pintar menyembunyikan ekspresi nya. Tapi dengan tersenyembunyi kan nya ekspresi gadis itu, Sehun menjadi semakin khawatir dengan Yoona. Ia tak tau kapan Yoona berbohong kepadanya kapan Yoona berkata jujur padanya.

Tapi kenapa harus? kenapa Yoona harus berkata jujur pada Sehun? Siapa dia yang harus mendapatkan kejujuran gadis itu?

Ini semua tidak akan terjadi jika tugas musim semi itu tak mempertemukan Yoona dan Sehun dalam satu kelompok. Ini semua juga tidak akan terjadi jika Yoona tidak menangis didepan Sehun yang notabene nya Yoona tidak pernah terlihat menangis bahkan marah didepan Sehun.

Sehun jadi membenci musim semi. atau menyukai?

….

“Aku lapar.”

Chanyeol melempar tas nya kearah sofa, lebih tepatnya kearah Kai yang sedang bermain psp sambil tiduran di sofa. Kai hanya menatap tajam Chanyeol lalu kembali bermain dengan pspnya. Berusaha tak peduli dengan lelaki itu.

Chanyeol sendiri sudah merebahkan tubuh kekar nya pada kasur yang berada di pojok ruangan. Ia tidak sempat makan karena tadi ia sibuk dengan ceramah dari guru Kim dengan mulut berbusanya. Chanyeol serius akan hal ini karena guru Kim sudah membuat nya seperti mendengar lagu religius selama berjam-jam.

Sehun membuat keributan baru dengan melempar tas nya ke segala arah dan duduk di sebelah Suho yang sedang menonton acara National Geographic. Sehun yang bosan melihat acara seperti itu berpindah tidur di kasur yang sama dengan kasur Chanyeol. Untung nya, kasur itu panjang dan lebar, jadi mereka tidak perlu berdesak-desak untuk tidur bersama.

“Hari ini benar-benar melelahkan.” Gumam Sehun yang sekarang sudah menutup matanya. Rasanya suasana tenang seperti inilah yang ia butuhkan untuk menjernihkan pikiran nya yang dipenuhi oleh gadis idiot seperti Yoona. Dan dengan seperti ini juga pikiran gila nya tadi sudah hilang dan dia sudah kembali normal.

“Kalian tau? kalian seperti dua laki-laki tak punya tujuan hidup.” sahut Kai yang masih sibuk dengan psp nya.

“Aku setuju dengan itu.” pada akhirnya, lelaki cerdas seperti Suho bisa setuju dengan lelaki brandal seperti Kai. Ini adalah sebuah sejarah baru yang membuat Sehun dan Chanyeol bersamaan melihat Suho dengan tatapan terkejut.

“Aku sunguh lapar!” balas Chanyeol. “Guru Kim memberi ku ceramah habis-habisan jadi aku tidak sempat mendapatkan waktu istirahat yang berharga.”

“Dimana Yoona?” Chanyeol menoleh kearah Kai sedangkan Sehun hanya menutup matanya.

Suho mengangguk, “Biasanya Yoona memberi mu bekal setiap hari. Tapi hari ini, aku bahkan tidak melihatnya dimanapun.”

“Ah,” Sehun membuka matanya. “Mungkin dia sudah mundur.”

Kai tertawa, “Wow, itu bukan Yoona, kau tau?”

Chanyeol mengedikkan bahunya sambil tersenyum samar, “Aku tidak peduli.”

“Jika Yoona tidak mengejar Chanyeol, mungkin sudah ku pacari gadis itu.” sambar Suho asal. Tapi mungkin Suho serius, sebelum Yoona dikenal sebagai fans fanatik Chanyeol, banyak sekali laki-laki yang mengejarnya. Tapi setelah mengetahui ternyata Yoona memiliki kefanatikan yang berlebih pada Chanyeol, laki-laki itu segera menghindar.

Sehun mendesah, “Sepertinya Kai dan Suho membuat sejarah baru.”

Chanyeol mengangguk sambil tertawa. Setuju dengan perkataan Sehun. Suho dan Kai memang susah sekali untuk menyatu apalagi setuju dengan ucapan masing-masing. Mereka dua hal yang sama tetapi berbeda. Seperti air dan minyak. Kau bisa menyatukannya tapi mereka tidak bisa bersatu karena mereka berbeda.

Sehun tersenyum, ia hanya ingin tak ada nama gadis itu dalam percakapan ini.

