Next Millennium

i63a8403_by_thefirebomb-d9prcw9

by
Clora Darlene

starring
Im Yoona | Oh Sehun

Length | Genre
Oneshoot Fantasy

Before Story: Alive; Savior Curse.

Kedua tangan perempuan itu tergelatak di atas pahanya dengan borgol yang melingkar sempurna di pergelangan tangannya. Rambutnya berantakan, emerald green suede dress-nya sudah lusuh, dan kepalanya hanya tertunduk dalam tidak mengindahkan serbuan pertanyaan dan bentakan-bentakan dari sesosok pria yang duduk di hadapannya. Ruangan itu putih tanpa noda dengan sebuah cermin menggantung di dinding yang ia tahu bahwa itu adalah cermin dua arah―layaknya ruang interogasi pada umumnya. Setelah mengkhianati klan yang telah menaungi dan membesarkannya, pelariannya bersama laki-laki itu membuatnya berakhir di The Supernatural Security Institute seorang diri. Namanya serta nama laki-laki itu sudah dipastikan menduduki peringkat pertama dan kedua dalam Cougar Most Wanted (and Should Be Eliminated Immediately) List. Klan terkuat itu akan terus mengejarnya dan ia harus tetap berlari―ini bukan keabadian yang ia inginkan. Selamanya berlari? Suatu hari nanti ia akan lelah.

“Di mana Sehun?” Lagi, pria itu bertanya dan Yoona tidak menjawabnya. “Kau tidak akan membuka mulutmu, huh?”

Sehun berhasil menyelamatkan dirinya saat The Supernatural Security Institute menemukan mereka lebih cepat dari Cougar dan Jaguar. Bagi Cougar, sudah tidak ada lagi Im Yoona di dalam klan mereka. Bagi Jaguar, Oh Sehun adalah sama pengkhianatnya dengan Im Yoona. Setelah memutuskan untuk kabur dari Cougar, Sehun dan Yoona pergi ke markas Jaguar―yang bagi Sehun itu adalah kembali pulang ke rumah―untuk bersembunyi dan meminta perlindungan. Tetapi, keadaan sangat kacau di dalam klan tersebut. Huang Zi Tao berhasil menggulingkan kepemimpinan sebelumnya dan setelah menduduki tahta tertinggi di dalam dark clan tersebut. Ia melakukan intrik ke seluruh penjuru markas bahwa Oh Sehun telah memilih Cougar sebagai jati dirinya, meninggalkan Jaguar yang telah mengasuhnya selama ribuan tahun. Alasannya sangat sederhana mengapa Huang Zi Tao melakukan apa yang ia lakukan, karena Sehun merupakan kandidat potensial yang bisa menjatuhkannya dan memimpin Jaguar. Sebelum Huang Zi Tao berhasil menjatuhkan tahta sebelumnya, Sehun sudah digadang-gadang akan menjadi pemimpin selanjutnya.

Keadaan di dalam Jaguar membuat Sehun dan Yoona harus kembali berlari. Sudah ada dua klan besar yang mengejarnya dan sepertinya itu adalah tanda akan segera berakhirnya kehidupan abadi mereka. Tanda itu diperkuat dengan masuknya mereka ke dalam The Supernatural Security Institute Most Wanted List karena institusi keamanan untuk supernatural beings itu menerima kabar bahwa telah kaburnya dua pemilik dark power terkuat―dan menjadi pengkhianat di masing-masing klannya―dan sangat berpotensi menjadi ancaman di luar sana. Sudah sejak lama kepemilikan dark power selalu diawasi, itu mengapa Yunho sangat memerhatikan perkembangan Yoona bahkan sampai mengurungnya di palung terdalam di bagian barat Samudera Pasifik beberapa abad lalu.

Maka, di sinilah Im Yoona terduduk sekarang di bangunan dengan tingkat keamanan paling tinggi di Korea Selatan dengan borgol yang tidak hanya menahan tangannya, melainkan juga kekuatannya. Tidakkah kalian pikir seharusnya Yoona bisa menghancurkan borgol tersebut dalam satu kedipan mata? Sepertinya kekuatannya tidak berguna di dalam gedung tersebut.

“Di mana Sehun?” Pria itu sudah kehilangan kesabarannya sedari tadi. “Di mana Sehun, kau wanita jalang?!”

Agen Kim silakan kembali.” Suara dari interkom memberikan perintah.

Pria itu menghela nafas berat lalu menendang kaki meja dan keluar dari ruang interogasi dengan membawa map yang berisikan data diri Yoona. Yoona menghela nafasnya setelah pria itu keluar. Ia anggap ini adalah waktunya istirahat. Badannya tidak setegang sebelumnya dan ia bisa sedikit menenangkan diri. Kedua iris madunya memerhatikan borgol hitam yang mengikat tangannya. Ia berkonsentrasi mengumpulkan kekuatannya lalu dilepaskannya, tetapi borgol itu tidak hancur. Terbuka sedikit saja tidak. Tetapi, lampu di ruang interogasi tersebut mendadak mati dan Yoona dapat mendengar suara sirine berbunyi. Pandangannya menerawang ke seluruh penjuru ruang interogasi―yang sebenarnya hanya diisi dengan satu meja, dua kursi, dan dirinya yang diborgol serta tak berdaya―dengan tatapan clueless, tidak mengerti apa yang terjadi. Beberapa detik kemudian suara sirine berhenti dan diikuti dengan lampu yang kembali menyala.

“Im Yoona The Myth―Kau tidak akan bisa membukanya. Borgol itu didesain khusus untukmu. Kau harus bangga.” Seorang perempuan berpotongan rambut pendek masuk ke dalam ruang interogasi dengan membawa secangkir kopi dan map yang sebelumnya dibawa oleh pria dengan code name ‘Agen Kim’.

Mata Yoona dengan cepat bertemu dengan mata perempuan itu. “Kekuatan yang baru saja kau lepaskan berhasil membuat seluruh sistem di lantai ini lumpuh. Aku takjub.” Perempuan itu menaruh cangkir serta mapnya di atas meja lalu duduk di hadapan Yoona.

