Somewhere New

SNew

 

 

SOMEWHERE NEW by Keiko Sine

Romance – Fantasy – Psychology || PG 17

FICLET

Casts:

Im Yoona & Oh Sehun

WARNING!

COPYING AND PLAGIARIZING THIS STORY ARE FORBIDDEN!

.

.

“—I just want you to stay… my Peterpan”

 

Tidak ada seorangpun yang percaya kata-kata Sehun yang mengaku dirinya Peterpan kecuali Yoona. Mengingat cerita lelaki itu bahwa Sehun adalah Peterpan, maka Yoona adalah Wendynya. Gadis yang menggunakan piyama bermotif kotak-kotak itu menatap lekat ke arah Sehun, teman rahasia barunya yang memakai baju yang sama dengannya dan ia temukan menyendiri di ujung lorong beberapa minggu yang lalu.

“Sehun, dimana kau tinggal?” tanyanya.

“Di sebuah tempat rahasia.” Ucap si anak baru.

Alis Yoona bersatu, mencoba menebak, “Dimana itu? Katakan padaku.”

Sehun sontak menatap mata Yoona yang berbinar dengan keingintahuan. “Apakah kau akan percaya padaku jika aku mengatakannya padamu?”

Dan dengan cepat Yoona menangkap tangan kanan lelaki di hadapannya, menautkan jari kelingking. “Aku akan percaya, janji.”

Berikutnya, Sehun mulai bercerita. “Aku tinggal dimana mimpi-mimpi terlahir dan waktu tidak berjalan. Tempat dimana hanya ada hal-hal indah dan menyenangkan, Neverland. Kau hanya bisa menemukannya dengan hatimu.”

“Aku juga ingin kesana, ke tempatmu itu.” Seru Yoona bersemangat.

Sehun menatap Yoona yang terlihat sangat gembira sekali. “Benarkah? Kau butuh bubuk peri jika kesana.”

“Bubuk peri?” Ulang Yoona, bertanya-tanya bagaimana bentuk bubuk peri yang dimaksudkan itu. Bubuk yang bisa membawanya ke tempat indah Neverland, tempat dimana ada banyak hal-hal indah yang lebih berharga dari emas di sana.

“Yeah, bubuk warna-warni cantik yang akan membawa kita pergi ke Neverland.”

 

Yoona merogoh kantung celananya. Dia menggenggam apa saja yang ia ambil dari sana lalu meletakkannya di lantai dengan perlahan. “Apakah bubuk itu seperti ini?” tanya gadis itu penasaran.

Yoona mendapatkan bubuk itu dua hari yang lalu, tepat di hari ulang tahunnya yang ke 20. Ayah dan adik tirinya yang menebarkan bubuk itu di sekitarnya dan mengucapkan ‘selamat ulang tahun Yoona, kau sudah tumbuh dewasa,’ tapi sayangnya— hanya tubuhnya saja yang bertambah tinggi, pikiran gadis itu masih seperti anak-anak.

Kerap bertingkah aneh, seperti halnya ini. Dia menyimpan benda yang seharusnya berakhir di tong sampah itu ke dalam saku piyamanya, membuatnya menjadi berharga.

“Jadi apakah kita bisa ke Neverland sekarang?” Sambungnya.

“Ya, kita bisa pergi kesana sekarang.” Jawab Sehun sambil mengangguk yakin.

 

Sehun memegang erat tangan Yoona. Dia mengajak Yoona berdiri di bagian paling ujung ruangan tersebut, menghadap ke jendela luar yang terbuka, di dekat tulisan besar ‘Rumah Sakit Jiwa Seoul’.

“Tapi Sehun— bagaimana kalau aku tidak bisa terbang?” tanyanya ragu-ragu kemudian.

Namun Sehun hanya tersenyum hangat, “Kita hanya perlu percaya kalau kita bisa terbang, ingat?”

Yoona membalas senyumannya, ia percaya bahwa selalu ada peri yang memberikan mimpi-mimpi indah sewaktu ia tidur. Ia percaya pada cerita Sehun yang mengatakan bahwa lelaki itu adalah Peterpan dan dia adalah Wendynya. Dan ia pun percaya bahwa dirinya bisa terbang ke Neverland kalau dia percaya.

 

Sehun meniupkan bubuk peri yang dibawa Yoona pada tubuh mereka berdua, bubuk yang di mata kedua orang itu tampak berkilauan penuh cahaya.

“Kita akan terbang pada hitungan ketiga, Yoong. Mari menghitung bersama-sama dan pejamkan matamu erat-erat. Bayangkan hal-hal indah dan menyenangkan akan menanti kita di sana.”

Yoona menganggukkan kepalanya, dia mulai menghitung, “Satu…”

“Dua…” lanjut Sehun.

Kemudian mereka serentak mengatakan, “Tiga…” dan melompat dari gedung itu.

Membiarkan udara meleleh mengenai wajah mereka, percaya bahwa bubuk itu akan menuntun mereka ke Neverland. Tiada beban, tidak ada rasa sakit. Semua yang mereka bayangkan hanya mengenai hal-hal yang indah dan menyenangkan.

Namun yang terjadi selanjutnya adalah tubuh mereka terjembab dan darah sudah menggenangi aspal tempat tubuh Yoona dan Sehun mendarat. Orang-orang yang kebetulan lewat berteriak panik, ketakutan, ngeri, dan tidak sedikit yang histeris.

Tapi kedua orang itu malah tersenyum bahagia, masih bergenggaman tangan meskipun napas mereka berdua akan terhenti sesaat lagi. Ya, Neverland adalah tempat dimana waktu akan terhanti dan kau tidak akan pernah bertambah tua.

“Kau melihatnya, Yoong?”

“Melihat apa?”

Our Neverland.”

“Ya, aku melihatnya. Ini adalah tempat paling indah yang pernah aku lihat, aku tidak akan pernah menyesal telah pergi kesana.”

 

.

.

-END-

Author Note:

Yeah…. Neverlandnya adalah surga, karena mereka udah meninggal bunuh diri wkwkwk… 😀

Jadi ceritanya disini Yoona & Sehun sama-sama mempunyai mental problem, kan bajunya sama, alias mereka berdua dirawat di Rumah Sakit Jiwa itu.. dan Neverland kan tempat tinggalnya Peterpan di dongeng, tapi tempat itu emang gak pernah ada gitu kan… kalo di FF ini kita sebutnya di surga aja yak hahaha…^^

*eh tapi org bunuh diri gk bisa masuk surga ding.. lol 😀

Sorry kalo akhirnya serem dan gak sesuai sm ekspetasi kalian… tapi ini kan genrenya Psychology, udah gw tulis jg di atas. Hmm… mind to leave review?
Regard.

-Keiko Sine https://thekeikosine.wordpress.com

Advertisements

11 thoughts on “Somewhere New

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s