Lelaki itu mengedarkan pandangan nya. Tak ada gadis itu.

Biasanya gadis itu duduk disana dan akan melambaikan tangan nya kemudian berlari menuju Chanyeol membawa minum dan handuk ketika latihan sudah selesai. Tapi, gadis itu tak ada.

Chanyeol ingin mengelak ketika rasa menganggu itu datang lagi. Lelaki itu berusaha tersenyum dan merasa tenang karena tidak ada penganggu dalam hidupnya lagi. Ketika semua kegaduhan yang gadis itu buat sudah hilang.

Tapi Chanyeol sekali lagi mengedarkan pandangan nya ke seluruh kursi penonton, tapi seperti sebelumnya, gadis itu benar-benar tak ada.

Chanyeol menggeleng ketika berpikir bahwa ia merindukan gadis itu. Itu tidak mungkin. Padahal dua hari yang lalu tepat di tempat ini ia menyuruh gadis itu untuk menjauhinya dan mengatakan hal-hal yang tidak bermoral pada gadis itu. Dan ia mengaku ia sudah keterlaluan.

Semakin mengingat hal itu, rasa bersalah Chanyeol tumbuh dan semakin besar. Seolah rasa bersalah itu akan layu ketika ia sudah meminta maaf kepada Yoona. Tapi hal itu tak mungkin terjadi. Melihat wajah Yoona yang dingin kepadanya saja sudah membuatnya tak berani menatapnya.

Setelah memastikan bahwa dikursi penonton benar-benar tidak ada Yoona, Chanyeol membawa tas nya dan meninggalkan lapangan.

Ini adalah peluang baru untuk Yoona. Ia tidak boleh terus berlarut pada kesedihan yang mendalam. Selain membuat semua temannya khawatir, ia juga membuktikan bahwa ia adalah gadis yang lemah. Padahal ia tak ingin ada yang beranggapan seperti itu.

Maka setelah ia keluar dari ruang guru untuk bertemu guru Hong, ia yakin ia siap dengan rencana barunya. Semua nya sudah tersusun rapi dan ia yakin bahwa ia dapat melakukan ini semua. Dengan begitu, ia dengan mudah akan melupakan Chanyeol.

Dengan helaan nafas panjang, Yoona merasa bahwa beban nya sudah terangkat sedikit. Setidak nya kali ini ia berjuang sendiri dan ini berdasarkan keputusan nya, bukan saran atau pendapat dari orang lain.

“Senyum sih boleh, tapi perhatikan juga jalanmu, Noona.” pesan Sooyoung saat Yoona menghampiri mereka sembari tersenyum senang. Yoona sendiri hanya tertawa dan tak menanggapi ucapan Sooyoung.

“Aku tau Yoong kau akan berubah, kau sudah cukup membuat kami khawatir untuk seminggu terakhir ini,” ungkap Yuri yang ikut tersenyum.

“Maafkan aku, okay? ini sudah lewat 10 hari sejak insiden itu, dan aku tak ingin terus berlarut dalam kesedihan,” Yoona bersuara hangat. Membuat Jessica segera memeluk gadis itu dan terisak, membuat Yuri dan Sooyoung saling berpandang. so dramatic.

“Im afraid, Yoong. Kau itu sangat terlihat lemah kemarin tetapi masih saja mengatakan kau tidak apa, Kau sangat dingin tapi masih berusaha tertawa, Dan aku benar benar tidak menyukai kau yang seperti itu,” jeda Jessica. “Jika ada masalah apapun, ceritalah pada kami, jangan bersikap seolah-olah kau tidak memiliki siapapun. Jika kau kesepian hubungi aku atau Sooyoung atau Yuri. Jangan diam saja padahal kau punya sejuta masalah yang kau hadapi sendiri. Kami disini selalu membantu mu, kau tau?”

Yoona tersadar. Ia bahkan sempat melupakan teman-temannya yang selalu ia butuhkan, karena terlalu berlarut kesedihan dengan Sehun yang berada di samping nya. Padahal ia tau bahwa hanya Jessica, Sooyoung, dan Yuri lah yang dapat membuatnya merasa lebih baik.

Yuri berdeham, “Aku benci mengatakan ini, tapi Jessica benar kali ini.”

Yoona tertawa dan langsung memeluk Jessica yang masih terisak. Jessica memang kadang suka membuat orang kesal, tapi hanya ialah yang selalu mengatakan yang sebenarnya dan tidak segan menghajar orang lain yang mengganggu sahabatnya. Dan hanya Jessica lah yang paling bisa menghibur orang sedih, padahal gadis itu juga merasakan kesedihan yang sama.