“Agen Kim sepertinya melewati waktu-waktu yang sulit bersamamu. Kau membuat pekerjaannya tidak selesai, Yoona-ssi,” Beritahu perempuan itu lalu membuka map yang dibawanya. “Mari kita lihat mengapa kau bisa ada di sini―tapi, tidak perlu karena aku sangat tahu apa yang telah kaulakukan, Im Yoona.” Suara perempuan itu langsung berubah dengan penuh penekanan dan menutup kembali map yang baru saja dibukanya.

Mata perempuan itu menajam memandang Yoona. Ia berdiri dengan kedua tangannya yang menyangga badannya di atas meja dan mencondongkan badannya ke arah Yoona. “Empat ratus tahun lalu kau mengeksekusi semua penduduk di sebuah desa tanpa ampun hanya untuk kepentinganmu sendiri―untuk memperkuat dirimu sendiri―dan kau menemukan kesenangan dalam melakukannya. Kau tertawa selagi kau membantai mereka semua. Kau menikmatinya selagi kau mengiris leher mereka satu per satu. Setelah bermandikan darah manusia-manusia yang tidak berdosa, kau masih belum merasa puas―kau masih ingin lebih. That’s why you deserved a painful death―died on the hand the one you loved the most. Cerita tentangmu diturunkan dari generasi ke generasi agar mereka semua tahu dan mengingat betapa kejamnya kau dulu dan kau tidak pantas untuk menikmati hidup lagi. Semua orang akan melihatmu sebagai ancaman terbesar yang harus segera dimusnahkan. Yunho melakukan kesalahan besar ketika ia membangkitkanmu lagi hanya untuk mengeliminasi Oh Sehun.”

Kilasan balik itu membuat Yoona kembali ke empat ratus tahun. Apa yang perempuan katakan itu benar. Seratus persen tanpa kesalahan. Yoona masih bisa mengingat ketika ia membangunkan monster di dalam dirinya. Rambutnya bahkan dress putih selututnya berubah menjadi merah. Ia pergi dari satu rumah ke rumah lainnya dan tertawa semakin keras jika tangisan dan teriakan korbannya juga semakin keras. Anak-anak dan bayi adalah kesukaannya―for your information―karena mereka masih sangat segar dan suci.

“Tapi, kau tidak perlu melakukannya. Aku akan melakukannya untukmu. Aku tidak akan membiarkanmu mati dalam waktu dekat ini karena aku ingin kau melihat Oh Sehun mati di tanganku. Aku ingin kau melihatku bermandikan darahnya dan menyayat tubuhnya. Dia akan berteriak meminta tolong kepadamu, tapi kau tidak akan bisa menolongnya. Akan kupastikan kau melihatnya, Im Yoona, seperti kau membuatku melihat Jason mati empat ratus tahun lalu. Kau mungkin tidak mengetahuinya, tapi dia adalah kekasihku yang juga menjadi korbanmu dan sekarang aku akan membuatmu membayar apa yang telah kaulakukan padanya. Faktanya adalah aku tidak pernah ingin membunuhmu. Satu-satunya yang ingin kubunuh adalah Sehun dan akan kupastikan aku membunuhnya di depan matamu. Blood for blood and lover for lover.”

Yoona hampir saja meminta maaf kepada perempuan itu setelah mendengar cerita singkat mengenai Jason. Yoona merasa bersalah. Tetapi, mendengar dua kalimat terakhir dari perempuan itu membuat Yoona geram. Ada yang langsung berubah dari pandangan Yoona―pandangan Im Yoona empat ratus tahun lalu. Ia tidak akan pernah sekali pun membiarkan orang lain menyentuh Sehun dengan tujuan untuk menyakitinya. Yoona akan melakukan apa saja untuk melindungi laki-laki itu, sekali pun ia harus membangunkan sisi tergelap dari dirinya―Im Yoona The Devil.

Tidak akan pernah.

Yoona tersenyum kecil tetapi tatapannya begitu dalam dan tajam. “Aku bisa melihat betapa menyedihkannya dirimu di balik amarahmu―mengencani manusia? That’s a pure disgrace for us supernatural beings. Aku senang aku membunuh Jason. Aku menyelamatkan harga diri kaumku yang sudah kau nodai.”

Raut wajah perempuan itu berubah drastis. Yoona dapat melihat api yang semakin membara di bolamatanya. “Di mana Sehun?” Tanya perempuan itu penuh penekanan.

“Di hatiku.” Jawab Yoona ringan dengan tawa meremehkan.

Plak!

Sebuah tamparan keras telak mendarat di pipi Yoona dan ia berhenti tertawa. “Di mana Sehun?!”

Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang besar hingga menyebabkan lantai bergetar lalu suara sirine kembali berbunyi. Kedua perempuan itu terdiam sejenak untuk mengobservasi keadaan. “Oops, you got companion.” Ucap Yoona lalu bangkit dari duduknya dan menendang keras perempuan itu hingga perempuan itu terlempar membentur dinding dan jatuh di lantai. Yoona mengepalkan kedua tangannya dan mengumpulkan kekuatannya lalu borgol hitam tersebut hancur seketika.

“Kau tidak akan bisa lari dari―” Belum perempuan itu menyelesaikan kata-katanya dan sempurna bangun dari posisinya, Yoona langsung menembakkan kekuatannya dan membuat perempuan itu tidak sadarkan diri.

That’s for slapping me, bitch.” Balas Yoona. Ia hanya menembakkan kekuatannya dalam jumlah sedikit, tidak akan membuat perempuan itu mati, tapi cukup untuk menyiksanya. Kekuatan Yoona akan menjadi racun di dalam tubuh perempuan itu. Butuh waktu yang cukup lama untuk pulih dan mengeluarkan racun-racun tersebut dari dalam dirinya.

