Lunch Time

by
Clora Darlene

Main Cast
Oh Sehun | Im Yoona

Length RatingGenre
624 words | PG-13 | Romance

read also; Bed Time

Yoona terduduk di ruang makan apartemennya yang tidak bersekat dengan ruang tengah. Rambutnya berantakan. Pakainnya kusam. Pipinya masih memerah. Matanya berair. Keadaannya kacau. Menyedihkan. Ia hanya terduduk di sana dalam diam setelah apa yang terjadi lima menit lalu.

Seseorang masuk ke dalam apartemennya, meneriaki namanya, menamparnya belasan kali lalu menjambak rambut pirangnya ketika ia menampakkan diri. Perempuan itu berteriak keras, mencercanya dengan kata-kata menghujat tanpa ampun, dan membanting serta memecahkan segalanya yang bisa dihancurkan. Tanpa Yoona bisa hentikan.

Makan siang yang sudah disiapkan Yoona untuk menyambut kepulangan laki-laki itu―yang sudah berjanji akan makan siang bersama dengannya―berceceran di lantai apartemen. Perempuan itu melemparkannya, menghinanya bahwa ia tidak pantas atas semua yang ia terima dan terus-menerus bersumpah akan membunuhnya.

Yoona dengan jelas sadar bahwa hari ini akan datang cepat atau lambat. Perempuan itu pasti akan tahu dan mencarinya, bahkan siap memburunya hingga ke ujung dunia sekalipun jika Yoona berniat untuk melarikan diri. Yoona mengusap pelipisnya, dan menaruh beberapa helai rambutnya di belakang telinga.

Setelah kejadian tersebut, ada satu hal yang Yoona juga sadar akan terjadi. Tidak ada sebersit ketakutan pada diri Yoona ketika perempuan itu datang dengan derai air mata, siap memutilasinya hidup-hidup jika perlu, karena ada sesuatu dalam benak Yoona yang ia takutkan.

Yoona mendongak ketika mendengar suara pintu terbuka. “Yoona? Yoona!”

Laki-laki datang. Yoona refleks menghela nafas lega. Tetapi, setelah apa yang terjadi, bahkan untuk berdiri saja rasanya sudah tidak ada lagi tenaga yang tersisa. Jadi, ia tetap duduk di sana. Di ruang makan.

“Yoon―Oh, astaga!” Sehun melemparkan tas kerjanya lalu menghampiri Yoona, menyamakan tingginya dengan perempuan yang terduduk tidak berdaya di atas kursi makan. “Apa yang terjadi? Perampok?” Sehun mengusap pelan wajah Yoona, membersihkan kotoran di sana. Yoona menggeleng pelan, tidak, sebagai jawaban. “Kau baik-baik saja?” Lalu, Yoona mengangguk. “Apa yang terjadi?”

Iris madu Yoona menatap nanar sepasang manik pure hazel Sehun di hadapannya. Bibirnya terasa kelu, tetapi rasanya ia harus menjawabnya dengan jujur. “Istrimu.”

“Apa?” Yoona dapat menangkap perubahan raut wajah Sehun. Tidak lagi raut wajah mencemaskan Yoona, melainkan sebaliknya.

“Istrimu datang kemari. Dia tahu.” Jawab Yoona lebih panjang.

Sehun mundur selangkah lalu berdiri. “Aku harus pergi, Yoong. Maafkanku.”

Yoona refleks meraih tangan Sehun. Sial, batinnya. Ini adalah hal teregois yang pernah ia lakukan―menahan sekuat tenaga agar laki-laki itu tidak pergi sekarang, bahkan kembali ke istrinya sekalipun. Maafkan aku, Sehun. Maafkanku. “Diamlah di sini.”

“Aku tidak bisa―”

“Kau selalu bisa, Sehun! Kau lebih sering datang ke apartemen ini ketimbang pulang ke rumahmu, bertemu dengan istrimu! Kau lebih sering tidur bersamaku ketimbang bersama istrimu! Kau lebih sering memakan masakanku ketimbang masakan istrimu! Kau selalu bisa, Sehun!” Teriak Yoona keras. Tidak lagi ia pedulikan kemarahan perempuan yang datang kemari sebelumnya―istri Sehun―yang siap mencincangnya atau yang mengecapnya sebagai perebut istri orang, lebih parahnya penggoda dan pelacur. Tidak lagi ia pedulikan status Oh Sehun yang telah dimiliki oleh orang lain secara sah―Yoona tetap menginginkannya!

“Apa kau gila?”

“Kau tidak akan pergi dari sini, Sehun.” Yoona mendesis tajam, mencengkram lengan laki-laki itu keras.

“Aku harus pulang, Yoona!” Wajah Sehun merah padam setelah ia membentak Yoona keras.

“Di sini adalah rumahmu, Sehun! Kau selalu pulang kemari!” Balas Yoona tak ingin kalah.

Sehun meraih cengkraman tangan Yoona pada lengannya lalu menggenggamnya keras dan melepaskannya dengan sekali tepis. “Aku harus kembali ke istriku, Yoona. Aku harus pergi. Selamat tinggal.” Kurang dari sedetik, Sehun telah membalikkan badannya, meraih tas kerjanya, lalu pergi. Laki-laki itu hilang di balik pintu ketika Yoona mendengarnya tertutup rapat tanpa celah.

Ruangan lengang dan Yoona kembali menemukan dirinya sendiri di tengah kehampaan tanpa batas.

Hanya ada dia sendiri dan kenyataan bahwa Sehun memilih perempuan itu ketimbang dirinya, meninggalkannya tanpa berpikir dua kali―itu adalah hal yang Yoona takuti. Ia juga mencintai Sehun, tetapi laki-laki itu pergi. Tidak kembali lagi kepadanya. Tidakkah ia juga berhak bahagia bersama laki-laki itu?

End.

 

Author’s Note: Happy Eid-Al-Fitr for everyone who celebrate it! May Allah accept all of your good deeds indeed 🙂

Advertisements

17 thoughts on “Lunch Time

  1. Yang gini nihh nyeseknyaa
    Tau gitu mending ogah jd simpanan kan yoong?
    Bikin itu pasutri sehun dan istrinya yg entah siapa sedih juga dong thor, yoona salah emg sih tp kok nyeseknya ke dia doang yakk…
    Keep writing thornim!!

  2. Kenapa tragis seperti ini😭😭 butuh sequel lagi dong!!!! Sumpah kok aku kasian sama Yoona padahal bukan dia yg dikhianatin ama Sehun😢 Keselll banget!!!! SEQUEL JUSSEYOOOOO!!

  3. Sequel dong please ………
    Aku seneng bnget kak Clora udah update lagi….
    Tapi kok jadi gini sih 😦
    Aku gak terima Yoona digituin
    Bikin sequel ya kak Pleaase ^^

    SEMANGAT !!!!!!

  4. q brhrap ini sequel stragers eh mlh bkn hehe
    …yah ksian yoona..q brhrap ad sequel lg..n buat yoona mlpkn sehun n hdp bhgia dg orang laen n buat sehun nyesel

  5. Seharusnya yoona sadar,sehun dah pnya istri,,knpa ko tdk mencari laki2 lain aja yoona yg sayang,cinta menerima kmu apa adanya?btl sequel dh thor,,bikin yoona menemukan laki2 lain yg cinta m dia,bikin sehun menyasal krna dia selingkuh dri istrinya,dan membuat yoona jdi simpananya.bikin sehun sebatang kara,,pasti keren thor,,,hehe,,,semangattt

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s