“Jadi, tidak ada perayaan apapun untuk ini?” canda Yuri yang langsung ditanggapi seruan keras dari Sooyoung, “Hari ini aku benar-benar lapar.”

Yoona melepaskan pelukan Jessica dan segera merangkul Sooyoung, “Ayo makan bimbimbap di tempat biasa.”

Suho bersungut duduk. Ia membuang nafas kasar begitu melihat Chanyeol tersenyum manis-kelewat manis, karena lelaki tinggi itu berhasil membujuk Suho untuk makan di restoran ini. Sudah lama sekali, sejak Suho tidak menginjak tempat ini lagi. Bukan karena alasan picisan, tapi karena tempat ini adalah saksi bisu berpisah nya Suho dengan gadis lamanya.

“Senyum dong, Suho Oppa.” goda Chanyeol, ia mencolek dagu Suho dengan gerakan nakal. Suho memutar bola matanya malas. Jika saja Chanyeol tidak merengek seperti anak bayi yang belum pernah makan, Suho tidak akan pernah sudi ke tempat ini lagi.

Ketika mereka semua sudah selesai memesan makanan, canda dan tawa mulai sahut menyahut, meramaikan suasana yang sebelumnya hening. Suasana itu tentu saja didominasi oleh Kai dan Sehun. Karena hanya mereka yang memiliki otak setengah.

“Bodoh, aku bahkan tak tau apa yang harus kuperbuat.” Chanyeol masih tertawa saat Kai menampakkan wajah konyol sekaligus kesal nya.

Karena terlalu banyak tertawa, Chanyeol merasa bahwa ia ke kamar mandi. Maklum, panggilan alam. Jadi setelah mengatakan keinginan nya pada Kai, Suho dan juga Chanyeol, ia segera bergegas. Namun, karena ia terlalu cepat, ia menabrak seorang gadis yang baru saja keluar dari kamar mandi. Jelas saja, badan Chanyeol yang lebih besar daripada gadis itu, membuat sang gadis jatuh tersungkur.

Chanyeol yang merasa mood-nya sedang baik segera mengulurkan tangan begitu gadis itu tidak menunduk. Gadis itu menatap uluran Chanyeol. Kemudian ia mendongak, menatap Chanyeol tepat di kelopak coklat milik Chanyeol yang mematikan. Namun coklat tua yang kecil itu kemudian membesar. Badan nya tak menyatakan reaksi apapun, tapi jantung dan wajahnya berkata lain.

….

Sehun mengedarkan pandangan begitu Suho dan Kai sudah sibuk pada ponsel mereka masing-masing. Chanyeol baru saja pergi ke kamar mandi dan tiba-tiba suasana menjadi hening lagi. Karena Sehun tidak memiliki sesuatu yang penting pada sosial media selain kicauan para fans nya di sosial media.

Tatapan Sehun berpaku pada meja yang berada jauh dari meja nya. Meja itu diduduki oleh tiga gadis yang sedang tertawa bersama sambil membuat ekspresi-ekspresi aneh yang Sehun tidak yakin apakah mereka masih waras atau tidak. Tapi bukan itu masalah yang Sehun sekarang pikirkan, Sehun kenal ketiga gadis itu dan ia bingung mengapa mereka hanya bertiga, kemana yang satu?

Tak sempat menunggu tiga menit, seorang gadis menghampiri meja itu. Gadis yang tadi sedang dipikirkan oleh Sehun, ah, Sehun memang setiap saat memikirkan gadis itu.

Sehun bertanya lagi, ekspresi gadis yang baru saja datang itu begitu datar dan dingin, meski Sehun tidak bertatapan dengan nya secara langsung. Sehun bahkan juga bisa melihat gadis itu bercerita kepada ketiga teman-nya yang dibalas teman-teman nya dengan berbagai macam reaksi. Sehun bisa melihat itu dengan jelas walaupun meja mereka berjarak sangat jauh. Jelas saja, restoran ini luas dan pengunjung nya pun tak sedikit.

Chanyeol datang bersamaan dengan makanan mereka. Sehun memperhatikan wajah Chanyeol yang tadinya dipenuhi senyuman, menjadi datar dan bahkan rahang nya mengeras. Sehun mendesah dalam hati, ia terlalu jenius untuk membaca ekspresi orang-orang terdekat nya.