Yoona sudah siap dengan kuda-kudanya untuk menggunakan kekuatannya lagi ketika pintu ruang interogasi terbuka. “Whoa! Tahan tembakanmu! Ini aku.” Sehun mengangkat kedua tangannya seakan-akan ia menyerahkan dirinya kepada Yoona.

Setelah sekian lama, Yoona akhirnya benar-benar bisa bernafas lega. Ia segera menghampiri Sehun lalu memeluknya dengan erat. “Aku kira kau tidak akan datang.”

“Kau akan memburuku hingga ke neraka sekali pun jika aku tidak menyelamatkanmu,” Canda Sehun. Ia meraih tangan Yoona lalu digenggamnya dan memandang mata perempuan itu. “Let’s go. Kita harus keluar dari sini.”

Mobil curian yang dikendarai Sehun dan Yoona sampai di parking lot sebuah motel yang berada di pinggiran kota. Hari sudah malam bahkan mendekati tengah malam. Sehun dan Yoona turun dari mobil dengan mata yang tetap waspada lalu masuk dan memesan kamar. Setelah mendapatkan kunci kamar, mereka bergegas menuju kamar mereka dan langsung mengunci pintu ketika mereka sudah sampai di dalamnya.

Yoona bersandar pada pintu dan menutup matanya lau menghela nafas panjang. Tidak pernah terbayangkan sekali pun bahwa ia akan berada dalam pelarian seperti ini dan bersembunyi untuk melindungi keabadiannya. Yoona membuka matanya dan ia mendapatkan Sehun yang memunggunginya juga masih mengenakan kemeja hitam―outfit-nya untuk makan malam bersama Cougar.

Laki-laki itu hanya berdiri di sana dan bergerak tidak nyaman. Yoona mengerutkan keningnya, menebak-nebak bahwa ada yang salah dari laki-laki itu. Ia menghampiri Sehun lalu berdiri di hadapannya dan matanya tak berkedip. “Kau tertembak,” Gumam Yoona dengan tangan yang tanpa sadar menyentuh perut Sehun. Yoona refleks mendongak dengan raut wajah ketakutan. “Kenapa lukamu tidak sembuh?” Supernatural beings seperti mereka memiliki kekuatan recovery yang cepat. Jadi hampir mustahil untuk mereka memiliki bekas luka, karena luka-luka tersebut akan segera menutup dan menghilang dalam sekali jentikan jari.

Sehun tersenyum kaku. “Menyusup dan meledakkan gedung TSSI membutuhkan energi yang tidak sedikit, Yoona.”

Yoona baru sadar bahwa beberapa luka kecil di wajah tampan Sehun juga tidak menghilang dengan sendirinya. Hati Yoona serasa diremas melihat Sehun kesakitan seperti ini. Sehun berhasil menahannya selama perjalanan menuju motel, tetapi sepertinya ia tidak bisa menutupinya lebih lama lagi. Peluru yang dibuat khusus untuk supernatural beings itu masih bersarang di perutnya. Astaga, melihat Sehun kesakitan seperti ini saja Yoona sudah tersiksa apalagi jika ia melihat laki-laki itu mati di hadapannya―seperti apa yang dikatakan perempuan yang berada di ruang interogasi tadi.

Sehun duduk di pinggir ranjang dengan tangan yang masih memegangi perutnya. Yoona dengan sigap menarik banyak lembar tisu yang berada di atas meja lalu ditempelkannya ke perut Sehun lalu duduk di sebelah laki-laki itu. “Kita harus mengeluarkan pelurunya, Sehun.” Beritahu Yoona.

Do you want do the honors?” Sehun menyunggingkan sebuah senyum kecil yang langsung melelehkan hati Yoona. Yoona menelan salivanya dan tampak ragu. “Jangan takut.”

Sehun membuka kancing bajunya satu per satu dan matanya mencoba meyakinkan Yoona. Jemari Yoona dengan ragu menyentuh permukaan luka Sehun. Telunjuknya ia masukkan ke dalam lubang luka tersebut lalu diikuti dengan ibu jarinya. Sehun berhasil menahan teriakannya, tetapi raut wajahnya mengatakan segalanya―ia kesakitan. “Yoong…cepat keluarkan.” Perintah Sehun.

Yoona tidak punya pilihan lain selain langsung menarik peluru tersebut dari perut Sehun dan laki-laki itu langsung menjatuhkan badannya ke atas ranjang. Ia masih kesakitan, tetapi setidaknya peluru itu sudah keluar dari perutnya. Yoona memandang peluru hitam yang berada di telapak tangannya yang dipenuh dengan bercak darah Sehun. “Maafkan aku. Kau terluka karena menyelamatkanku.”

“Yoong, kau mengkhianati klanmu hanya untuk menyelematkanku.” Balas Sehun pelan.

Yoona menyodorkan satu tangannya yang lain yang tidak memegang peluru kepada Sehun. “Kau kehabisan energi. Take mine.”

Sehun langsung bangun. “Apa?”

“Kau butuh energi supernatural being untuk menyembuhkan tubuhmu.” Jelas Yoona singkat.

“Aku tidak akan menyerap energimu lagi.” Sehun langsung berdiri dan menjauh dari Yoona.

“Kau membutuhkannya, Sehun. I’m full and you can take half of it. It’s okay.” Yoona meyakinkannya.

“Aku akan pergi hunting. Kau diam saja di sini.”

“Kau tidak memiliki banyak energi tersisa untuk hunting.”

“Menyerap energimu bukan option-ku untuk bertahan hidup. Jangan kemana-mana, aku akan segera kembali. Istirahatlah.” Tanpa memandang Yoona lagi, Sehun hilang di balik pintu. Laki-laki itu pergi untuk mencari mangsanya, supernatural beings lainnya untuk menyerap energi mereka.

Bagi supernatural beings seperti Yoona dan Sehun, tidur adalah sebuah option yang bersifat situasional. Mereka tidak tidur, tetapi tidur akan membantu mereka menghemat energi mereka. Dalam pelarian seperti ini, Yoona harus dengan cermat menggunakan dan menyimpan energinya, tidakkah kalian berpikiran seperti itu?