Dan Sehun yakin, bahwa Chanyeol baru saja bertemu dengan nya.

Yoona berjalan menuju ketiga teman-nya yang tampak asyik membicarakan sesuatu. Kadang timpalan keras Sooyoung terdengar meskipun Yoona belum benar-benar sampai pada mereka. Namun timpalan yang bisa membuat Yoona tertawa, tak berhasil membuatnya tersenyum sekarang.

Saat gadis itu duduk, ketiga gadis yang sedang membicarakan gosip tadi langsung terdiam. Mereka merasakan aura berbeda yang dibawakan oleh Yoona. Merasa ada yang tak beres, Sooyoung bertanya pada Yoona. “Jadi, kenapa?”

Yoona yang tak sadar pertanyaan itu ditunjukkan untuk kondisinya sekarang, hanya terkekeh kecil sambil tersenyum getir. “Memang nya ada apa?”

Jessica memutar bola mata diikuti dengan dengusan pelan, “Just tell us, what’s wrong with ya?” 

Senyum Yoona lenyap. Teman-teman nya begitu tahu apabila ia mendapat masalah, entah mereka memiliki indra ke-enam atau seorang cenayang dalam kepala mereka. Yoona ingin sekali berterima kasih untuk hal itu, tetapi ada hal lebih penting yang memenuhi kepala nya. Membuat rasa pening menjalar sampai sekujur tubuhnya.

“Aku,” suara Yoona tercekat. “Baru saja bertemu dengan Chanyeol.”

Yoona mencuci tangan-nya di wastafel. Sesekali, ia membuat ekspresi lucu didepan kaca, selain karena tak ada orang di sekitarnya, ia memang memiliki kebiasaan seperti itu. Ia mengambil tisu dan menunduk untuk membersihkan kedua tangan yang basah oleh air. Karena menunduk, ia tak sadar bahwa ada seorang lelaki yang berlari ke arah nya dengan kecepatan sedang. 

Namun, karena keduanya tidak fokus pada jalan di depan, mereka saling tertabrak. Lelaki itu memiliki badan yang lebih besar, jadi ia masih membetulkan keseimbangan nya ketika ia hampir terjatuh. Namun naas, gadis yang ia tabrak terjatuh. Gadis itu menunduk dan meringis. Kakinya lecet karena terbentur oleh lantai yang kasar.

 Lelaki itu mengulurkan tangan nya untuk membantu gadis itu berdiri, sejujurnya ia tak mau dan terlalu malas untuk membantu seseorang, toh gadis itu yang tak hati-hati. Tapi karena mood nya sedang baik, ia membantu gadis itu. Rasa bersalah tiba-tiba muncul, tidak biasanya ia merasa seperti ini.

Gadis itu meringis pelan. Ia akan mengutuk orang yang menabrak nya kali ini. Ia masih menunduk, tangan nya membersihkan luka yang ada di lutut. Saat sebuah tangan terulur didepan wajahnya, ia terdiam. Kemudian, kepalanya mendongak, matanya memincing, mencoba mengetahui biang di balik luka yang ada di lututnya.

Saat kedua pasang mata itu bertemu, lutut Yoona yang tadi terasa perih menjadi mati rasa. Begitu pun lelaki itu, rasa bersalah yang tadi ada malah semakin membesar, entah itu hanya rasa bersalah saja, atau ada rasa lain yang timbul. Entah hanya pikiran nya, atau ia yang merasa jantung nya berdetak terlalu keras. Hingga ia kalut dalam tatapan Yoona.

Yoona lebih dulu membuang muka, ia mengakhiri kontak mata-meski sedikit timbul rasa sesal. Ia bahkan tak menerima uluran tangan Chanyeol. Wajahnya seolah-olah fokus pada kedua tangan nya yang membersihkan bagian belakang. Chanyeol menatapi gadis itu lamat-lamat. Uluran nya yang tidak terima, membuat ia bungkam. 

Yoona yang tak berani menatap kedua manik itu lagi, hanya tersenyum samar dan berkata, “Permisi.”

Ia langsung pergi menjauh. Kenapa ketika perasaan itu perlahan memudar, ia harus dipertemukan lagi?

….

Chanyeol menatap layar persegi panjang dengan tatapan kosong. Bahkan, stick ps nya sama sekali tidak ia tekan. Kemudian, di layar itu terdapat tulisan besar dengan kata “GAME OVER”. Biasanya ia akan berteriak atau mengumpat jika kata itu muncul, namun sekarang tidak.

Pikiran nya melayang ketika gadis itu pergi dari hadapan nya tanpa mengucapkan kata sunbae. Dadanya terasa sesak dan jantung nya berdegup tak beraturan. Ia membenci ini, membenci ketika semua berubah dan ia yang merubah semua itu. Begitu cepat dan berbeda.

Pikiran nya yang berantakan membuatnya berjalan ke arah kulkas yang berada dirumah nya. Rumah yang besar ini terasa indah namun mati. Semua orang disini sibuk pada pekerjaan masing-masing, hingga meninggalkan Chanyeol yang menatap dingin nya lantai marmer coklat.

Chanyeol mengambil salah satu anggur yang ada di dalam kulkas. Anggur itu milik ayahnya, ketika masih muda, ayahnya senang sekali mengoleksi berbagai macam anggur dari berbagai negara. Dan Chanyeol kadang mengambil anggur itu secara diam-diam agar para pembantu nya tidak mengetahui. Kalo untuk orang tuanya tak usah ditanya, Chanyeol yang sebentar lagi mengikuti olimpiade saja, mereka tak akan tahu.

Ia kembali ke kamar dengan cepat. Kemudian ia membuka botol anggur dan meneguk nya langsung hingga tersisa setengah. Pikiran nya terasa penuh, ia tak bisa berfokus pada satu hal termasuk olimpiade. Dadanya terasa sesak, lagi dan lagi.

Ia tak se-jahat yang orang-orang pikirkan. Tidak. Ia tak mungkin menolak gadis itu jika ia memiliki perasaan yang sama pada gadis itu. Ia tak mungkin membiarkan gadis itu pergi sementara hatinya menyuruh nya untuk tetap tinggal. Ia berjalan terlalu jauh hingga membuat hatinya hancur, begitu pun juga dengan gadis itu. Tapi mereka tak tau, bahwa ia hanya ingin gadis itu tetap tertawa, dan tak ingin mengalami masalah cinta yang nanti nya tersangkut paut dengan masa lalu Chanyeol.

Chanyeol memegang kepalanya, ia membutuhkan seseorang saat ini. Ia butuh sebuah sandaran, ia butuh tempat untuk meluapkan segala emosi nya. Ia berada pada titik terbawah kali ini, ia butuh sebuah semangat namun yang ia terima hanyalah penyesalan. Ia butuh sebuah senyuman yang ia terima rasa dingin yang menyakitkan.

Chanyeol memejamkan mata. Air mata itu keluar begitu saja, lambat laun membasahi wajahnya. Ia membuat gadis itu sakit, sehingga mau tak mau hati itu terasa sakit. Karena saat Chanyeol berlabuh, ia membuat pelabuhan itu runtuh, sehingga mau tak mau ia terkena puing-puing yang berjatuhan.

Chanyeol membuka ponsel nya, ia mencari-cari nama itu karena dulu nama itu seringkali mengirimkan nya sebuah pesan Line. Namun ketika saja, Chanyeol berusaha menghubungi nya lewat salah satu sosial media itu, ternyata gadis itu terlebih dahulu mem-block dirinya. Ia tersenyum kecut. Tapi, ia tetap bersikukuh untuk menelpon gadis itu dengan nomor yang ada pada kontak nya.

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya telepon itu terangkat.

 “Hallo?

“….”

Siapa? jika tak ingin bicara akan kumatikan.”

“You should be here.”

Maaf? bisa katakan sekali lagi?”

“Hey, I try not to miss you, but in the end, i still do.”

Sekali lagi kutanyakan, ini siapa?”

“I need to know that you are alive and well somewhere in this world even if it’s not by my side.”

Sehun, ini tidak lucu kau tau. Tolong jangan seperti orang gila malam ini.”

Chanyeol terasa jatuh lebih dalam lagi. Bahkan, pada malam ini, gadis itu sudah merubah jalan pikiran nya, atau mungkin bisa mengubah jalan perasaan nya juga.

…..

Sehun sedang asyik melihat-lihat sosial media nya sampai ketika sebuah free call dari Line membuat nya hampir menjatuhkan ponsel nya. Bukan, bukan karena ia kaget dengan suara ponselnya, namun karena ketika ia nama yang tertera pada caller id.

“Hallo?”

Kau kenapa, sih?”

“Aku? tampan seperti biasa?”