Ia masih mengenakan emerald green suede dress yang semakin tampak lusuh saat tertidur. Matanya mulai terbuka sedikit demi sedikit ketika sinar matahari masuk melalui celah-celah tirai jendela. Yoona ingat semalam ia memutuskan untuk tidur selagi laki-laki itu pergi dan tahu laki-laki itu sudah kembali karena laki-laki itu kini ikut berbaring di sebelahnya. Yoona mendekatkan dirinya dengan laki-laki itu lalu menaruh kepalanya di bahu yang lebar tersebut. “Kapan kau kembali?”

“Saat fajar.” Jawab Sehun singkat.

“Apa hunting-mu berjalan dengan mulus?” Tanya Yoona lagi masih dengan mata yang terpejam.

“Aku hanya bisa menyerap energi supernatural beings kelas bawah. Membunuh supernatural beings kelas atas akan menarik perhatian.” Jelas Sehun.

“Berapa banyak yang kau dapatkan?”

“Enam puluh persen dari total energiku.”

Yoona refleks membuka matanya. Ia bangun lalu duduk di sebelah Sehun dengan tatapan mata yang serius. “Itu masih sangat kurang untukmu.”

“Itu lumayan, sebenarnya.” Sehun membenarkan.

Yoona terdiam dan matanya tidak berkedip. Ada sorotan kesedihan di dalam pandangannya seraya tangannya mengelus pelan beberapa luka pada wajah Sehun. Luka-luka tersebut seharusnya dengan mudah tertutup dan menghilang, tetapi laki-laki itu tidak memiliki energi yang cukup banyak untuk menyembuhkan dirinya sendiri. “Bagaimana dengan perutmu?”

Well, itu,” Sehun membasahi bibirnya, memilih kata-kata yang tepat untuk menjelaskan kondisi luka yang berada di perutnya. “Cukup baik.”

Tangan Yoona dengan cekatan membuka kancing kemeja Sehun dan menemukan luka tersebut tidak dalam kondisi cukup baik seperti kata Sehun. Luka tersebut hanya membaik tiga puluh persen. Hal seperti inilah yang membuat Yoona merasakan seakan-akan jantungnya diremas tanpa ampun. Yoona akhirnya menyodorkan telapak tangannya. “Kau harus pulih seratus persen.”

Sehun mengalihkan pandangannya dengan kesal lalu turun dari ranjang. “Berhenti menawarkan energimu kepadaku, Im Yoona-ssi. Aku tidak akan berubah pikiran.”

Iris madu Yoona mengikuti gerakan laki-laki itu yang memutuskan untuk duduk di sebuah kursi meja makan kecil yang terbuat dari plastik. Laki-laki itu mengeluarkan sebuah Ramen cup dari dalam plastic bag di atas meja.

“Apa itu?” Tanya Yoona.

“Ramen.”

“Apa itu?” Tanya Yoona lagi.

“Mie.”

“Wow. Mereka membungkusnya seperti itu sekarang? Sangat menerik!” Yoona loncat dari ranjang dan duduk di hadapan Sehun lalu mengeluarkan satu Ramen cup dari plastic bag. “Mereka tidak membuatnya seperti ini sebelum aku mati. Bagaimana aku memasaknya?” Yoona mendongakkan kepalanya dan memandang polos Sehun.

Laki-laki itu menghela nafas pelan lalu meraih Ramen cup dari tangan Yoona. “Aku akan membuatkannya untukmu.”

“Kau bisa memasak sekarang? Heol.”

“Yoong, aku hanya membuat Ramen. Aku hanya perlu menuangkan air panas ke dalamnya.” Sehun bangkit dari kursinya dengan membawa dua buah Ramen cup dan menuju meja dengan water boiler electric lalu menuangkan air ke dalamnya. Yoona menyangga dagunya dengan tangannya di atas meja sembari ia memerhatikan punggung Sehun yang lebar. Yoona menatap Sehun seakan-akan perempuan itu kembali jatuh cinta untuk pertama kalinya. Mengkhianati klannya untuk membiarkan laki-laki itu hidup mungkin pilihan yang salah atau mungkin pilihan yang benar. Terlepas dari benar atau salah, Yoona tahu jelas apa yang diinginkannya.

Tidak lama kemudian, Sehun kembali dengan dua Ramen cup yang berisi air panas. Ia menyodorkannya satu kepada Yoona lalu duduk di hadapan perempuan itu. “Kau harus menunggunya selama dua menit.”

“Kau terlihat seksi saat memasak. Kau seharusnya belajar memasak dari dulu.” Gumam Yoona out of topic.

No, thanks.” Tukas Sehun.

Why? Jangan katakan kau sudah merasa cukup sexy.” Yoona menyipitkan kedua matanya.”

“Aku tidak makan makanan manusia. Begitu juga denganmu.”

“Aku akan memakannya jika itu buatanmu,” Timpal Yoona. “Kau akan sukses menjadi chef.”

“Berhenti membicarakan hal-hal yang tidak masuk akal, Yoong.”

Yoona menaikkan kedua bahunya ringan. “Itu masuk akal untukku.” Yoona mencoba membangun percakapan, ia tahu bahwa laki-laki itu masih kesal atas paksaan Yoona meminta laki-laki itu menyerap energinya. Hey, Yoona hanya ingin berbagi, terutama kepada Sehun, apakah itu salah? Ia ingin laki-lakinya itu tetap hidup. Kehilangan laki-laki itu tidak akan pernah menjadi pilihannya.

“Kau sudah bisa memakan makananmu.” Beritahu Sehun datar lalu sibuk dengan Ramen cup miliknya.

Yoona tersenyum kecil lalu ikut mencicipi makanan ‘Ramen’ itu. Pada masanya dulu―sebelum ia mati―makanan ini belum ada alias belum ditemukan. Jadi, wajarkan saja jika ia bereaksi berlebihan. “Totally my style. Whoa,” Ucap Yoona. “Ini sangat enak. Jauh lebih enak daripada makanan yang ada empat ratus tahun lalu.”

“Hebat. Kau masih bisa mengingat rasa makanan empat ratus tahun lalu.” Sehun menyindir.

Well, setidaknya aku bisa mengatakan makanan ini memang lebih enak,” Gumam Yoona. Cup tersebut kosong dalam waktu singkat. Tidak butuh waktu banyak untuk keduanya menyelesaikan masing-masing satu Ramen cup. Yoona menyandarkan badannya pada sandaran kursi plastik yang ia duduki dan ia terlihat puas. “Aku harus membersihkan diriku sebelum kita harus berlari lagi.” Yoona bangkit dari kursinya lalu beranjak menuju kamar mandi berukuran kecil di dalam kamar motelnya. Tetapi, langkahnya mendadak berhenti ketika ia melewati sebuah kaca yang cukup panjang yang tergantung di dinding. Ia langsung memandang bayangannya di cermin dan matanya membelalak tidak mengedip. “Oh my God. I’m a mess.” Yoona baru menyadari bahwa gaunnya sudah compang-camping dan rambutnya berantakan. Walaupun luka-luka yang ia miliki sudah tertutup dengan sendirinya dan menghilang tanpa meninggalkan bekas, tetapi penampilannya sangat mengerikan―itu adalah ungkapan yang diberikan oleh Yoona. “Aku harus pergi mencari pakaian baru.” Yoona memutar balik, mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kamar mandi dan melangkahnya menuju pintu kamar.

Sehun meraih tangan Yoona ketika perempuan itu berjalan melewatinya. “Kau akan pergi kemana?”

“Sehun, aku tidak bisa berpenampilan seperti ini. Look.” Yoona menunjuk gaunnya.

“Di luar sana sangat berbahaya. Bagaimana jika kau bertemu dengan Cougar atau Jaguar atau bahkan TSSI?”

“Aku bukan anak umur lima tahun. Aku Im Yoona.” Tukas Yoona. Fashion sense-nya membuat dirinya begitu bersikeras harus segera pergi mencari pakaian baru dan membuat penampilannya terlihat ‘pantas’.

Sehun melepaskan cengkramannya dari tangan Yoona lalu ia mengeluarkan dompetnya dan menyodorkan sebuah kartu berwarna hitam. “Jangan memanipulasi pikiran manusia untuk mendapatkan pakaian yang kauinginkan. We have to stay low. Kau harus bersikap selayaknya manusia.”

“Apa ini?” Tanya Yoona menerima kartu hitam tersebut dari Sehun.

Credit card. Jika kau sudah mengambil apa yang kau inginkan, kau harus menuju ke ‘kasir’ dan memberikan kartu itu kepada mereka. Kau tunggu sebentar, dan mereka akan memberikan kembali kartunya kepadamu. Semudah itu, kau mengerti?” Sehun mencoba menjelaskan sesingkat mungkin kepada Yoona. Hey, credit card belum ada hingga empat ratus tahun lalu dan Yoona harus segera mengejar ketinggalannya dalam teknologi.

Easy. Serahkan semua kepadaku. See you soon,” Yoona tersenyum lebar lalu berjalan menuju pintu, tetapi langkahnya kembali berhenti. Ia menoleh dan memandang punggung Sehun yang membelakanginya. Ia kembali melangkah ke arah Sehun dan memeluk laki-laki itu dari belakang. “Kau harus berhenti marah kepadaku. Umurmu sudah seribu lima ratus tahun dan memasang wajah jengkel seperti itu tidak cocok untukmu.” Yoona terkekeh pelan lalu mendaratkan kecupan kilat di pipi Sehun lalu pergi.

Sehun hampir dibuat gila ketika jarum jam menunjukkan pukul sepuluh malam dan Yoona belum kembali. Perempuan itu sudah pergi dari pagi tadi dan hingga saat ini belum kembali. Apa perempuan selalu lupa waktu seperti ini jika mereka pergi shopping? Batin Sehun. Sehun memusingkan Yoona seperti seorang ayah yang menunggu anak perempuannya pulang.

Sehun duduk di kursi plastik dan terus-menurus memandangi pintu kamar motel. Banyak pertanyaan yang berkecamuk di dalam kepalanya. Bagaimana jika perempuan itu tertangkap oleh Cougar? Atau Jaguar? Atau The Supernatural Security Institute? Sehun tidak tahu perempuan itu pergi ke mana saja. Ia mulai menyesali keputusannya membiarkan perempuan itu pergi sendirian hanya karena ia tidak memiliki banyak energi tersisa walaupun ia sudah pergi berburu. Sehun menelan salivanya dengan susah payah seraya jarum jam tetap berputar.

Cklek.

Sehun refleks berdiri ketika pintu terbuka dan Yoona muncul dengan tangan yang penuh menjinjing paper bag. Melihat Sehun yang tidak mengedipkan matanya, mata Yoona juga ikut tidak berkedip. “Ada apa?”

“Kemana saja kau?” Tanya Sehun.

Yoona mendorong pintu kamar motel dengan kakinya hingga tertutup lalu menaruh barang belanjaannya di atas ranjang. “Shopping. Kau sudah tahu.” Yoona sudah mengganti pakaiannya. Emerald green suede dress lusuh berubah menjadi white lace top dan black lace skirt serta high platform shoes berwarna putih yang membuatnya terlihat lebih tinggi. Wajah perempuan itu juga terlihat lebih fresh dengan make-up tipis―yang sudah dipastikan perempuan itu pasti pergi ke salon untuk melakukan treatment―dan anting-anting yang menggantung di daun telinganya.

“Mengapa sangat lama?” Tanya Sehun lagi.

Yoona mengerti arti tatapan serta gesture Sehun. Laki-laki itu sedang marah kepadanya. Yoona menghampiri Sehun lalu memeluk laki-laki itu. “Aku baik-baik saja. Tidak ada Cougar, Jaguar, atau The Supernatural Security Institute yang mengikutiku. Maafkanku jika aku pergi terlalu lama, kau pasti sangat kesepian.”