Bukan itu, bodoh. Kau kenapa tadi tiba-tiba menelpon ku dan mengatakan hal-hal aneh?”

Lelaki itu menyerit, “Kapan aku menghubungi mu?”

Barusah, duh. Masa tidak ingat?”

“Aku bukan nya tidak ingat. Tapi bahkan hari ini aku tidak menghubungi siapapun.”

Jangan bohong. Tidak lucu.”

“Hey, aku serius. Jangan-jangan ini modus barumu agar bisa menghubungi ku malam ini? Kau merindukan ku, kan?”

Kau orang ter-narsis yang pernah ku temui, Sehun Oh.”

“Walau begitu kau tetap rindu, kan?”

In your dream!

“Coba kau kirimkan nomor itu, siapa tau ada lelaki yang bermaksud jahat padamu.”

Hanya kau yang punya maksud seperti itu.”

“Im, aku serius. Kirimkan saja, kau ini.”

Baik, tuan Oh yang mulia. Saya akan kirimkan,”

Sehun tersenyum ketika mendengar kekehan dari sana. Ia tertawa lepas setelah telepon tersebut mati. Kemudian, ponselnya berdenting dan muncul notifikasi dari Yoona. Gadis itu mengirimkan sebuah nomor yang tak asing baginya.

Setelah ia mencari nomor itu di kontak nya, ia terkejut ketika nomor itu adalah nomor milik Chanyeol.

Chanyeol, menghubungi Yoona? untuk apa?

TO BE CONTINUED

A/N: hi, so guys i comeback yaayyy, setelah sekian lama hiatus karena aku sibuk banget sama les-les aku. Sedikit curhat aja, minggu depan sudah ujian praktek jadi cerita ini bakal gantung dengan waktu yang lama karena saya benar-benar sibuk. Informasi aja, disini aku mau kasih sisi lain dari Chanyeol yang beda, ah cuek cuek tapi perhatian bikin melted kan. Udah sih itu aja, thanks banget yang udah baca.

Pimthact.

Advertisements

19 thoughts on “Judge – 2

  1. Jdi chanyeol mnyesal….pa kh bru sdar bhwa da rsa tuk yoona….kshan jga jdi y sma chanyeol….shun smkin dkat dgn yoona…next ya😉☺😊😀😘

  2. Finally😂❤ bisa baca kelanjutan ff ini dengan sehun yg aduhai dan cahyo si lelaki kerdus😂 moga sukses ujiannya thor, juga next chapternya ditunggu😆💕

  3. Lama ye thor gk ada updatean.. makin seru, jng buat yoonyeol baikan dlu ya. harus di tarik ulur buat chanyeol sakit hati. Ben kapok. Oke thor. Next chapt update soon..

  4. lma bgt thor nunggu y… knp ak mlh lbh suka yoona ma sehun… rasanya feel y lbh dpt di bandingkan dgn sehun… next thor kljtn y jgn lma2….

  5. Sbnarnya ga inget chapter 1nya gmana 😂 hehhehe
    Trima akibatnya kan Yeol? skit kan? Rsain 😂
    Dtunggu aja klnjutannya!! Klau bsa jngan lma-lama, ntar aku lupa lgi 😂
    FIGHTING!!!

  6. Ah aku ud trlanjur sakit hati ama Chanyeol oppa. Mau Ceye oppa bikin melted pun, rasa kesalku gak berubah pdanya. Setidaknya Ceye oppa Minta maaf gitu and mengakui ksalahannya pd Yoona. Biarlah Yoona ama Sehun aja. Next chap d’tnggu! Fighting!!

  7. Chanyeol sih dulu omongannya nyakitin yoona
    klo suka ya bilang suka aja tinggal nrima yoong apa susahnya sih
    klo udah kaya gtu mau gmna coba??
    Yoong jdi dket ma sehun
    jdi pusing mau pilih sehun pa chanyeol

  8. YAAMPUN THORRR!! UDAH NUNGGU LAMAAA BANGET INI FF. DANAKHIRNYA DOLANJUTA JUGAAA..SETELAH SEKIAN LAMA 😭 /*AH ALAY 😂
    Ditunggu lanjutannya!! Makin penasaran!! Pls updatenya jangan lama lama lagi, bisa mati penasaran aku 😁 itu bikin sehun mepet yoona gitu kek thor, biarlah ceye tersakiti *eh :v
    Pokoknya ditunggu lanjutannyaaaaa ❤❤❤❤❤

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s