Yoona dapat merasakan dada Sehun yang menarik nafas panjang lalu menghelanya dengan berat.  “Kau benar. Aku sangat kesepian―aku sangat kesepian semenjak insiden empat ratus tahun lalu.”

“Aku di sini sekarang,” Ucap Yoona pelan, menenangkan laki-lakinya itu. “Aku membelikanmu beberapa pakaian. Pilihlah, kau juga harus berganti baju.”

Sehun melepaskan pelukannya lalu diliriknya barang belanjaan Yoona. “Kau sepertinya sudah sangat ahli menggunakan credit card.”

That credit card thing was amazing. Aku bisa membeli itu semua hanya dengan menggunakan kartu, tidak menggunakan emas lagi. Daebak.”

Sehun terkekeh pelan melihat reaksi Yoona. Ia lalu meraih beberapa paper bag dan duduk di pinggir ranjang, membongkar satu per satu belanjaan Yoona. As expected, Yoona benar-benar mengerti ‘pakaian bagus’. Lihatlah, belanjaannya hanya dipenuhi dengan pakaian dari brand-brand ternama dan Sehun sudah bisa meraba-raba angka yang akan muncul dalam tagihan credit card-nya kali ini.

“Aku akan pakai yang ini.” Sehun memilih kemeja putih polos dengan jeans.

“Aku telah membelikanmu pakaian yang lebih bagus daripada hanya sekedar kemeja putih dengan jeans―Sehun, that’s so basic,” Yoona mengomentari pilihan Sehun. “Kemeja putih itu untuk yang ini, dan jeans itu bisa kau padupadakan dengan ini,” Yoona mengambil beberapa pakaian lalu menunjukannya kepada Sehun. “Jadi bukan ‘kemeja dan jeans’. I won’t let my man dress just like that.”

“Yoong, ingat. Kita dalam pelarian. Kau ingin aku lari mengenakan Louis Vuitton?”

Well, jika itu lebih pantas, maka iya.” Sergah Yoona.

Sehun hanya tertawa kecil melihat respon Yoona dan mengakhiri perdebatan dengan tetap memilih kemeja putih polos dan jeans. Sehun tidak ingin dipusingkan hanya karena pakaian. Ia hanya ingin merasa nyaman, bukan keren, setidaknya untuk saat ini. Ia berganti di dalam kamar mandi dan tidak lama kemudian ia keluar, menemukan Yoona berbaring di atas ranjang menatap langit-langit tanpa berkedip dengan high platform shoes yang telah ia lepas.

“Apa yang kaulakukan?” Tanya Sehun memecah keheningan.

Yoona menghela nafas. “Aku ingin pulang, Sehun. Aku ingin pulang.”

Sehun membeku di tempatnya berdiri. Tentu saja perempuan itu ingin pulang, rindu akan kehangatan selimut rumah dan nyamannya di kelilingi anggota keluarga setelah merasakan dinginnya kematian selama empat ratus tahun. Tetapi sekarang perempuan itu terperangkap di ruangan kecil ini dan satu-satunya yang menyebabkan perempuan itu berada di sini adalah Sehun.

 

 

“So, this is where our love story end, Im Yoona?”

“Exactly.”

“So, kill me. Aku tidak akan menghindar dari seranganmu.”

Yoona terlihat geram. “Kenapa? Bukankah kau sangat percaya diri bahwa kau sekarang lebih kuat?”

Sehun tertawa hambar. “Kau benar.”

“Lalu mengapa kau menghindar?”

“Aku tidak ingin membunuhmu lagi.”

“Bukankah sangat fantastis rasanya bisa membunuhku?” Tanya Yoona memprovokasi. “Ini kesempatan untukmu menyerap energiku lagi.”

Sehun melangkahkan kaki jenjangnya menuju Yoona dan berdiri di hadapan perempuan itu lalu memeluknya. “Run away with me, Im Yoona.”

 

 

Yoona sudah memposisikan dirinya duduk di pinggir ranjang dan tersenyum memandang Sehun ketika ia membangunkan Sehun dari lamunannya. “Tapi, aku lebih suka berada di sini. Guess why? Karena, aku bersamamu. Four hundreds years I’ve endured the pain of death and the only one I thought about was you. Sebenarnya, aku memikirkanmu karena aku marah kau telah membunuhku.” Yoona tertawa kecil.

“Kau seharusnya membunuhku saat makan malam itu. Tidak seharusnya kau mengkhianati Cougar, Yunho, dan kabur seperti ini.” Sehun terdengar serius, tidak ikut tertawa dengan Yoona.

“Aku tidak harus membunuhmu. Aku punya pilihan dan aku memilih untuk tidak melakukannya. Membunuhmu atau tidak―itu pilihanku, bukan pilihanmu, Sehun,” Yoona menegaskan. Sehun masih berdiri dengan kepala yang tertunduk dalam. “Kenapa?”

Sehun mengangkat kepalanya dan memandang iris madu Yoona. “Bunuh aku dan bawa jasadku ke Cougar. Katakan kepada mereka, kabur bersamaku adalah rencanamu untuk mengetahui rahasiaku. Mereka akan menerimamu kembali dan tidak akan mencapmu lagi sebagai pengkhianat.”

“Aku tidak akan melakukannya. Kau tidak berpikir bahwa aku akan melakukan seperti apa yang kaukatakan, bukan?” Tanya Yoona dengan nada yang ringan.

Sehun melangkah mendekatinya lalu dicengkramnya pergelangan tangan Yoona dan ditariknya perempuan itu hingga berdiri di hadapan Sehun. “Bunuh aku sekarang.”

“Kau memintaku membunuhmu dengan wajah tampan seperti itu?”

“Yoong, aku sedang tidak main-main.”

“Aku juga serius, Sehun. Kau tidak bisa menyuruh orang lain, terutama kekasihmu, untuk membunuhmu jika kau terus memasang wajah tampan seperti itu,” Timpal Yoona. “That’s rude.”

“Membunuhku adalah satu-satunya jalan untukmu kembali ke Cougar.”

Yoona menghela nafas lalu melepaskan cengkraman Sehun pada pergelangan tangannya dan melingkarkan kedua tangannya di leher Sehun. Yoona menarik laki-laki itu untuk lebih dekat dengannya dan mencium bibirnya. “I’ll kiss you for every time you demand me to kill you, so you’ll remember again of how much you desperately want to be with me.”

Yoona dapat merasakan deru nafas Sehun yang memberat. “Kill me, then.” Bisik Sehun pelan.

Yoona kembali mencium bibir laki-laki itu lalu melumatnya dan Sehun langsung mendorong Yoona jatuh ke atas ranjang. Satu per satu pakaian mereka terlempar dan kembali berserakan di lantai kamar motel.

Mata Sehun dan Yoona terbuka bersamaan. “Kau dengar itu?” Bisik Yoona.

Let’s go. Kita harus pergi dari sini,” Sehun menyibakkan selimut yang menutupi mereka dan Yoona juga langsung turun dari ranjang. Mereka langsung mengenakan pakaian mereka secepat mungkin ketika jam baru menunjukkan pukul dua malam.

Cougar? Jaguar? TSSI?” Tanya Yoona.

“TSSI.” Jawab Sehun cepat lalu menarik tangan Yoona dan menyuruh perempuan itu berdiri di belakangnya. Sehun membuka pintu kamar motel sedikit, mengintip dari balik pintu untuk membaca situasi di luar sana. “Clear. Let’s go.” Sehun membuka pintu kamar motel dan segera belari diikuti Yoona di belakangnya.

Mereka berlari di koridor-koridor motel. Langkah Sehun tiba-tiba melambat dan ia langsung mendorong salah satu pintu di sisi kanannya, masuk ke dalam kamar tersebut dan menutup pintunya setelah Yoona masuk. “Taeyong ada di sini.”

Who the hell is Taeyong?” Kening Yoona mengerut dalam.

“Anggota inti Cougar.” Jawab Sehun singkat.

Great. TSSI featuring Cougar.” Yoona menghela nafas.

“Jika Taeyong ada di sini, maka Ten juga. Ini berbahaya.”

Who the hell this Ten again?” Seperti menjadi supernatural being dengan kekuatan hebat tidak membuat Yoona pintar dalam mengingat nama dan wajah.

Partner Taeyong. Mereka berdua seperti aku dan Donghae hyung.”

Yoona menolehkan kepalanya dengan wajah pucat. “Goddammit. The lethal duo.”

“Kita harus pergi dari sini, Yoong.” Sehun kembali menarik tangan Yoona dan membuka pintu.

Hello, hyung.” Ten dan Taeyong telah berdiri di depan mereka. Sehun refleks membanting pintu, tetapi belum tertutup sepenuhnya Taeyong langsung menendang pintu cokelat itu hingga terlepas dan terbanting.

Aura di dalam kamar tersebut berubah seketika menjadi lebih gelap ketika Sehun dan Yoona bersamaan melepaskan kekuatan mereka. “Ten, Taeyong, aku tidak ingin menyakiti kalian berdua. Let’s stop it here.” Sehun mencoba bernegosiasi walaupun kedua tangannya masih terangkat di depan dadanya, siap melemparkan serangan kapan saja.

Hyung sudah menyakiti kami ketika hyung berkhianat.” Tanpa aba-aba, Ten langsung melemparkan serangannya tetapi serangannya dihalangi oleh Yoona dan Yoona mengambil kesempatan tersebut untuk menyerang keduanya.

Sehun segera menarik Yoona dan ia loncat melalui jendela hingga menabrak kaca hingga hancur berkeping-keping menuju gedung di sebelah gedung motel. Setelah mendarat, mereka kembali berlari sejauh mungkin di atas atap-atap gedung dengan teriakan-teriakan yang memanggil nama mereka dan sirine di belakang mereka serta helikopter yang menyorot mereka dengan lampu sorot.

Dor! Dor! Dor!

Keep going, Yoona!” Teriak Sehun ketika Yoona berhenti karena laki-laki itu tertembak tepat di kaki. Yoona mengibaskan tangannya dengan mudah lalu helikopter itu kehilangan kendali dan jatuh. “Peluru sialan…ini…” Sehun masih tergeletak di atap gedung dengan satu tangan yang menyangganya.

“Sehun, let’s go.” Yoona menyodorkan tangannya.

“Yoong, watch out!”  Sehun mendorong Yoona dengan cepat hingga perempuan itu terjatuh lalu menembakkan serangan ke arah Ten dan Taeyong yang datang dari belakang Yoona, membuat kedua laki-laki itu terkapar tidak berdaya.

Well, thank you.” Yoona bangun dengan cepat dan ia membantu Sehun berdiri. Keduanya kembali berlari hingga mencapai sebuah bangunan yang diperuntukkan untuk menjual home furniture. Yoona membuka pintu dengan paksa dan masuk. Keadaan di dalam bangunan tersebut gelap dengan lampu yang sudah dimatikan dan tentu saja penuh dengan berbagai macam home furniture.

Sehun duduk di lantai dan bersandar pada sisi ranjang dengan tulisan besar ‘Big Sale 70% off’. Tanpa berbicara, Yoona langsung menyobek celana jeans Sehun dan mengeluarkan tiga peluru yang bersarang di kaki laki-laki itu. Sehun berteriak kencang, tetapi Yoona tidak menghiraukannya. Semakin lama peluru itu terbenam di tubuh Sehun, maka laki-laki itu akan semakin melemah. “Jaguar. Aku bisa merasakan kekuatan mereka,” Beritahu Sehun dengan kepala yang terus-menerus menoleh ke arah yang berbeda. “Mereka juga ada di sini. Yoong, kau harus pergi dari sini.”

Kita harus pergi dari sini, Sehun.” Yoona menegaskan subjeknya kali ini.

“Aku akan berada tepat di belakangmu.” Sehun meyakinkan.

“Kau pikir aku akan percaya? Aku tahu kau akan melemparkan dirimu sebagai umpan hanya untuk memberikanku kesempatan lari.”

Sehun tersenyum. “Sebagai ucapan maafku karena sudah membunuhmu empat ratus tahun lalu.”

I’m not leaving you.” Yoona bersikeras.

You should leave me here.”

“Kekuatanmu itu―apa itu memperlambat proses penyembuhan? Aku lihat apa yang kaulakukan kepada Ten dan Taeyong,” Tanya Yoona. Setelah Sehun menyerang Ten dan Taeyong, Yoona dapat melihat bahwa kekuatan yang dimiliki keduanya tidak mudah sembuh dan menghilang. Keduanya terkapar tidak sadarkan diri dengan luka yang masih basah. “Apa itu kekuatan The Savior?”

“Ya. Aku menyerap energi supernatural beings dan jika aku menyerang supernatural beings, mereka tidak akan mudah pulih. Itu membuat mereka seakan-akan diserang oleh energi mereka sendiri.”

Yoona menyodorkan tangannya. “Sehun, ambil semua energiku.”

“Apa kau bercanda?” Suara Sehun meninggi satu oktaf. “Yoong, ini bukan saatnya untuk ‘Sehun, ambil semua energiku’. Berhenti mengatakan hal-hal seperti itu.”

This is the only way we have. Jika aku kabur, dan kau tertangkap, kita tidak akan pernah bisa bertemu lagi. Begitu juga dengan sebaliknya. Tetapi, jika kau menyerap energiku―”

“Maka, kau mati.” Potong Sehun.

“Tapi, kau bisa membangkitkanku lagi.”

“Butuh satu millennium untuk membangkitkanmu lagi, Yoong! Aku tidak akan membunuhmu lagi dan mengirimmu ke the other side untuk satu millennium.” Bantah Sehun.

Yoona mengelus pelan pipi Sehun. “It’s worth to wait, even a millennium,” Sehun membuang mukanya, tidak ingin memandang iris madu Yoona di dalam kegelapan. “Jika kau menyerap seluruh energiku, dan menyerang mereka, itu akan memberikanmu waktu untuk lari selagi mereka recovery. Kau bisa lari sejauh mungkin. Sehun, itu satu-satunya jalan yang kita miliki.”

“Pasti ada jalan lainnya. Jangan membuatku melakukannya, Yoong, please I beg you.” Suara Sehun terdengar bergetar.

“Kita tidak punya banyak waktu. Mereka sedang menuju kemari,” Yoona menarik Sehun untuk berdiri. Sehun masih enggan memandang Yoona dengan mata yang sudah basah. “Jangan lupa untuk membangkitkanku. Aku akan benar-benar memburumu ke neraka kali ini jika kau melupakannya.”

Sehun masih menutup mulutnya dengan rapat. Hingga Yoona akhirnya melingkarkan kedua tangannya di leher Sehun, berjinjit dan mencium bibir laki-laki itu. “See you in next millennium, darling.” Bisik Yoona.

Five centuries, I promise you.” Ucap Sehun memeluk Yoona dan menggenggam tangan kanan perempuan itu lalu saling menautkan jemari mereka.

Sehun dapat merasakan energi Yoona tersalurkan kepadanya. Luka-lukanya yang sebelumnya tidak sembuh sepenuhnya, kini sudah tertutup sempurna dan hilang tanpa bekas. Walaupun ia dapat merasakan energi Yoona meluap-luap di dalam dirinya, air mata masih berjatuhan dari mata Sehun ketika perempuan di dalam dekapannya itu tidak lagi merespon ucapan-ucapan Sehun. Tubuh Yoona yang sebelumnya segar, kini sudah keriput dan membentuk lekukan tulangnya. Setelah menyerap habis energi Yoona, Sehun membopong jasad perempuan itu ke atas ranjang. Di luar sana Sehun dapat mendengar suara tembakan dan ledakan besar. Ia kembali di masa-masa empat ratus tahun lalu. Jasad Yoona terbaring tepat di hadapan matanya dan ia adalah satu-satunya yang membuat perempuan itu kembali menderita dan harus merasakan dinginnya kematian lagi.

See you soon, milady.” Sehun mengecup kening jasad Yoona lalu mundur beberapa langkah dan semburan api besar mendadak muncul mengelilingi ranjang tersebut yang akhirnya ikut melahap jasad Yoona menjadi abu. Tatapan Sehun seketika berubah. Kedua tangannya mengepal di sisi badannya, siap membantai dan mengeksekusi siapa pun yang berada di jalannya.

End.

Advertisements

13 thoughts on “Next Millennium

  1. As expected ya cerita dari kakak selalu baguuuuussss.

    Sukses bikin baper parah. Suka banget pas setiap yoona nyuruh sehun nyerap energinya tapi sehun nolak, atau setiap sehun nyuruh yoona ngebunuh sehun, dan yoonanya nolak. Shooo sweeeet.

    Ditunggu karya karyanya yang lain (atau sequel cerita ini lagi mungkin, hehe) authooorr.

  2. Huhuhu so sweet sampai kapan mereka hidup seperti itu terusss… apa selamanya seperti itu. beraaaat rasanyaa huhuhu. Cara lain yg setidaknya mereka hidup saling pisah gituuu. Lalu kembali bersatu dengan waktu yg lama. Seru bgt critanyaa. Aku sukaaaaaaaaak. Favorite deh ini huhuhu. Nice story. Good story. Good job to you

  3. Pelis ini bukan end, msh berlanjut 🙂
    “Run away with me, Im Yoona.”
    suka bgt pas bagian ini…
    Huh intinya yoonhun mesti bersatu 😦 mau hidup atau di alam baka,
    Bikin lanjutannya thor pas bagian sehun bangkitin yoon 500 tahun lagiii, terus bikin cougar atau jaguar atau apalah itu gak bisa berkutik dengan yoonhun 😦
    Must be happy end thorr 😦
    As always selalu suka ff kamu, keep writing!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s